Bonsai Modal 250 Ribu Dijual Ratusan Juta

Profil Pengusaha Ivan Doeloer 



Pria satu ini menekuni hobi unik. Lambat laun bukan cuma hobi, Ivan Doeloer mampu merubah itu menjadi pundi- pundi uang. Semua karena ketekunan dia curahkan ke hobi uniknya. Apa sih hobi Ivan sampai bisa menghasilkan puluhan bahkan ratusan juta. Oh ternyata pria 39 tahun ini seorang penghobi pohon bonsai.

Butuh waktu bagi Ivan agar seperti sekarang. Ketekunan yang membawa dia menjadi seorang pembudidaya bonsai kenamaan. Usaha tanaman yang dikerdilkan cocok menjadi hiasan rumah. Ditanam melalui media pot kecil membuat bonsai asik dipadu- padankan.

Hobi dijalankan sejak remaja ini namun tidak semudah dibayangkan. Karena memang kamu perlu tau bonsai memiliki unsur religi, filosofi, estetika, serta metedologi tersendiri. Karena memiliki nilai seni maka bonsai bisa menghasilkan nilai ekonomi.

Bukan sekedar seni membuat pohon hias. Juga memiliki nilai estetika manusia nan eksotis. Itulah kesan yang pertama kali Ivan rasakan pertama kali. Memiliki bentuk kecil, imutnya, serta kecantikan lekuk menimbulkan eksotisme sendiri. "Melihat tanaman hias nan eksotis itu hingga akhirnya terjun mengoleksi," ia menambah.

Lambat laun Ivan mulai belajar membudidaya. Ivan mengaku cuma belajar otodidak. Berbekal kecintaan akan bonsai, pada medio 1990 -an, ketika bonsai baru booming maka perasaan mencoba muncul. Awalnya tidak memiliki maksud menguangkan bonsai buatannya dulu.

Semua karena kecintaan, maka anak pertama dari tiga bersaudara ini lebih telaten dalam belajar bagaimana membuat bonsai. Ia menjelaskan butuh waktu bertahun- tahun. Butuh waktu serta ketelatenan sampai dapat menghasilkan bonsai berkualitas nilai tinggi. "...tapi nanti akan terbayarkan," imbuh dia.

Butuh lima tahun untuk membuat bonsai berkualitas. Keindahan bonsai dibutuhkan waktu karena unsur estetiknya. Tanaman bonsai Ivan memiliki ekonomi tinggi. Makanya dia menyebut bonsai merupakan bentuk investasi janga panjang. Dibutuhkan kesabaran penghobi bonsai soal merawat sampai membentuk sempurna.

"Dari usaha ini saya juga menafkahi keluarga," tutur Ivan. Harga dipatok orang juga fantastis yakni mulai Rp.7 hingga 500 juta. Untuk perawatan setelah jadi tidak sesulit proses membuat.

Soal bahan pembuatan tidak mahal. Pembuatan melalui mencangkok tanaman, mencari ke hutan, stek atau membibit sendiri. Barang tambahan lain mudah dicari dan cukup terjangkau. Kawat pembentukan bonsai itu butuh diganti secara periodik loh.

"Dalam membentuk bonsai harus mempunyai insting kuat," Ivan tambahkan. Butuh juga logika agar sejalan dengan unsur alam. Keindahan bentuk butuh tetapi harus lah natural. "...karena setiap pohon memiliki pohon punya karakter masing- masing," dia tambahkan.

Lima tahun terakhir dia kembanjiran pesanan. Dia dipesani pohon yang hidup di pot ini. Pesanan datang dari Bandung sampai keluar ke Sumatra, Bali, dan lainnya.

Selain berbisnis dia juga dikenal sebagai trainer. Dari sini dia membagikan pengetahuan tentang bonsai serta mengajak masyarakat lebih meminati bonsai. Dia lebih banyak dipanggil oleh peminat bonsai. Untuk omzet dia menjelaskan mampu mengantungi sampai Rp.250 juta. "...padahal modal awal sekitar Rp.250.000," ia lanjut.

Tahun 2000 -an menjadi puncak penjualan bonsai. Sampai sekarang terlihat sudah tidak seramai dulu. Ini bahkan bisa dibilang menjadi bisnis musiman layaknya batu akik. Ketika masanya datang tenggelam pulalah pengusah dibaliknya. Namun Ivan mengaku masih produktif dan menghasilkan penghasilan memuaskan.

Adanya penggemar fanatik membuat bonsai tetap tercium untungnya. Ivan mengaku pesanan masih stabil meski tidak seramai ketika booming. Memang soal pendapatan bonsai menggiurkan. Karena bonsai sudah termasuk benda seni nilai ekonominya cenderung bertahan beda dari batu akik.

Adanya nilai seni dibalik lakunya bonsai milik Ivan stabil di pasaran. Yang terpenting setiap bulan ada seja pembeli. Dia mengaku paling tidak bisa mengantungi sampai Rp.8 juta per- bulan. Paling keren ialah warga Srijadi Bandung ini pernah menjual bonsai sineci ukuran 95cm senilai Rp.100 juta.

Memang sih dibutuhkan waktu buat membuat bonsai. Tetapi karena ditekuni sebagai hobi tidak menjadikan beban.

Kisah Penjual Susu Jahe Kota Jakarta

Profil Pengusaha Muda Riman



Persaingan ketat bisnis kuliner bukan masalah. Usaha sederhana dijalankan Riman terbukti berjalan baik. Ia sama sekali tidak takut. Padahal nih, di tempatnya berjualan sudah berjejer aneka jualan. Dia tetap semangat berjualan susu jahe. Baginya tidak ada batasan dalam berwirausaha apapun usahanya.

Dikisahkan Riman dulunya seorang office boy. Sebuah perusahan di bilangan Jakarta mempekerjakannya. Ia berkisah susah menjadi pegawai kontrak. Dalam dua tahun bekerja ujung- ujungya Riman tidak mendapat kontrak lagi. Banting stir, dia bertekat menjadi wirausahawan muda dibidang kuliner sendiri.

Cuma berbekal kemauan keras, serta rasa percaya diri bahwa usaha apapun selama kamu puny kreatifitas akan berhasil. Sebuah kesederhanaan berpikir pemuda 21 tahun ini. "Yang penting asal mau usaha aja," ujar Riman.

Dia juga mengajukan kreatifitas sebagai bekal. Karena ingin wirausaha banyak usaha dijalankan Riman. Ia sibuk mondar- mandir ke warnet mencari tau bisnis apa. Bagaimana membuat usaha berbeda. Tiba- tiba ia menemukan susu jahe. Usaha sederhana yang dijalankannya digeluti untuk dilakukan selepas bekerja.

Hendaknya memang kita mengikuti perkembangan jaman. Ikuti apa passion kamu. Kalau kamu mau jadi wirausaha perbanyak kosa kata sukses di benak kamu. Carilah sumber bacaan kewirausahaan di internet, jangan terus membaca soal politik yang tidak ada juntrungannya.

Bisnis sederhana untung


Ia cuma punya uang tabungan ketika bekerja menjadi OB dulu. Uang seadanya digunakan berbagai bahan yaitu susu cair dan jahe, kemudian membeli gerobak, spanduk buat dekorasi, serta perlengakapan lain. Dia menyebut gampang usaha dijalankan ini.

"Perlengkapannya juga dapetnya gampang, paling gelas ama gerobak," tutur dia. Pemasaran Riman gampang tetapi tidak sembarangan. Riman memilih memasang sepanduk di gerobak saja. 

Menunjukan bahwa dia siap menerima pesanan susu jahe. Cukup dibentangkan ke sisi gerobak agar terlihat jelas. Dia memasang digerobak menghadap ke jalanan. Memang dia memperhitungkan penggunaan gerobak lebih murah. Dibanding dia harus menyewa ruko, dan gerobak mudah dipindahkan.

Sudah memiliki gerobak sekarang butuh tempat. Riman harus melihat jeli lokasi berjualan. Lokasi memang sangat menentukan kesuksesan usahanya. "Nah tinggal kita harus jeli nentuin titik tempat kita dagang, jadi bisa keliatan," ujarnya. Dia sendiri memilih berjualan di pinggir jalan Lenteng Agung.

Alasan lain kenapa tidak ruko. Dia menyebut jualan susu jahe mana keliatan. Apalagi kalau dijejerkan sama usaha lain. "...kalau ruko tu kan modelnya berjejer gitu," jelasnya sambil terkekeh. Selain rasa, jualan susu jahe juga menyangkut soal harga, dia mematok harga Rp.3000 per- gelas.

Pengendara motor tinggal meripit membeli susu. Kebanyakan mereka yang mau ke Depok akan berhenti sejenak menyeruput susu jahe. Melalu mereka lah pengunjung makin banyak. Pasalnya mereka tidak ragu buat datang lagi alhasil gerobak Riman selalu terlihat ramai.

Waktu berjualan dibuatnya tidak panjang yakni pukul 5 sore sampai jam 10 malam. Dia menyetok 2 galon wedang jahe serta berkaleng susu kental manis. Tetapi dia menyatakan tidak selalu ramai kok. Ada kalanya gerobak Riman sepi dan baru tutup pukul 12 malam.

Berjualan begini saja, dia mangaku mengantongi omzet Rp.600 ribu per- hari atau Rp.18 juta. Dimana ia menyebut bisa untung berlipat jika hari libur.

Nama Besar Es Krim Sweet Sundae Yogyakarta

Profil Pengusaha Mika Akbar Andromeda 



Kepekaan akan lingkungan sekitar bisa menjadi senjata. Bagi kamu, pengusaha muda mampu melihat satu masalah di lingkungan sekitar. Contoh suksesnya Mika Akbar Andromeda. Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) yang gemas melihat harga susu segar rendah karena salah mengelola.

Ia berkenalan dengan peternak sapi perah bukan tanpa sengaja. Waktu itu dia tengah menjalankan program dari kampusnya di Kaliurang, Yogyakarta. Andro yang sudah semester akhir mencoba menjadi penyuluh. Ia memberikan penyuluhan bagaimana memperbaiki mutu susu sapi mereka.

Dia menjelaskan rendahnya kualitas susu sapi karena kebiasaan. Bahwa petani mencampur susu sapi mereka dengan air. Memang mereka mendapatkan untung. Namun ternyata menjadi balik ke diri mereka sendiri. Dia menjelaskan justru karena ulah mereka harga susu sapi jatuh. Air merusak kualitas susu sapi meski untung buntung.

Para mahasiswa ditugasi menghilangkan kebiasaan mengoplos ini. Sayang, meski mahasiswa berhasil buat membimbing mereka, susu sapi mereka tidak segera dihargai. Terlanjut melekat dipandangan orang bahwa susu mereka tidak berkualitas. Kredibilitas petani Kaliurang dipertanyakan, harga susu ya masih murah lagi.

Andro tetap meyakinkan petani bahwa kualitas harus terus begitu. Tidak boleh kembali mereka mencampur air. Untuk itu dia berpikir bagaimana mengangkan susu sapi segar Kaliurang menonjol. Disinilah es krim jadi solusi ketika ia mendapatkan pengetahuan itu di kampus.

Bisnis manis


Kebetulah ya, pelajaran merubah susu sapi menjadi es krim merupakan pelajaran di fakultas Andro. Ingin sekali dia mengangkat harkat susu sapi petani lebih lagi. Melalui dijadikan es krim berharap nama susu sapi di daerah ini membaik. Ia lantas mengajak lima rekan, termasuk Yuki Rahmayanti, yang kini menjadi istrinya.

Awal bisnis mereka memberi nama Yogya Ice Cream. Merintis usaha memang membutuhkan modal mental kuat, sekuat baja. Apalagi mereka masihlah mahasiswa cuma punya uang jajan. Hal lain ialah adanya ejekan datang kepada mereka. Dia ingat betul ketika pertama kali mencoba.

"Mereka bilang, ini es krim atau air," kenang dia. Saking cairnya mungkin menjadi tidak ada rasanya.

Justru ucapan mereka menjadi dorong memperbaiki diri. Dia mengakui memang tidak jago. Tetapi sesuatu akan bisa karena biasa. Maka ia semakin bersemangat memperbaiki kualitas es krim mereka. Dari rasa, lalu tingkat kepadatan serta ketahanan.

Ia ingat betul es krim mereka meleleh dalam lima menit. Padahal baiknya butuh waktu sampai 20- 30 menit. Andro menggali ilmu tentang membuat es krim dari internet. Dia juga meminta konsultasi dosen bagaimana baiknya.

Awal berbisnis mereka bermodal uang jajan. Mereka membuka kedai kecil di pojokan kantin UGM. Yang mana ternyata bekas kandang. Seiring waktu usaha mereka berkembang namun lambat. Alhasil dua orang kawan Andro memilih keluar. "Mereka punya pandangan sendiri," ujar dia.

"...ada pula yang memilih menjadi karyawan," tutur dia. Dua pasang pria dan wanita ini sepakat tetap memilih melanjutkan usaha mereka.

Uang modal tambahan merembet sampai tabungan pribadi. Andro mengakali modal lewat mengikuti aneka ajang kompetisi wirausaha. Hasil memenangkan ajang dijadikan modal. Hasil terbaik datang dari ajang yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dia mendapatkan hadiah sampai Rp.35 juta. Melalui uang tersebut dia memberdayakan para peternak. Uang Rp.30 juta lagi menyusul karena menang lomba yang diadakan UGM. Uang tersebut lantas ia belikan mesin. Tambahan modal Yogya Ice Cream bisa membuka gerai di beberapa sekolah. Andro mengadopsi sistem kemitraan.

Bisnis memiliki visi


Berkat mengikuti aneka ajang nama Andro makin dikenal. Puncak ketika ia mengikuti Shell Livewire bulan September 2010. Mulai banyak orang menghubungi Andro. Entah mereka mengajak kerja sama atau mau membangun relasi. Selepas Yuki selesai kuliah tahun 2011, mereka kemudian melanjutkan menata bisnis.

Mereka mulai menawarkan es krim ke restoran, kafe, hotel, atau katering Kota Yogya. Andro bersemangat membuka pasar baru sampai Solo, Semarang, Magelang, dan Ambarawa. Kemudian nama bisnis Yogya Ice Cream berubah menjadi Sweet Sundae Ice Cream.

Ia menjelaskan hal tersebut lantaran tidak bisa dipatenkan. Nama Yogya terlalu general buat dijadikan nama merek pribadi. Meski berubah nama Andro dan Yuki tetap percaya diri. Pasalnya es krim mereka sudah tak kalah dengan es krim lain, bahkan yang ternama. Pelanggan puas karena es krim Andro sudah bertekstur padat.

Jadi kalau es krim mereka dijadikan campuran milk shake lebih untung. Andro lantas melamar Yuki pada 2013 lalu.

Sweet Sundae menghadirkan delapan rasa. Beberapa varian memberikan pembeda dengan es krim lain yang dijual ritel atau kafe. Sebut saja ada es krim rasa green tea. Dimana dijual Andro per- cup seharga Rp.2000. Selain itu Sweet Sundae juga melayani kemasan 1 liter, 5 liter, dan 10 liter, untuk pasar hotel, kafe, resto, dan katering.

Pria kelahiran Jakarta makin mantap berbisnis es krim. Pengusaha muda ini memang memiliki visi menjadikan bisnisnya besar. Bahkan dia bercita- cita mampu menjadikan brand internasional. Produk dan kemasan dia sudah buat sedemikian lupa agar bersaing.

Andro sangat memperhatikan soal perang harga mungkin terjadi. Melalui strategi kemasan besar membuat Andro mampu masuk duluan ke pasar ritel. Ia sendiri sudah membuka pabrik sendiri di daerah Lempongsari, Sleman, Yogyakarta.

Jurus andalan lain digunakan Andro ialah pameran. Tidak cuma lokal, Sweet Sundae sudah berpameran ke Malaysia. Melalui ajang tersebut permintaan datang dari Arab Saudi dan Kamerun. Bahkan di Jeddah, dia diharapkan mendirikan pabrik es krim. Lalu ada Kamerun yang memiliki stok susu sapi siap olah.

Bisnis waralaba


Ide bisnis berawal dari kepekaan melihat kegelisahan. Mereka para petani sudah lama mengeluhkan harga susu mereka rendah. Kendati kualitas susu sudah membaik dibutuhkan waktu. Awal merintis usaha dia butuh 27 liter- 35 liter susu. Kemudian hari Sweet Sundae memproduksi 490 liter- 540 liter susu sapi segar.

Untuk memenuhi kebutuhan susu dibutuhkan dua koperasi susu dan 9 peternak sapi perah Kaliurang, Yogya. Andro pun menantang peternak agar menghasilkan susu berkualitas. Dia mengisaratkan kalau bisa bekerja sama. Maka dia akan memberikan harga lebih tinggi.

Para petani tertantang menghasilkan susu terbaik. Alhasik kualitas bahan baku susu mereka tidak pernah lagi turun. Agar Sweet Sundae makin berjaya Andro cuma memilih susu berkualitas. Andro bahkan berani buat menghentikan kerja sama.

"Jika susunya bagus kami ambil, tapi kalau tak sesuai, kami bisa mengakhiri kerja sama," tegasnya.

Peternak mengikuti aturan Andro. Mereka bertahan karena Sweet Sundae memberikan mereka ruang agar menjual susu lebih tinggi. Lambat laun, dengan tumbuhnya brand, maka menjadi pemasok Sweet Sundae itu sudah menjadi gengsi buat peternak sapi.

Agar tidak kehabisan dia juga mengambil pemasok di luar. Tidak cuma Kaliurang, ada susu sapi Boyolali, Jawa Tengah, menjadi landasan. Sehari pabrik es krim Sweet Sundae telah mampu menghasilkan 540 liter susu sapi atau setara 6.000 cup es krim.

Menggenjot pertumbuhan bisnis Andro punya cara. Andro membukan peluang Rp.15 juta untuk menjadi satu bagian dari Sweet Sundae. Usaha waralaba tanpa adanya royalty fee. Bahkan pihaknya akan membantu memonitoring mensuport kebutuhan es krim satu kabupaten.

Agar investor senang, Andro memberikan pelayanan layaknya pelanggan. Maksudnya investor butuh barang sekarang, maka pihak Sweet Sundae akan mengantar produk hari itu juga. "Sehingga membuat investor sangat puas dengan pelayanan Sweet Sundae Ice Cream berikan," tuturnya.

Dea Cake Malang Pernah Bangkrut Lima Kali

Profil Pengusaha Mulyani Hadiwijaya 



Membuka usaha bakery memang tidak mudah. Banyak tantangan dihadapi oleh Mulyani Hadiwijaya. Wanita yang akrab dipanggil Dea ini, pemilik usaha Dea Cake. Kepercayaan sangat dijunjung agar menjadi dikenal dimata masyarakat Malang. Alhasil dia kini sukses dan faktanya dia pernah beberapa kali bangkrut.

Meski harus besaingan dengan banyak pasaing. Dea Cake dimulai dari toko bahan kue bernama Dea daerah Pasar Kepanjen tahun 2010. Agar tempat usaha makin laris maka Dea mulai mengajar kursus. Dari kursus kue tersebut berlanjut menjual aneka kue selain bahan kue juga.

Akhirn tahun 2009 memutuskan membuka Dea Cake and Bakery. Selama lima tahun ternyata usaha tumbuh pesat meski banyak kendala terjadi. "Saya sudah bangkrut lima kali," kenang Bu Dea. Alasan bangkrut pun banyak dimulai dari salah memilih tempat, juga salah menyerahkan jalannya usaha kepada orang tidak tepat.

Manis pahit dunia bisnis kue sudah dirasakan betul. Belajar banyak usaha dijalankan Dea sudah memiliki 23 cabang loh.

Dea juga melirik tempat pelatihan sebagai media. Di tempat tersebut, dia mengajarkan sekaligus memberikan ruang kepada mereka bekerja bersama. Dukungan konsep segar diambil langsung dari oven. Ketersedian SDM baik mendukung bisnis Dea.

"...jumlah total karyawan kami sebanyak 250 orang," ujar Anton Wahyudi, selaku Manajer Marketing Dea Cake.

Memang sulit mencetak SDM berkualitas. Pelatihan berkala menjadi andalan Dea. Namun tetap masalah ya datang. Perusahaan tentu tidak dapat menampung keinginan karyawan. Pemberian seminar berkala mampu memberikan dukungan kepada perusahaan.

Aneka penghargaan sudah didapat. Mulai penghargaan Keamanan Pangan tahun 2004, The Best Winner of National Entrepreneur Award oleh Bank Internasional Indonesia (BII) dan Sindo pada 2013. Sukses selain kualitas SDM dan produk, adanya dukungan pemerintah disebutkan Anton menjadi masalah serius.

Desember 2014, tercatat mereka memiliki 23 cabang, tersebar di Jawa Tengah dan Timur, mulai Kepanjen, Purwokerto, Sukun, Singosari, Batu, Pasuruan dan Probolinggo. Visi misi perusahaan selalu diselaraskan agar antara cabang memiliki titik temu.

Membuat Kebab Frozen Kebab Kebudd Ratusan Juta

Profil Pengusaha Adi Rachman 



Gak mau jadi pegawai. Anak muda ini memilih berbisnis kebab. Dari jalanan merambah sosial media nama usahanya menjadi perbincangan. Awalnya orang tua tidak setuju dengan pilihan hidup pemuda ini. Lalu Moch Rachman Adi mencoba membuktikan ini bukan bisnis biasa.

Berbeda dari kebab lain di pasaran, yang menjenuhkan. Tidak sebatas daging juga aneka rasa seperti kebab durian. Brand Kebab Kebudd mengusung pemasaran modern tidak melulu lewat gerobak.  Termasuk lewat konsep kebab beku. Ia kenal kebab berkat seorang teman keturunan Timur Tengah, Mukhamad Annaviq

Ia ingin menciptakan sesuatu berbeda. Pertama kali mencoba sendiri Adi sudah ketagihan. Dia mulaih lah mencari tau dimana membuatnya. Kemudian dia berpikir bagaimana cara membuat kebab sendiri. Dia mulai bertanya apapun tentang bumbu membuat kebab. Akhirnya Adi membuat aneka modifikasi serta inovasi aneka rasa.

"...variant rasa sangat unik dan belum pernah ada sebelumnya," ujarnya dalam sebuah wawancara bersama Studenpreneur.co.

Kebab nyantai


Kebab buatan Adi menawarkan konsep beku. Ukurannya mini membuat pembeli lebih mudah konsumsi. Ia menambahkan kebab miliknya tidak biki "mblenger". Ia menjamin ini pertama kebab aneka rasa dan konsep beku, bahkan akunya belum ada di dunia, hanya miliknya.

Dimulai sejak empat tahun lalu pada Februari 2012. Naviq mengakui ide memang dari Adi. Keduanya lantas bekerja sama membangun brand. Ia sendiri memegang bagian marketing dan pamasaran. Konsep delivery order menjadi andalan mereka berdua. Orang tidak perlu ke jalan buat membeli kebab saja.

"...tidak perlu keluar rumah, keluar kantor, bisa dikirim lewat telephon, pesan singkat, atau BBM," Naviq menambahkan. Soal pengiriman minmal satu pack ya sudah dapat diantarkan.

Adi awalnya membuka usaha sendiri. Berjualan kebab daging sapi merambah ayam layaknya kebab lain. Ia lantas mengajak sang teman memasarkan lewat sosial media. Ia ingat betul awal masih jualan dengan grobak di food court dan juga emperan pasar swalayan.

Ia lantas betaruh dengan menyewa tempat di food court sebuah mal Surabaya. Pasarn ditarget oleh Adi bisa dibilang "salah" pertama kali. Dia membidik ibu- ibu dan karyawati yang malas memasak. Waktu itu mereka menawarkan konsep kebab normal. Ukuran tersebut dianggap terlalu besar buat wanita umumnya.

Sayangnya, pengunjung justru kebanyak anak SMA, uniknya mereka suka ukuran besar tetapi harga murah. Sialnya Adi menawarkan harga lebih tinggi dibanding milik kompetitor. Alhasil Adi cuma mampu bertahan beberapa bulan saja.

Pertaruhan lain Adi adalah acara car free day (CFD). Untuk berjualan disini, Adi menghadapi gesekan fisik dengan pendagang yang sudah mapan. Sebagai pendatang baru ia tengah bertaruh di lahan terbatas. Kalau ia datang kesiangan maka tidak ada tempat tersisa.

Kalaupun jualan di jalan protokol pastilah diusir petugas. Pria kelahiran 23 Juli ini tidak mau menyerah. Jadi dia berjualan dari rumah ke rumah. Tersendat kembali, kali ini dia diusir satpam penjaga komplek, tidak ada pilihan lain kecuali kembali membuka gerai. Namun, segera dibuang, pikiran itu membutuhkan modal besar.

Bisnis sosial media


Jalan satu- satunya adalah melalui sosial media. Dia menganggap promosi lewat sosial media lebih murah. Ia juga tidak perlu kuatir diusir siapapun. Daripada berjualan keliling berjualan melalui internet lebih nyaman. Ia lantas membuat situs jualan kebab kece.

Darisana dia mulai memfoto kebab bikinannya. Dia mulai upload memajang produk lengkap dengan desain kemasan menarik. Biar tidak terlihat ngotot jualan. Maka Adi menyiasati dengan memposting artikel tentang gizi. Sampai juga menulis tentang bintang dan tips kencantikan, lantaran target Adi adalah mereka wanita.

Cara tersebut terbukti efektif. Produk kebab Adi, yang diberi nama Kebab Kebudd, menjadi viral menarik perhatian banyak orang. Sarjana Desain Komunikasi Visual, Institut Sepuluh Nopember (ITS), ini terbantu karena jaman sekarang pengiriman barang sudah gampang dibanding dulu.

Banyaknya varian produk membuat Kebab Kebudd tidak monoton. Sebut saja kebab isi ayam pedas yang dibikin sangat pedas se- Indonesia. Produk ditawarkan lainnya ialah kebab buah, yaitu perpaduan antara buah dan coklat. Kebab buatan Adi menjadi pelopor karena tidak ada sebelumnya.

Andalan Kebab Kebudd lainnya adalah kebab durian mini. Dimana ia menggunakan durian yang 100% asli Medan. Ia menambahkan keju biar lebih gurih. Ukuran kecil tidak membuat kita kekenyangan. Ukuran pas tidak membuat perut gendut. Pembuatan juga tidak pakai mentega ataupun minyak agar ada gizinya tetap ada.

Kebab Mini Durian dapat langsung dimakan loh. Tanpa kamu perlu panggan atau goreng dulu. "...dan sangat nikmat ketika dimakan pada saat dingin," ujarnya.

Nama sendiri merupakan ide tidak terduga. Ia temukan ketika tengah mengendarai mobil di jalan tol. Tiba- tiba tercetus saja karena proses penyajian yang cepat. Salin itu karena pemilihan dua suku kata hampir mirip membuat nama mudah diingat.

Ia menambahkan, "oh iya, pembelian Kabab Kebudd hanya dapat dilakukan secara online mengingat kami tidak memiliki outlet fisik."

Dijual secara online dapat dijadikan bekal ke kantor. Kalau mau kamu bisa panaskan di teflon ataupun oven. Membuat aneka varian merupakan kekuatan Kebab Kebudd. Inilah yang membuat mereka tetap bertahan ditengah serbuan bisnis sejenis.

Kebab isi buah lebih enak kalau dingin. Naman unik membuat orang lebih cepat ingat. Adi berharap nama dari bisnisnya langsung nyantol ketika berbicara kebab. Kemudian kata kebud menjadi kata lain pelanggan pikirkan. Artinya mereka cepat sampai cepat dimakan tidak menunggu. Kebetulah ia sendiri hobi ngebut di jalan tol.

"Selain itu, kebab kan termasuk makanan cepat saji," imbuhnya. Dalam sebulan 3.500- 5000 kotak kebab laku terjual.

Kesuksesan online tidak membuat Adi putus asa. Hasrat terbesar lainnya bagaimana menjualkan Kebab Kebudd ke ranah offline. Cabang Adi sendiri sudah mencapai 16 cabang tersebar di seluruh Indonesia. Ia sendiri ingin merambah food truck jika memungkinkan.

Sukarnya bisnis


Kalau dikenang memang perjalanan bisnisnya tidak mulus. Dimulai sejak masih berkuliah dulu ketika ia mulai berbisnis. Sejak merintis bisnis di banku kuliah tidaklah mudah. Sibuk menjalankan bisnis membuat keteteran soal kuliah. Alhasil kuliah tidak terurus dan molor sampai beberapa tahun berselang.

Hal lain, orang tua enggan memberi restu, mereka lebih suka Adi menjadi pegawai biasa. Menjadi pegawai menurut mereka lebih menjanjikan karena bergaji setiap bulan. Untuk itu ia bekerja keras agar meyakinkan mereka berbisnis kebab bisa sukses, mampu menghasilkan penghasilan tetap.

Oleh karena itulah dia selalu memegang prinsip. Konsistensi dijalankan melalui rencana bisnis matang. Tidak akan dijalankan jika tidak sesuai rencana. Seperti rencananya memperluas pasar offline melalui membuka gerai baru.

Adi juga berharap mampu mereguk pasar Internasional. Agar sukses dia selalu mengingatkan diri akan apa rencana bisnis ke depan. Ia juga memiliki mentor agar tetap fokus. Lainnya adalah passion Adi di bidang kewirausahaan serta hobi makan kebab.

"Bagi saya, menjalankan bisnis juga harus memiliki konsistensi," paparnya.

Menurut Naviq, modal pertama menjalankan bisnis kebab mereka mencapai Rp.20 juta. Itupun tidak serta merta sukses kan. Justru ketika mereka menggunakan sarana murah internet, malah sukses besar. Omzet dari bisnis Kebab Kebudd diantara Rp.10 juta diawal, dan sekarang mencapai Rp.180 juta berkat aneka inovasi.

Harga jual antara Rp.45 ribu sampai Rp.60 ribu. Berisi enam, panjang 10cm, harga paling mahal ya kebab durian yakni Rp.60 ribu. Penjualan per- minggu mencapai 1000 pack seluruh Indonesia. Kota dirambah bisnis Kebab Kebudd meliputi Jawa, Bali, dan Kalimantan, sementara Jakarta jadi pasaran utama.

Dia berencana membuak gerai baru di Jakarta Selatan, melengkapi yang di Jakarta Utara dan Barat. Wilayah Jakarta jika mau bermitra cukup merogoh kocek Rp.14 juta. Sistem pesan kirim diutamakan agar tidak sama dengan bisnis sejenis.

Ia menambahkan kerja sama berbentuk keagenan. Naviq menyebut karena outlet berarti bersaing dengan para pesaing besar, seperti Kebab Baba Raffi misalnya. Target pencapaian Kebab Kebudd yakni omzet Rp.200 juta. "Makanya fokus ke online, ada kantor, kalau mau datang bisa," tutupnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba