Jadi Kaya Berkat Hipnoterapi Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Nathalia Sunaidi 

 
jadikaya.png
 
Jadi kaya berkat hipnoterapi jadi pengusaha. Kebayang bukan dihiptonitis jadi orang kaya. Wanita ini  sudah bekerja sebagai ahli hipnoterapi, tetapi itu tak mambuatnya berpuas diri. Adalah mimpinya sejak kecil agar bisa menjadi orang kaya raya dan punya hunian berkualitas baik. 
 
Hal lain adalah keinginan untuk menciptakan hunian berkualitas berharga miring untuk setiap orang. Apakah bekerja menjadi seorang hipnoterapi itu rugi? Tak ada ruginya, ini adalah sebuah batu loncatan, justru dari menjadi ahli hipnoterapi membuatnya jadi lebih berani.
 

Mimpi Pengusaha


Sambil bercanda disebut artikel, wanita bernama lengkap Nathalia Sunaidi ini, berkata renyah justru semua karena hipnoterapi. Berkat hipnoterapi dirinya yakin menjadi pengusaha properti. "Saya menghipnoterapi diri saya sendiri untuk menjadi pebisnis dibidang properti," selorohnya.

Nathalia adalah pengusaha pimilik Rotterdam Property dan Samara Dana Properti. Salah satu proyek yang digarapnya ialah Rotterdam Residence di Jatiasih, Bekasi. Rumah- rumahnya tersebut akan dijual seharga Rp.200- Rp.300 juta per- unit. 
 
Padahal jika ditaksir harganya seharusnya mencapai 400 juta. Perempuan 33 tahun ini pun tak melepaskan karirnya sebagai ahli selama 10 tahun. Salah satu yang menjadi pendorongnya adalah hobinya untuk membaca biografi- biografi orang sukses.

"Kalau mau menghasilkan banyak uang, jadilah developer," ungkapnya kepada Okezone.

Lata belakang Nathalia adalah pendidikan akuntansi. Dia mendapatkan ilmu properti dari banyak buku yang dibacanya. Dia mengaku menggunakan hipnoterapi sebagai media. Gunanya untuk meruntuhkan mental block dari alam bawah sedarnya. 
 
Atau, rasa takut untuk memulai sebuah bisnis dan juga bagaimana agar ia bisa tenang dalam mengambil keputusan. Jadi jika ditanya pilih mana antara menjadi pengusaha atau jadi orang ahli; jawabannya bisa dua- duanya.

Faktor bahwa harga properti akan selalu naik menjadi satu alasan lain memilih menjadi pengusaha properti. Disisi lain, lebih mudah baginya untuk membagi waktu disela- sela mengajar, sambil mengajar menawarkan sebuah kesempatan investasi bukannya bagus.


Berbisnis properti merupakan cara mencari sahabat. Properti sangat bersahabat dengan uang kita. Dalam satu penjelasannya bahwa properti menjaga harga kita. Dibanding berinvestasi emas yang kini tengah turun -berbisnis properti bisa bertahan hingga hari tua. 
 
Secara beriringan dirinya bekerja sebagai ahli hipnoterapi, selai itu juga pemilik bisnis properti. Keduanya tak ada yang ditinggalkan masih berjalan hingga sekarang. Tercatat ia juga menjadi pengajar hipnoterapi selai membangun properti.

Soal properti Nathalia, dalam tiga tahun terakhir, berhasil menjual berbagai macam hunian. Dari Rotterdam Residence, adapula business center bernama Rotterdam Business Center di Tangerang, kemudia Rotterdam Depok Residences, Birmingham Village di Bekasi dan Calabasas Residence di Jati Asih. 
 
Tak hanya berhenti di hunia dan pusat perbisnisan, Nathalia juga mengembangkan proyek besar, sebagai contohnya ada Benoa Bay Sand di Tanjung Benoa, Bali.

Proyek Benoa Bay Sand sendiri adalah proyek dua menara yaitu kondotel dan apartemen. Kedua menara tersebut berisi 700 unit apartemen dan kondotel.

Ketika masih kecil ada sebuah pengalaman menarik kenapa memilih properti. Dahulu, Nathalia kecil tinggal di sebuah rumah sederhana, sebuah rumah yang terletak di jalan sempit. Dia ingin menjadi seperti mereka para orang kaya. Punya sebuah rumah merupakan mimpi terbesarnya. Sebuah rumah ditempatinya di sebuah gang sempit. Yang mana mobil tak muat untuk masuk ke dalamnya. Pokoknya kala itu Nathalia cuma ingin jadi orang sukses; orang kaya.

Disaat bermain bersama teman. Gadis kecil itu selalu berhenti di depan rumah mewah. Setiap kali ada rumah besar selalu saja membuatnya terkesima. Dia ingin anak- anak seperi dirinya tinggal di hunian macam itu. Tempat yang terlihat nyaman yakni lanta berupa marmer. Ia pun bertekat ingin memiliki rumah besar dan ingin membuat banyak orang mampu menjangkaunya. Melalui hipnoterapi Nathalia menemukan jalannya agar bisa lebih percaya diri. Disisi lain, ia mulai merintis sedikit- demi sedikit bisnisnya melalui properti.

Website pribadi: www.nathaliasunaidi.com

Menjadi Pengusaha Es Teh Dikala Pandemi Covid

Profil Pengusaha Fatin Joe

 

pengusahaesteh.png
 

Dikala pandemi Covid 19 masalah keuangan menghantui. Begitupula gadis Malaysia menjadi pengusaha es teh demi hidup. Banyak orang mencemooh tetapi dia lanjut. Pengusaha Fatin Joe berprinsip gemar berjualan. Es teh menjadi salah satu produk kegemaran gadis berhijab tersebut.

 

Seperti dikutip World of Buzz, dijelaskan bahwasanya Fatin merupakan mahasiswa aktif, dan barulah memulai usaha semenjak lock down. Pemerintah Malaysia melakukan pembatasan ketat. Mahasiswi 23 tahun tersebut melakukan aneka upaya.

 

Usahawan Muda


"Saya suka teh ais dan begitu juga keluarga saya," tambah Fatin. Dia mengingat ketika bulan Maret, dia mulai belajar membuat es teh ini. Awal dia membuat bukan buat berjualan melainkan diminum sendiri.


Kan lock down memaksa Fatin bertahan tidak boleh keluar. Begitu pembatasan selesai Fatin langsung berjualan. "Saya mulai jualan es teh dalam kemasan botol karena saya ingin orang- orang merasakan es teh homemade buatan saya," imbuhnya.


Mahasiswa Malaysia tersebut hasilkan omzet Rp.12 juta. Dalam sebulan dia untung banyak sampai ia ingin membuat keagenan. Fatin akan merekrut agen dan distributor. Dalam sebulan bisnisnya mampu menjual 20- 50 botol perhari.


Selain berjualan dia juga masih berkuliah magang. Ia berhasil menjalankan keduanya berkat mampu manajemen waktu. "Ketika saya pulang kerja (magang), saya mulai bikin pesanan sekitar 20- 30 botol perhari," dia menjelaskan.


Ia juga memasarkan melalui sosial media bila perlu. Bila dijelaskan es teh bikinan Fatin bukanlah kita kenal. Itu merupakan minuman tradisional Malaysia. Fatin menjual perbotol 330 ml. Ia mengklaim produk dibuat teh asli dan bukan pemanis buatan.


Fatin banyak dicibir orang. "Banyak orang bilang saya menyia- nyiakan gelar saya karena berjualan es teh," ia mengenang. Tapi dia tidak ambil pusing. Tidak masalah apa kamu lakukan. Dia menekankan kamu melakukan bisnis dengan passion.


Pendidikan tidak akan sia- sia. Karena kamu akan memakai pengetahuan kamu pelajari di sekolah dan universitas. Walau dikerjakan dikala pandemi bukan berarti sampingan. Dia ingin menseriusi. "Saya harus lebih mendorong diri saya lagi dan tidak menyerah," tuturnya.


Abaikan apa dikatakan pembenci dan terus melangkah. Fatin memberikan tips bagi mereka mahasiswa baru. Mereka yang belum tau mau kemana dan tertekan "terpaksa" bekerja. Harus mulai identifikasi passion atau minat kamu senangi.


Sesuaikan diri apa hal membuat kamu dan keluarga bahagia. Kamu jangan pernah menyerah walau hasil tidak sebaik diharapkan. "Temukan diri kamu lalu temukan karir kamu. Tidak ada alasan buat kamu berhenti," tutup Fatin.

Usaha Untung Berjualan Lilin Minyak Kelapa Sawit

Profil Pengusaha Lani Darmadi

 
usahalilin.png
 
Usaha untung berjualan lilin minyak kelapa sawit. Tidak gampang mendirikan UKM sendiri. Itulah yang dirasakan pengusaha wanita 64 tahun ini. Namun, berkat pintar- pintaran untuk membidik pasar usahanya kini berbuah manis. 
 
Bahkan mampu mendirikan perusahaan sendiri yang bernama PT. Biolina Trio Sintesa.  Dia lah Lani Darmadi sosok dibalik bisnis lilin hias aneka bentuk. Beda dengan lilin biasanya, produk Lani dibuat dari bahan ramah lingkungan. 
 
Terlebih lagi mampu memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yakni minyak sawit.
 

Usaha Jualan Lilin


Ya, lilin buatan Lina memang terbuat dari bahan minyak kelapa sawit atau CPO. Ide awal bisnisnya berasal dari sang suami yang merupakan pengusaha dibidang kelapa sawit. Suaminya memiliki kebun sawit sendiri dan latar belakang pendidikannya yang mendukung. 
 
Sejak dulu dirinya memang sudah tau bahwa stearin acid yang merupakan bahan mentah sawit bisa dijadikan lilin. Untung memiliki pengetahun dibidang kimia tersebut dimulailah Lani mencoba- coba.

Menciptakan sebuah produk bernama Biolin. Pola pikir kenapa kita membuat lilin dari minyak bumi yakni parafin. Jika ada sumber daya lain yang bisa memiliki sifat sama. Inilah awalnya ide minyak kelapa sawit jadi produk lilin dimulai.

Hasil olahan lilin dari minyak sawit ternyata memiliki keunggulan loh. Jika dibakar lilin produksi Biolin tidak menghasilkan asap dan jelaga. Perlu kamu tau kalau lilin kelapa sawit setelah habis akan habis menguap tidak berbekas. 
 
Soal bentuk lilin CPO juga bisa dibentuk aneka rupa seperti halnya lilin biasa. Lani sendiri aktif memproduksi aneka lilin beraneka bentuk; ada bunga, binatang, buah dan bentuk manusia. Adapula yang dibuat berdasarkan tema tertentu.

Modelnya mengikuti hari- hari besar atau perayaan tertentu. Ada lilin bertema hallowen, lilin tahun baru, lebaran, tahun baru china dan lain- lain. Tak terhitung berapa jenis lilin sudah dibuat usahanya. Mendukung konsep go green menjadikan lilin miliknya menjadi pilihan masa depan. 
 
Tak cuma untuk penerangan tapi juga untuk lilin hias ataupun lilin aroma terapi. Dalam perjalanannya bisnis milik Lani tergolong cukup mulus. Berapa modal usaha lilinya?

Memulai berbisnis sejak 1999, usahanya bermodal Rp.100 juta, memang cukup besar tapi tekatnya sudah bulat. Halangan paling nyata dari bisnisnya adalah belum terdidiknya masyarakat. Mereka masyarakat sebagian besar masih melihat lilin sebagai cuma penerang ketika lampu mati. 
 
Tidak begitu menjual jika dirinya memilih pasar dalam negeri, maka, Lani pun menarget pasar luar negeri ketika baru saja memulai. Yakni ia aktif mengekspor ke Jerman, Swiss, Jepang dan Korea.

Pasar kelas atas


Sukses lilin Biolin memang kurang terdengar ditelinga kita. Karena memang untuk pasaran lokalnya kurang mendukung. Pengusaha Lani menambahkan kurangnya perhatin pemerintah menjadi masalah sendiri. Utamanya tentang masalah UMR yang sekarang jadi permasalahan tiap tahun. 
 
Untung karena berkuliah dibidang Kimia di Jerman, Lani mampu membantunya mengurangi biaya produksi. Rentang penjualan lilin Biolin ada pada angka Rp.10 ribu sampai Rp.300 ribu per- buah. Sedangkan ukuran akan menyesuaikan desainnya. 
 
Sebagai contohnya, lilin berharga Rp.10 ribu adalah lilin bulat kecil, tanpa ada aroma dan tingginya 1,5 cm. Sedangkan lilin yang dijual seharga 300 ribu adalah yang berbentu unik, yang digunakan sebagai penghias ruangan setinggi 5 cm. 
 
Untuk pemasarannya biasanya dijual melalui sistem online, mengikuti aneka pameran, atau ditawarkan ke hotel di Jakarta dan Bali. Untuk pasar Eropa kebanyak memilih lilin tanpa aroma. Sedangkan pembeli asal kawasan Asia memilih untuk membeli lilin beraroma. 
 
Permintaan ekspor akan melonjak tajam ketika natal, paskah, dan imlek. Ia menyebut naiknya bisa mencapai 50 persen. Keseluruhan lilinya diproduksi di pabrinya di kawasan Bekasi. 20 persen hasil produksi akan dijualnya ke toko sendiri, sisanya dijual di kawasan mall- mall di penjuru Jakarta. 
 
"Masyarakat Indonesia itu mendingan membeli beras dari pada lilin. Paling cuma hotel- hotel saja," pungkasnya. Meskipun begitu adanya dirinya masih tetap optimis memproduksi untuk kebutuhan lokal. Utamanya setelah adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

PT. Biolin Trio Sintesa terus berkembang menjadi salah satu produsen lilin. Menjadi yang terbesar melalui olahan lilin berasal dari stearin. Staf pemasaran Biolin menjelaskan bahwa bahan baku utamanya stearin ini, akan muncul ketika minyak CPO dipanaskan. 
 
Pemanasannya ada pada suhu 56 derajat celcius. Kemudian inilah yang dibentuk menjadi produk lilin. Adapula pengembangan lilin menjadi alat pengusir nyamuk dan lalat yakni lilin yang beraroma sereh.

Menjadi salah satu produk pewangi ramah lingkungan. Pasalnya lilin CPO tidak menghasilkan residu ataupun asap pekat seperti lilin umumnya. Setiap bulannya mereka mampu memproduksi 4-6 kontainer yang akan dijual ke berbagai negara. Setiap kontainer akan menghabiskan 16- 20 ton bahan stearin. 
 
Sedangkan untuk sekarang usaha yang dimulai dari bisnis rumahan telah mampu memproduksi 8 kontainer per- bulan. Untuk 90% produksinya kini difokuskan pada penjualan ekspor. 
 
Untuk omzetnya tentu sangatlah menggiurkan, yakni "Omzet perbulan rata- rata Rp.1,5 miliar," ujar Rita Narulita, staf pemasaran Biolin, kepada Kontan.co.id

Guru SD Jadi Petani Anggur Kisah Wirausaha

Profil Pengusaha Rio Aditya

 

petanianggur.png
 

Kisah wirausaha berikut patut kamu ikutin. Berprofesi guru SD jadi petani anggur dan menghasilkan. Ia bernama Rio Aditya. Dia berawal menggemari buah anggur. Bermula senang makan sampai ingin dia budidayakan. Banyak pengusaha makanan memang terinspirasi akan makanan kesenangan ini.

 

Guru SD jadi petani ini merupakan warga Yogyakarta. Dari info Youtube Jaritani, Rio terobsesi memiliki kebun anggur sendiri di rumah. Kan tanaman tersebut dapat ditanam merambat ke atas. Tampak bagus kalau dijadikan bagian pekarangan rumah.

 

Jadi Petani Anggur

 

Terobsesi menanam anggur namun banyak orang pesimis. Pasalnya iklim dianggap tidak mendukung Rio menanam anggur. Sekampung ketawa melihat prilaku guru tersebut. Mana mungkin tanaman anggur akan tumbuh di wilayah kampung mereka.

 

"Tanam anggur itu awalnya cuma iseng, enggak ada niatan apa- apa," tambahnya. Dia senang makan anggur. Sayang kalau dia beli mahal- mahal buat dimakan. "Tapi saya ternyata nanem jadi bahwa tawa masyarakat," dia mengenang.

 

Iklim bantul memang panas tidak cocok. Karakter tanah berpasir membuat cemooh makin ganas. Tapi ia malah cuek ingin membuktikan mereka salah. Dengan tekun ia mempelajari kharakteristik anggur. Ia terutama mencoba memahami budidaya di daerah panas.

 

Katanya anggur tumbuh di kawasan Eropa bersuhu dingin. Padahal dia mempalajari anggur berbuah disuhu panas. Ada tempatnya panas di Eropa dan tumbuh. Rio makin banyak mempelajari. Dia lalu berupaya sampai dua tahun tanpa lelah.


Ia semakin yakin membudidaya anggur di Bantul. Bermula teras rumah kini kebun anggurnya sudah terkenal. Disebut menjadi destinasi wisata ketika datang ke Bantul. Tempat tinggal Rio namanya Desa Plumbungan, Bantul, Yogyakarta, kini dikenal sebagai kampung anggur.

 

Itu bermula ketika ibu- ibu PKK tertarik pekerjaan Rio. Mereka ingin mengembangkan anggur dan memberinya biji. Jangan salah sangka buah anggur miliknya cuma hiasa. Itu merupakan jenis anggur ninel, yang dikenal ditanam di dataran Eropa.

 

Rasa anggur cenderung lebih manis. Warnanya lebih merah hingga sedap dipandang mata. "Awalnya dari ibu- ibu PKK yang memprakarsai (budidaya anggur besar- besaran)," imbuh guru SD ini. Bibit yang ditanam Rio sengaja disebarkan ibu- ibu.


Bibitnya dibagikan sebagian besar warga Plumbung. Bibit sengaja dibagi gratis. Dari semula peternak lele kemudian warga menjadi pengusaha anggur. Dulu Rio dicemooh, sekarang banyak orang malah ikutan menanam anggur.

Pembuat Animasi Sopo Jarwo Wirausaha Dana Riza

Profil Pengusaha Dana Riza 

 
 
danariza.png
 
Wirausaha Dana Riza mengambil pasar yang dihindari orang. Dia lah pembuat animasi Sopo Jarwo. Sedikit dari pengusaha pengambil pasar animasi. Mungkin kamu tidak mengenal sosoknya jelas. Tapi begitu kamu nonton salah satu acara anak- anak di MNC TV; Dana Riza adalah penanggung jawab.
 
Disanalah dia mendapatkan apa yang dimilikinya sekarang. Dari obrolan singkat dalam acara Hitam Putih, Trans 7. Dikatakan dia telah menggarap pasar animasi sejak 2002. Barulah sesukses sekarang ketika ia menggarap sebuah serial animasi Adit Sopo Jarwo.

Bisnis Animasi

 
 
Ya, dia lah sosok dibalik animasi fenomenal Indonesia. Dia juga adalah kakak dari produser Riri Riza. Mengejutkan karena keduanya merupakan sama- sama sutradara. Bedanya Dana memilih membuat pelakonnya sendiri. 
 
Menjadi sutradara kreatif dalam multimedia, ini merupakan pilihan pria kelahiran Makassar, 28 Juni 1968 ini. Memulai karir sebagai seorang ahli iklan. Dana akhirnya berkesempatan mewujudkan ambisi besarnya. Dia menemukan patner, Arnas Irmal dan produser Manoj Punjabi dari MD Intertainment.  
 
Akhirnya terlahirlah sebuah perusahaan dibawah naungan MD. Yaitu MD Animation yang menggarap pasaran animasi Indonesia. Produk fenomenalnya adalah animasi Adit & Sopo Jarwo. Semuanya tak akan terwujud tanpa rasa ingin yang timbul jadi ambisi tersendiri.

Kejenuhan telah menghantuinya di bidang yang dia garap sebelum ini. Dia sekarang seorang desainer untuk animasi dan visual efek, pekerjaanya dulu masihlah berhubungan yakni iklan digital. Dia mengerjakan pekerjaan orang lain inginkan jelasnya lebih lanjut. 
 
Sudah sepuluh tahun dirinya mulai menggeluti animasi, visual efek, dan akhirnya ada rasa untuk memproduksi produknya sendiri. Meski telah mapan dalam pekerjaan, nyatanya, Dana belum lah berpuas diri.

Dia bekerja sebagai post- production sudah 10 tahun. Bayangkan dirinya mengerjakan pekerjaan orang lain, mengerjakan 200 iklan animasi. Pikirannya menerawang kembali ke 200 produk buatannya. Ada satu buah pertanyaan bahwa produknya bagu, "tapi kenapa saya bikinnya buat orang lain?" 
 
Itulah yang mendorongnya untuk lebih lagi jelasnya kepada Muvilla.com. Pada 2002, dirinya bekeyakinan untuk membuat produknya sendiri. Ingin punya perusahaan sendiri, produk sendiri, dan punya hak cipta sendiri.

MD Animation lahir pada tahun 2012 berselang 10 tahun. Perjalanan yang dimulai sejak masih kecil. Dimana keluarganya memang penggemar seni. Di rumah jelasnya ada kamera, video, dan orang tuanya yang juga kebetulan bekerja di Depatemen Penerangan. 
 
Setiap tugas ke daerah dibawanya peralatan tersebut ke rumah. Sejak kecil dia dan adiknya Riri Riza hobi bermain, membuat film, bermodal peralatan yang dibawa ke rumah tersebut. Selepas sekolah dia tidak mendaftar kuliah animasi perlu kamu catat. 
 
Dia justru memilih jurusan lain yaitulah teknik arsitektur. Itu dianggapnya dekat dengan minatnya pada gambar bergerak saat itu. Sama- sama menggambar lah mungkin kami pikir. Disaat kuliah ketika ada kuliah komputer barulah ia mulai mengerjakan animasi. 
 
Jujur dia lebih tertarik pada persentasi komputernya yaitu menawarkan dan menunjukan hasilnya di sana.

"Dari situ saya tertarik sama animasi," jelasnya.

Selepas kuliah apa yang dilakukan Dana di tahun 1992. Banyak hal sudah dilakukannya, salah satunya yaitu mendirikan rumah produksi sendiri. Belum pada putaran animasi menurut yang kami baca. Dana terjun langsung ke dunia animasi selepas memperdalam ilmunya. 
 
Dia mulai menyerap ilmu animasi lebih dalam di perjalanan karirnya. Dana tercatat telah mengerjakan beberapa seri anak- anak di TV nasional, ikut memproduseri dan memproduksi acara edukasi di sana. Ia melalui tangan emasnya juga pernah membuat aplikasi software dan animasi visual efek.
 

Wirausaha Muda

 
Dia lantas masuk ke Eltra Studio, ia mengerjakan animasi dan iklan sebagai pascaproduksi. Sebelum bergabung ke Eltra Studio di tahun 1995 -an, seorang Dana Riza hanyalah seorang Arsitektur saja di Deastygra, yang menangani desain dan presentasi visual saja.
Melalui MD Animation dicobanya peruntungan di dunia animasi. Meski secara terbuka dirinya mengakui bahwa industri animasi masih muda di Indonesia; dirinya tak patah arang. Bersama dengan rumah produksi MD Intertainment dirinya dimodali teknologi dan modal kapital. 
 
Dimulainya MD Animation mendapatkan dukungan dari anak- anak SMK. Dulu teknologinya berbeda disaat Dana masih memulai ide. Kini, dengan internet lebih cepat, dengan muncul berbagai software yang mudah dipelajari; ia optimis. 
 
Menurutnya yang menjadi halangan pengusaha untuk masuk ke dunia ini ya karena pendapatan. Tidak ada pendapatan terjamin dari satu- dua tahun kedepan jelasnya. Sangatlah membutuhkan modal besar tambahnya lagi. Ia untuk mengerjakan apa yang jadi impianya butuh modal besar.

Ambisi besar dimana dirinya dan Manoj Punjabi meyakini dunia kreatif di bidang animasi. Dana punya satu rangkaian panjang pengalaman memberikan keyakinan bagi seorang Manoj. 
 
Perusahaan yang bertempat di kawasan Jalan Tanah Abang III, dimana satu tingkat dengan MD Intertainment, bersama satu lantainya itu didedikasikan untuk MD Animation. Setidaknya ada 250 orang animator mengerjakan serial animasi untuk rumah produksi MD.

Tak cuma berhenti diangka ratusan tapi ribuan direncanakan oleh Dana. Bahkan disiapkan workshop di 22 kota berbeda di seluruh penjuru Indonesia. Tak semuanya bisa masuk ke perusahaan. Namun, mereka yang kebanyakan merupakan lulusan SMK Animasi akan digembleng dulu di workshop tersebut. 
 
Setidaknya sudah ada 6 judul produk telah dihasilkan, yaitu Tendangan Halilintar, Adit Sopo Jarwo, Pasukan Pelangi, Cherrybelle, D'Banditoz, Markas Impian. Tak cukup di layar kaca, ada pula mereka mengerjakan visual- efek Gundala Putra Petir, lalu mengerjakan Dibawah Lindungan Kabah, 5 Cm, Tenggelamnya Kapal Van der wijck, Laskar Pelangi dan sebagainya. 
 
Membangun bisnis animasi itu sangat diseriusi Dana. Aneka riset dikerjakannya mengkonsep animasi atau kartu bernilai kearifan lokal. Menurut Dana, ide Adit & Sopo Jarwo sudah digarap sejak lama. Dan sejak Juni 2012 lalu diluncurkan pada Januari 2014, dikerjakan selama hampir 1,5 tahun sudah.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba