Pemilik Malang Pulsa Harus Punya Server Sendiri

Profil Pengusaha Muh. Najib


agen pulsa malang
Jika ditanya berapa keuntungan operator selular. Tentu hasilnya triliunan rupiah dapat diraup operator jaringan. Jika berbicara tentang bisnis pulsa seluler, berapa keuntungan didapat. Maka Muhammad Najib membeberkan nilai angka miliaran rupiah. Selama pulsa masih dibutuhkan, maka bisnis prabayar menghasilkan.

Omzet bisnis pulas bagus. Dilansir dari Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), dari populasi 230 juta penduduk, penetrasi pelanggan sampai 180 juta. Tidak cuma mereka operator jaringan yang sukses meraup untung. Yang berjualan, menjadi agen pulsa, para pedagang juga kecipratan rejekinya.

Goni, begitu nama panggilannya, memulai bisnis penjualan pulsa dan menghasilkan. Berperan jadi server pulsa. Goni mampu merekrut banyak agen kecil. Siapa sangka berjualan di warung, sambilan jualan pulsa, untungnya jutaan rupiah.

Goni sendiri lewat malangpulsa.com, mampu meraih miliaran rupiah, apakah rahasia sukses bisnis jualan pulsa. Kunci sukses jualan pulsa adalah tangguh. Kita harus bekerja keras hingga bertahan jadi pemberi layanan. Sebagai server atau distributor harus siap menghadapi para pemain lama.

Ia memutar otak mencari cara efektif. Dia mengajak anak- anak santri membentuk komunitas. Dari teman sejawatnya di pesantren- pesantren, bisnis jualan pulsa Goni memberikan solusi pulsa dengan bayar belakangan. Cara jualan Goni ialah membentuk pasar sendiri melalui komunitas para santri.

Saat itu anggotanya tercatat 10 orang santri. Mereka menjadi agen pulsa. Kemudian membuka pasar counter pulsa di daerah masing- masing. Berjalan waktu, strategi marketing ini membuahkan hasil 5000 agen. Sebanyak itu agen cuma hanya 35 orang diangkat menjadi agen utama.

Sisa orang tersebut kemudian menjadi counter agen. Jumlah itu tersebar di berbagai daerah Indonesia. Menerapkan server sendiri yang berkualitas. Malangpulsa.com memastikan pelanggan tidak akan kecewa. Perhitungan modal sangat penting hingga setoran agen dipastikan tidak tersendat.

Kenapa setoran pulsa tersendat. Karena server imitasi, efeknya proses transfer pulsa lama atau bisa saja gagal di tengah jalan. Lama- lama pelanggan hilang kepercayaan atas counter agen. Ujungnya jadi bangkrut sehingga setoran hilang.

Modal awal Malangpulsa.com sekitar Rp.10 juta berikut perinciannya: Yaitu Rp. 5 juta untuk uang muka software server, Rp.1 juta untuk pembelian alat, Rp.4 juta sebagai saldo. Dia menyebut sistem dikembangkan ialah sistem house to house (H2H). Agen bisa menjual dimana saja dari rumah mereka sendiri.

Ia juga memberikan garansi uang kembali buat pemula. Total keuntungan sendiri per- transaksi Rp.25 dengan total transaksi 5000- 10.000 per- hari. Omzet Goni sendiri sekitar Rp.100 juta per- hari. Dia mengatakan bahwa semua berkat tim IT yang siap menangani servernya.

Nama server perusahaan Goni adalah Tiger Engine (TE) seperti pulsaindonesia.com. Perbaikan dan perawatan server merupakan krusial berbisnis agen pulsa. Pendapatan satu bulan bisa sampai Rp.3 miliara. Inilah kenapa banyak orang mencoba tetapi gagal ketika menyiapkan server.

Sukses tidak berhenti cuma di satu tempat. Kesuksesan juga didukung inovasi termasuk membangun server sendiri. "Kami sudah banyak pesanan server ini," imbuhnya. Dengan membentuk komunitas akan lebih banyak agen utama dan agan rumahan yang datang.

Jika kamu menjadi agennya dan sukses. Maka akan ada bonus diberikan Goni. Dari penyetoran yang lebih ringan waktunya, harga jual lebih murah dijual kembali, dan costumer service untuk masalah teknis. Dia juga membagikan ilmunya bagi pemula. Gratis diberikan pelatihan buat siapa saja yang mau.

Biografi Ketut Mudita Bisnis Roti Pelangi Rex

Biografi Bisnis Pengusaha Ketut Mudita



Memulai usaha diusia 30 tahun keatas. Sosok Ketut Mudita bisa menjadi salah satu pilihan kamu. Ia memulai sebagai pegawai hotel. Jika ditanya tentang kebutuhan dapur hotel maka dia jagonya. Lewat koneksi pernah bekerja di hotel. Pak Mudita lantas membuka usaha sendiri yang masih berhubungan.

Umur 38 tahun mau jadi pengusaha apa. Mudita mulai dari meyakinkan diri sendiri. Sebelum dia bisa keluar dari pekerjaanya di Hotel Sanur Beach. Bekal seadanya Mudita nekat membuka usaha. Awal dia membuka usaha jualan ikan.

Fokus memenuhi kebutuhan restoran akan ikan segar. Setahun sudah berbisnis jualan ikan. Mudita menemukan fakta bahwa keuntungan bisnisnya kurang. Belum mencapai apa dicitakan Ketut Mudita. Laba yang bersifat musiman ialah fakta jualan ikan.

Pengiriman iklan tidak setiap hari. Pengiriman pesanan hanya ketika diminta. Alhasil sifatnya sangat musiman. Belajar pengalaman, dia mencoba mencari usaha lain yang tidak mengenal musim. Lantas dia menjadi pengantar kue dan roti setiap hari.

Berbeda dari ikan kebutuhan roti lebih harian. Permintaan kua yang stabil memberika ide. Mulai dari jualan kue dan roti orang lain. Pria kelahiran 18 Juli 1949, asal Bali, ini lalu membuka usaha bakery sendiri. Tidak mau tanggung. Dia memilih belajar sendiri lewat jaringan chef di hotel- hotel Bali.

Belajar Wirausaha Sendiri


Belajar wirausaha berarti harus tau tentang produk kamu. Muditi memahami betul produk buatanya. Mulai dari membuat kue mufin, croissant, dan pancake. Termasuk aneka roti sobek, aneka roti tawar, dan roti umum lainnya. Pokoknya dia menjadi sangat ahli membuat roti seperti chef saja.

Target bisnisnya memenuhi kebutuhan hotel. Membuat aneka roti yang dibutuhkan hotel- hotel untuk sarapan. Keuntungan memiliki banyak koneksi teman. Dia berniat memasok roti untuk hotel- hotel di Bali. Tetapi, sayangnya, pikiran tersebut tidak semudah diharapkan karena hotel sudah punya suplier sendiri.

Faktor pengalaman membuat Ketut Muditi tidak berkutik. Disisi lain, ada kesempatan ketika turis asing ingin merasakan roti berasa asalnya. Inilah yang membuat Muditi tidak menyerah.Ini juga jadi alasan kenapa Muditi membuat aneka roti khas seperti roti croissant.

Nekat dia tetap menawarkan roti ke hotel- hotel di Bali. Dia menawarkan harga lebih murah. Prinsip Muditi menawarkan ke hotel manapun, dari bintang lima, hingga kelas melati atau villa pernah dia kunjungi. Usaha kerjas berbuah manis. Permintaan hotel memesan rotinya mulai berdatangan lagi.

Prinsip berbisnis sudah jelas. Meski harga murah, ia fokus membuat rasa roti enak layaknya roti khas negaranya. Ia mengingat bagaimana awal usahanya tahun 1990. Yang mana dia hanya menghabiskan satu sak tepung terigu menghasilkan 200 roti. Kalau sekarang omzet mencapai angka ratusan juta rupiah.

Usaha bakery tersebut diberinya nama Palengi Rex. Namanya sudah dikenal oleh masyarakat Bali. Ia ketika memilih keluar dari kerjaan Hotel Sanur Beach. Tidak pernah menyangka akan sesukses ini. Dia hanya fokus kepada tujuan awal membuka usaha.

Semua tidak direncanakan khusus. Ia setelah tamat SMA cuma mau hidup biasa. Pokoknya, selesai sekolah, dia cuma mau mencari pekerjaan layaknya orang. Bermula kerja di BPD Bali, sebagai bagian informasi, baru di tahun 1974 bekerja di hotel.

Mengabdi 13 tahun bekerja di Hotel Sanur Beach. Sebelum berwirausaha sendiri. Dia sempat ikut kerja di sebuah perusahaan makanan pensuplai hotel. "Saya sempat membuat usaha sendiri sebagai supplier ikan dan udang," kenang dia.

Dia mengenang umur saat itu 50 tahun. Dia baru bisa memutuskan resign kerja hotel. Dari bisnis itu tidak menghasilkan terlalu. Mensuplai ikan cuma menghasilkan di 6 bulanan. Sisanya otomatis tidak menghasilkan.

Meskipun sukses menghasilkan ratusan juta. Sukses dibalik bisnis Pelangi Rex adalah bukan tentang keuntungan. Kualitas produk menjadi tujuan pertama. Semakin hari berkat kegigihannya, nama usaha Pelangi Rex sudah dikenal tiap hotel, restoran, dan villa seantero Pulau Dewata Bali.

Roti yang dijual murah tetapi kualitas rasa sangat terjamin. "Croissant buatan kami dipuji wisatawan asal Perancis," ujarnya. Menurut mereka, rasanya tidak juuh beda dari roti asal negara tersebut. Jadi kualitas roti menjadi andalan Ketut Mudita. Cita rasa menjadi standarisasi usaha dijalankan.

Kualitas Produk Nomor Satu


Untuk meningkatkan awareness, termasuk meyakinkan masyarakat, maka aneka seritifikasi dibuat agar Pelangi Rex makin laris. Salah satunya mengambil sertifikasi halal MUI. Tujuannya agar semua kalangan bisa menikmati roti bikinan Pelangi Rex. Mulai wisatawan asing dan lokal boleh mencicipi enaknya.

Ia menyadari bahwa wisatawan lokel sering pilih- pilih. Mereka khawatir ketika akan membeli. "Saya seringkali melihat wisatawan memilih- milih makanan di Bali," ujar dia. Rasa takut apakah halal atau tidak sudah dijamin.

Mudita sangat menjalin jaringan dan hubungan baik dengan koki hotel. Tujuannya agar menambah koneksi bisnis. Itulah salah satu cara memperluas pasar. Sudah mendapatkan langganan hotel, masuk ke restoran, dan kafe, maka sudah saatnya menambah kualitas.

Mudita mendirikan pabrik Pelangi Rex di tanah seluas 650 m2 di Denpasar, Bali. Dari membuat roti sendiri di rumah sekarang punya pabrik sendiri. Pabrik miliknya mengolah 1.600 sak tepung sebulan. Sudah memiliki 60 orang karyawan. Setiap hari memproduksi 36.000 roti setiap hari.

Rasa tidak puas meningkatkan kualitas produksi. Dia tidak mengejar keuntungan semata. Hasilnya, berkat inovasi berkelanjutan, mendapatkan pesanan dari Aerofood Bandar Ngurah Rai. Menjadi pemasok mufin dan tortila untuk penumpang Garuda Indonesia. Per- hari memasok 10 karton mufin dan tortila.

Maskapai Garuda Indonesia merupakan maskapai kelas internasional. Mereka tidak cuma peduli akan kuantitas tetapi kualitas. Komposisi bahan baku menjadi perhatian mereka juga. Tidak ketinggalan soal kebersihan pabrik. Laporan kesehatan tiap karyawan dicek oleh pihak Garuda Indonesia.

Keyakinan berbisnis semakin besar. Karena permintaan tidak mengenal hari libur. Lantaran fokus di roti sarapan, kebutuhan tetap terjaga tiap hari. Namun, dia mengatakan tidak selamanya roda berputar sesuai harapan, makanya dia tetap melakukan segala inovasi.

Butuh manajeman baik dan adil. Utama bagaimana adil membagi tugas kerja karyawan. Dia mencoba membuat sistem agar karyawan tidak jenuh.

Menjadi pengusaha tidak ditentukan sejak lahir. Tapi siapa sangka, berkat kerja keras dan kegigihan, sosok Ketut Mudita mampu mensuplai 500 hotel dan restoran. Permintaan begitu besar bahkan ketika hari libur masih berproduksi. Suami dari Natera Ratnawati ini, tidak punya dasar tentang bakery sama sekali.

Semua tidak direncanakan khusus. Ia setelah tamat SMA cuma mau hidup biasa. Pokoknya, selesai sekolah, dia cuma mau mencari pekerjaan layaknya orang. Bermula kerja di BPD Bali, sebagai bagian informasi, baru di tahun 1974 bekerja di hotel.

Mengabdi 13 tahun bekerja di Hotel Sanur Beach. Sebelum berwirausaha sendiri. Dia sempat ikut kerja di sebuah perusahaan makanan pensuplai hotel. "Saya sempat membuat usaha sendiri sebagai supplier ikan dan udang," kenangnya. Dia mengenang umur saat itu 50 tahun ketika memilih resign.

Penemu Raja Empat Bagaimana Cara Bisnis Traveling

Profil Pengusaha Anita Maharani


penemu raja empat

Siapa orang dibalik wisata Raja Empat. Pengusaha wanita ini salah satu pelopor bisnis pariwisata itu. Dia dan suaminya, Max J, menjadi sosok dibalik terbukanya Raja Empat. Lewat bisnis bernama PT. Papua Diving. Anita tidak segan mengajak masyarakat Papua memberdayakan keindahan Papua.

Berusaha sendiri tanpa bantuan pemerintah. Sekarang sudah berdiri 45 resort di kawasan Raja Empat. Ia memberika jasa wisata kepulauan indah tersebut.

Awal dia adalah istri seorang warga negara Belanda. Awal mula Papua Diving ialah 1994, yang mana keduanya memutuskan pindah dari Belanda, lalu menetap sekitar 2 tahun di Papua. Keduanya saat itu sudah mendengar nama Raja Empat meskipun samar- samar.

Pilihan berkunjung selepas menikah. Keduanya bingung antara tiga pilihan yakni Halmahera, Biak, atau Raja Empat. "Setelah menikah kami sepakat memilih Raja Empat," unggahnya. Keputusan yang cukup sulit karena dia berpikir akan susah hidup di daerah padalaman.

Bayangan seorang wanita kota harus hidup dalam kesederhanaan. Tetapi lama- lama justru keindahan alam Papua membuatnya lupa. Melupakan sejuknya AC mall, kemudahan belanjar, semua kalah oleh keindahan alamnya.

Pengusaha Raja Empat


Mereka datang tidak langsung seketika Raja Empat jadi. Bayangkan bagaimana keadaan masyarakat kala itu: Nelayan masih mencari ikan dengan bom. Banyak konflik tentang kepemilikan lahan. Belum lagi kecurgiaan karena mereka adalah pasangan ekspatriat.

Pandangan bahwa mereka akan mencuri sumber daya Papua. Akhirnya Anita bertekat belajar untuk mempelajari budaya mereka sehari- hari. Dia belajar banyak hal. Ketika dia mendekat ke masyarakat. Justru keramaian khas dirasakan dibanding apa dibayangkan pertama.

Anita juga bekerja sama dengan aparat. Menyisir pantai untuk memberi edukasi. Cukup sulit buat dia mengedukasi tentang menangkap ikan tanpa bom. Bagaimana bom akan merusak karang. Di 1994, ia dan suami mendirikan CV mengelola diving di tiga pulau Raja Empat.

Empat pula Raja Empat menjadi inspirasinya, yakni Pulau Mantan, Way, dan Kri. Tahun 1998, lalu perusahaan menjadi PT, kemudian semaki berkembang. Hanya, pada tahun 2000, dia memilih untuk fokus mengerjakan Pulau Kri. Mereka kemudian membagi tugas menjalankan perusahaan mereka.

Sang suami menjadi kepala pengembangan ide bisnis pariwisata. Tugas Anita mengurusi administrasi kantor, juga mengembangkan hubungan masyarakat. Ia sendiri menemukan kesulitan tersendiri lagi. Sosok dari suami memang dikenal tegas dan kaku. "Saya bertugas menerjamahkannya dengan cara Indonesia"

Oleh Anita, diterjemahkan menjadi lebih Indonesia, lebih ramah ke masyarakat ataupun pemerintah. Ia meyakini kesuksesan Papua Diving karena komunikasi. Kemudian pada 2004, meningkatnya minat penanaman modal di Papua, pihak Papua Diving menjadi kolaborator menengahi pengembangan bisnis Papua. Perusahaan dirubah menjadi perusahaaan permodalan asing atau PMA.

Ketika baru masuk Anita bisa melihat bagaimana masyarakat belum memahami bisnis wisata. Juga kesadaran akan ekosistem laun yang harus dijaga. Contoh buruk juga diberikan oleh nelayan lain. Yang mana kebanyakan adalah nelayan Jawa dan Kalimantan, yang banyak menggunakan bom ikan.

Pengusaha Sosial


Dia bersama polisi mengejar nelayan- nelayan asing ini. Kemudian setelah perusahaan yang dibuat mereka sukses. Mereka mampu menyewa ahli biologi asal Inggris. Tujuannya membuat peternakan karang karena dulu sudah rusak parah.

Kemudian, di tanah bawah air seluas 100 meter disulapnya menjadi peternakan koral. Perlahan tetapi pasti pertumbuhan terumbu karang menjanjikan. Karang dan ikan yang awalnya punah kembali. Ia menceritakan bahwa awalnya jumlah ikan di Raja Empat dibanding Papua Niugini kalah.

Papua Niugini sendiri memiliki 279 jenis ikan. Namun, berkat kegigihan mereka, tahun 2000 ada satu penelitian kembali menghasilkan fakta menyenangkan. Raja Empat sendiri sudah memiliki 279 jenis ikan. Hingga terakhir tahun 2012 memiliki 310 jenis ikan. Benar- benar mantap.

PT. Papua Diving tercatat menyewa tempat seluas 3,5 hektar. Dibuatnya resor- resor nuansa etnik, dibuat menjadi paket- paket wisata menggiurkan. Paket wisata bahari menikmati keindahan gunung hingga lautan, selama 1- 3 minggu. Harga paket antara Rp.35 jutaan setiap orangnya.

Memang mahal untuk orang Indonesia. Tetapi bagi wisatawan Eropa dan Amerika, harga disebut jadi harga wajar terbayar akan indahnya Raja Empat. Sebulan, bayangkan ada 100 orang wisatawan asing berlibur menggunakan jasa usaha mereka.

PT. Papua Diving bukan fokus mengejar profit. Mereka lebih ingin mengajak masyarakat Papua jadi lebih menghargai alam mereka. Bayangkan 75 dari 100 karyawan merupakan orang lokal Papua. Dia melatih, mengajari manajemen, diajari berbagai macam bahasa, hingga mereka mahir mengelola.

Ia bahkan rela mengeluarkan uang untuk pelatihan. Karyawan biasa dikirim ke luar kota untuk meningkatkan kompetensi. Ia juga tidak segan membantu pengusaha lokal. Prinsip kekeluargaan jadi pokok bisnis. Awal masyarakat lokal sungkan diajak kerja sama, namun begitu diorangkan mereka bisa menerima.

Anita mengajarkan loyalitas datang dari perlakuan. Bagi pengusaha, entrepreneur muda, harus punya prinsip memanusiakan pegawai. Jangan pula khawatir ketika mereka membuka usaha sendiri. Papua adalah tempat baik, bumi menawan untuk dikunjungi.

Profil Penemu Cuanki Instan Lokaca Bisnis Eksis

Profil Pengusaha Rosalia Rachma Putri


penemu cuanki instan

Jualan cuanki ternyata menghasilkan untung jutaan. Cuanki sendiri adalah sejenis bakso. Tambahan tahu dan mie biasa dijual keliling. Nama si cuanki sendiri berarti "cari uang jalan kaki", mangkanya para pedagang jualan berkeliling.

Memenuhi kebutuhan jaman now. Sosok Rosalia Rachma Putri, atau Ocha menangkan prospek jual cuanki instan. Kayak berjualan mie instan atau seblak instan. Karena pasarnya belum digarap ide ini dianggapnya prospek. Inovasi cuanki tersebut lantas diberinya nama Lokaca.

Cuanki makanan jalananan itu dikemas dalam cup tahan panas. Dibuat dikeringkan lengkap dengan bumbu dan pelengkap. Bisnis yang mirip mie cup tetapi isinya bakso cuanki. Pengusaha wanita ini sudah memproduksi 2000 cup per- bulan.

Ocha memuli berbisnis Lokaca ketika masih bekerja di EO. Sejak Desember 2013, bisnisnya mulai naik daun berbekal sosial media, Berawal dari jajan ke luar ketika istirahat saat bekerja. Ia ingin beli sesuatu yang bisa dimakan kapan saja, tetapi bosan dengan mie instan.

Bekerja menjadi Event Organizer (EO) susah buat beli makan keluar. Ketika tempat kerjanya dekat dengan penjual cuanki. Tepatnya Cuanki Serayu muncul ide membuat cuanki instan. Produk awal ia jual ke teman- teman. Produksi awal dilakukan sendiri, dikemas sederhana tanpa pusing marketing.

Pengusaha Instan


Jauh sebelum memilih berwirausaha, dia pernah bekerja sebagai staf maskapai penerbangan. Bekerja dulu sebelum wirausaha membuatnya punya banyak teman. Dari teman menjadi relasi, menjadi orang yang membeli cuanki Ocha, lambat laun bisnisnya menyebar menghasilkan pesanan datang.

Dia baru berjualan di masa itu. Kemampuanny terasah menjual aneka oleh- oleh khas Bandung. Kala itu masih pakai BBM, dia posting makanan khas Bandung, ada teman liat kemudian memesan dari dia. Teknik inilah yang diterapkan oleh Ocha menjajakan cuanki instan.

Dari bekerja di maskapai penerbangan kemudian resign. Dia bekerja sebagai staf travel agency. Dia jadi konsultan. Bekerja menjadi konsultan dan sering keluar negeri. Mata Ocha masih fokus untuk berwirausaha.

Instingnya membuat Ocha tetap mengamati prospek berbisnis ke luar negeri. Ia kemudian membawa sample barang. Setiap ada pameran tidak luput diamati. Hingga dibawanya contoh barang negara tersebut. Mulai dari sprei, baju, sandal, dll. Tujuannya dipalejari, meniru, modifikasi hingga ia jual kembali.

Untuk bisnis cuanki dia menerapkan konsep sama. Idenya bagaimana bisa kita makan cuanki hangat tanpa harus keluar rumah. Uang Rp.5 juta digelontorkan, untuk membeli alat press bumbu, beli bahan plastik, kemudian bumbu cuanki dikemas. Seiring waktu bisnisnya berjalan besar berkat ketekunan itu.

Dalam enam bulan penghasilan bisnis Ocha stabil. Dia berani mengajukan skema kredit usaha rakyat (KUR). Efesiensi sejalan dengan kebutuhan pesanan. Orang banyak PO maka dibutuhkan alat- alat agar produksinya cepat.

"Ini karena permintaannya makin banyak," jelas Ocha. Jika membahas omzet, pengusaha berhijab ini enggan menyebut angka. Tetapi jika dilihat asetnya, seperti ada mesin, kendaraan oprasional, tempat produksi, rumah tinggal, bisa dibayangkan hasilnya.

Produksi dari 20.000 sampai 30.000 cup. Rasa cuanki mulai original, soto, dan kari. Tidak berhenti di cuanki, kini, Ocha tengah gencar mempromosikan Lokalak atau kolek instan pertama di dunia. Dia juga mengembangkan Latagor, atau batagor instan, keduanya dibandrol Rp.15.000 per- cup.

Seluruh oprasional dilakukan lewat CV. Rosalia Jaya. Perusahaan miliknya yang fokus memproduksi makanan cepat saji sehat. Tanpa bahan pengawet ataupun bahan kimia. Ke depan dia ingin membuat makanan tradisonal khas menjadi instan.

"Insha Allah perusahaan ini akan menjadi produsen makanan instan yang tetap terasa tradisonal," ia menuturkan.

Berbagai penghargaan diraih Ocha sebagai anak muda. Penghargaan wirausaha muda dari pemerintah Jawa Barat tahun 2015 silam. Mendapatkan penghargaan Pangan Award, pemenang inovator pangan baru pada tahun 2015 juga.

Keinginan kuat buat Ocha membuat Lakoca Go Internasional. Pangsa ekspor sudah disiapkan, hanya masih terkendala dokumen dan kesempaan yang belum ada.

Ide berbisnis cuanki tidak seketika. Karena butuh proses memastikan rasa menjadi pekerjaan berat. Ia pernah ditawari bandar cuanki. Namun konsep bisnis diusunya berbeda. Ocha memilih belajar untuk membuat cuanki dari mereka. "Ada juga banyak bandar cuanki, jadi saya belajar juga," terusnya.

Bekal modal meriset produk tidak besar. Ia menggelontorkan ratusan ribu untuk cuanki. Selanjutnya bisnis dijalankan bootstrap. Hasilnya dia mampu mengajukan kredit modal. Karena respon produknya baik maka dia berani masuk ke pasar swalayan.

Profil Pengusaha Pipa Bekas Rivaly Gerung

Profil Pengusha Rivaly Gerung


daur ulang pipa wirausaha

Bisnis barang bekas sudah tidak bisa dipungkiri memiliki prospek menjanjikan. Selama kita memiliki kreatifitas maka jadilah uang. Faktor bahan baku yang ada dimana saja. Harga murah lebih murah jika dibandingkan menggunakan bahan baku baru. Maka contoh pengusaha muda barang bekas asal Sulawesi Utara ini.

Pria bernama Rivaly Gerungan, pemuda Tondano Selatan, Sulawesi Utara. Memulai berbisnis yang memanfaatkan pipa pvc bekas. Diolahnya menjadi bermacam piala. Pipa- pipa bekas bahan bangunan dicari di tempat sampah, atau yang dibuang ke selokan.

Tidak ada gengsi Rivaly memunguti pipa- pipa bekas. Pengusaha muda satu ini memiliki rasa seni tinggi. Hasilnya karya tersebut menghasilkan uang jutaan rupiah.

Ide bisnis awal ketika melihat sampah terbakar di depan rumah. Sang istri, Amel, saat itu spontan tertarik akan corak pipa bekas yang terbakar. Keterikan tersebut kemudian direalisasikan menjadi satu produk. Ia mencoba membuat karya seni berbekal pipa bekas tersebut.

Produk pertama dibuat adalah piala. Karya seni piala tersebut pertama berbentuk sketas wajah anjing. Berawal dari pipa yang bercorak menarik, yang susah dibakar menjadi bisnis kerajinan. Ia tidak serta merta membuat karena pipa pvs bekas memiliki unsur racun.

Dibutuhkan teknik khusus dan bahan khusus agar aman. Meyakinkan para pembeli menjadi pekerjaan awal. Sukses meyakinkan, banyak komunitas, instansi pemerintah, restoran, sampai perkantoran jadi pembeli Rivaly. Ia juga membuat pesanan sesuai kebutuhan pembeli.

Tiga piala dibandrol Rp.500 ribu. Harganya bervariasi dan terhitung tinggi karena pengerjaanya. Ia menyebut meski diambil dari tempat sampah atau selokan. Pengusaha muda ini berharap ke depan dia bisa memajang produknya di meja- meja kantor.

"Semoga karya saya kedepan bisa dipajang di meja kaca atau meja kantor," tuturnya

Produk dihasilan Rivaly juga mulai bervariasi. Tidak lagi monoton. Produknya meliputi vas bunga, meja, jam, dan lain- lain. Karya seni Rivaly laris menerima pesanan dari sosial media. Omzet yang dihasilan hingga Rp.14 juta/bulan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba