Penjual Kepiting Nyinyir Rasanya Nendang Puluhan Juta

Profil Pengusaha Gilang, Rachman, Daniel 


 
Pebisnis muda berlahiran lewat sosial media. Yang terbaru apalagi kalau bukan lewat Instagram. Berikut ini kisah dua pengusaha muda tiga sekawan Gilang, Rachman, dan Daniel. Ketiganya kompak manfaatkan Intagram sebagai rujukan pecinta masakan seafood.

Berawal dari ide berbisnis layaknya kepiting Lousiana, Amerika Serikat, Bermula ketika Oktober silam dimana memang bukan yang pertama. Bisnis kepiting Lousiana memang tengah ngetrend di kalangan anak muda Jakarta. Cuma ketiganya sepakat mengemasnya lebih kreatif lagi untuk mengambil celah pasar.

Contoh restoran masakan kepiting ini ada Dancing Crab, The Holy Crab, dan Cut the Crab. Mereka lantas mencoba menjajal keberuntungan lewat sosial media. Dan terbukti, konsep real time mereka suguhkan mampu menghasilkan puluhan juta. Bayangkan modalnya Rp.3 juta untung puluhan juta dalam dua bulan saja.

"Kita bisa makan seafood seru di meja kantor," tutur Gilang.

Tidak mau gegabah mereka memang sudah mematangkan konsep. Dimana Gilang kebagian marketing dan promosi, Rachman bagian accounting, dan Daniel jadi juru masaknya. Urusan rasa bisnis Kepiting Nyinyir tidak kalah dengan kompetitor restoran besar tersebut.

Untuk Chef sendiri, Daniel, ternyata bukan sembarangan loh karena memang sudah Chef profesional yang juga bekerja di sebuah hotel berbintang Jakarta. Bermodal uang Rp.3 juta bersama mereka meresmikan nama bisnis Kepiting Nyinyir di 22 Oktober kemarin. 

Uang Rp.2 juta buat promosi, dan memakai jasa teman sejumlah 30 orang, tugas mereka adalah promosi lewat Instagram. Dimana mereka juga dikasih icip rasanya gratis. Hasilnya mereka memention ke akun Instagram dengan hastag @kepiting_nyinyor.

Meskipun terkesan sederhana tetapi ternyata efektif. Dalam sehari ada enam pesanan kepiting, dengan metode pemesanan lewat sms. Dikirim lewat jasa pengiriman Grab Bike. Nanti biaya pengiriman akan disesuaikan tarif Grab Bike. "Kita jamin makanannya fresh," tambah Gilang.

Pesanan masuk langsung dimasak jedah 15 menit. Potensi bisnis menggiurkan membuat mereka semakin bersemangat. menyeriusi bisnis ini. Mereka menggunakan media blog. Menambah jumlah follower di Instagram. Kemudian tidak segan memanfaatkan iklan di Instagram untuk menjaring lebih banyak.

Agar lebih ngejreng mereka juga mengendorse beberapa selebiriti, seperti Kemal, TJ, Ronald Surapraja, Tike dan Gilang Dirga. Follower Kepiting Nyinyir naik sampai 1450 pengikut dalam kurun waktu cuma sebulan. Imbasnya pesanan bisa naik sampai 30 pesanan per- hari.

"Rata- rata pesanan itu di jam makan siang," unggahnya. Sesuai target mereka juga yakni orang yang mau makan seafood tetapi enggan keluar.

Omzet sebulan sampai Rp.45 juta dalam tempo sebulan. Harga dibagi tiga berdasarkan kebutuhan jumlah si pembeli yakni Nyinyir sendiri Rp.99 ribu, Nyinyir Berdua Rp.129 ribu, dan Nyinyir Bertiga Rp.159 ribu. Labar bersih mereka kantungi sebesar Rp.23 juta, sudah dikurangi bahan baku, promosi, oprasional.

Sebagai pengusaha pemula usaha mereka menakjubkan. Bayangkan dalam sebulan sudah mampu menaikan omzet sampai puluhan juta bermodal tiga juta. Inilah kenapa banyak investor ingin investasi ke bisnis mereka. Tetapi mereka tidak terburu- buru, mereka ingin mengembangkan sendiri lewat online.

Mimpi mereka bagaimana menyajikan seafood ke penjuru Indonesia. Mereka juga sudah menyiapkan aneka perijinan dari BPOM, MUI Halal, dan HKI.

Cerita pengusaha


Bermodal tiga juta ketiganya mampu menjual banyak. Kepopuleran Kepiting Nyinyir sejalan dengan cara mereka marketing yaitu Intagram. Nyinyir sendiri mengambi istilah anak muda di situs jejaring sosial. Nyinyir yang berarti tukang ngomongin orang.

Pada Januari mereka resmi menjadi patner Go Jek untuk layanan Go Food. Padahal Gilang mengaku awal- awal mereka sama sekali tidak promosi. Mereka tidak mengajak kerja sama. Tetapi pihak Go- Jek sendiri yang memasang mereka di layanan Go- Food, mungkin saking terkenalnya usaha mereka nih.

Akhirnya ya mereka langsung mengajak kerja sama resmi. Bedanya kerja sama dengan tidak kerja sama, mereka tidak bisa mengupdate menu dan harga jika tidak kerja sama. Kalau kerja sama bisa ongkir rendah, atau bahkan pihak Go- Jek akan memberikan free ongkir ketika ada promo.

Kemudian mereka juga mendonasikan 10% penghasilan untuk kegiatan amal. Kegiatan sosial tersebut jadi bentuk tanggung jawab perusahaan kepada sosial. Ada Nyinyir Sambil Iuran yakni Rp.3000 dari setiap pesanan kita akan didonasikan.

Dalam sebuah wawancara bersama Smartbisnis.co.id, mereka bercerita ulang bagaimana sih awalnya bisa berbisnis Kepiting Nyinyir. Berawal dari hasrat kuat ingin menjadi pengusaha muda oleh Rachman. Dia sudah pengen punya usaha sendiri sejak tiga tahun lalu. Lantas bertemu dia dengan teman SMP nya yakni Gilang.

Kemudian mereka bertemu Daniel yang merupakan teman Gilang. Mereka bertiga lantas membicarakan bagaimana berbisnis kuliner enak. Terlintas di pikiran mereka "asik kali ya makan enak tanpa harus datang ke restoran." Berjualan mereka juga menggunakan sosial media hingga pesan antar efektif dijalankan.

Dua bulan lebih berbisnis berikut aneka kendalanya: Pernah salah kirim orderan, akhirnya mereka harus siap memberikan kompensasi yakni ektra porsi di pembelian berikutnya. Kendala lainnya kehabisan stok kepiting ketika pesanan masih banyak.

Jadi ketika kepiting habis siangnya, mereka akan menutup pesanan dan memberikan pemberitahuan. Meski begitu jumlah pemesan tetap mengantri, hebat. Gimana agar tidak kecewa yakni dengan memberikan notif mengajak mereka membeli lebih pagi.

Kompetitor? Banyak, mereka cuma belajar dari kompetitor mereka, agar menjadi lebih baik. Lalu apa beda pelanggan juga diperhatikan, kalau pelanggan tetap bisa di COD, atau membayar ketika barang sudah sampai di tujuan.

Membuat Popeye Restoran Cepat Saji Spesial

Profil Pengusaha Benny Hadisurjo 




Hidupnya tidak jauh dari kewirausahaan. Benny Hadisurjo merupakan putra pemilik restoran Satay House. Dan dia juga ingin menekuni bisnis restoran. Lulusan MBA dari universitas asal paman sam, Benny tengah mencoba kesuksesan lewat bisnis dibawah naungan PT. Popindo Selera Prima -pemegang paten waralaba Popeye.

Pria 35 tahun ini memang sudah khatam akan bisnis restoran. Kehidupan restoran merupakan tempat dia tumbuh kembang semenjak kecil. Kedua orang tuanya merupakan pasangan pengusaha asal Kudus. Yang hijrah ke Jakarta pada 28 tahun lalu, dimana mereka membuka usaha apotek dan restoran.

Pasangan Hadisurjo yang memiliki dua bisnis. Rumah kecil mereka dibagi dua satu tempat tinggal sisanya jadi restoran. Tidak habis akal sebelah rumah disulap menjadi apotek. Anak kedua dari tiga bersaudara ini ditugaskan membuka pintu restoran. "Samua saya lakukan di luar waktu sekolah," kenang Benny.

"Rasanya senang sekali, saya bisa membantu mama, meskipun tugasnya ringan," ujar Benny, mengenang bagaimana dirinya membantu bisnis keluarga.

Apa rahasia sukses bisnis keluarga Hadisurjo. Benny lantas menjelaskan bahwa semua berkat hobi. Apa yang mereka lakukan selaras dengan hobi mereka jalan- jalan dan makan. Ketemu bisnis restoran mereka mencurahkan cita rasa mereka di bisnis tersebut.

Biasanya sekeluarga akan jalan- jalan ke kota. Disetiap kota, mereka akan mencari makanan trademark asli daerah tersebut. Walaupun letaknya terpencil mereka niatkan. Semua karena rasa ingin tau akan keenakan makanan yang diceritakan orang. Selesai makan tidak begitu saja loh mereka kenyang dan urusan selesai.

Di rumah mereka akan asik membahas tentang cita rasa. Bagaimana ya cara mengolahnya agar seperti rasa mereka tadi rasakan. Inilah keasikan sendiri yang juga dirasakan Benny. Walaupun tidak memilikm bekal pintar masak atau koki, keluarga mereka mampu menciptakan kuliner dengan cita rasa yang khas.

Banyak restoran Satay House berkembang di Jakarta, cabangnya menggoyang lidah masyarakat Jakarta. Ia menambahkan tidak cuma Satay House. Mereka juga pemilik Tam Nak Thai, Kintamani, dan Restoran Seafood Semarang. Kemudian mereka juga dikenal sebagai pemilik Optik Melawai dan Apotik Melawai.

Bisnis sendiri


Benny mencoba membuktikan dirinya. Lewat bisnis restorang yang tidak biasa. Jika kedua orang tuanya dikenal dengan bisnis kuliner khas pasti disukai masyarakat di Jakarta. Maka, melalui PT. Popindo Selera Prima, yakni dengan membuka waralaba Popeye Chicken & Seafood asal Amerika Serikat.

Baginya restoran harus memiliki kekuatan pengalaman. Tidak hanya ikut- ikutan membuat restoran yang sama lagi. Harus menjadi alternatif buat masyarakat penikmat kuliner. Maka sejak Mei tahun lalu, dia lalu mengatakan makanan tidak cuma enak dan sehat, harus ada petulangan rasa.

"...harus ditemukan sesuatu yang khas," papar Benny.

Pemegang master business administration (MBA) dari Boston Collage ini, bersama Arianti Darmawan, menjadikan yang pertama restoran Popeye di Indonesia. Cita rasanya dianggap mewakili petualangan dari makanan.

Masakan mereka memang sudah berkembang sejak 200 tahun silam. Dari New Orleans, dijuliki sebagai Queen of Mississippi yang merupakan masakan campuran Prancis, Spanyol, dan komunitas kulit hitam dari Afrika. Mereka bersama bahu- membahu membangun New Orleans lewat resep masakan khas itu.

Ditangan Benny, Popeye berkembang pesat sampai memiliki sepuluh cabang di Jabodetabek, dan satu lagi di Surabaya. Investasi satu restoran dia berkata Rp.500 juta sampai Rp.1 miliar. Untuk jumlah pengunjung lumayan dalam sehari ada 500 orang. Omzet sendiri setiap cabang punya nilai berbeda- beda tetapi itu lumayan.

Harga makanan tiap gerai antara Rp.3000 sampai Rp.16.000, tinggal dikalikan 500 saja per- hari. Meski kalau di luar Popeye setingkat dibawah KFC, kalau di Indonesia Benny harus mengejar ketinggalan soal branding. Memang nama Popeye belum akrab apalagi kalau bicara tentang fast food dan seafood jadi satu.

Harapan Benny adalah menciptakan brand awareness tersendiri. Jadi beda di mata masyarakat dibanding jika kita bicara fast food asal Amerika lainnya. Kiat sukses Benny adalah menciptakan inovasi menu dari setiap penyajian makanan. Menunya inovatif akan disesuaikan dengan citara rasa negara asalnya sendiri.

Jadilah seperti pakaian yang menyesuaikan keinginan masyarakat. Jadilah fashionable itulah istilah Benny gunakan. Kalau khas Indonesia, Popeye milik Benny akan menonjolkan seafood khas Indonesia. Sesuai dengan konsep Popeye sendiri kan. Akan ada bumbu cajun -bumbu khas Popeye- bercita rasa Indonesia nanti.

Tradisi Popeye berbeda dari fast food lainnya. Makanan dihidangkan berasal dari bahan segar, bumbu yang asli dan halal, dapat dipasatikan ciri khas campuran cita rasanya. Kelebihan Popeye adalah bumbu kuat yang pedas. Disusul dengan suasana jazzy khas anak muda maka Popeye patut diperhitungkan di bisnis ini.

Pembuat Virus Komputer Pertama dan Pembuat Dmoz

Biografi Pengusaha Rich Skrenta


 
Namanya tidak dikenal orang apalagi untuk masyarakat kita. Orang Indonesia mungkin beberapa saja tetapi tidak banyak, cuma tau hasil temuan pria ini yakni situs Dmoz.com. Atau nama lainnya proyek direktori manual terbesar di jagat maya.

Pria bernama Rich Skrenta mungkin bukan satu- satunya. Pria lulusan Northwestern University, kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Utara pada 1967. Tahun 1982, umurnya masih 15 tahun, anak SMA ini sudah membuat virusnya sendiri yang mana dikenal sebagai "penemu" serangan virus pertama di dunia.

Memang tidak bisa dibilang virus pertama. Tetapi virus bernama Elk Cloner merupakan serangan virus terbesar menyerang mesin Apple II. Dipercaya merupakan serangan virus pertama paling menganggu buat penduduk bumi kala itu.

Antara 1989 dan 1991, dia bekerja buat Commodore Business Machine witha Amiga Unix. Tahun 1989 dia dikenal karena menciptakan beberapa game simulasi. Tahun 1994, dia memulai bisnis pertamanya lewat bisnis game berbayar, Olympia dibawah naungan Shadow Island Games.

Virus komputer iseng


Kenapa membuat virus komputer ya karena Rich masih muda. Dengan semangat luar biasa karena menjadi ahli komputer di jamannya. Anak muda 15 tahun tersebut terus menciptakan virus Elk Cloner pada sistem komputer Apple II. Padahal waktu itu komputer Apple tengah sangat booming wajib dimiliki setiap rumah.

Tidak berbahaya hanya iseng. Virus tersebut menyerang lewat sistem floopy, lantas masuk ke sistem katalog menu pada Apple. Bukannya menunjukan list menu tetapi malah sebuah puisi.

 "Elk Cloner: Sebuah program dengan kepribadian. Itu akan masuk ke semua disket akan masuk ke semua "keripik" Yah inilah Cloner. Itu akan menempel ke kamu seperti lem memodifikasi ram kamu Yah inilah Cloner."

Dimana awalnya mau mengganggu orang lain. Eh, ternyata virusnya menyebar lewat satu komputer ke satu komputer lain, untungnya tidak merusak komputer. Secara cepat dan besar menyebar lewat jaringan di luar komputer yang mana dibuat oleh setiap komputer satu sama lainnya.

"Saya adalah kutu buku dan seorang pecinta komputer, tertarik ke semua aspek teknologi," ujarnya kepada situs theregister.co.uk. "Saya ingin membangun robot tetapi belum ada teknologinya dan saya tidak punya kemampuan teknisi. Ketika sekolah dasar saya pernah membuat mesin vakum tetapi salah hingga akhirnya rusak."

"Saya bahkan tidak pintar memasang rel kereta api mainan," ujarnya, menjelaskan meskipun dia jago soal software urusan hardware Rich payah.

Dengan belajar tentang software dia meniru apa di televisi. Dimana film favoritnya waktu itu, di tahun 2011 berjudul A Space Odyssey and Colossus: The Forbidden Project. Ia mengakui hal- hal berbau nyata memang menyusahkan dibanding membuat program komputer.

Dia dapat komputer Apple II pertamanya ketika natal pada 1980. Berjam- jam, berminggu, berbulan dia meneliti keindahan komputer lewat aneka game dan programnya. Dia lantas membuat game berbasi teks pertamanya, dimana bercerita tentang bagaimana terhindar dari kecelakaan pesawat terbang.

Bisnis dari iseng


Dia sangat antusias karena menemukan teman sejawat. Lewat klub komputer, mereka semakin dalam ke komputer, hingga mencapai batasan yakni tentang privasi komputer itu sendiri. Dari sekedar membagikan file dan game, Rich mulai mengenal tempat berbagi produk bajakan dan game bajakan lewat disket.

Kemudian dia berpikir bagaimana caranya iseng. Gimana sih bisa ngerjain teman lewat skat disket pada sistem komputer. Disana dia menciptakan permainan jebakan di disket. Rich mencoba aneka macam hal buat ngerjain teman hingga masuk ke disket. Sungguh menyenangkan menemukan celah diantara sistem komputer.

Hingga dia menemukan pemikiran bagaimana merubah isi komputer tanpa menyentuhnya? Eksperimennya tentang bagaimana merubah latar sebuah komputer pribadi. Bagaimana masuk ke sistem penyimpanan file pada komputer. Gimana caranya merubah informasi data pada tempat penyimpanan komputer orang.

Hasilnya adalah virus yang diprogram buat satu disket ke disket lain. Eh malah berkembang sendiri hingga menyebar dari komputer ke komputer. Inilah cikal bakal virus Elk Cloner. Dia memanfaatkan buku tentang bagaimana menghack Apple. Dan justru menemukan kelemahan pada sistem monitor pada sistem utama.

"Elk Cloner menggunakan lubang itu," ia menjelaskan.

Butuh waktu sebentar buat virusnya memahami bahasa komputer. Perjalanan proses memang lebih lama menyesuaikan kemampuan si virus sendiri. Dia mengistilahkan virusnya seperti membuat puzle. "Itu lalu bekerja seperti jimat dan menyebar kemana- mana," kekehnya.

Sepupu Rich menemukan bahwa komputer tersebut sampai ke komputer US Navy. Tidak ada cara waktu itu untuk terhindar dari virus Cloner. Elk Cloner kalau sudah masuk disket, kemudian masuk ke komputer kamu maka akan terdengar suara unik, suara swoosh menjadi ciri khas bahwa disket telah terkena virus ini.

Akan menginveksi ke lubang penyimpanan jika tidak direstart. Kalau saja orang punya kebiasaan mereboot komputer maka Erl Cloner tidak akan tersebar. Tapi karena orang malas saja virus tersebut tersebar dan menggila.

Virus buatanya tidak berbahaya seperti virus sekarang. Cukup direstart maka virus tidak akan tersebar ke mana- mana. Kemudian merasa bertanggung jawab dia menciptakan penangkalnya. Sebuah aplikasi buat menangani Elk Cloner gratis. Dia menceritakan masanya dia tidak membuat virus sebagai platform bisnis.

Dia senang dengan Elk Cloner. Tetapi tidak menganggap itu berbahaya. Dia menikmati setiap keisengan yang menyebar ke seluruh dunia. Dia antara kesibukannya bekerja membuat aneka game. Diantara Rich bekerja di perusahaan Sun Microsytem, dia keluar dan mendirikan Dmoz situs agregator manual.

Dia masih bekerja di Dmoz ketika diakuisi Netscape, bekerja untuk AOL Music dan AOL Shopping. Dia kemudian memutuskan melepaskan AOL dan bekerja sendiri. Dia mengerjakan website agregator Topic dengan prinsip bisnis. Tahun 2005, dia menjual 75% saham Topic LLC ke konsorsium surat kabar.

Akhir 2000 -an, dia menemukan mesin pencari Blekko, yang kemudian dibeli IBM buat komputer mereka Watson. Pada 28 Februari 2017 diumumkan bahwa pada 14 Maret 2017, Dmoz akan ditutup setelah 19 tahun mencoba eksis membuat situs agregator manual, kalah melawan mesin pencari otomatis miris.

Inspirasi Pacaran Sehat Jadi Pengusaha Berduaan

Profil Pengusaha Anngraeni Ayu Wulandari 



Ayunan memang identik dengan mainan anak. Kalau ayunan rotan mengendung estetika di dalamnya. Itu kan tidak cuma buat mainan. Ayunan rotan bisa dipakai sebagai hiasan rumah, atau menjadi furnitur rumah kamu. Namanya Anggraeni Ayu Wulandari, pengusaha yang tengah mengambil kesempatan tersebut.

Dia adalah pemilik bisnis Dewi Rotan. Pengrajin rotan ini membuat ayunan, yang tidak digunakan ayunan pada umumnya. Modelnya dibuat seunik mungkin. Variasi meliputi bentuk bulat, kotak, lonjong pokoknya dibuat berbeda.

Ayunan bikinan Ayu dikenal memakai rotan sintesis. Dimana ukurannya, biasanya 200 cm dan diameter 10 cm, ayunan lebar dapat diduduki dua orang. Beban mampu dibawa ayunan tersebut maksimal 150 kg. Dia menambahkan umur penggunaan sampai lima tahun.

Ayu mengatakan cara pembersihan mudah pakai kain basah. Untuk sela- sela dapat menggunakan sikat gigi buat membersihkan. Pengusaha asal Cirebon tersebut mengaku bisnisnya punya prospek. Rotan seolah jadi trend dikalangan masyarakat sekarang apalagi ayunan rotan.

Dia bahkan mampu menjual sampai ke pelosok Indonesia. Karena jualannya lewat inetrnet maka penjualan bisa mencapai kemana- mana. Dalam sebulan Ayu mengaku mampu mengantungi omzet puluhan juta.

Bisnis bareng pacar


Mata Ayu langsung berbinar berkisah bisnisnya. Bagaimana bisnis pengusaha muda rotan tersebut, dimulai justru ketika sedang jatuh cinta. Ayu tengah dilanda asmara dengan pasangannya bernama Achmad Fakrie, yang bahkan akan menjadi pendamping hidupnya.

Memulai kisah cinta sejak SMA, Ayu dan Achmad, sama- sama mendaftar SMAN 6 Cirebon. Dan kedua insan ini dipersatukan makin erat ketika mengikuti ekstra kulikuler. Benih cinta keduanya makin kuat dan Achmad tidak mau berlama- lama. Dia langsung nembak Ayu menjadi kekasih hatinya.

Memang sudah sejak mengikuti ektra basket. Sejak itu Achmad memperhatikan Ayu, yang dirasanya adalah tipikal cewek idaman.

"Waktu ekskul dulu, Rikie sering banget ke- gap merhatiin aku, lucunya tiap malam, karena tenda kita waktu itu deket dia nyanyi sengaja banget sebut nama aku, jujur waktu itu aku masih cuek," kenang Ayu sambil tersipu.

Sikap cuek Ayu justru membuat Achmad bersemangat. Semakin penasaran saja dibuat dengan kecuekan Ayu. Selesai kegiatan kampus, Achmad sudah nunggu, meskipun begitu keduanya tidak berjumpa. Tidak mau habis akal dia langsung mencari nomor telephon lewat temannya.

Pendekatan selama satu setengah bulan, tepatnya tanggal 19 Februari 2010, keduanya telah resmi menjadi pacar. Sayangnya orang tua Ayu belum membolehkan putrinya pacaran. Keduanya lantas memilih jalur backstreet alias pacaran diam- diam. Karena semua guru udah tau keduanya pacaran, keduanya selalu beda kelas.

Sama- sama masih pelajar masih menggantungkan orang tua. Keduanya kemudian kepikiran untuk menjadi pengusaha muda. Pacar Ayu sendiri bekerja untuk Kementrian Perhubungan, dan mangatakan keduanya sudah bersama membuka usaha. Keduanya juga tidak merasa malu melakukan itu sampai sekarang.

Bisnis bersama


Aneka macam usaha dijalankan mereka berdua, mulai berjualan baju, pernak- pernik kosmetik, bahkan pacar Ayu sendiri jualan kosmetik. Dia tidak malu tuh. Keduanya punya hobi berjualan dan punya tujuan yang sama yakni menjadi mandiri. Hasilnya bisa dipakai keduanya buat jajan tanpa meminta ke orang tua.

Lulus SMA, keduanya pisah Universitas, inilah cobaan menguji kesabaran dan kepercayaan pasangan ini. Ia mengatakan empat tahun mereka melakukan LDR. "Yang penting aku percaya sama Rikie, Rikie juga percaya sama aku," utasnya.

Achmad kuliah di STPI sedangkan Ayu di Akbid Muhammadiyah Cirebon, dan keduanya sulit bertemu karena sibuk dan cuma ketemu kalau liburan Semester. Keduanya juga masih sempat memikirkan bersama mau berbisnis apa. Ide membukan usaha rotan seperti kedua orang tua Achmad sudah dipuruskan.

Keduanya sepakat tidak menyusahkan orang tua. Langkah awal mereka adalah mencari produsen rotan asal Cirebon. Bisnis keduanya gampang sangat sederhana pada awal. Dimana mereka menawarkan ayunan ke online, dengan syarat membayar dp dulu sebelum dikirim pesanan.

Perlu kamu tau, keduanya tidak membuat, uang tersebut diserahkan kepada sang produsen lokal. Ketika mereka sudah mendapat pelunasan pembayaran. Keduanya lantas memutar uang tersebut menjadi modal kembali, jadi hitunganya tidak ada modal ketika membangun Dewi Rotan.

Memulai bisnis lewat online memang susah, apalagi keduanya dipisahkan jarak. Kedua pengusaha muda ini lebih berpikir bijak. Ketika ada masalah keduanya akan membicarakan titik temu. Tugas mereka juga sudah dibagi dua yakni Achmad mengerjakan pemasaran online, sedangkan Ayu mengurusi toko mereka.

Mereka memang sudah berproduksi. Dengan kemampua melihat trend, membuat keduanya mampu lebih variatif dalam pembuatan produ ayunan rotan. Dari bisnis kecil mereka lantas tumbuh menjadi usaha yang menjanjikan. Dimana Dewi Rotan sudah memiliki 3 toko, satu Cirebon, dan dua lainnya di Bogor- Bekasi.

Keduanya bahkan berniat sampai ke Tangerang. Berkat tiga toko serta penjualan online, keduanya mampu meraup omzet mengejutkan yakni Rp.50 juta per- bulan. Jika dulu berbisnis cuma buat jajan pacar, mereka sekarang bahkan merencanakan menikah bermodal usaha mereka bersama ini.

Agutus mendatang keduanya berniat akan menikah. "Alhamdulillah semua berkat usaha dan kepercayaan antara kami," ujar Ayu.

Jualan Sabun Miliaran Rupiah Sugiharto

Profil Pengusaha Sugiharto 


 
Sugiharto dikenal memiliki kreatifitas berwirausaha. Hal tersebut sudah diakui berbagai pewarta nasional. Ia memiliki kemampuan mengelola unit- unit bisnis. Dari sana pundi- pundi uang berkumpul lewat sistem manajemen khas. Inilah keunggulan Sugiharto yang layak dipanggil entrepreneur -nya Indonesia.

Produk dia meliputi sabun cuci piring, sabun tangan, kemudian pembersih lantai buat gedung. Dimana dia mampu memproduksi produk material sendiri. Memang bisnis dijalankan Sugiharto sudah dikuasai oleh pebisnis besar. Namun dirinya tidak gentar dan terus mengembangkan aneka produk.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, menggunakan keunggulan sendiri untuk memasuki pasaran yang ketat pemain besar. "Saya ini bukan siapa- siapa karena belum tergolong pengusaha sukses," ujarnya, yang mengaku tengah semangat- semangatnya mengembangkan usaha.

Dia berani bermain harga. Lebih murah bukan masalah, karena baginya sudah menguasai proses pembuatan dari mendasar. Bahan baku dia bisa ciptakan sendiri. Kalau ia mengibaratkan perusahaan besar seperti penjual bakso, maka hanya bisa mengumpulkan bahan dari supermarket.

Adapula yang membeli langsung kuah bakso, dan mie nya sudah siap di pasar, kadanga bumbunya dibuat dari bahan bumbu mie instan. Intinya perusahaan besar tidak jarang hanya peramu. Sedangkan dia mampu menciptakan bahan paling dasar. Efisiensi tersebut mampu membuatnya berani menjual lebih murah.

Nilai produksi ditekan sedemikian mungkin. Dibanding perusahaan sekala besar yang memilih membeli bahan setengah jadi buat diolah lagi. Sugiharto pemilik CV Big's Image, baginya bisnis adalah bagaimana membangun value of chains barulah bisnis akan menguntungkan.

Bisnis baru


Bisa dibilang berbisnis consumer's good adalah hal baru. Namun menurut Sugiharto justru di sini, market bisa sampai ke mana- mana. Walaupun terkendala ijin, produknya masih mampu memasuki pasar, karena memang tidak menyangkut makanan. Meskipun produk premium diarahkan dia masuk ke pasar menengah bawah.

Tetapi bukan juga melulu fokus ke konsumen ruma tangga. Variasi pasar dilakukan Sugiharto agar bisa jadi produsen kelas besar nantinya. Bayangkan menurut analisanya perusahaan besar di bisnis ini mampu mengantungi omzet sampai Rp.22 triliun per- tahun.

Ia juga menyasar kebutuah hotel, perkantoran, restoran, atau kafe. Mulai berhubungan dengan prosesing makanan juga ke layanan kesehatan. Untuk keperluan rumah tangga sudah ada brand sendiri yakni Fresho. Dan untuk keperluan jumlah besar atau korporasi, dia menggunakan nama brand Ecotech.

Dia berkisah awal usaha memang mengeluarkan biaya investasi tinggi. Tetapi tidak setinggi dikeluarkan oleh perusahaan mapan. Dia mengaku mengeluarkan Rp.1,2 triliun. Efisiensi tinggi karena dia sendiri yang menciptakan teknologi prosesing. Bisnis lain dijalankan oleh Sugiharto adalah bisnis marketing suport.

Yakni semacam menjadi partner pengembangan bisnis perusahaan lain. Dia menawarkan ide segar kepada mereka. Ide tidak melulu dari dirinya, tetapi bisa diproses ketika bertemu klien nanti. Sugiharto juga akan mengeksekusi ide tersebut untuk perusahaan- perusahaan terkait.

Peraih S-2 Manajemen Internasional Universitas Grenoble, Prancis, ini masih juga memiliki bisnis lain yakni bisnis alat peraga pendidikan Sonic System. Sebuah sistem untuk mengajar anak di usia dini. Dia lebih menjelaskan lagi bagaimana alat tersebut membantu anak belajar bahasa asing sampai fasih.

Anak akan belajar sampai ke logat Inggri fasih. Untuk produk pembersih Sugiharto memang belum begitu dikenal masyarakat sekarang. Dia percaya diri mampu memasuki pasar nasional.

Sebagai pemula cara berbisnis Sugiharto memang sudah cermat. Sugiharto memang masih enggan buat dipanggil sebagai wirausahawan sukses. Dia belum memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Dari segi produksi, penyerapan pasar, serta bagaimana bisa mempekerjakan banyak orang lewat bisnis ini.

Sugiharto berharap pengusaha lain akan lebih banyak. Dan pemerintah mampu mendukung tumbuhnya para pengusaha baru. Bagaimana masa depan Indonesia tergantung kesempatan yang diberkan pemerintah. Dia yakin termasuk dirinya akan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba