Berwirausaha Satria Nugraha Berbisnis Gitar

Profil Pengusaha Satria Nugraha


pengusaha pembua gitar
 
Melalui gitar kamu bisa berwirausaha juga. Contoh lah kesuksesan Satria Nugraha berbisnis gitar. Ia bahkan mencetak hasil mengejutkan. Dia menghasilkan miliaran rupiah cuma dari gitar saja. Satria pun melanjutkan cerita mengenai bisnisnya tersebut.

Berawal dari kesukaan dia memainkan musik dan gitar. Satria lalu jatuh cinta kepada sebuah gitar. Ia kaget karena harganya Rp.19 juta. Membayangkan itu dia sudah hampir menyerah tetapi tidak. Satria lantas mengumpulkan uang, hanya mendapatkan Rp.2 lalu apa cara selanjutnya.

Itupun dia mendapatkan dari uang orang tua. Terus bagaimana cara dia menghasilkan uang tersebut. Satria lalu berselancar di internet untuk menemukan jalan. Apa sih perbedaan mendasar kenapa gitar itu bisa semahal ini. Dia lalu mengkoleksi data analisa, dari bahan kayu, produksi, dan perakitan.

"Makin penasaran saya mencari tau tentang model gitar yang lain," tuturnya.

Ketika dia berkunjung ke rumah Almarhum Harry Roesli. Dia menemukan ada orang yang bekerja modifikasi gitar. Berbekal uang Rp.2 juta, dia membawa alamat orang tersebut dan berupaya agar mimpinya terwujud.

Gitar Impian


Berwirausaha Satria Nugraha berbisnis gitar sampai ke luar negeri. Dari satu obrolan bersama sang pengrajin gitar, Nugraha tau bahwa proses pembuatan gitar bukanlah pendidikan formal, melainkan ilmu turunan keluarga. Tidak heran kalau alat- alatnya terlihat sangat sederhana dan nampak kuno.

Semua pengerjaan masih menggunakan keahlian manual. Bukti bahwa pekerjaan tersebut 100% dari talenta. Dalam setahun pengerjaan barulah gitar milik Nugraha jadi. Ia menyadari bahwa inilah sebab mengapa mahal. Selama perjalanan tersebut ia rajin melihat proses bukan sekedar terima jadi.

Melalui pengamatan panjang dirinya menyadari satu hal: Pembuatan gitar ternyata bisa menjadi satu prospek bisnis menjanjikan. Dia ingin belajar tetapi internet bukanlah solusi. Pengusaha muda ini tak mau membuang waktu, alih- alih dia mengajak sang pengrajin untuk bekerja sama.

Nugraha kembali meminjam uang orang tua. Sebagai mahasiswa masih aktif, kedua orang tuanya tak melihat bisnis ini menjanjikan. Pemikiran bahwa ini tak akan berhasil membuat modal tak cair. Jadi dia pun gigih untuk meyakinkan keduanya, hingga orang tua Nugraha setuju menggelontorkan 7 juta.

Langkah pertama Nugraha sebagai pengusaha adalah mengontrak. Lokasi toko tersebut dekat kampus dengan harapan targeting. Dia ingin menyasar para mahasiswa untuk membeli. Nugraha menyulap tempat dua tingkat tersebut. Lantai satu lalu disulapnya menjadi toko, sementara lantai dua disewakan kos.

Pada Mei 2004, usahanya berdiri walau tak bisa berproduksi banyak. Awal usaha seperti biasa penuh perjuangan keras. Nugraha butuh proses panjangan sampai terjual satu gitar. Ini tidak seperti bisnis makanan yang cepat laku. Orang akan tertarik mencicipi makanan walaupun kemudian tidak kembali.

Kalau gitar orang tak bisa melihat langsung membeli satu. Berbulan- bulan, hanya dua gitar yang laku dipesan. Dia tidak menyerah begitu saja. Ia lalu membuat toko online lalu mulia memasang iklan gratisan. Tak lama berpromosi, masuklah beberapa email untuk memesan gitar kepada Nugraha.

Kaget bukan main karena pemesan ternyata dari Belanda. Sekali email dia memesan hingga ratusan buah. "Bahkan, ada orang- orang dari negara berbeda, serta bisnis saya yang rumahan," ia ingat. Sang pemesan dari Belanda tak asal memesan, tetapi meminta barang yang spesifik tertentu.

Wirausaha Muda Mandiri


Pesanan tersebut melegakan sekaligus membingungkan. Apalagi dia hanyalah pengusaha kecil, dan tidak ada harga disepakati atau detail pengiriman. Pokoknya Nugraha hanya nekat mengiyakan untuk pesanan tersebut. Dalam sebulan gitar harus jadi dan dikirim, sang pemesan juga meminta desain unik.

Tidak ada ketakutan untuk ditipu oleh pembeli dari Belanda. Begitu selesai Nugraha langsung kirim foto- foto yang jadi. Sang pemesan langsung setuju untuk dikirimkan gitar tersebut. Tentu Nugraha senang bukan main, karena jualannya laku, dan bisa dikirim sampai ke luar negeri.

Seminggu pengiriman hingga seratus gitar sampai ke Belanda. Bersyukur karena sang pemesan dari Belanda tersebut suka. Satu pesanan lalu membuka pintu rejeki bagi Nugraha kemudian. Pesanan masuk 250 buah sekaligus. "Saya katakan bahwa saya tak punya modal sebanyak itu," tuturnya.

Pemesanan kali ini dirasa Nugraha begitu banyak. Sistem jual- beli disampaikan pun tampak sukar untuk dipenuhi. Ia kemudian meminta sang pembeli untuk datang ke Bandung. Bila serius dia lebih baik datang ke tempatnya. Siapa sangka calon klien tersebut beneran terbang sampai ke Bandung.

Mereka bahkan memberikan uang muka untuk pemesanan. Begitu menerima uang, Nugraha mulai memproduksi dengan serius, bahkan dia tak mau terjadi kekurangan. Pokoknya dia harus menjual barang sebagus mungkin tanpa cacat.

"Saya tidak mau setelah gitar terkirim, barulah ada masalah," ia menjelaskan.

Agar kualitas produk dihasilkan Nugraha meyakinkan. Pihak klien menyempatkan mengirim teknisi gitar. Bukan orang sembarangan, ternyata dia adalah repairman gitar untuk Jeff Back dan gitaris dari Led Zeppelin, Jimmy Page.

Nugraha begitu bangga karena bertemu sang maestro. Bukan sembarangan, pria tersebut memastikan produksinya berjalan benar. Kualitas dicek oleh repairman tersebut sampai sebulan berlalu. Ternyata rumit juga memastikan pengecekan. Beruntung dia sempat mendapatkan pembelajaran dari prosesi itu.

Situs yang semula sederhana kemudian berubah profesional. Dia sudah bisa mempekerjakan seorang karyawan. Situs tersebut menampilkan semua proses produksi yang berstandar internasional. Berisi rangkaian dokumentasi yang dimaksudkan menarik lebih banyak pembeli asing.

Apa yang ditampilkan situs Nugraha memberikan standarisasi nasional. Para pengrajin gitar lokal pun bisa memakai itu. Ketika dia berjalan- jalan dan mencoba membeli gitar, pengrajin tersebut memberi print out dari situsnya. Bukan marah, tetapi dia merasa bangga karena bermanfaat bagi banyak orang.

Harga dan penjelasan detail ditampilkan di dalam situs. Ini membuka mata para pengrajin lokal untuk menaikan kualitas produk. Melalui standarisasi maka harga tak akan sembarangan bervariasi. Tak mau kalah, Nugraha membuka layanan konsultasi gratis, pembayarang dollar, dan pengiriman keluar negeri.

Popularitas toko online bikinannya melonjak tajam. Pemesanan mengalir deras dari sejumlah gitaris ternama. Ia menjelaskan bahwa mereka dan dirinya berbagi peran. Bila mareka memainkan serta tau gitar mana yang terbaik. Maka dia akan membantu detailnya agar gitar yang dibeli adalah terbaik.

Hacker Menemukan Anti Virus Memilih Berwirausaha

Profil Pengusaha Atthur Sahadewa


hacker indonesia sukses
 
Kisah hacker menemukan anti virus memilih berwirausaha. Tidak banyak dari mereka yang memilih jalan tersebut. Nama Atthur Sahadewa telah diakui oleh para aktivis hacker. Sebelum membuka bisnis keamanan internet, dia sudah membuka aneka bisnis tetapi menemukan kegagalan.

Pada 2006 dia pernah membuat situs jual beli di internet, Inatrade Center. Bermodal Rp.3 juta membuka situs tersebut selama 2 tahun dan memiliki 14.000 anggota. Sayangnya Atthur yang masih pemula dalam wirausaha gagal, tetapi situs itu masih berjalan dan dia memilih usaha lain..

Padahal dia sudah punya pegawai loh, temannya sendiri bekerja menjadi board of director. Mereka bertanggung jawab atas jalannya website jual- beli. Atthur juga memiliki 6 pegawai yang bertugas sebagai costumer service. Bisnis tersebut berjalan namun tidak menghasilkan pendapatan.

Ia harus menelan kekecewaan karena harus membiarkan situs itu. Dari bisnis online, Atthur tertarik dengan dunia internet di sisi lain. Atthur mulai belajar mengenai sistem web, software, dan meretas komputer. Dia bukan menjadi pedagang online, memilih menjadi ahli IT otodidak.

Hacker Otodidak

Lama berkecimpung di dunia internet membuat Atthur paham. Di dunia maya, terdapat orang- orang yang memiliki kelebihan di atas rata- rata. Mereka tidak hanya membuat website atau mengoprasikan sistem. Tetapi mereka yang bisa merusak sistem atau memperbaiki semua kerusakan internet.

Sembari berjalan Atthur mulai belajar mengenai hacker. Dia memiliki pengalaman buruk denga virus bernama hallo.roro. Virus yang berjumlah 10 megabyte fila yang ternar di 2007. Jengkel karena dia terkena virus tersebut maka belajar lah.

Dia mempelajari mengenai hacker serta apa itu virus. Atthur sukses membuat anti- virus yang lalu digunakan sendiri. Kemudian dia membagikan itu secara gratis, bahkan memberikan tutorial untuk mengatasinya. Bertahap pengusaha muda ini menjadi pakar hacker serta penanganan serangan virus.

Atthur lalu membuat anti- virus yang lebih canggih. Dia menggugah anti- virus bernama virologi, yang gratis didownload di www.virologi.info. Orang mulai penasaran akan produk buatan Atthar tersebut. Pamornya naik lalu disusul membuat buku "Seni Pemrograman Virus", yang 14 kali cetak.

Sekali cetak dia mampu menjual 2000 eksemplar buku anti- virus. Atthar juga menulis buku lagi soal hacker. Dua buku menyusul yakni "Empat Hari jadi Hacker" dan "Monalisa pun Tertawa". Isi buku tersebut kebanyakan cara menggunakan tool. Cara kamu bisa meretas komputer memakai tool dan internet.

"Tapi saya tidak mendorong orang menjadi peretas (hacker)," ia menjelaskan.

Dari menulis buku membuat Atthar bimbang akan karirnya. Dia tak bisa mendefinisikan apakah dia seorang hacker, penulis buku, atau praktisi IT. Atthar juga berpikir apakah dirinya seorang pengusaha juga. Ia lalu memutuskan menjadi wirausaha menjalankan usaha bidang IT.

Hacker Pengusaha


Atthur tidak perlu mendefinisikan dirinya dengan jelas. Dia adalah pengusaha yang memenangkan ajang Wirausaha Muda Mandiri 2009. Dialah seroang penulis buku sekaligus menjadi Direktur DSI Publishing, bekerja sebagai redaktur dan penulis. Dia juga pemilik perusahaan keamanan internet.

Ia memilih bisnis keamanan internet. Orang belum sadar bahwa ceruk bisnis macam ini masih luas. Pria kelahiran 16 September 1980, yang diakuis oleh Depkominfo, dan ahli menangani peratasan sistem. Atthar mengembangkan "sistem opersi bandit" untuk mencegah peretasan komputer.

Atthar sadar banyak perusahaan membutuhkan jasanya. Mereka yang membutuhkan usaha khusus dalam keamanan sistem data. Dia bangkit berwirausaha berdasarkan passion dan hobi. Banyak orang yang memilih bisnis makanan, maka Atthur nyaman dan terus belajar mengembangkan diri.

"Tetapi kalau itu bukan passion saya (apapun bisnisnya), saya tidak akan membukanya," ia bercerita dalam satu wawancara.

Keterampilan dalam bidang IT terutama masalah security adalah peluang. Buat kamu yang berminat maka belajarlah dulu. Ada mungkin sekitar 5 persen yang mampu membuka usaha ini. Perkembangan teknologi semakin canggih, begitu pula dengan orang yang berbuat kriminal.

Dulu orang berpikir uang plastik (kredit card atau ATM) akan aman. Tetapi kriminal bisa mengakali itu dengan sistem IT. Ada celah data yang mungkin diambil oleh orang lain. Atthur lalu membranding ulang Inatrader Center, tujuannya untuk berbisnis keamanaan IT bukanlagi eCommerce biasa.

Ia berkata, "ini semua bisa saya kuasi setelah belajar dari berbagai kegagalan masa lalu".

Ini bukti bahwa dirinya seorang wirausahawan sejati. Tak hanya pandai meneliti pasar, dia juga bisa menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan. Bukti lain ialah Atthar mampu mempromosikan bisnisnya dengan cara unik.

Layaknya wirausahawan lainnya mencoba berbagai cara. Ia memasarkan produk dengan cara tidak biasa. Ambil contoh dia pernah memberikan undangan di penjara. Bayangkan kamu mendapatkan undangan peluncuran buku, tetapi di kantor polisi yang akan dilaksanakan pada pukul 12 malam.

Promosi lainnya ialah dengan dia "menjebol" situs pemerintahan. Judul buku pun diluncurkan dengan judul- judul mengejutkan. Prinsipnya harus bisa berpikir diluar cara aman kita. "Berpikir out of the box itu penting," ungkapnya. Kalau perlu dia menambahkan tidak ada kotak jadi berpikirlah bebas!

Orang menyangkan berwirausaha itu mudah. Tetapi ia mengatakan mungkin teman kamu tersenyum. Tetapi dia mungkin dibelakang merasa cemburu akan kamu. Usaha yang dijalankan harus berdasar kemauan sendiri. Berpikirlah untuk cuek, tidak menghiraukan omongan dibelakang karena ilumrah.

Pengusaha Gagal Terus Kini Miliarder Bel Otomatis

Profil Pengusaha Juliana Pangestu


bisnis bel otomatis

Bayangkan pengusaha gagal terus tetapi tidak mau berhenti. Alhasil Juliana Pangestu, 28 tahun, bisa mendapatkan lebih dari bayangan. Saat itu prospek bisnis bel otomatis masih sepi penggarap. Orang masih menggunakan bel pukul baik terbuat dari besi atau kaya, maka inilah solusinya sekarang.

Tahun 2008 dia sempat bekerja di perusahaan swasta sebagai pegawai. Tetapi dia merasa bukan lah jalannya menjadi pegawai. Ingin rasanya Juliana membuka usaha tetapi tak mudah. Semenjak SMA, ayah dari seorang putra Mahardika Pangestu, memang sudah berjualan yaitu jualan kaos di sekolah.

Kegemaran berjualan menambah ketajaman Juliana dalam berbisnis. Tetapi kok jadi pengusaha gagal terus. Walau dia berhasil menjual sayangnya tak sebesar harapan. Hingga ia menemukan bel otomatis yang tidak dijual di Indonesia. Ia pun bergegas mencari informasi hingga merancang bel tersebut.

Bisnis Bel Sekolah


Pengusaha Juli makin menggebu akan prospek bisnis ini. Apalagi sekitar 99 persen saat itu sekolah di Banyuwangi memakai kentongan. Masak dijaman teknologi orang masih memakai alat manual. Dia berpikir bagaimana mau maju. Masak bel saja orang masih memakai alat prakemerdekaan tersebut.

Semua berkat penelitian Juli yang seorang mahasiswa di 2004. Ketika ia mengunjungi Brebes dan Wonogiri, untuk menciptakan alat bel. Juli lalu membuka perusahaan di Yogyakarta. Dibawah CV. Metamorforse, bisnis bel tersebut terkandung idealisme untuk memodernkan sekolahan.

BOS atau Bell Otomati Sekolah juga menerapkan kedisplina. Karena otomatis tidak perlu menunggu petugas membunyikan. Sudah menjadi rahasia umum terkadang orang malah memukul bel. Hasilnya pelajaran terganggu, waktu bisa molor berjam- jam karena harus dipukul.

Pelajaran yang bisa dia petik selama ini menjadi pengusaha. Orang cenderung tak akan membeli bila tak kenal. Sesuatu yang baru tidak akan mudah laku karena masih asing. Bila sudah dikenal walau tak butuh, orang akan membeli karena gengsi.

"Kalau barangnya belum dikenal, mau barang bagus orang gak akan beli. Tapi begitu sudah terkenal, orang akan berbondong- bondong membeli."

"Itu artinya orang kita sering membeli barang bukan karena butuh tapi gengsi," ujar pengusaha asli Jawa Barat ini.

Oleh karena inovasi orisinil tersebut, dia mendapatkan apresiasi besar dari Kementerian Pendayaan Aparatur Negara. BOS berubah menjadi produk kebanggaan daerah. Mana ada produk daerah yang begitu terkenal kala itu. Ia menyambut efek dari keterkenalan itu dengan penjualan yang meroket.

Ia mulai menarik distributor individu hingga Jakarta. Di waktu bersamaa, Juli juga mengikuti aneka perlombaan seperti Wirausaha Muda Mandiri 2008. Dia menang hingga BOS makin terkenal. Juli juga ikut lomba Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga, menang juara 3 teknologi tepat guna.

Inovasi Produk Kapanpun


Kabupaten Banyumas tempatnya fokus menawarkan produk BOS, menjadi proyek besar yang sukses menarik banyak pembeli. Dia berhasil mendapatkan rekor MURI untuk bel terbanyak. Rekor tersebut sejalan dengan program Banyumas On Time.

Setelah diusut semua sudah direncanakan matang oleh Juli. Dia mengajak rekor MURI untuk bisa meliput, sekaligus mengkukuhkan dirinya. Ada uang yang digelontorkannya sampai Rp.60 juta. Uang yang banyak bagi seorang pengusaha muda di tahun tersebut.

Kenekatan Juli berbuah peningkatan penjualan sampai omzet Rp.1 miliar. Dari yang banyak semakin banyak, karena dia menjanjikan sekolah yang memesan akan masuk MURI. Mereka bisa masuk ke televisi diliput. "Semua orang senang. Saya juga senang karena jualan saya laku," tuturnya.

Pengusaha kelahiran Banyumas, 25 Mei 1980, mendapat rekor MURI dengan 821 sekolah pengguna BOS di Kabupaten Banyumas. Pengusaha ini sekarang pun masih berkreasi dan belum berhenti. Yang terbaru dia menciptakan alat otomatis jadwal Sholat.

Ia menganalisa bahwa jam digital belum mampu memberi solusi, apalagi jadwal cetak. Jam digital pun walau ada terkadang tak bisa dijalankan bersamaan dengan waktu. Teknologi tepat gunannya mampu menyamakan bahwa sekecamatan. 

Nama produknya Asr yang berpenampilan lebih modern. Tidak sesederhana seperti jam digital yang sekarang. Alat yang sudah disesuaikan oleh aturan Kementrian Agama, yakni disunahkan disetel 5 menit sampai 10 menit, yang mana memberikan ruang untuk tadarus Al Quran.

Produk ini dikembangkan 1,5 tahun hingga Desember 2018. Begitu memenangkan lomba yang diprakarsai oleh NU, Juli mendapatkan proyek pengadaan. Dia mendatangani pengadaan untuk 2000 masjid di seluruh Banyumas, yang sebelumnya Juli telah memasang ke 200 masjid di Banyumas saja.

Harapannya biar semua masjid Banyumas berkumandang bersamaan. Standarisasi ini juga termasuk pengaturan waktu Tahajud dan Bulan Puasa. Bayangkan di waktu sama, detik yang sama, semua Muslim akan berbuka puasa bersama. Setingan sudah disesuaikan dengan BMKG dari menit sampai detil.

Jualan Bantal Mica Work Pengusaha Paulus

Profil Pengusaha Paulus 


pengusaha bantal

Jualan bantal Mica Work pengusaha Paulus. Ide bisnis memang bisa datang kapan saja- dimana saja, begitu pula Paulus yang penciptakan Mica Work. Pria 30 tahun ini menyebut awal mula usahanya untuk menciptakan keceriaan di mobil.  Dia menciptakan bantal yang bikin gembira tidak hanya nyaman.

Dia merasa membutuhkan bantal yang tidak hanya nyaman. Orang membutuhkan bantal mobil yang menyenangkan. Apalagi dikala macet orang akan semakin mudah stress. Bantal juga harus memenuhi konsep enak dipandang, berwarna- warna cerah, berbentuk animasi lucu, serta empuk.

Pengusaha Paulus membuat bantalnya sendiri, hanya bermodal kreatifitas serta keahlian menjahit. Semua bermula dari toko onlinenya yang laris manis. Paulus membuka bisnis kreatif bernama Mica Work. Produk bantal Paulus bermacam- macam, tapi awalan ia fokus untuk membuat bantal mobil.
 
Jualan bantal mobil jangan monoton, dengan warna- warna yang cenderung kusam. Maka Paulus berniat diubahnya menjadi penuh warna- warni ceria. Dia memakai karakter- karakter berbeda di tiap produk. Mulai dari kartun sampai tulisan warna- warni yang menyegarkan mata.

Karakter tersebut bisa dipesan oleh pembeli custom. Itu bisa berupa robot, tokoh kartun, motif batik atau lainnya. Paulus lantas memajang sample di etalase tokonya. Sebagai catatan Mica Work tidak memiliki toko khusus, melainkan menciptakan toko onlinenya sendiri.
 

Ide Bisnis Jualan Bantal


Paulus yang memulai ide berjualan online, keuntungan diambil berkisah dari Rp.5000- Rp.30.000 per- buah.

 "Selain menjadi pajangan jok mobil, bantal tersebut juga dapat dipakai sebagai sandaran dan dapat berfungsi ganda. Apalagi symbol yang digunakan cocok dengan symbol pemilik mobil," ungkap Paulus.

Bisnis miliknya bisa dibilang bisnis tak terbatas. Segi segmentasi, pembeli bisa siapa saja termasuk kalangan pria. Bentuk yang dipesan juga tidak selalu berorientasi anak- anak atau wanita.  Paulus lalu menciptakan simbol tertentu seperti wajah tertawa atau tersenyum.

Pembeli boleh memesan model apa saja. Paulus pun gencar memasarkan produknya di berbagai media, selain melalui toko online sendiri. Bantal miliknya beredar baik di Facebook dan Twitter yang dikelola olehnya langsung.

Dari mulut ke mulut, bisnis Mica Work semakin besar, para pembeli berdatangan baik melalui fans page atau profil Twitter. Ia tidak pernah membuka cabang, hanya fokus berjualan di sekitar Solo, Jawa Tengah. Kebanyakan orang datang melalui online untuk langsung mencari tau.

Tidak hanya Indonesia, Paulus juga menerima pesanan dari Malaysia dan Singapura. Tidak mudah baginya karena jarak yang jauh serta pengalaman minim di ekspor. Ia mengaku cukup kesulitan bahkan rugi akhirnya.

"Saya pernah ada pesanan untuk membuat bantal mobil dengan harga Rp.90.000. Tapi karena pembelinya dari Malaysia, ongkos kirimnya Rp.135.000. Malah mahal ongkosnya kirimnya. Tetap saya layani meski pesanan dari luar negeri," kenangnya.

Pengusaha ini menjual hasil karyanya melalui blog resminya yaitu micawork.com. Dibawah merek Mica Work, Paulus menjual produk- produk bantalnya serta produk- produk lain, mulai dari produk sarung kursi mobil, safety belt, bantal serba guna hingga tempat tisu.

Inovasinya tidak pernah berhenti sekalipun talah sukses. Buktinya adalah produk majalah, Paulus mencoba menciptakan majalah PLUSH, bercerita mengenai karya seninya. Baru dua tahun, Mica Work memiliki 13 karyawan khusus menjahit boneka dan bantal hingga penyelesaian.

Mica Work berprinspi menjaga kualitas, karena persaingan bisnis semacam ini selalu bermunculan. Perusahaan juga tidak khawatir gagal bayar oleh pembeli online, padahal tak jarang bagi pengusaha terkena penipuan semacam ini.

Selaku pemilik Paulus mengaku belum pernah ditipu, dan berharap tidak pernah. Dia melakukan banyak upaya melayani. Hasilnya Mica Work mampu meraup omzet 30 juta/ bulan. Paulus selalu berkreasi dari desain terbaru, mengikuti aneka pameran, dan menjual paketan agar lebih murah.

Perseteruan Antara Pemilik Perusahaan Dwi Arianto

Profil Pengusaha Dwi Arianto Nugroho


pengusaha minyak nilam

Alumni Teknik Kimia ITB membuat Dwi punya mimpi spesial. Namun adanya perseteruan antara pemilik perusahaan membuat pusing. Dwi Arianto Nugroho, pemuda 28 tahun, yang tengah berjuang mengembangkan bisnis minyak atsiri. Dia bertemu seorang wanita bernama Mimin yang menjadi rekan bisnis.

Jauh sebelum bertemu dan membangun perusahaan perseroan. Pengusaha muda ini memang tertarik dunia kimia. Minyak atsiri sendiri merupakan nama kimia untuk minyak nilam. Diesktrak dari ikan yang dikembangkan masyarakat.

Ibu Mimin sendiri juga seorang pengusaha lokal. Menurut versi Dwi, beliau merupakan pemilik CV. Anissa Kausar. Bekerja bersama para nelayan di Sumedeng, mereka menyaring minyak atsiri untuk bahan baku minyak wangi. Menurut Dwi bahwa CV. Anissa Kausar bukan penggagas para nelayan.

Bahkan ia menyebut perusahaan tersebut hanya soal bangunan. Dwi telah merintis usaha sejak 2006 dengan tanah seluas 18 hektar, dengan nama usaha PT. Nusantara Agro. Ia lalu mencatatkan diri jadi salah satu peserta ajang Wirausaha Muda Mandiri 2007.

Sengketa Perusahaan


Inilah cikal bakal permasalahan yang timbul ke depan. Dwi lantas bertemu Mimin Sumarlina, yang memang usaha CV. Anissa Kausar. Dwi bertemu ketika berkunjung ke kampung Narimbang. Kerja sama keduanya baru terbentuk 25 November 2008, dengan nama PT. Nusantarindo Agro Energi.

Permasalahnnya ialah Mimin kecewa karena Dwi tidak memberi tahu. Ketika pertama kali bertemu Dwi meminta data- data. Ia juga memfoto usaha yang dijalankan Mimin. Kemudian menggunakan itu sebagai data untuk ikutan lomba. Hasilnya ia memangkan lomba dan sama sekali tidak memberi tau.

Mimin kecewa karena Dwi menang tanpa memberi tau. Walaupun kedua pengusaha ini pada akhirnya bekerja sama. Di perusahaan baru, Mimin menjadi komisaris, dan Dwi menjadi direktur utama atau memimpin. Permasalah lomba sendiri sudah Mimin coba tanyakan tetapi selalu Dwi hindari.

Dwi tak sekedar memakai karena berlanjut. Selepas itu dia menemui para nelayan di Narimbang, dan mengajak Ibu Mimin bekerja sama. Dwi memandang Mimin memiliki modal, aset yang berupa cara berkomunikasi baik, kedekatan dengan para nelayan, sementara Dwi bukanlah orang lokal.

Status Dwi sendiri masih dalam pengembangan dan marketing. Perusahaanya belum benar- benar bekerja seperti semestinya. Kedua pengusaha ini bertemu kemudian mendirikan perusahaan. Di saat itu perusahaan berdiri bukanlah hasil peleburan.

Dwi mengaku masih memiliki perusahaan awal. Entitas yang tercantum memang penyertaan modal dari CV. Anissa Kausar. Ketika Ibu Mimin diangkat menjadi komisaris, buku keuangan pun masih ia pegang. Dwi tak punya kuasa untuk membuka. Mimin beralasan biar perusahaan tidak menjadi rumit.

Konflik internal itu berlanjut sampai ke kepolisian. Dari pihak Dwi sendiri mengakui kesalahan dan meminta maaf. Perihal perusahaan tetap berjalan semestinya oleh Dwi dan Mimin. Keduanya masih bergerak dalam persahaan, walau terjadi perseteruan antara pemilik perusaha

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba