Bisnis Online IsoHunt Tempat Download Torrent

Profil Pengusaha Online Gary Fung


torrent bisnis kaya

Bicara bisnis online pasti juga menyangkut Torrent. Dimana kisah ini mengenai pendiri IsoHunt. Apa itu Torrent? Menurut pengertian, Torrent adalah cara mendistribusikan file melalui jaringan internet. Bila file besar maka situs seperti IsoHunt akan membuatnya ringan dan cepat.
 
Berbicara mengenai bisnis cepat kaya. Gary Fung memiliki kisahnya. Tidak seperti penampilannya karena dia sangat kaya raya. Dia menjadi sosok masa depan dunia tekonologi. Gery keturunan asli China, dan kedua orang tuanya imigran asli Hong Kong pindah ke Richmond, Kanada.

Bisnis Torrent

 
Kala itu, usianyta masih sebelas tahun, dan seorang anak biasa yang tinggal bersama ibunya. Sosok ibunya bekerja di rumah. Sementara ayahnya seorang ahli mesin, tetapi pendidikannya tidak berguna di Kanada. Ayah Gery bekerja di hotel, jauh dari teknologi komputer yang mempesona sang anak.

"Ayah saya tidak ada urusan tentang itu," ucap Fung. Dia terpikat teknologi komputer dan memulai memprogram sejak kecil.

Minat itu membawa hidupnya ke University of British Columbia, mengambil jurusan teknik mesin semula, tapi beralih ilmu komputer segera setelahnya. Disanalah, ketika dirinya melihat kesuksesan Napster, Fung segera membangun peer- to- peer software sendiri.

Jualan Torrent Bikin Kaya

Bisnis pertamanya menciptakan mesin pencari, kemudian membagi file gratis lewat chat. Dia saat itu tertarik konsep Internet Relay Chat (IRC), atau layanan chat pertama di Internet. Tatapi Fung segera memutuskan IRC, tidak akan berhasil terutama besarnya file yang dibagi.

Dia kemudian tertarik pada teknologi yang mulai populer bernama BitTorrent. Teknologi tersebut yang diciptakan programer asal Seattle bernama Bram Cohen di 2002, BitTorrent menjadi teknologi aplikatif dan mampu membagi file ukuran besar secara konsisten.

Melalui BitTorrent, dua komputer terkoneksi akan terhubung membuat jalur untuk mengirim file. Mereka akan saling berkomunikasi lalu mengirim data secara terus menerus. Dalam beberapa menit saja, orang akan membagi file hingga ribuan megabytes, sebuah film, koleksi album dan software.

Setelah menderita tuntutan atas pembajakan karya cipta, Cohen akhirnya membangun bisnis dengan menejemen baik mengarahkan BitTorrent kee kegiatan legal. Dia sadar BitTorrent berkembang pesat melalui Internet, beberapa pengguna memilih area di abu- abu; antara membajak atau tidak.

Mereka menciptakan mesin pencari yang mampu menarik file torrent dan mendowloadnya secara gratis. BitTorrent telah menjadi landasan terbaik menciptkan komunitas sehingga menarik ribuan orang. Di 2006, televisi dan pembuat film merasakan pengaruh torrent terhadap bisnis mereka.

Seperti Napster, mereka membuat bisnis musik jatuh bangun ketika setiap orang bisa mengunduh musik tanpa membayar. Mereka tidak mau mengulang hal yang sama. Disisi lain, Fung telah meluncurkan IsoHunt, karya terbaiknya yang merupakan pengaplikasian BitTorrent.

Sejarah IsoHunt


IsoHunt didirikan pada Januari 2003 oleh Gary Fung. Torrent bisnis kaya didirikan oleh warga negara Kanada keturunan China. Dia menamaai berdasarkan ISO images, mendiskripsikan 1:1 soft copy dari CD/DVD. IsoHunt dimilik isoHunt.inc, punya 1,7 juta torrent di database dan 20 juta penghubung.

IsoHunt memiliki 7,4 juta pengunjung sejak Mei 2006. Situ ini merupakan salah satu yang terbesar, dan tiap hari ada saja yang ikut menambah torrent dan menghapusnya. Pengguna isoHunt melakukan kegiatan mengunduh file sebanyak 40 juta pencarian tiap tahun.

Di 19 Oktober 2008, isoHunt menghasilkan 1 petabyte dalam satu tahun itu secara global. Situ ini masuk menjadi urutan tiga terbesar pengguna BitTorrent di 2008. Menurut Gary Fung, total kontent yang dibagi menjadi lebih dari 14, 11 petabyte di 13 Juni 2012.

Bertahun- tahun, isHunt telah melakukan perlawanan atas tuduhan pembajakan atau penggunaan file tanpa ijin. Pada Desember 2007, MPAA akhirnya menang atas pesaing isoHunt bernama TorrentSpy, yang membuat mereka membayar atas pembajakan.

Sama halnya, isoHunt dan Fung mendapatkan tuntutan sama atas pembajakan karya cipta senilai $110 juta. Tetapi, ia tidak begeming dan melakukan berbagai cara menyelesaikan masalahnya. Dia yang menjalankan bisnisnya dengan beberapa pegawai dan menjual ruang iklan bagi pengunjunga.

IsoHunt tidak berbeda dengan Yahoo atau Google menghasilkan uang dari iklan saja. Ia beralasan isoHunt hanya membantu mencari, tidak terpengaruh masalah copyright atau tidak copyright. Di era digital, baginya masalah seperti ini begitu pelik dan masalah dengan pebisnis perfilman menjadi hal lain.

Para pengusaha intertainment bisa menyebutnya apapun tapi dirinya mengaku sebagai pioner. Fung menyebut dirinya tidak taun tentang copyright. "Itu adalah konsep yang asing bagiku," ucapnya di sebuah wawancara.

"Pada dasarnya, saya bersimpati atas pemilik copyright baik itu pemilik film atau acara televisi," ucapnya. "Saya bersimpati karena mereka membutuhkan uang untuk membuat itu dan orang mengambil itu secara gratis." Sebuah pernyataan aneh untuk didengar dari Fung sendiri.

Meski pemilik copyright tidak begitu tergugah, empat pekerjaanya berusaha keras menghilangkan link ke file ber- copyright. Dia 23 Februari 2006, Motion Picture Association of America (MPPA) mengumumkan rencana menuntut Mereka menuntut hasil karya cipta dicuri, dan menuntut isoHunt ditutup.

Di Oktober 2013, isoHunt mengumumkan akan menutup layanannya, tertulis di blog pribadinya sendiri. Ia menyetujui untuk membayar total $110 juta, lalu menutup situsnya sendiri, isoHunt.com. Setelah seminggu ia membayar tuntutan dan menutup layanan, beberapa situs kopian muncul mengguncang internet.

Dia, Fung, tidak pernah menyatakan apapun atas munculnya situs kopian yang sama persis. "Kami tidak ada hubungan dengan IsoHunt.Inc yang membuat situs aslinya. Kami bangga mengkopinya dan senang untuk berbagi," keterangan dari isoHunt.to mengklarifikasi status Gary Fung.

Viral Roti Eneng Kisah Pengusaha Capek Jadi Karyawan

Profil Pengusaha Sarah Diana Oktavia


pemilik roti eneng
 
Pengusaha capek jadi karyawan. Kisah dibalik viral Roti Eneng memberikan kita gambaran karyawan. Pemiliknya bukanlah orang biasa karena sudah pernah berkecimpung lama. Kisah pengusaha capek jadi pegawai mengurusi orang. 
 
Dia bercerita setiap hari, dirinya harus mengurusi brand- brand milik orang lain. Pengusaha ini Sarah Diana Oktavia, 32 tahun, bercerita bermula bekerja sebagai pegawai. Dirinya dulu bekerja copywriting buat agensi. Dia juga berperan sebagai senior agensi. 
 

Nasib Karyawan

 
Urusannya mengelola klien agar brandnya dikenal luas. Diana juga sempat ditugasi sebagai host acara petualangan di salah satu televisi. Diana merasa lelah padahal pengalaman banyak. Mengapa tidak membangun brand buat sendiri. Bukanlah soal materi melainkan legacy.

Siapa sangka Roti Eneng menghasilkan Rp.40 juta perhari. Angka ini besar tetapi penuh perjuangan sejak 2014 silam. Curhatnya kepada CNN Indonesia, mengaku sudah bosan bekerja di bidang industri kreatif, dan ingin segera lepas.
 
 "Biasalah kerja di agensi kan lembur melulu dan capek," selorohnya. Dia capek ngurusi brand orang lain. Ide bisnis datang berkat usaha rumahan mili ibu dan kakak.

Ia mencari ide mau berbisnis apa nanti. Hingga Diana melihat kakak dan ibunya berjualan roti. Disini ia menggali roti apa disuka. "Aku suka dessert, makanya aku coba belajar membuat selai," ingatnya awal mula Roti Eneng.

Bertahap dia mulai memanggang roti dibawa ke kantor. Belum bukan  usaha sendiri apalagi memilih resign kerja. Akibat rajin membawa roti kemudian dicicipi teman- teman sekantor. Bertahap mereka meyakinkan Dianan membuka usaha ini.

Diana nekat disewanya satu tempat di Pasar Santa. Harga sewa murah lantas berdirilah bisnis roti sederhana ini. Nama Roti Enang diambil dari panggilan orang Sunda ke wanita. Dia sendiri kan orang Sunda, dan nama ini dirasa mudah diingat dan dilafalkan.

Dia sendiri lantas memindahkan kafe ke rumah. Mengapa demikian karena mencari perasaan homey dan nyaman. Pengusaha sukses ini menciptakan suasana melalui taman depan rumah. Disini orang bisa berkunjung ke taman selepas makan.

Mereka bisa mengobrol sembari menikmati pemandangan hijau. Kayak orang- orang berada di Kota Bandung. Namun berjualan di Pasar Santa bukan tidak berhasil. Disana dia merasa lebih dekat ya mungkin karena melayani langsung.

Waktu usaha masih kecil, kan orang datang tidak cuma buat makan roti tetapi ngobrol. Pengunjung tak jarang datang bertanya tips bisnis. Kalau udah besar begini tidak ada kesempatan buat Diana. Ia akan sibuk, dan tentu banyak pengunjung dan dilayani karyawan.

Awal dia tidak langsung membuka usaha sendiri. Dia mengajak suami bekerja 3- 4 jam seminggu. Ia menjelaskan ini karena masih kerja. Keduanya masih terikat pekerjaan dengan dua perusahaan. Dari sana dia menyadari orang antri sampai 30 menit, dan roti pasti habis terjual walau cuma sebentar.

Tidak bisa dibayangkan omzet awal sampai 10- 20 juta sehari. Omzet mungkin tambah bila sudah tiba weekend atau liburan. Walau dia mengantungi omzet besar tetapi untungnya tidak begitu. Hanya 50% dari omzet dikantongi menjadi untung.

Bahan mahal ditaksir menjadi masalah utama bisa begitu. Diana mengakui semua bahan berkualitas tinggi. Dari produk butter dan olahan susu lain dipakai terbaik. Walau mahal Diana tidak menaikan harga meskipun butter naik lima kali. "Jadi keuntungan tiap tahun semakin sedikit," jelasnya.

Keuntungan diperoleh melalui varian produk roti panggang, makanan, dan minuman. Pervarian menu untungnya 20% saja. Begitu keuntungan masuk langsung disalurkan ke karyawan. Tidak mengejar keuntungan besar, melainkan mensejahterakan karyawan.

Ada bonus dan gaji sudah layak bagi mereka. Pengusaha baiknya memanusiakan karyawan karena itu tujuan berwirausaha. Maka usaha akan berkembang baik sekaligus berkah dikantong. Kalau tempat kerja enak, maka Diana percaya karyawan pasti akan mendoakan.

Agar Viral Usaha

 
Ada 13 karyawan, dua perempuan, dan sisanya laki- laki. Kebanyakan mereka karyawan loyal sejak bisnis Roti Eneng berdiri. Bahkan ada chef yang sudah kerja sebelum pindah ke rumah. Meskipun dia mendapati keuntungan naik 30% pertahun, atau lebih rendah dari harapan 50%, tidak mengapa.
 
Diana pun tidak memilih ikut- ikutan trend. Ia mencoba membangun jalur sendiri. Mereka sudah jadi penggagas minuman choco sea salt dan marie regal. Andalan Roti Enang terdapat pada selai buatan sendiri, susah ditiru mulai dari Cheese Butter, Early Grey, dan Marie Regal.

Bicara mengenai waralaba Diana masihh ragu. Mempertahankan kualitas dirasa masih susah. Takut bila kulitas yang telah dibangun lama jatuh.

"Aku enggak cuma karena oh pengen buru- buru ekspansi dan punya banyak uang," Diana berkata.

Ia melihat sendiri banyak bisnis tidak bertahan. Bisa tumbuh cepat meledak tetapi tidak bertahan. Dia hanya ingin buka dua tempat saja. Satu tempat lagi yang proper, beda, tapi unik. Usaha yang bisa nanti bertahan panjang.

Ia menuturkan di Kemang sudah ada teman. Dia mengambil selai dari Diana tetapi buka sendiri. Itu tetap diberi nama Roti Eneng. Total 40 variasi menu panggang dan pasta, kalau minuman ada kopi dan non- kopi. Olesan selain masih dibuat homemade. Harga ditawarkan antara Rp.20 ribu- Rp.40 ribu.

Valentina Meiliyana Bisnis Online Shop

Profil Pengusaha Valentina Meiliyana


bisnis online shop

Mau bisnis online shop maka tirulah gadi belia ini. NamanyaValentina Meiliyana masih berusia 17 tahun ketika berbisnis pakaian dan sepatu pesanan (custom shoes). Kini, ia memiliki merek fasionnya sendiri yaitu Selkius Maxwell, dengan produk andalan yaitu Valentina Meiliyana Shoes.

Dia sendiri terilhami oleh karya perancang dan pengusaha sepatu, Manolo Blahnik. Jaringanya telah meliputi para desainer fasion, serta selebriti- selebriti dari Indonesia. Valentina menjadi salah satu perancang sepatu koleksi Eunika Joso di Jakarta Fashion Week 2011.

Bisnis Online Shop Sepatu

 
Dia juga mendapatkan pesanan sepatu khusus dari girl band, yang saat itu tengah naik daun; Cherry Belle. Lebelnya terlahir berkat ketekunan serta kegigihan. Semua demi dia mendesain baik pakaian dan sepatu sendiri.

Di 2008, ia iseng merombak pakaian bekas dengan bantuan seorang penjahit depan rumah.

"Saya sempat ganti penjahit beberapa kali, sampai akhirnya bertemu penjahit bagus lulusan sekolah Inti Mode," terangya.
 
 Sambil menjalani usaha sebagai perancang amatiran, dia juga menjadi agen penjualan sepatu secara online. Ia tergoda akan desain sepatu unik lalu mengusulkan untuk menjualnya secara online. Pada 1 Januari 2011, ia resmi menanda tangani kontrak kerja sama dengan si perajin tersebut.

Pengusaha muda Valentina mulai menjual produknya melalui situs jejaring sosial, kala itu melalui sosial media Facebook. Dia memasang foto- foto produknya kemudian menawarkannya kebeberapa orang.

Lambat laun, produknya itu mulai dilirik tidak hanya oleh pembeli baru, Valentina mendapatkan perhatian dari majalah model DRESSCODE, dan brand sepatunya ini mulai tersebar ke penjuru Indonesia. Seketika itu embuat bisnisnya melonjak jauh pendapatannya dan terus begitu.

Dia yang biasanya hanya menjual 20 pasang sepatu per- bulan, kini membuat 200- 300 pasang perbulan. Ramaja kelahiran 13 Maret 1995 ini, menjual produknya dengan berbagai macam harga sesuai kualitas produk.

Ia menjual dari harga Rp.200- 300 ribu. Dia lantas memutuskan keluar dari sekolah lalu melanjutkan home schooling. Alasannya, "Dia sulit membagi waktu antara bisnis dan sekolah. Sering terlambat," kata Hellen, ibunya.

Ia hanya belajar secara otodidak dari majalah dan televisi. Dia pernah dilibatkan sebagai perancang sepatu saat peragaan busana kelulusan sekolah mode, La Selle Graduation Show 2011. Lagi, ia pun tersanjung mendapatkan pengalaman lagi merancang sepatu untuk siswa- siswa di La Selle.

Saat usinya menginjak 17 tahun, Valentina pun sudah senggup menggaji menejer pemasaran. "Omset perbulan Rp.45 juta hingga Rp.50 juta," kata Valentina.

Apa rahasia suksesnya hanyalah satu yaitu berani menembus batas. Dia menunjukan dirinya sebagai desainer fasion meski secara akademisnya, dia bukanlah lulusan sekolah mode. Ia juga dikabarkan telah melanjutkan pendidikannya kejenjang lebih tinggi.

Bermodal bisnisnya sekarang ia tak perlu lagi pusing memikirkan biaya kuliah seperti anak muda biasanya.

Karyawan Mau Jadi Pengusaha Salon Merrie Elizabeth

Profil Pengusaha Merrie Elizabeth


pemilik blobar salon

Dulu karyawan mau jadi pengusaha salon. Tidak mudah bagi Merrie Elizabeth memulai. Namun siap sangka, namanya masuk penghargaan Forbes Asia 30 Under 30. Jadi bagaimana kisahanya sampai di posisi sekarang. Dia merupakan karyawan berprestasi dengan pengalaman panjang.

Nama- nama perusahaan besar pernah disinggahi seperti HM. Sampoerna. Dilubuk paling dalamnya terasa ada keinginan mandiri. Ingin rasanya membuka usaha sendiri dibanding bekerja. Ia ingin bisa membuka usaha salon sendiri. Mau punya penghasilkan sendiri tanpa merasa terbebani keadaan.

Apa enaknya menjadi pengusaha memiliki banyak kebebasan. Termasuk nanti menentukan tugas apa mau dikerjakan. Dia tertarikan akan dunia kecantikan wanita. Terutama perawatan dan tata rambut yang punya peluang. Merrie sendiri termasuk sosok sadar gaya termasuk trend anak muda.

Merintis Usaha Salon

 
Ia melihat gaya SWAG tengah naik daun. Idenya menerawang ingin mengembangkan konsep ini. Dia menyimpulkan bahwa pasar fashion dan kecentikan menjanjikan. Di Indonesia, terlihat petumbuhan gaya telah signifikan, ini membuat Merri semakin penasaran memulai usaha.

Arah telah ditentukan mau berbisnis apa sesuai passiona. Maka ia mengkolaborasi ide diluar dalam satu bisnis. Bisnis salon dengan inovasi dan mengikuti perkembangan tren. Ada gaya rambut ombre yang tengah naik daun. Maka salonnya akan memberikan pembeda seperti warna galaxy yang cantik.

Bisnis bernama Bolbar Salon memang bertumbuh stabil. Bertahap naiklah hingga menghasilkan dua cabang. Pengusaha wanita asal Malang, pernah juga mengalami masa naik dan turun, terutama bicara bisnis salon. Butuh pemahaman menyeluruh bukan cuma tren tetapi segementasi pasar.

Merrie tidak sendiri melainkan mengajak rekan. Ninda Ramadhiani, keduanya sepakat membangun salon Bolbar. Tidak mau bertemput di segmentasi pasar berdarah. Persaingan ketat tersebut diakali melalui spesifikasi. Mereka mengambil pasar spesialis pewarnaan rambut wanita.

Mereka memadukan antara gaya rambut dan teknik warna. Contoh kombinasi ombre dengan warna galaxy atau unicorn, balayage abu- abu, dan juga rose gold. Bisnis Bolbar berdiri di Kemang, Jakarta, pada bulan Desember 2012, dimana keduanya merupakan mahasiswi S-2 Prasitya Mulya Business School.

"Pasar beauty Indonesia terus berkembang karena perempuan pasti ingin tampil cantik, apalagi para perempuan urban Jakarta," jelasnya.

Berdirinya Blobar berdasarkan cerminan pekerja usia 18- 35. Menyasar kaum wanita milenia yang tidak habis marketnya. Jasa salon mereka antara harga Rp.75- Rp1,5 juta. Cocok buat kaum hawa yang baru mendapatkan job pertama.

Pengusaha salon Merrie menjelaskan modal awal Rp.10 juta. Mereka berdua lantas berbagi peran untuk menjalankan. Ninda menjalankan operasional dan SDM. Sementara dirinya, berurusan dengan marketing dan keuangan. Berdua mereka tidak mengaku saling dominan melainkan berunding selalu.

Tiap keputusan dirundingkan bersama menyangkut bisnis. Mereka memanfaatkan media Facebook dan Instagram. Pemesaran Blobar menyebar melalui kanal sosial media. Agar membentuk brand kuat dimata masyarakat, Blobar tidak segan mengadakan event kecantikan sampai bazar.

Tiga tahun Blobar eksis banyak inovasi dihadirkan. Mereka mengikuti trend tetapi juga menciptakan trobosan tersendiri. Soal tampilan salon diciptakan sedemikian rupa agar chic dan instagramable. Dia menciptakan singkronisasi agar wanita betas nyalon.

Hasilnya pelanggan mengaku bisa habis Rp.1,8- 2 juta demi mewarnai rambut.Itu sudah termasuk aneka treatment pasca pewarnaan. Treatment ini murah seharga Rp.500- 800 ribu, tetapi cukup buat mereka kembali lagi. Bisnis ini termasuk bergulit cepat, walau tetap melalui proses lumayan lama.

Tidak ada yang instan melainkan perjuangan. Pada bulan ke 9, usaha mereka langsung menarik orang berdatangan rutin. Pada tahun ke 4, barulah mereka mampu menghasilkan omzet mencapai ratusan juta perbulan. Mereka optimis termasuk merembah pasar maxing, eyelash extension, dan kuku.

Merrie kembali membuat gebrakan melalui Quo Studio. Mereka tengah menyasar pasar pria walau nekat. "Modal terbesar kami sebenarnya adalah nekat. Eksekusi kalah penting dibanding perencanaan dan persiapan. Justru kalau terlalu berencana, maka akan menjadi wacana," ucapnya kepada SWA.

Bisnis Hijab Syar'i Bandung Hasilkan Miliaran

Profil Pengusaha Dewi Permata


hijab syar'i bandung

Dewi Permata tidak akan menyangka sukses begini. Bisnis hijab syar;i Bandung nya menghasilkan miliaran. Ia tidak pernah berpikir ke arah sana. Dewi hanya ingin membuat produk yang membantu. Sejak semula dia memang ingin memiliki usaha sendiri.

Dia bersama suami, Rosy Andreas, memang sudah aktif berjualan. Keduanya masih mahasiswa di Universitas Padjajaran, Jurusan Ilmu Komunikasi, dan sang suami mengambil jurusan pertambangan di Universitas Teknologi Bandung.

"Saya mulai dari modal nol rupiah, kalau ada yang mau pesan baru dibuatkan,' ia menjelaskan.

Perjalanan Bisnis


Keduanya merupakan anak asli Padang perantauan. Pasangan pengusaha muda yang dipanggil Uda- Uni. Bisnis ini unik karena Dewi tidak sekedar membuka usaha. Dia menawarkan kelebihan berbeda dari pebisnis hijab syar'i lain. Dewi menciptakan hijab "anti- tembem" yang menarik para pembeli.

Dewi termasuk nekat karena mendesain sendiri. Dia mendesain hijab yang bikin wajah tirus. Ini yang kemudian "tidak sengaja" menjadi andalan. Awal mula dia sama sekali tidak menyadari akan konsep tersebut. Bersyukur sebuah ajang kompetisi kewirausahaan menyadarkan  dia akan ini.

Ia menyebutnya khimar "antem" atau anti- tembem. Keputusan membuka usaha selepas keduannya menikah. Di 2016, diputuskan menjalankan usaha sendiri, dan sang suami pun sempat tergiur menjadi karyawan. Rosy merupakan mahasiswa pertambangan dan dibutuhkan perusahaan besar.

Bisnis Dewi melejit apalagi selepas mengikuti ajang kewirausahaan. Rosy melihat istirnya sempat kwalahan. Dia memutuskan menolak untuk menjadi pegawai perusahaan tambang. "Setelah melihat saya keteteran menghandle pesanan... sejak saat itu kami memutuskan untuk bersama- sama besarkan Kiciks"

Mereka lantas merekrut dua orang bagian administrasi. Beberapa penjahit bergabung, kemudian bisa merekrut 80 orang pegawai ke depan berpusat di Bandung. Produk meliputi hijab, khimar, dress, jilbab, dan mukena. Produk mulai daily look sampai premium melalui koleksi brand "Dewi Permata".

Selain mengandalkan desain anti- tembem. Brand ini menarik karena motifnya unik, seperti adanya bunga sakura yang terinspirasi perjalanan. Keduanya tengah traveling ke Jepang dan menemukan bunga sakura. Diprintlah motif bunga sakura tersebut, dan dipasarkan melalui sistem pre- order.

Pesanan langsung masuk 2000 pcs hijab langsung ludes. Mereka juga punya koleksi yang terinspirasi budaya Indonesia lewat koleksi Sasade. Kemudian mereka menghadirkan bunga Lupine. Agar makin berkembang, Dewi melanjutkan pendidikan fashion designer di IFI Bandung, pada awal 2019.

Kegemaran traveling menjadi sumber kreatifitas keduanya. Baik buat membangun Kiciks bisnis hijab syar'i Bandung ini. Mereka pun rajin berpergian keluar negeri buat aneka desain baru. Biasanya bila mereka melihat keindahan bunga di daerah tertentu.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba