Jualan Cireng Kecil- Kecilan Usaha Jutaan

Kisah Sukses Yusuf Setiady


usahajutaan.png
 
Ia cuma berjualan cireng kecil- kecilan. Usaha jutaan maka pengusaha cireng dimana- mana. Beberapa pengusaha sukses bahkan beromzet puluhan juta. Terbuat dari tepung singkong dibulat- bulat terus digoreng. Warnanya putih dan terlihat gurih tapi ternyata kenyal didalam. 
 
Ketika sudah dingin maka akan terasa alot. Jangan diremehkan loh sudah terdaftar banyak pengusaha sukses berkatnya. Sebut saja Riener Bonifasius Rahardja pemilik Cireng Isi Kodjo.
 

Usaha Jutaan


Ataupun, sosok Fadly Alfiansyah sukses bersama cireng kamsia, dan masih banyak lagi. Cobalah mencari di blog ini lewat search diatas (kata kunci: cireng). Kembali ke sosok fokus di artikel ini. Ialah Yusuf Setiady. 
 
Siapa kah dia hanyalah pemilik bisnis cireng. Pengusaha cireng ini bisnisnya memang cemerlang. Saban bulan bisa menghasilkan omzet Rp.120 juta.

"Laba saya mencapai 20 persen," ujarnya.

Kunci sukses jualan cireng alanya adalah keberanian inovasi. Ia punya cireng aneka rasa. Pengusaha satu ini punya cireng isi keju, oncom, sosis, daging sapi, ayam, kacang hijau dan aneka sosis. Satu terobosan lain menurutnya ialah menjualnya matang- matang. 
 
Meski sudah banyak cireng di pasar, lagi- lagi dirinya berani tekankan bahwa cirengnya khas. Dimana cirengnya renyah tidak terlalu kenyal isinya.

"Itu, karena saya memakai aci mendoan," ujarnya. Yusuf dibantu lima orang kawannaya dari Jakarta dan Bandung berinisiatif membuka usaha ini. Pengusaha 39 tahun ini cuma bermodal Rp.100.000 saja. 
 
Padahal belum juga punya merek. Cuma sebutannya Cireng Aneka Rasa.Yusuf menjajakan cireng berdiameter 7 cm memakai kemasan plastik. Sebungkus isinya 10 buah memiliki lima rasa, dalam satu kemasan ada dua cireng berasa sama. 
 
Harganya cuma seharga Rp.5000- Rp.6000. Pusat produksinya di Cibuntu, Bandung, dimana itu juga tempatnya memproduksi tahu. Produknya sendiri sudah tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, hingga ke Bekasi. 
 
Kapasitas produksinya mencapai 50 boks berisi 50 bungkus cireng. Daftar pengirimannya setiap Selasa, Kamis, dan juga Sabtu. Di Jakarta Yusuf akan menyebarkan ratusan bungkus kepada 30 agen penjualan. 
 
Para agen tersebut lantas menyebarkannya ke pelanggan dan ke perumahan- perumahan. Optimis bisnisnya akan lebih maju lagi, ia pun senang, hingga berancang- ancang membesarkan bisnisnya. Antara lain dengan memasang merek sendiri hingga melegalkan status produknya ke Depkes. 
 
Kemudian ia berencana menjualnya melalui sistem gerobak. Nantinya perusahaanya juga membuka kemitraan.

"Saya akan mencoba bikin master (kemitraan) dulu," tutupnya.

Wirausaha Taman Kelinci UR2farm Cisarua

Profil Pengusaha Nuning Nurhayati


usahataman.png
 
Bayangkan wirausaha taman kelinci UR2Farm. Kisah dibalik pengusaha pemilik usaha kreatif ini. Ia tak masalah walau bisnisnya beda 180 derajat. Sosoknya sangat mengidolaan Menteri Susi, atau Susi Pudjiastuti, pengusaha wanita yang merintis usaha dari nol.
 
Sosok inspiratif bagi wanita pemilik taman kelinci UR2Farm Cisrua. Dialah Nuning Nurhayati telah tak terbantahkan sebagai sosok inspiratif lain. Terinspirasi Menteri Susi, eh, kini Nuning menjadi sosok menginspirasi kita semua. Bisnisnya unik lain- daripada yang lain. 
 

Memulai Wirausaha Taman Kelinci

 
 
Sebelumnya tak terpikirkan akan adanya model bisnis semacam taman kelinci. Pemilik Taman Kelinci UR2farm kemudian bercerita kisahnya kepada awak media Liputan6. Ia mengaku terinspirasi kisah Susi Pudjiastuti. Meski bisnisnya beda seratus delapan puluh derajat; tak jadi masalah. 
 
Apa yang menjadi inspirasinya karena sosok Susi terlihat cuek. Mungkin dia perokok terkasannya acuh. Akan tetapi dibelakang kisah hidupnya sebagai bakul ikan menggugah hati. Itu menggugah hati seorang Nuning, mantan pegawai Bank. 
 
Dia yang kala itu barulah pensiun melihat sosoknya muncul di layar televisi. "Saya pernah lihat dia diwawancarai di televisi," ujarnya. 
 
Kemudian tepikirlah kalau dia bisa kenapa dirinya tidak. Menjadi pengusaha berarti bisa buat siapa saja. Kebetulah dia adalah pecinta kelinci. Dimana ia sudah memelihara banyak sekali dan mulai kerepotan.

Kenapa tidak dibisniskan saja pikirnya. Awalnya cuma dua kelinci lantas berkembang biak menjadi banyak. Itu lah jalan usahanya selepas pensiun. Sudah ditunjukan oleh Allah sendiri didepan matanya, yang dulunya itu cuma dipelihara kini bisa jadi bisnis menjanjikan. 
 
Melebarkan sayapnya ke model bisnis ternyata baginya tak terlalu sulit. Dia bahkan sudah punya 900 ekor. Termasuk dari peternakan lain ditambah bisnis petshop. Ia menjelaskan kelinci hias bisa dipelihara. Kelinci pedaging kemudian diginya bisa diolah menjadi aneka sajian. 
 
Masih Kurang maka urin dan dan bulu kelinci bisa dijadikan tas, baju dan lain- lain. Inilah potensi apa yang dilihatnya ketika memandang kelinci- kelincinya. Potenis bisnisnya sangat menjanjikan bahkan sudah bisa menghasilkan 10 juta per- bulan. 
 
Ini bahkan jauh dari modal awalnya yang cuma Rp.500 ribu. Cuma saja semuanya ini terjadi tidak lah sebentar. Beternak sejak 2008 usaha kelinci benar- benar ditekuninya. Ia sudah paham betul tidak ada yang terbuang. 
 
Dari kulit, daging, bahkan urinnya sudah bisa dimanfaatkan. Urin atau kotorannya sekarang bisa digunakan menyuburkan tanah. Kemudian Nuning gunakan kembali tanahnya untuk menanam sayuran organik. Setelah tumbuh bisa dijualnya ke supermarket.

Usaha dari Hobi


Awalnya tak menyangka, karena memang, ini cuma hobinya saja memilihara dan menternakan kelinci. Dari cuma dua ekor berubah jadi 900 -an. Pada 2008, ia mantap memindahkan kelincinya ke Cisarua hingga kini lahirlah obyek wisata beranama Taman Kelinci Cisarua. 
 
"Karena dari kecil itu suka kelinci terus sampai saya bekerja dan akhirnya pensiun dini dan saya akhirnya coba pelihara itu," jelas Nuning. Dia cumalah bermodal uang 500 ribu.

Uang tersebut digunakan buat kandang. "Kandangnya bisa pakai bambu saja pun bisa atau pakai bambu dan besi juga bisa. Kayaknya dengan 500 ribu pun bisa," jelasnya.

Bukan serampangan karena ia benar- benar mempelajari bisnisnya. Dimulai dari sebuah pesanan kelinci dari seseorang sampai 100 ekor. Gayung bersambut akhirnya bisa jadi pembuka bisnisnya. Ia pun tak segan buat terus mempelajari seluk- beluknya. 
 
 
Meski kelihatan mudah ada saja masalah mungkin terjadi. Oleh karena itu ia mulai memproduksi makanan sendiri. Makanan berbentuk pelet itu sudah bisa diproduksi oleh usaha miliknya UR2farm. Beda kebanyakan orang memilih sayuran utuh, justru Nuning lebih memilih menggunakan makanan pelet. 
 
Kemudian lagi untuk menjaga kesehatan kelinci rajin- rajinlah membersihkan kandang. Lalu jangalah kita menaruh kelinci langsung kena matahari atau hujan. Alasan lain kenapa memilih pelet karena alasan bahwa jika memakai sayuran akan menimbulkan penyakit. 
 
Bayangkan sayur- sayur itu diinjak- injak, mungkin tak dimakan semua, kemudian dijadikan alas tidur.

"Kalau kita kasih sayuran mentah nanti juga akan dia injek-injek dan dijadikan temoat tidur, jadi akhirnya timbul penyakit bagi kelinci," jelasnya lagi.

Bahan peletnya cukup limbah ampas tahu organik. Modalnya cuma ambil dari masyarakat sekitar. Nuning juga memanfaatkan konsep petani plasma. Dirinya mempercayakan beberapa keluarga agar mau memelihara kelinci. Jumlah kelinci diberikan 15 ekor per- keluarga. 
 
Ada 13 jenis kelinci sukses diternakan Nuning. Hasil produksinya mulai dari daging mentah, nuget, bakso, sosis. Daging mentah diambil dari kelinci berumur 2- 6 bulan. Namun, hanya kelinci yang sudah lepas menyusu dari ibunya saja, yang digunakan buat peliharaan. 
 
Harga dari dagingnya mencapai Rp.20 ribu sampai Rp1,5 juta. Tergantung yang ingin diambil mengacu pada jenis hias atau pedaging. UR2farm tak cuma menjual daging, kotorannya, bisa digunakan pupuk dan digunakan buat semprotan sayuran organik. 
 
Kulit kelincinya kemudian digunakan sebagai sarung bantal dan juga jaket. Bisnisnya sudah menyebar ke penjuru Jabodetabek. Ia mengharapkan tidak ada yang terbuang. Semuanya ia harapkan bisa membantu kehidupan masyarakat. Mengelola bisnisnya dia cuma dibantu 15 orang karyawan. 
 
Selain itu Nuning punya 20 petani plasma. Kendala utama ialah pemahaman masyarakat bahwa kelinci bukan buat dimakan. Padahal kan beda antara kelinci hias dan kelinci pedaging. Oleh karena itulah Nuning masih rajin mengeduksi masyarakat. 
 
Padahal kalau dihitung protein kelinci lebih tinggi. Selain itu juga rendahnya kolesterol bisa jadi pertimbangan. Nuning dengan senang hati memberikan pelajaran bagaimana berkebun dan beternak kelinci. 
 
Inilah alasan juga dibalik lahiranya tempat Taman Kelinci. Tugasnya agar orang bisa teredukasi tentang kelinci.

Jualan Sampo Pengusaha Cewek Aprie Angeline

Biografi Pengusaha Aprie Angeline


jualansampo.png
 
Pengusaha cewek ini jualan sampo dan sukses. Aprie Angeline sempat salah jurusan kuliah. Ya, kisah itu pasti jamak terdengar, seperti halnya kisah wanita cantik satu ini. Namun, bukan sembarangan salah jurusan loh, karena jurusannya di Fakutltas Kedokteran yang notabennya menjanjikan. 
 
Loh kok bisa salah? Menurut berbagai sumber kami dapatkan ini karena cita- cita lainnya. Ketika itu, ketika dirinya sudah menginjak kaki di Yogyakarta, ada perasaan asing dalam dirinya. Mulai kuliah di Universitas Gajah Mada, Fakultas Kedokteran Gigi, Aprie sudah merasa tak nyaman.
 

Menjadi Pengusaha


Padahal waktu itu baru berjalan beberapa semester. Sempat terlintas di benaknya mau berhenti saja dan jadi artis terkenal. Merasa salah jurusan membuatnya memilih asik mengerjakan hal lain. Disela- sela kuliahnya dibuka- bukannya koneksi internet. 
 
Ketemulah sebuah bisnis online menarik hatinya. Ia lantas berjualan baju dan juga sepatu online.

"Bisnis menjadi pelampiasan saya merasa tidak kuat di jurusan itu,"ujar Aprie kepada Kompas. Sempat mau berhenti tapi takut kepada orang tuanya.

Perjalanan wanita 23 tahun ini memang menginspirasi. Alasan lain kenapa merasa salah jurusan usut- punya usut karena ia pelupa. Dia juga ceriwis orangnya. Ketika berkuliah terpaksa Aprie harus mengeremnya. 
 
Itulah juga alasan kenapa memilih menjadi artis saja. Aprie pun mulai mencoba- coba mengerjakan bisnis online shop. Gadis kelahiran Sorong, 5 April 1991, ini juga mengerjakan beberapa syuting sinetron dan modeling.

"Saya malah ingin jadi artis dan terkenal," ujarnya.

Baik online dan offline dipenuhi oleh aneka kegiatan. Kesemuanya tidak ada hubungannya dengan kuliah yang tengah dijalani. Berjalan waktu malah rasa asyiknya terpenuhi dari bisnis online. Seolah melupakan cita- cita utamanya menjadi artis terkenal. 
 
Tahun 2012 menjadi tonggak sejarah, nekat mengajukan cuti kuliah, cuma buat menekuni bisnis onlinenya. Dia mulai belajar bagaimana memasok barang sendiri. Aprie juga belajar dari pemasok barang dagangannya. 
 
Kesemuanya proses dagang dipelajarinya otodidak. Ia sendiri mengaku tak begitu paham memproses bisnis online awalnya. Otodidak saja bermodal Black Berry Messenger. Dari berjualan pakaian dan sepat ternyata tak cocok baginya. 
 
Memang beberapa orang nyaman tapi tidak buat sosoknya yang haus kesuksesan. Dia berdalih jualan produk fashion mengecewakan. Berbisnis pakain online untungnya tipis. Terkadang dia harus menombokinya sendiri. 
 
Selain itu karena ambil dari orang lain, terkadang, kualitasnya jauh dari apa yang digambarkan. Untuk sepatu masalahnya selain hal itu adalah ia mencobanya sendiri. Aprie harus mencobanya sendiri. Karena ia tak tau pasti ukuran sepatu dari konsumennya. 
 
Kami mencoba menerawang itu semua karena model bisnisnya reseller. Dan, Aprie itu terlalu perfeksionis untuk membeli produknya dulu. Kan tak semua pengusaha suka mengira- ngira kualitas produknya. Juga tak semua orang memiliki rasa soal bisnis fashion.

Jualan Sampo


Tak mau berhenti karena memang sudah cinta. Beralihlah sasaran bisnsnya dari produk fashion ke kosmetik. Ketika itu ia mendapatkan tawaran langsung dari produsennya. Produk skin care buatan luar negeri dicoba dijualnya. 
 
Namun, sebelum berani menjual, Aprie mencobanya dulu ke dirinya sendiri. Alhasil ternyata cocok hingga diputuskan untuk dijualkan. Respon pelanggan pun positif membuatnya semakin bersemangat. Respon positif datang dari pelanggan setianya.

"Karena saya selalu memberikan pelayanan yang baik, pelanggan percaya terhadap produk yang saya jual," tambah Aprie.

Bisnis Billion Online Shop (nama online shop -nya) meningkat pesat. Bahkan omzetnya bisa mencapai angka Rp.3 juta tiap bulannya. Dia makin yakin akan pilihan niche -nya. Dalam beberapa bulan uang puluhan juta sudah dikantungnya. 
 
Apa kunci sukses online shop Billion Online Shop? Gampang kok, Aprie menjelaskan harus bisa menahan diri. Tak boleh marah dan selalu mencoba mendekatkan mereka. Ketika nanti membalas pesanan pun tak asal jawab.

Tersusun sebuah komunikasi dua arah yang ramah. Itu ternyata efektif membangun kedekatan antara ia dan juga konsumen. "Itu membuat konsumen makin dekat dan percaya pada kami," terangnya.

Kembali merasa tak puas akan bisnisnya. Terbersit sebuah ide untuk buat membuat produknya sendiri. Putri dari pasangan Jistor Situmorang dan Lukeria Rajaguguk ini, memutuskan akan membuat produknya sendiri. Tapi produk seperti apa yang akan dibuatnya. 
 
Hingga Aprie menghadapi masalah dengan rambutnya. Lantas ia mencoba membuat produk samponya sendiri. Cewek yang pernah mengikuti olimpiade IPA saat SMA ini mencari- cari informasinya. Lantas bagaimana cara membuat sampo sendiri. 
 
Dia kemudian aktif berkonsultasi dengan orang- orang paham akan hal tersebut. "Kebetulan, sejak SMA saya juga hobi meracik- racik, jadi sedikit banyak tahu," terangnya lagi. 
 
Pada awal 2013 -an, diperkenalkan lah produknya sendiri, sebuah sampo Angeline Hair Treatment (AHT), menggunakan bahan herbal berkualitas. Oleh karena itulah harganya jadi relatif mahal. Meski begitu eh diluar dugaan malah jadi booming di pasaran.

Harga mahal tak masalah karena dirinya sudah punya costumer based. Sampo yang fokus bagaimana cara agar bisa cepat menumbuhkan rambut. Itulah masalah utama rambut miliknya juga. Ini telah menjadi produk andalan bisnisnya sampai sekarang. 
 
Modal Rp.10 juta dibuatlah 200 botol sampo. Penjualan terus meningkat saja. Saban bulan sudah bisa menjual seribu pake sampo AHT. Omzetnya sudah bisa tembus angka Rp.230 juta saja.

Adapula paket perawata rambut conditioner dan hair tonic. Harga paketnya dibandrol sampai Rp.200.000. Produk lainnya ialah gula nira dimana kadar glukosanya rendah. Aprie memang mengaku tertarik produk- produk herbal. Untuk usaha samponya sudah ada 20 orang karyawan. 
 
Produk gulanya diberi nama Java Sweet Sugar dipasarkan secara online. Dimana sudah melibatkan 25 petani kelapa. Sukses menjual ratusan toples dalam sebulan.

"Gula ini lagi naik daun," kata dia. Produk gulanya sudah merambah tidak cuma Yogyakarta, tapi seantero Indonesia. Aprie pun masih belum lah puas. Selanjutnya ada produk frescare yaitu masker wajah herbal. 
 
Dalam waktu dekat, seperti dikutip dari Kontan melalui Kompas, tahun 2015 nanti akan diluncurkan lotion pelembab herbal. Sukses di usia muda ternyata mempunya sisi kelam dibelakan. Tak disangka ia pernah sempat merasa mau bunuh diri. 
 
Alasannya karena merasa tak punya pengalaman berarti dalam hidupnya. Dia pernah depresi saat harus menjalankan studi tak sesuai hatinya. Sempat terlintas mau bunuh diri saja, "Saya depresi banget". 
 
Dia sendiri tak berani ngomong sama orang tua. Itu lantaran orang tua sudah dianggapnya berkorban banyak. Ia tau betul tak sedikit biaya dikeluarkan.

"Mau ngomong sama ortu enggak berani karena sudah mengeluarkan biaya dan banyak orang yang tahu," jelasnya lagi.

Menjadi dokter memang karena permintaan orang tua. Karena belum ada dokter di dalam keluarganya. Dia pun mendapatkan hikmah tersendiri. Dimana bukan memilih cita- citanya tapi juga tak terbebani gelar dokter miliknya. Ia malah menemukan kenikmatan dalam berbisnis. 
 
Aprie gigih meyakinkan kedua orang tuanya. Caranya ialah melalui kesuksesan berupa penghasilan. Ini menghasilkan loh, jelasnya kepada kedua orang tua, hingga akhirnya ikhlas. Orang tua ikhlas melepaskan untuk tak jadi dokter. Gadis cantik 23 tahun tak takut menghadapi dunia. 
 
Kini, ia telah memantapkan dirinya menjadi pengusaha muda. Tak lagi depresi ketika menghadapi masalah. Salah satu masalah ketika mendapatkan komentar negatif tentang usahanya. Mereka di sosial media berkomentar negatif kerena berjualan sampo. 
 
Adapula datang dari sesama pebisnis online. "Ada orang yang tidak suka, lalu menjatuhkan saya," kenang dia.

Dia percaya prinsipnya tentang kualitas produknya. Sudah lah teruji bahkan menggunakan dirinya sendiri. Hasilnya ialah omzet penjualannya tak turun. Justru semakin naik, "konsumen mengirim foto rambut mereka, kualitas yang berbicara." Ia yakin Tuhan bersama orang- orang baik. 
 
Karena bisnisnya bukan soal untung semata. Ini untuk membantu orang lain jadi produknya harus berkualitas. Ia kemudian berpesan buat kamu yang mau jadi pengusaha.

"Berbisnis harus berlandaskan niat baik," tutupnya, pebisnis harus lah punya mimpi besar agar ada tujuan bisa dicapai dan jangan lupa bangunlah jaringan luas.

Pengusaha Penerbit Buku Deepublish Modal Foto Kopi

Profil Pengusaha Annur Budi Utama


penerbitbuku.png
  
Menjadi pengusaha penerbit buku modal foto kopi. Kisah pendiri Deepublish cuma berbisnis foto kopi biasa. Akan tetapi lambat laun menjadi besar mengikuti passion -nya. Annur Budi Utama, mahasiswa Teknik Industri UGM angkatan 2008, memilik minat akan buku dan juga kewirausahaan. 
 
Meski baru saja berkuliah sudah bisa membaca peluang. Kebutuhan akan buku cetak ia baca jadi peluang usaha. Melalui bendera Deepublish, membawa pemuda 21 tahun ini, suka menghasilkan omzet hingga Rp.200 juta per- bulan.
 

Bisnis Buku


Membuka usaha foto kopi berarti berurusan dengan mencetak ulang. Sejak November 2009 bisnisnya telah mantap tidak cuma mencetak ulang. Pada semester III di Januari 2010, usaha Annur beralih ke percetakan kecil- kecilan buku tugas. Fokusnya menyasar buku- buku pendidikan. 
 
Produk cetak awalnya adalah buku- buku keperluan kampus. Jika biasanya dosen memberikan pengajaran melalui slide show atau power point. Di tanganya dibawalah ke ranah cetak terjangkau agar digandakan.

Deepublisher mulai mengolah data mentah jadi buku pelajaran. Annur sendiri langsung menghubungi pihak si dosen pengampu sendiri. Dia menawarkan kerja sama menguntungkan untuk tiap buku pelajaran. Ternyata hal ini diterima baik oleh para dosen. 
 
Tak cuma merambah pasar kampusnya juga menyasar sekolah menengah atas "Kami jadikan dosen dan guru sebagai penulis dengan royalti hingga 25%," ujarnya. Cara ini ternyata cukup ampuh membangun bisnisnya.

Meski tergolong cepat banting stir bisnisnya. Faktanya bukan perkara mudah membangun bisnis. Apalagi ia masih berkuliah kala itu. Justru karena melaju sangat cepat jalan bisnisnya. Ia sendiri harus rela kehilangan banyak waktu. 
 
Banyaknya permintaan membuat kerepotan terutama buat dalapan karyawannya. Karena terlalu banyak kebutuhan cetak mereka malah memilih mundur. Maka jadilan dia sendiri turun tangan dalam proses percetakan.

Annur sampai- sampai harus mempekerjakan karyawan baru. Berbicara kunci sukses menurutnya semua itu berkat menyasar ceruk kecil. Deepublish bukanlah percetakan besar. Tapi bisa melihat peluang kebutuhan akan bahan ajar. 
 
Kalau biasanya dosen atau guru menggunakan bahan orang lain. Kini, mereka bisa menulis buku mereka sendiri. Oleh karenanya topik buku pun mulai beragam tak lagi cuma buku pelajaran. Dari buku kelautan, teknik, peternakan, kedokteran, kebidanan, bahkan sosial politik.

"Kami jadikan dosen dan guru sebaga penulis dengan royalti 25%. Biasanya royalti penulis hanya 10% atau kurang, loh," jalarnya.

Konsep cetak on demand membuat bisnisnya lebih efektif. Dimana cuma akan cetak jika sudah ada pesanan saja. Cara lain yakni mencetak buku terbatas hingga mudah berpromosi. Jika sudah banyak permintaan baru bisa diperbanyak. 
 
Disinilah bedanya lagi, dimana Deepublish siap sedia membantu menulis, ya karena tidak semua dosen bisa menulis buku. Akan ada bantuan how to -nya atau aneka tutorial menulis baik. Ada juga video tutorialnya segala.

Usaha Modal Foto Kopi

 
Semakin lama juga menyasar bahan- bahan seminar, jurnal pendidikan, hingga buku- buku life skill. Ituloh buku- bukua teknik atau kesenian. Sukses besar tak cuma membawa namanya terkenal se- antero kampus UGM. 
 
Juga dikenal dan jadi langganan kampus Universitas Islam Indonesia, Universitas Pasundan Bandung, Instiper, serta buat sekolah luar biasa SLB se- Madiun dan Salatiga. Tak cuma ditulis oleh dosen atau guru, juga mengajak profesi lain buat aktif menulis.

Bahkan salah satu bukunya ditulis oleh seorang pelaut terkenal. Itu menjadi seolah bacaan wajib karyawan atau pelaku bisnis dibidang kelautan dan pelabuhan. Bisnisnya bermodal 16 juta dalam temp setahun sudah bisa jadi ratusan juta. 
 
Akhir tahun 2011, menurut tabloid InfoKUKM, disebutkan telah mampu menghasilkan omzet Rp.280 juta. Meski pernah karyawannya berhenti secara bersamaan. Kini, ia telah dibantu oleh tiga karyawan tetap, dan tiga pekerja paruh waktu.

Selepas kuliah apalagi kalau bukan membesarkan bisnisnya. Ia tak perlu susah- susah cari pekerjaan lagi. Melalui usaha Deepublish dirinya mampu mebayari gaji keryawan. Penuh bahkan sudah mampu menyentuh upah minimun regional yakni dikisaran Rp.1 juta lebih per- bulan. 
 
Buat karyawan paruh waktu pun sudah bisa menggaji Rp.800 ribu per- bulan. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Mandiri, namanya dikenal dan sukses merebut juara satu bidang perdagangan dan jasa kelompok mahasiswa.

Pria yang sering dipanggil Man Bonbon ini. Memang membanggakan karena mampu sukses menyisihkan ribuan finalis. Total ada 3.741 mahasiswa UGM mendaftar, mewakili beberapa kategori seperti industri, jasa dan perdagangan, boga dan industri kreatif. 
 
Cuma ada 8 orang saja yang mewakili regional Yogyakarta -Jawa Tengah. Dimana lima diantaranya merupakan mahasiswa UGM, ada 3 kelompok alumni, dan dua dari kelompok mahasiswa.

Visinya jelas melalui usaha percetakan buku. Yakni visinya menciptakan manusia mulia dan cerdas. Bisnisnya juga punya target jelas. Kuncinya, menurutnya jika kamu mau usaha maka harus punya visi, menentukan apa target kamu, ketetapan hati. 
 
Hal paling utama selain hal tersebut, ia juga mengingatkan bisnis jangan cuma melihat opportunity saja. Peluang bisnis juga berasal dari passion kita. Seperti Annur Budi Utama melalui kaca mata buku kegemarannya akan buku.

"Hal pokok, sekarang sudah saatnya tinggalkan bisnis yang berbasis oportunity atau peluang tapi berbisnis itu harus dengan passion, mencari profit atau laba sebesarnya, itu harus," tutup Annur.

Selebgram Nanda Adi Cita- Cita Pengusaha Kapanpun

Profil Pengusaha Nanda Adi

 

selebgramnandaadi.png
 

Ia memiliki cita- cita pengusaha akan dipertahankan kapanpun. Dialah Nanda Adi, yang dikenal sabagi selebgram asal Balikpapan. Dia memiliki beberapa bisnis. Tetapi terutama, dia dikenal sebagai distributor resmi MS Glow untuk Balikpapan dan Samarinda.

 

Pengusaha muda asal Kalimantan Timur. Ia yang senang membaca buku entrepreneurship. Utamanya bukut- buku karangan Bob Sadino. Maka Nanda gemar berjualan sampai sesukses sekarang. Dia dibantu istrinya, Putri Rachmadani, menjadi sosok panutan bersama putri mereka, Feisya Cynthia.


Cita- Cita Pengusaha

 

Halaman Instagram mereka dipenuhi keharmonisan. Bersama mereka merajut asa menjadi wirausaha dan influencer. Nanda senang membaca buku Bob Sadino. Sejak lulus sekolah, tahun 2015, dia sudah punya beberapa usaha yang masih berjalan ya Salon Podiy Beauty.

 

Dia menjadi influencer memiliki banyak pengikut. "Saya juga fokus ke beauty salon Podly Beauty," ia melanjutkan. Pemilik akun Instagram @nandadis, yang percaya bahwa menjadi pengusaha tidak soal memiliki pendidikan tinggi dan uang.


Bob Sadino mengajari hal tersebut menjadi penyemangat. Ia mengaku banyak membaca buku- buku karya Bob Sadino. 


"Jadi, memang kalau atas dasar kemauan, keinginan dan ketekunan, kita bisa menjadi orang yang sukses tanpa adanya patokan pendidikan atau latar belakang finansial kita," jelasn selebgram Nanda Adi.


Nanda giat mempromosikan MS Glow terutama di kawasan Balikpapan. Menjadi distributor utama tentu menghasilkan cuan. Produk besutan pasangan Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari ini, memang sangat viral dan dikenal banyak orang.


Maka Nanda juga mendapatkan sorotan khalayak ramai. Berkat MS Glow, akun Instagram miliknya mendapatkan follower sampai 120 ribu. Nanda Adi pun bersemangat membuat konten- konten. Dan ternyata follower makin bertambah.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba