Cara Menjadi Pengusaha Lulusan Sekolah Dasar

Profil Pengusaha Yoyo Saputra


pengusaha onderdil karet

Cuma lulusan SD, apa bisa menjadi pengusaha? Begitu kira bunyi artikel pengusaha tersebut. Tetapi fakta bahwa pendidikan tidak menjamin kesuksesan. Karena kita tau siapa bekerja keras dialah yang akan menuai hasilnya. Ini kisah Yoyo Saputra, pengusaha karet lulusan Sekolah Dasar tetapi jutawan.

Pria 41 tahun, pengusaha kelahiran Ciamis, Jabar, hanya memiliki ijasah setingkat SD. Pendidikan yang pas- pasan. Sehingga membuat Yoyo bertekat merubah keadaan. Belajar otodidak pengusaha ini membuka usaha pertama yaitu produksi suku cadang.

Proses belajar cukup penjang. Tidak instan belajar otodidak. Ia memproduksi suku cadang berbahan besi dan karet. Bermula tahun 1982, Yoyo meninggalkan kampung untuk merantau, tidak memiliki bekal apa- apa. Yoyo cuma punya ijasah SD, tanpa keahlian merantau ke Bandung, Jawa Barat.

Dia diterima menjadi buruh pabrik. Tugasnya membuat suku cadang mesin dari karet. Sungguh dia tidak paham sama sekali. Dia tidak memahami permesinan. Tugasnya mencetak sendiri suku cadang dari karet macam kopel dan poli bahkan sampai selang.

Pengusaha Tanpa Ijasah


Kemampuan terasah karena terlatih otodidak. Di tempat kerja, seolah menjadi tempat kuliah, Yoyo mulai mencoba belajar hal lain. Selain sudah mampu membuat produk sendiri. Dia berlatih mencari orderan di luar. Pengalaman tidak terlupakan ketika dia mencari orderan sendirian.

Ongkos kantong sendiri. Yoyo mencari orderan sampai ke Jakarta. Untuk menambah uang sakut, dia menjual jaket kulit kesayangan. Sedih juga. Uang hasilnya hanya cukup buat ongkos berangkat saja. Dia mencari tumpangan ketika pulang ke Bandung.

"Waktu itu saya gagal, ternyata tidak gampang mencari orderan," tuturnya.

Adanya kegagalan bukan menjadi alasan. Pertama kali gagal, Yoyo tidak patah semangat, hingga dia menerima orderan sendiri. Yoyo tidak patah arang. Terus berusaha hingga banyak pengalaman. Dia kemudian keluar dari pekerjaan ketika semua sudah berjalan.

Berani membuka usaha sendiri, usaha yang sama pada tahun 1985 -an. Padahal tidak memiliki modal. Yoyo lantas membuka usaha berbekal pinjaman. Uang pinjaman senilai Rp.200.000. Berbekal uang pinjaman tersebut. Lantas dia membeli mesin press bekas.

Pengalaman mendapatkan orderan membuat percaya diri. Dia mendapatkan orderan sendiri. Pesanan pertama yakin membuat terminal dan klep pompa air. Semua dikerjakan sebaik mungkin. Alhasil pemesan mendapatkan kepuasan. Lambat laun pesanan semakin banyak, orang- orang mulai percaya kualitasnya.

Dikarenakan memiliki modal pas- pasan. Dia harus meminta uang muka. Syukur, Yoyo berhasil buat meyakinkan pembeli, uang muka digunakan membeli bahan karet. Kerja keras membawa kesuksesan itulah prinsip. Ketika krisis monter melanda 1998, apakah yang terjadi dengan bisnis kecil Yoyo.

Ternyata bisnisnya mampu bertahan. Pesanan justru berlipat- lipat. Sayang tidak semua pesanan itu terpenuhi. Usaha Yoyo masih terlalu kecil. Selain itu, harga bahan baku karet naik 300 persen, dia sendiri enggan menaikan harga. Pesanan banyak karena orang melihat harga lebih murah kala itu.

Selain menanggung selisih harga naik. Dia juga menanggung nilai PPn, untuk setiap bahan karet yang dibelinya. Jujur pajak semacam itu membebani. Apalagi status masih pengusaha kecil. "Usaha saya ini masih kecil," ia mengeluh. Tentu tidak bisa disamakan industri besar.

Menanggung harga bahan baku yang terus naik. Ditambah PPn, seolah memaksa Yoyo bersikap tegas menaikan harga. Meskipun banyak pelanggan tidak memahami keadaan ini. Alhasil sebagian besar membatalkan pesanan. Yoyo kemudian memutar otak mengakali selisih harga ditanggung.

Maka ketika bahan baku naik. Yoyo bersiap menekan keuntungan. Satu- satunya cara, dia menekan keuntungan dari 15% jadi 10%. Jika tetap dipertahankan naik harga. Dia justru akan melihat banyak pelanggan lari ke tempat lain. Usaha sejenis Yoyo sudah bertambah banyak dibanding dulu.

Jika tetap pelanggan mengalihkan orderan. Hanya bisa pasrah menganggap bukan rejeki. Sikap ikhlas berbisnis inilah kunci sukses lain. Pesanan lain tetap datang. Tugas Yoyo hanya memberikan produk berkualitas dan layanan prima.

Pesanan tetap datang stabil. Bisnis Yoyo menghasilkan 11 mesin pres, dan mesin bubut, dibantu 7 orang pegawai. Omzet sampai Rp.25 juta adalah indikator kesuksesa Yoyo bertahan. Ia merintis usaha dari nol berbekal ijasah SD. Meski berhasil Yoyo mengaku tidak berpuasa hati terus berusaha.

Cerita Dibalik Kesuksesan Pengusaha Burger Klenger

Profil Pengusaha Velly Kristanti 


profil pengusaha burger klenger

Tidak mudah bagi Velly Kristanti memulai bisnis. Pengusaha wanita ini pernah merasakan jatuh dan bangun membangun satu bisnis. Dari bisnis yang gagal, dia tetap percaya diri memulai bisnis lain hingga sukses seperti sekarang. Pengusaha yang punya puluhan franchise ini menceritakan kisahnya.

Tahun 2002, dia hanyalah pegawai kantoran dan sang suami, Gatut Cahyadi, sok jualan berbisnis kuliner bernama Pondok Sayur Asem. Mereka waktu itu mengerjakan sambil tetap bekerja. Sayang bisnis tersebut gagal. Velly sempat frustasi karena gagal berwirausaha.

Tahun 2004, Velly memilih mengundurkan diri, kemudian fokus mengejar wirausaha. Waktu itu dia menjalankan bisnis advertising syariah. Lagi- lagi kegagalan menemui Velly. Dilanjut bisnis IT yang tidak jauh berbeda nasibnya.

Kesuksesan belum menghampiri wanita berhijab ini. Memulai bisnis dari nol kembali memang tidak mudah. Sempat gagal berulang kali, satu- satunya sisa adalah bisnis Pondok Sayur Asem. Meskipun masih berdiri tetapi tidak menghasilkan. Dia tidak peduli akan keberadaan bisnis tersebut hingga satu hari.

Bisnis Burger Klenger


Dia ingin berbisnis kuliner kembali. Ide tentang makanan anak muda membayangi. Dalam benaknya bagaimana membuat makanan khas kekinian. Bagaimana meracik makanan burger menjadi sedap. Makanan berat yang di Indonesia dijadikan cemilan ini butuh sentuhan.

Dia ingin cita rasa khas Indonesia disini. Aneka buku kemudian dia pelajari. Tujuannya menciptakan satu cita rasa cocok dilidah kita.

Pondok Sayur Asem berdiri tahun 2002. Dimana dia masih bekerja sebagai account manager BBDO Komunikas. Bisnisnya terletak di Pekayon, Bekasi, Jawa Barat. Memang bisnis tidak total karena mereka tidak turun tangan sendiri. Alhasil sempat ada percecokan dengan juru masak usaha mereka.

Karena memang juru masak dianggap tidak sesuai, baik cara memasak sampai menu makan. "Ilmu kasak didapat dari ibu saya," jelasnya.

Dua tahun kemudian sang suami bekerja ke Jepang. Mungkin karena jabatan yang sudah mapan. Ia membujuk Velly untuk fokus. Dia menyarankan mengejar mimpi wirausaha. Velly setuju. Dia lalu mendirikan perusahaan advertising hingga IT.

Dia menawarkan bisnis marketing mobil. Mungkin istilah sekarang marketing online. Sayangnya, waktu itu, orang belum banyak berminat. Lulusan D3 Sastra Belanda UI tersebut, tidak putus asa dan mencoba bisnis kerajinan tangan.

Sayang, bisnis kerajinan tangan juga gagal, keberuntungan seolah menuntunya kembali ke bisnis kuliner. Modal sewa rumah PSA masih sisah 1,5 tahun, ada karyawan 15 orang, hingga peralatan masak. Uang dikantong tinggal 30 juta. Akhirnya pasangan ini sepakat melanjutkan bisnis PSA meski seadanya.

Terbersit pikiran membuka usaha burger. Karena tidak cukup uang maka pinjam uang. Velly pinjam uang atasannya Pak Aris Budiharjo. Karena tidak punya keahlian membuat burger. Aneka buku masakan dia borong. Dia membuat sendiri resep daging khas Indonesia.

Marketing pertama dijualnya ke kerabat dan teman. Responnya bagus. Bahkan teman yang semula tidak suka burger, kini menjadi pelanggan Velly. Terdiri roti lembut dan daging spesial berbumbuh khas. Burger buatannya memang bikin klepek- klepek. 

"Kata suami Klenger berarti keenakan atau klepek- klepek," inilah awal nama bisnis tersebut. Nama tersebut dianggap mewakili rasa, dan juga harapan agar mudah diingat.

Sesudah mendapatkan nama tinggal dipasarkan. Sebagai pakar advertising, mudah baginya langsung mendesain logo dan memilih warna logo. Logo burger bertuliskan nama Klenger Burger diatas ikon burger, tidak disamping seperti nama burger lain.

Filosofi dibalik penemapatan nama itu ada. Kata Velly menuliskan nama tersebut berarti tidak boleh memandang sebelah sisi. Istilahnya beyond burger atau lihatlah ke segala aspek. Berdiri sejak 10 Februari 2006, sudah ada hak paten, ada ijin SIUP peroranganya, sudah ada sertifikat halan MUI nya.

Sudah memiliki pembeli franchise, mampu menghasilkan 38 outlet cepat. Sayangnya, cobaan hadir kembali ketika rekan kerjanya berniat buruk. Satu mitra menjanjikan investasi dan pengembangan lebih besar. Dia yang tidak punya pengalaman setuju mengikuti usulan.

Ditipu orang, modalnya terkuras, hampir frustasi, namun sang suami meyakinkan Velly agar menjadi sosok ikhlas. Kepercayaan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Ikhlaskan kasus tetapi memilih jadi sosok positif melanjutkan berbisnis.

Gara- gara kasus tersebut penggunaan nama Klenger Burger masih berselisih. Jadi jangan kaget kalau kamu melihat nama bisnis sama. Walaupun, akhirnya, nama Klenger ditinggalkan kemudian berubah menjadi "D" jadi Klender Burger. Terkadang adapula orang yang sembarangan memakai nama tetapi diacuhkan.

Dia enggan mengungkit kasus lama. Yang terpenting bagaimana mengembangkan bisnis. Dibawah satu panji bendera, PT. Karya Anak Negeri (KAN), dari Februari 2011, ada 82 outlet di Jabodetabek, Bandung, Kuningan, Bali, dan Medan. Adapun 20 outlet waralaba sisanya bersifat investasi pribadi KAN.

Sebulan, bisnis Klenger Burger, mampu menjual 100 ribu burger. Harga rata- rata adalah Rp.17.500 ribu. Omzet direguk bisnis mereka mencapai Rp.1,75 miliar rupiah. Bisnis mereka tidak berhenti di sana. Olahan baru dikembangkan seperti Pizza Kriuk, Clemots Coffee, dan Kweker Fried dan Grilled Duck.

Pizza buatan Klenger Burger bercita rasa Indonesia. Contoh pizza berasa balado atau berasa sate. Ia juga membuat tempat jualan senyaman mungkin. Pokoknya bisa dijadikan tempat kongkow asik. Dia membuat satu lingkup bisnis, Foodteran atau kafetaria, yang menjual pizza, kopi, dana ayam/bebek.

Contoh sukses bisnisnya, sukses menggaet anak Mantan Wakpres Boediono, yang bernama Dios Kurniawan menjadi pemegang waralaba. "...membuka outlet di Jalan Salemba, di depan RS. MH. Thamrin, pada 25 Juli 2010 silam," jelasnya.

Bisnis menjelajah


Ia mengaku tidak belajar khusus. Tidak belajar kepada Chef manapun. Velly hanya berpekal mencoba trial and error. Berbagai macam buku tentang burger dipelajari. Nama Klenger berasal dari Jawa yang bisa berarti "setengah mati", atau "klepek- klepek" karena rasanya.

Velly sendiri menganalogi nama Klenger jadi "tobat sambel". Tau bahwa sambal pedas tetapi tetap mau lagi dan lagi. Harapannya produk burger Klenger akan membuat ketagihan. Begitulah nama jadi terkenal di masyarakat, khususnya anak muda tertarik karena nama yang unik.

Servis maksimal dan rasa memuaskan. Bisnis burger Klenger mampu menggaet target pasar. Nama itu sendiri sebenarnya sudah dipatenkan atas nama Velly. Meskipun begitu, toh tetap masih ada saja orang memakai nama tersebut, dia sendiri mewanti- wanti agar pelanggan tidak mudah terkecoh.

Logo Klenger memiliki filosofi, dimana ia berharap nama logo akan membaur. Seperti halnya nama yang terletak di tengah- tengah gambar. Harapan bahawa nanti burger Klenger bisa menjadi bagian dari masyarakat, tak terlepaskan.

Pendekatan rasa merupakan ujung tombak bisnis Burger Klenger. Bahkan semua disesuaikan dengan cita rasa lokal. Ambil contoh, burger Klenger di Medan, akan bercita rasa masyarakat lokal yang suka telur.

Dia juga mencipatakan marketing menarik. Seperti burger instan, konsep take away, mambuat burger Klenger bisa ditemui di mini market. Ditambah konsep Foodtren, burger Klenger dibantu brand lain dibawah bendera KAN, ada Pizza Kriuk dan Clemots Coffee bersama wifi gratis buat kongkow anak muda.

Godaan membuka usaha di luar negeri bukan tidak ada. Namun, Velly merasakan banyak hal perlu dia kerjakan. Dia juga aktif mengawasi outlet dan mengelompokan sesuai kebutuhan.

Ibarat kuliah bisnis semua harus dijalani penuh. Semester pendek, dilalui Velly dan suami, merasakan rasa gagal dan mengulang kembali dari nol. Ibu dari Rizki dan Zahra ini. Mengatakan meski sudah sukses masih banyak perlu diperbaiki. Terutama tentang SDM, bukan proses instan tapi berjalan terus menerus.

Pemilik Malang Pulsa Harus Punya Server Sendiri

Profil Pengusaha Muh. Najib


agen pulsa malang
Jika ditanya berapa keuntungan operator selular. Tentu hasilnya triliunan rupiah dapat diraup operator jaringan. Jika berbicara tentang bisnis pulsa seluler, berapa keuntungan didapat. Maka Muhammad Najib membeberkan nilai angka miliaran rupiah. Selama pulsa masih dibutuhkan, maka bisnis prabayar menghasilkan.

Omzet bisnis pulas bagus. Dilansir dari Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), dari populasi 230 juta penduduk, penetrasi pelanggan sampai 180 juta. Tidak cuma mereka operator jaringan yang sukses meraup untung. Yang berjualan, menjadi agen pulsa, para pedagang juga kecipratan rejekinya.

Goni, begitu nama panggilannya, memulai bisnis penjualan pulsa dan menghasilkan. Berperan jadi server pulsa. Goni mampu merekrut banyak agen kecil. Siapa sangka berjualan di warung, sambilan jualan pulsa, untungnya jutaan rupiah.

Goni sendiri lewat malangpulsa.com, mampu meraih miliaran rupiah, apakah rahasia sukses bisnis jualan pulsa. Kunci sukses jualan pulsa adalah tangguh. Kita harus bekerja keras hingga bertahan jadi pemberi layanan. Sebagai server atau distributor harus siap menghadapi para pemain lama.

Ia memutar otak mencari cara efektif. Dia mengajak anak- anak santri membentuk komunitas. Dari teman sejawatnya di pesantren- pesantren, bisnis jualan pulsa Goni memberikan solusi pulsa dengan bayar belakangan. Cara jualan Goni ialah membentuk pasar sendiri melalui komunitas para santri.

Saat itu anggotanya tercatat 10 orang santri. Mereka menjadi agen pulsa. Kemudian membuka pasar counter pulsa di daerah masing- masing. Berjalan waktu, strategi marketing ini membuahkan hasil 5000 agen. Sebanyak itu agen cuma hanya 35 orang diangkat menjadi agen utama.

Sisa orang tersebut kemudian menjadi counter agen. Jumlah itu tersebar di berbagai daerah Indonesia. Menerapkan server sendiri yang berkualitas. Malangpulsa.com memastikan pelanggan tidak akan kecewa. Perhitungan modal sangat penting hingga setoran agen dipastikan tidak tersendat.

Kenapa setoran pulsa tersendat. Karena server imitasi, efeknya proses transfer pulsa lama atau bisa saja gagal di tengah jalan. Lama- lama pelanggan hilang kepercayaan atas counter agen. Ujungnya jadi bangkrut sehingga setoran hilang.

Modal awal Malangpulsa.com sekitar Rp.10 juta berikut perinciannya: Yaitu Rp. 5 juta untuk uang muka software server, Rp.1 juta untuk pembelian alat, Rp.4 juta sebagai saldo. Dia menyebut sistem dikembangkan ialah sistem house to house (H2H). Agen bisa menjual dimana saja dari rumah mereka sendiri.

Ia juga memberikan garansi uang kembali buat pemula. Total keuntungan sendiri per- transaksi Rp.25 dengan total transaksi 5000- 10.000 per- hari. Omzet Goni sendiri sekitar Rp.100 juta per- hari. Dia mengatakan bahwa semua berkat tim IT yang siap menangani servernya.

Nama server perusahaan Goni adalah Tiger Engine (TE) seperti pulsaindonesia.com. Perbaikan dan perawatan server merupakan krusial berbisnis agen pulsa. Pendapatan satu bulan bisa sampai Rp.3 miliara. Inilah kenapa banyak orang mencoba tetapi gagal ketika menyiapkan server.

Sukses tidak berhenti cuma di satu tempat. Kesuksesan juga didukung inovasi termasuk membangun server sendiri. "Kami sudah banyak pesanan server ini," imbuhnya. Dengan membentuk komunitas akan lebih banyak agen utama dan agan rumahan yang datang.

Jika kamu menjadi agennya dan sukses. Maka akan ada bonus diberikan Goni. Dari penyetoran yang lebih ringan waktunya, harga jual lebih murah dijual kembali, dan costumer service untuk masalah teknis. Dia juga membagikan ilmunya bagi pemula. Gratis diberikan pelatihan buat siapa saja yang mau.

Biografi Ketut Mudita Bisnis Roti Pelangi Rex

Biografi Bisnis Pengusaha Ketut Mudita



Memulai usaha diusia 30 tahun keatas. Sosok Ketut Mudita bisa menjadi salah satu pilihan kamu. Ia memulai sebagai pegawai hotel. Jika ditanya tentang kebutuhan dapur hotel maka dia jagonya. Lewat koneksi pernah bekerja di hotel. Pak Mudita lantas membuka usaha sendiri yang masih berhubungan.

Umur 38 tahun mau jadi pengusaha apa. Mudita mulai dari meyakinkan diri sendiri. Sebelum dia bisa keluar dari pekerjaanya di Hotel Sanur Beach. Bekal seadanya Mudita nekat membuka usaha. Awal dia membuka usaha jualan ikan.

Fokus memenuhi kebutuhan restoran akan ikan segar. Setahun sudah berbisnis jualan ikan. Mudita menemukan fakta bahwa keuntungan bisnisnya kurang. Belum mencapai apa dicitakan Ketut Mudita. Laba yang bersifat musiman ialah fakta jualan ikan.

Pengiriman iklan tidak setiap hari. Pengiriman pesanan hanya ketika diminta. Alhasil sifatnya sangat musiman. Belajar pengalaman, dia mencoba mencari usaha lain yang tidak mengenal musim. Lantas dia menjadi pengantar kue dan roti setiap hari.

Berbeda dari ikan kebutuhan roti lebih harian. Permintaan kua yang stabil memberika ide. Mulai dari jualan kue dan roti orang lain. Pria kelahiran 18 Juli 1949, asal Bali, ini lalu membuka usaha bakery sendiri. Tidak mau tanggung. Dia memilih belajar sendiri lewat jaringan chef di hotel- hotel Bali.

Belajar Wirausaha Sendiri


Belajar wirausaha berarti harus tau tentang produk kamu. Muditi memahami betul produk buatanya. Mulai dari membuat kue mufin, croissant, dan pancake. Termasuk aneka roti sobek, aneka roti tawar, dan roti umum lainnya. Pokoknya dia menjadi sangat ahli membuat roti seperti chef saja.

Target bisnisnya memenuhi kebutuhan hotel. Membuat aneka roti yang dibutuhkan hotel- hotel untuk sarapan. Keuntungan memiliki banyak koneksi teman. Dia berniat memasok roti untuk hotel- hotel di Bali. Tetapi, sayangnya, pikiran tersebut tidak semudah diharapkan karena hotel sudah punya suplier sendiri.

Faktor pengalaman membuat Ketut Muditi tidak berkutik. Disisi lain, ada kesempatan ketika turis asing ingin merasakan roti berasa asalnya. Inilah yang membuat Muditi tidak menyerah.Ini juga jadi alasan kenapa Muditi membuat aneka roti khas seperti roti croissant.

Nekat dia tetap menawarkan roti ke hotel- hotel di Bali. Dia menawarkan harga lebih murah. Prinsip Muditi menawarkan ke hotel manapun, dari bintang lima, hingga kelas melati atau villa pernah dia kunjungi. Usaha kerjas berbuah manis. Permintaan hotel memesan rotinya mulai berdatangan lagi.

Prinsip berbisnis sudah jelas. Meski harga murah, ia fokus membuat rasa roti enak layaknya roti khas negaranya. Ia mengingat bagaimana awal usahanya tahun 1990. Yang mana dia hanya menghabiskan satu sak tepung terigu menghasilkan 200 roti. Kalau sekarang omzet mencapai angka ratusan juta rupiah.

Usaha bakery tersebut diberinya nama Palengi Rex. Namanya sudah dikenal oleh masyarakat Bali. Ia ketika memilih keluar dari kerjaan Hotel Sanur Beach. Tidak pernah menyangka akan sesukses ini. Dia hanya fokus kepada tujuan awal membuka usaha.

Semua tidak direncanakan khusus. Ia setelah tamat SMA cuma mau hidup biasa. Pokoknya, selesai sekolah, dia cuma mau mencari pekerjaan layaknya orang. Bermula kerja di BPD Bali, sebagai bagian informasi, baru di tahun 1974 bekerja di hotel.

Mengabdi 13 tahun bekerja di Hotel Sanur Beach. Sebelum berwirausaha sendiri. Dia sempat ikut kerja di sebuah perusahaan makanan pensuplai hotel. "Saya sempat membuat usaha sendiri sebagai supplier ikan dan udang," kenang dia.

Dia mengenang umur saat itu 50 tahun. Dia baru bisa memutuskan resign kerja hotel. Dari bisnis itu tidak menghasilkan terlalu. Mensuplai ikan cuma menghasilkan di 6 bulanan. Sisanya otomatis tidak menghasilkan.

Meskipun sukses menghasilkan ratusan juta. Sukses dibalik bisnis Pelangi Rex adalah bukan tentang keuntungan. Kualitas produk menjadi tujuan pertama. Semakin hari berkat kegigihannya, nama usaha Pelangi Rex sudah dikenal tiap hotel, restoran, dan villa seantero Pulau Dewata Bali.

Roti yang dijual murah tetapi kualitas rasa sangat terjamin. "Croissant buatan kami dipuji wisatawan asal Perancis," ujarnya. Menurut mereka, rasanya tidak juuh beda dari roti asal negara tersebut. Jadi kualitas roti menjadi andalan Ketut Mudita. Cita rasa menjadi standarisasi usaha dijalankan.

Kualitas Produk Nomor Satu


Untuk meningkatkan awareness, termasuk meyakinkan masyarakat, maka aneka seritifikasi dibuat agar Pelangi Rex makin laris. Salah satunya mengambil sertifikasi halal MUI. Tujuannya agar semua kalangan bisa menikmati roti bikinan Pelangi Rex. Mulai wisatawan asing dan lokal boleh mencicipi enaknya.

Ia menyadari bahwa wisatawan lokel sering pilih- pilih. Mereka khawatir ketika akan membeli. "Saya seringkali melihat wisatawan memilih- milih makanan di Bali," ujar dia. Rasa takut apakah halal atau tidak sudah dijamin.

Mudita sangat menjalin jaringan dan hubungan baik dengan koki hotel. Tujuannya agar menambah koneksi bisnis. Itulah salah satu cara memperluas pasar. Sudah mendapatkan langganan hotel, masuk ke restoran, dan kafe, maka sudah saatnya menambah kualitas.

Mudita mendirikan pabrik Pelangi Rex di tanah seluas 650 m2 di Denpasar, Bali. Dari membuat roti sendiri di rumah sekarang punya pabrik sendiri. Pabrik miliknya mengolah 1.600 sak tepung sebulan. Sudah memiliki 60 orang karyawan. Setiap hari memproduksi 36.000 roti setiap hari.

Rasa tidak puas meningkatkan kualitas produksi. Dia tidak mengejar keuntungan semata. Hasilnya, berkat inovasi berkelanjutan, mendapatkan pesanan dari Aerofood Bandar Ngurah Rai. Menjadi pemasok mufin dan tortila untuk penumpang Garuda Indonesia. Per- hari memasok 10 karton mufin dan tortila.

Maskapai Garuda Indonesia merupakan maskapai kelas internasional. Mereka tidak cuma peduli akan kuantitas tetapi kualitas. Komposisi bahan baku menjadi perhatian mereka juga. Tidak ketinggalan soal kebersihan pabrik. Laporan kesehatan tiap karyawan dicek oleh pihak Garuda Indonesia.

Keyakinan berbisnis semakin besar. Karena permintaan tidak mengenal hari libur. Lantaran fokus di roti sarapan, kebutuhan tetap terjaga tiap hari. Namun, dia mengatakan tidak selamanya roda berputar sesuai harapan, makanya dia tetap melakukan segala inovasi.

Butuh manajeman baik dan adil. Utama bagaimana adil membagi tugas kerja karyawan. Dia mencoba membuat sistem agar karyawan tidak jenuh.

Menjadi pengusaha tidak ditentukan sejak lahir. Tapi siapa sangka, berkat kerja keras dan kegigihan, sosok Ketut Mudita mampu mensuplai 500 hotel dan restoran. Permintaan begitu besar bahkan ketika hari libur masih berproduksi. Suami dari Natera Ratnawati ini, tidak punya dasar tentang bakery sama sekali.

Semua tidak direncanakan khusus. Ia setelah tamat SMA cuma mau hidup biasa. Pokoknya, selesai sekolah, dia cuma mau mencari pekerjaan layaknya orang. Bermula kerja di BPD Bali, sebagai bagian informasi, baru di tahun 1974 bekerja di hotel.

Mengabdi 13 tahun bekerja di Hotel Sanur Beach. Sebelum berwirausaha sendiri. Dia sempat ikut kerja di sebuah perusahaan makanan pensuplai hotel. "Saya sempat membuat usaha sendiri sebagai supplier ikan dan udang," kenangnya. Dia mengenang umur saat itu 50 tahun ketika memilih resign.

Penemu Raja Empat Bagaimana Cara Bisnis Traveling

Profil Pengusaha Anita Maharani


penemu raja empat

Siapa orang dibalik wisata Raja Empat. Pengusaha wanita ini salah satu pelopor bisnis pariwisata itu. Dia dan suaminya, Max J, menjadi sosok dibalik terbukanya Raja Empat. Lewat bisnis bernama PT. Papua Diving. Anita tidak segan mengajak masyarakat Papua memberdayakan keindahan Papua.

Berusaha sendiri tanpa bantuan pemerintah. Sekarang sudah berdiri 45 resort di kawasan Raja Empat. Ia memberika jasa wisata kepulauan indah tersebut.

Awal dia adalah istri seorang warga negara Belanda. Awal mula Papua Diving ialah 1994, yang mana keduanya memutuskan pindah dari Belanda, lalu menetap sekitar 2 tahun di Papua. Keduanya saat itu sudah mendengar nama Raja Empat meskipun samar- samar.

Pilihan berkunjung selepas menikah. Keduanya bingung antara tiga pilihan yakni Halmahera, Biak, atau Raja Empat. "Setelah menikah kami sepakat memilih Raja Empat," unggahnya. Keputusan yang cukup sulit karena dia berpikir akan susah hidup di daerah padalaman.

Bayangan seorang wanita kota harus hidup dalam kesederhanaan. Tetapi lama- lama justru keindahan alam Papua membuatnya lupa. Melupakan sejuknya AC mall, kemudahan belanjar, semua kalah oleh keindahan alamnya.

Pengusaha Raja Empat


Mereka datang tidak langsung seketika Raja Empat jadi. Bayangkan bagaimana keadaan masyarakat kala itu: Nelayan masih mencari ikan dengan bom. Banyak konflik tentang kepemilikan lahan. Belum lagi kecurgiaan karena mereka adalah pasangan ekspatriat.

Pandangan bahwa mereka akan mencuri sumber daya Papua. Akhirnya Anita bertekat belajar untuk mempelajari budaya mereka sehari- hari. Dia belajar banyak hal. Ketika dia mendekat ke masyarakat. Justru keramaian khas dirasakan dibanding apa dibayangkan pertama.

Anita juga bekerja sama dengan aparat. Menyisir pantai untuk memberi edukasi. Cukup sulit buat dia mengedukasi tentang menangkap ikan tanpa bom. Bagaimana bom akan merusak karang. Di 1994, ia dan suami mendirikan CV mengelola diving di tiga pulau Raja Empat.

Empat pula Raja Empat menjadi inspirasinya, yakni Pulau Mantan, Way, dan Kri. Tahun 1998, lalu perusahaan menjadi PT, kemudian semaki berkembang. Hanya, pada tahun 2000, dia memilih untuk fokus mengerjakan Pulau Kri. Mereka kemudian membagi tugas menjalankan perusahaan mereka.

Sang suami menjadi kepala pengembangan ide bisnis pariwisata. Tugas Anita mengurusi administrasi kantor, juga mengembangkan hubungan masyarakat. Ia sendiri menemukan kesulitan tersendiri lagi. Sosok dari suami memang dikenal tegas dan kaku. "Saya bertugas menerjamahkannya dengan cara Indonesia"

Oleh Anita, diterjemahkan menjadi lebih Indonesia, lebih ramah ke masyarakat ataupun pemerintah. Ia meyakini kesuksesan Papua Diving karena komunikasi. Kemudian pada 2004, meningkatnya minat penanaman modal di Papua, pihak Papua Diving menjadi kolaborator menengahi pengembangan bisnis Papua. Perusahaan dirubah menjadi perusahaaan permodalan asing atau PMA.

Ketika baru masuk Anita bisa melihat bagaimana masyarakat belum memahami bisnis wisata. Juga kesadaran akan ekosistem laun yang harus dijaga. Contoh buruk juga diberikan oleh nelayan lain. Yang mana kebanyakan adalah nelayan Jawa dan Kalimantan, yang banyak menggunakan bom ikan.

Pengusaha Sosial


Dia bersama polisi mengejar nelayan- nelayan asing ini. Kemudian setelah perusahaan yang dibuat mereka sukses. Mereka mampu menyewa ahli biologi asal Inggris. Tujuannya membuat peternakan karang karena dulu sudah rusak parah.

Kemudian, di tanah bawah air seluas 100 meter disulapnya menjadi peternakan koral. Perlahan tetapi pasti pertumbuhan terumbu karang menjanjikan. Karang dan ikan yang awalnya punah kembali. Ia menceritakan bahwa awalnya jumlah ikan di Raja Empat dibanding Papua Niugini kalah.

Papua Niugini sendiri memiliki 279 jenis ikan. Namun, berkat kegigihan mereka, tahun 2000 ada satu penelitian kembali menghasilkan fakta menyenangkan. Raja Empat sendiri sudah memiliki 279 jenis ikan. Hingga terakhir tahun 2012 memiliki 310 jenis ikan. Benar- benar mantap.

PT. Papua Diving tercatat menyewa tempat seluas 3,5 hektar. Dibuatnya resor- resor nuansa etnik, dibuat menjadi paket- paket wisata menggiurkan. Paket wisata bahari menikmati keindahan gunung hingga lautan, selama 1- 3 minggu. Harga paket antara Rp.35 jutaan setiap orangnya.

Memang mahal untuk orang Indonesia. Tetapi bagi wisatawan Eropa dan Amerika, harga disebut jadi harga wajar terbayar akan indahnya Raja Empat. Sebulan, bayangkan ada 100 orang wisatawan asing berlibur menggunakan jasa usaha mereka.

PT. Papua Diving bukan fokus mengejar profit. Mereka lebih ingin mengajak masyarakat Papua jadi lebih menghargai alam mereka. Bayangkan 75 dari 100 karyawan merupakan orang lokal Papua. Dia melatih, mengajari manajemen, diajari berbagai macam bahasa, hingga mereka mahir mengelola.

Ia bahkan rela mengeluarkan uang untuk pelatihan. Karyawan biasa dikirim ke luar kota untuk meningkatkan kompetensi. Ia juga tidak segan membantu pengusaha lokal. Prinsip kekeluargaan jadi pokok bisnis. Awal masyarakat lokal sungkan diajak kerja sama, namun begitu diorangkan mereka bisa menerima.

Anita mengajarkan loyalitas datang dari perlakuan. Bagi pengusaha, entrepreneur muda, harus punya prinsip memanusiakan pegawai. Jangan pula khawatir ketika mereka membuka usaha sendiri. Papua adalah tempat baik, bumi menawan untuk dikunjungi.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba