Pembuat Virus Komputer Pertama dan Pembuat Dmoz

Biografi Pengusaha Rich Skrenta


 
Namanya tidak dikenal orang apalagi untuk masyarakat kita. Orang Indonesia mungkin beberapa saja tetapi tidak banyak, cuma tau hasil temuan pria ini yakni situs Dmoz.com. Atau nama lainnya proyek direktori manual terbesar di jagat maya.

Pria bernama Rich Skrenta mungkin bukan satu- satunya. Pria lulusan Northwestern University, kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Utara pada 1967. Tahun 1982, umurnya masih 15 tahun, anak SMA ini sudah membuat virusnya sendiri yang mana dikenal sebagai "penemu" serangan virus pertama di dunia.

Memang tidak bisa dibilang virus pertama. Tetapi virus bernama Elk Cloner merupakan serangan virus terbesar menyerang mesin Apple II. Dipercaya merupakan serangan virus pertama paling menganggu buat penduduk bumi kala itu.

Antara 1989 dan 1991, dia bekerja buat Commodore Business Machine witha Amiga Unix. Tahun 1989 dia dikenal karena menciptakan beberapa game simulasi. Tahun 1994, dia memulai bisnis pertamanya lewat bisnis game berbayar, Olympia dibawah naungan Shadow Island Games.

Virus komputer iseng


Kenapa membuat virus komputer ya karena Rich masih muda. Dengan semangat luar biasa karena menjadi ahli komputer di jamannya. Anak muda 15 tahun tersebut terus menciptakan virus Elk Cloner pada sistem komputer Apple II. Padahal waktu itu komputer Apple tengah sangat booming wajib dimiliki setiap rumah.

Tidak berbahaya hanya iseng. Virus tersebut menyerang lewat sistem floopy, lantas masuk ke sistem katalog menu pada Apple. Bukannya menunjukan list menu tetapi malah sebuah puisi.

 "Elk Cloner: Sebuah program dengan kepribadian. Itu akan masuk ke semua disket akan masuk ke semua "keripik" Yah inilah Cloner. Itu akan menempel ke kamu seperti lem memodifikasi ram kamu Yah inilah Cloner."

Dimana awalnya mau mengganggu orang lain. Eh, ternyata virusnya menyebar lewat satu komputer ke satu komputer lain, untungnya tidak merusak komputer. Secara cepat dan besar menyebar lewat jaringan di luar komputer yang mana dibuat oleh setiap komputer satu sama lainnya.

"Saya adalah kutu buku dan seorang pecinta komputer, tertarik ke semua aspek teknologi," ujarnya kepada situs theregister.co.uk. "Saya ingin membangun robot tetapi belum ada teknologinya dan saya tidak punya kemampuan teknisi. Ketika sekolah dasar saya pernah membuat mesin vakum tetapi salah hingga akhirnya rusak."

"Saya bahkan tidak pintar memasang rel kereta api mainan," ujarnya, menjelaskan meskipun dia jago soal software urusan hardware Rich payah.

Dengan belajar tentang software dia meniru apa di televisi. Dimana film favoritnya waktu itu, di tahun 2011 berjudul A Space Odyssey and Colossus: The Forbidden Project. Ia mengakui hal- hal berbau nyata memang menyusahkan dibanding membuat program komputer.

Dia dapat komputer Apple II pertamanya ketika natal pada 1980. Berjam- jam, berminggu, berbulan dia meneliti keindahan komputer lewat aneka game dan programnya. Dia lantas membuat game berbasi teks pertamanya, dimana bercerita tentang bagaimana terhindar dari kecelakaan pesawat terbang.

Bisnis dari iseng


Dia sangat antusias karena menemukan teman sejawat. Lewat klub komputer, mereka semakin dalam ke komputer, hingga mencapai batasan yakni tentang privasi komputer itu sendiri. Dari sekedar membagikan file dan game, Rich mulai mengenal tempat berbagi produk bajakan dan game bajakan lewat disket.

Kemudian dia berpikir bagaimana caranya iseng. Gimana sih bisa ngerjain teman lewat skat disket pada sistem komputer. Disana dia menciptakan permainan jebakan di disket. Rich mencoba aneka macam hal buat ngerjain teman hingga masuk ke disket. Sungguh menyenangkan menemukan celah diantara sistem komputer.

Hingga dia menemukan pemikiran bagaimana merubah isi komputer tanpa menyentuhnya? Eksperimennya tentang bagaimana merubah latar sebuah komputer pribadi. Bagaimana masuk ke sistem penyimpanan file pada komputer. Gimana caranya merubah informasi data pada tempat penyimpanan komputer orang.

Hasilnya adalah virus yang diprogram buat satu disket ke disket lain. Eh malah berkembang sendiri hingga menyebar dari komputer ke komputer. Inilah cikal bakal virus Elk Cloner. Dia memanfaatkan buku tentang bagaimana menghack Apple. Dan justru menemukan kelemahan pada sistem monitor pada sistem utama.

"Elk Cloner menggunakan lubang itu," ia menjelaskan.

Butuh waktu sebentar buat virusnya memahami bahasa komputer. Perjalanan proses memang lebih lama menyesuaikan kemampuan si virus sendiri. Dia mengistilahkan virusnya seperti membuat puzle. "Itu lalu bekerja seperti jimat dan menyebar kemana- mana," kekehnya.

Sepupu Rich menemukan bahwa komputer tersebut sampai ke komputer US Navy. Tidak ada cara waktu itu untuk terhindar dari virus Cloner. Elk Cloner kalau sudah masuk disket, kemudian masuk ke komputer kamu maka akan terdengar suara unik, suara swoosh menjadi ciri khas bahwa disket telah terkena virus ini.

Akan menginveksi ke lubang penyimpanan jika tidak direstart. Kalau saja orang punya kebiasaan mereboot komputer maka Erl Cloner tidak akan tersebar. Tapi karena orang malas saja virus tersebut tersebar dan menggila.

Virus buatanya tidak berbahaya seperti virus sekarang. Cukup direstart maka virus tidak akan tersebar ke mana- mana. Kemudian merasa bertanggung jawab dia menciptakan penangkalnya. Sebuah aplikasi buat menangani Elk Cloner gratis. Dia menceritakan masanya dia tidak membuat virus sebagai platform bisnis.

Dia senang dengan Elk Cloner. Tetapi tidak menganggap itu berbahaya. Dia menikmati setiap keisengan yang menyebar ke seluruh dunia. Dia antara kesibukannya bekerja membuat aneka game. Diantara Rich bekerja di perusahaan Sun Microsytem, dia keluar dan mendirikan Dmoz situs agregator manual.

Dia masih bekerja di Dmoz ketika diakuisi Netscape, bekerja untuk AOL Music dan AOL Shopping. Dia kemudian memutuskan melepaskan AOL dan bekerja sendiri. Dia mengerjakan website agregator Topic dengan prinsip bisnis. Tahun 2005, dia menjual 75% saham Topic LLC ke konsorsium surat kabar.

Akhir 2000 -an, dia menemukan mesin pencari Blekko, yang kemudian dibeli IBM buat komputer mereka Watson. Pada 28 Februari 2017 diumumkan bahwa pada 14 Maret 2017, Dmoz akan ditutup setelah 19 tahun mencoba eksis membuat situs agregator manual, kalah melawan mesin pencari otomatis miris.

Inspirasi Pacaran Sehat Jadi Pengusaha Berduaan

Profil Pengusaha Anngraeni Ayu Wulandari 



Ayunan memang identik dengan mainan anak. Kalau ayunan rotan mengendung estetika di dalamnya. Itu kan tidak cuma buat mainan. Ayunan rotan bisa dipakai sebagai hiasan rumah, atau menjadi furnitur rumah kamu. Namanya Anggraeni Ayu Wulandari, pengusaha yang tengah mengambil kesempatan tersebut.

Dia adalah pemilik bisnis Dewi Rotan. Pengrajin rotan ini membuat ayunan, yang tidak digunakan ayunan pada umumnya. Modelnya dibuat seunik mungkin. Variasi meliputi bentuk bulat, kotak, lonjong pokoknya dibuat berbeda.

Ayunan bikinan Ayu dikenal memakai rotan sintesis. Dimana ukurannya, biasanya 200 cm dan diameter 10 cm, ayunan lebar dapat diduduki dua orang. Beban mampu dibawa ayunan tersebut maksimal 150 kg. Dia menambahkan umur penggunaan sampai lima tahun.

Ayu mengatakan cara pembersihan mudah pakai kain basah. Untuk sela- sela dapat menggunakan sikat gigi buat membersihkan. Pengusaha asal Cirebon tersebut mengaku bisnisnya punya prospek. Rotan seolah jadi trend dikalangan masyarakat sekarang apalagi ayunan rotan.

Dia bahkan mampu menjual sampai ke pelosok Indonesia. Karena jualannya lewat inetrnet maka penjualan bisa mencapai kemana- mana. Dalam sebulan Ayu mengaku mampu mengantungi omzet puluhan juta.

Bisnis bareng pacar


Mata Ayu langsung berbinar berkisah bisnisnya. Bagaimana bisnis pengusaha muda rotan tersebut, dimulai justru ketika sedang jatuh cinta. Ayu tengah dilanda asmara dengan pasangannya bernama Achmad Fakrie, yang bahkan akan menjadi pendamping hidupnya.

Memulai kisah cinta sejak SMA, Ayu dan Achmad, sama- sama mendaftar SMAN 6 Cirebon. Dan kedua insan ini dipersatukan makin erat ketika mengikuti ekstra kulikuler. Benih cinta keduanya makin kuat dan Achmad tidak mau berlama- lama. Dia langsung nembak Ayu menjadi kekasih hatinya.

Memang sudah sejak mengikuti ektra basket. Sejak itu Achmad memperhatikan Ayu, yang dirasanya adalah tipikal cewek idaman.

"Waktu ekskul dulu, Rikie sering banget ke- gap merhatiin aku, lucunya tiap malam, karena tenda kita waktu itu deket dia nyanyi sengaja banget sebut nama aku, jujur waktu itu aku masih cuek," kenang Ayu sambil tersipu.

Sikap cuek Ayu justru membuat Achmad bersemangat. Semakin penasaran saja dibuat dengan kecuekan Ayu. Selesai kegiatan kampus, Achmad sudah nunggu, meskipun begitu keduanya tidak berjumpa. Tidak mau habis akal dia langsung mencari nomor telephon lewat temannya.

Pendekatan selama satu setengah bulan, tepatnya tanggal 19 Februari 2010, keduanya telah resmi menjadi pacar. Sayangnya orang tua Ayu belum membolehkan putrinya pacaran. Keduanya lantas memilih jalur backstreet alias pacaran diam- diam. Karena semua guru udah tau keduanya pacaran, keduanya selalu beda kelas.

Sama- sama masih pelajar masih menggantungkan orang tua. Keduanya kemudian kepikiran untuk menjadi pengusaha muda. Pacar Ayu sendiri bekerja untuk Kementrian Perhubungan, dan mangatakan keduanya sudah bersama membuka usaha. Keduanya juga tidak merasa malu melakukan itu sampai sekarang.

Bisnis bersama


Aneka macam usaha dijalankan mereka berdua, mulai berjualan baju, pernak- pernik kosmetik, bahkan pacar Ayu sendiri jualan kosmetik. Dia tidak malu tuh. Keduanya punya hobi berjualan dan punya tujuan yang sama yakni menjadi mandiri. Hasilnya bisa dipakai keduanya buat jajan tanpa meminta ke orang tua.

Lulus SMA, keduanya pisah Universitas, inilah cobaan menguji kesabaran dan kepercayaan pasangan ini. Ia mengatakan empat tahun mereka melakukan LDR. "Yang penting aku percaya sama Rikie, Rikie juga percaya sama aku," utasnya.

Achmad kuliah di STPI sedangkan Ayu di Akbid Muhammadiyah Cirebon, dan keduanya sulit bertemu karena sibuk dan cuma ketemu kalau liburan Semester. Keduanya juga masih sempat memikirkan bersama mau berbisnis apa. Ide membukan usaha rotan seperti kedua orang tua Achmad sudah dipuruskan.

Keduanya sepakat tidak menyusahkan orang tua. Langkah awal mereka adalah mencari produsen rotan asal Cirebon. Bisnis keduanya gampang sangat sederhana pada awal. Dimana mereka menawarkan ayunan ke online, dengan syarat membayar dp dulu sebelum dikirim pesanan.

Perlu kamu tau, keduanya tidak membuat, uang tersebut diserahkan kepada sang produsen lokal. Ketika mereka sudah mendapat pelunasan pembayaran. Keduanya lantas memutar uang tersebut menjadi modal kembali, jadi hitunganya tidak ada modal ketika membangun Dewi Rotan.

Memulai bisnis lewat online memang susah, apalagi keduanya dipisahkan jarak. Kedua pengusaha muda ini lebih berpikir bijak. Ketika ada masalah keduanya akan membicarakan titik temu. Tugas mereka juga sudah dibagi dua yakni Achmad mengerjakan pemasaran online, sedangkan Ayu mengurusi toko mereka.

Mereka memang sudah berproduksi. Dengan kemampua melihat trend, membuat keduanya mampu lebih variatif dalam pembuatan produ ayunan rotan. Dari bisnis kecil mereka lantas tumbuh menjadi usaha yang menjanjikan. Dimana Dewi Rotan sudah memiliki 3 toko, satu Cirebon, dan dua lainnya di Bogor- Bekasi.

Keduanya bahkan berniat sampai ke Tangerang. Berkat tiga toko serta penjualan online, keduanya mampu meraup omzet mengejutkan yakni Rp.50 juta per- bulan. Jika dulu berbisnis cuma buat jajan pacar, mereka sekarang bahkan merencanakan menikah bermodal usaha mereka bersama ini.

Agutus mendatang keduanya berniat akan menikah. "Alhamdulillah semua berkat usaha dan kepercayaan antara kami," ujar Ayu.

Jualan Sabun Miliaran Rupiah Sugiharto

Profil Pengusaha Sugiharto 


 
Sugiharto dikenal memiliki kreatifitas berwirausaha. Hal tersebut sudah diakui berbagai pewarta nasional. Ia memiliki kemampuan mengelola unit- unit bisnis. Dari sana pundi- pundi uang berkumpul lewat sistem manajemen khas. Inilah keunggulan Sugiharto yang layak dipanggil entrepreneur -nya Indonesia.

Produk dia meliputi sabun cuci piring, sabun tangan, kemudian pembersih lantai buat gedung. Dimana dia mampu memproduksi produk material sendiri. Memang bisnis dijalankan Sugiharto sudah dikuasai oleh pebisnis besar. Namun dirinya tidak gentar dan terus mengembangkan aneka produk.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, menggunakan keunggulan sendiri untuk memasuki pasaran yang ketat pemain besar. "Saya ini bukan siapa- siapa karena belum tergolong pengusaha sukses," ujarnya, yang mengaku tengah semangat- semangatnya mengembangkan usaha.

Dia berani bermain harga. Lebih murah bukan masalah, karena baginya sudah menguasai proses pembuatan dari mendasar. Bahan baku dia bisa ciptakan sendiri. Kalau ia mengibaratkan perusahaan besar seperti penjual bakso, maka hanya bisa mengumpulkan bahan dari supermarket.

Adapula yang membeli langsung kuah bakso, dan mie nya sudah siap di pasar, kadanga bumbunya dibuat dari bahan bumbu mie instan. Intinya perusahaan besar tidak jarang hanya peramu. Sedangkan dia mampu menciptakan bahan paling dasar. Efisiensi tersebut mampu membuatnya berani menjual lebih murah.

Nilai produksi ditekan sedemikian mungkin. Dibanding perusahaan sekala besar yang memilih membeli bahan setengah jadi buat diolah lagi. Sugiharto pemilik CV Big's Image, baginya bisnis adalah bagaimana membangun value of chains barulah bisnis akan menguntungkan.

Bisnis baru


Bisa dibilang berbisnis consumer's good adalah hal baru. Namun menurut Sugiharto justru di sini, market bisa sampai ke mana- mana. Walaupun terkendala ijin, produknya masih mampu memasuki pasar, karena memang tidak menyangkut makanan. Meskipun produk premium diarahkan dia masuk ke pasar menengah bawah.

Tetapi bukan juga melulu fokus ke konsumen ruma tangga. Variasi pasar dilakukan Sugiharto agar bisa jadi produsen kelas besar nantinya. Bayangkan menurut analisanya perusahaan besar di bisnis ini mampu mengantungi omzet sampai Rp.22 triliun per- tahun.

Ia juga menyasar kebutuah hotel, perkantoran, restoran, atau kafe. Mulai berhubungan dengan prosesing makanan juga ke layanan kesehatan. Untuk keperluan rumah tangga sudah ada brand sendiri yakni Fresho. Dan untuk keperluan jumlah besar atau korporasi, dia menggunakan nama brand Ecotech.

Dia berkisah awal usaha memang mengeluarkan biaya investasi tinggi. Tetapi tidak setinggi dikeluarkan oleh perusahaan mapan. Dia mengaku mengeluarkan Rp.1,2 triliun. Efisiensi tinggi karena dia sendiri yang menciptakan teknologi prosesing. Bisnis lain dijalankan oleh Sugiharto adalah bisnis marketing suport.

Yakni semacam menjadi partner pengembangan bisnis perusahaan lain. Dia menawarkan ide segar kepada mereka. Ide tidak melulu dari dirinya, tetapi bisa diproses ketika bertemu klien nanti. Sugiharto juga akan mengeksekusi ide tersebut untuk perusahaan- perusahaan terkait.

Peraih S-2 Manajemen Internasional Universitas Grenoble, Prancis, ini masih juga memiliki bisnis lain yakni bisnis alat peraga pendidikan Sonic System. Sebuah sistem untuk mengajar anak di usia dini. Dia lebih menjelaskan lagi bagaimana alat tersebut membantu anak belajar bahasa asing sampai fasih.

Anak akan belajar sampai ke logat Inggri fasih. Untuk produk pembersih Sugiharto memang belum begitu dikenal masyarakat sekarang. Dia percaya diri mampu memasuki pasar nasional.

Sebagai pemula cara berbisnis Sugiharto memang sudah cermat. Sugiharto memang masih enggan buat dipanggil sebagai wirausahawan sukses. Dia belum memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Dari segi produksi, penyerapan pasar, serta bagaimana bisa mempekerjakan banyak orang lewat bisnis ini.

Sugiharto berharap pengusaha lain akan lebih banyak. Dan pemerintah mampu mendukung tumbuhnya para pengusaha baru. Bagaimana masa depan Indonesia tergantung kesempatan yang diberkan pemerintah. Dia yakin termasuk dirinya akan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Cerita Miliarder Jualan Kue Kering Lebaran

Profil Pengusaha Eko Suciptono 




Ia tidak pernah menyangka akan menjadi pengusaha. Eko Suciptono nyatanya bisa sukses. Cuma jualan kue kering, mampu menjadi pengusaha sukses dan mempekerjakan banyak orang. Ia berkisah, semua bermula pada pertengahan 1980 -an, yang mana Eko hanya orang biasa tanpa memiliki apa- apa berlebih.

Dia sempat berkuliah tetapi cuma dua semester. Eko memilih mencari uang. Tahun 1986, dia lantas malah menikah, cuma bermodal nekat mencoba berjualan makanan kecil. Ia bahkan rela berkeliling ke berbagai daerah. Jualan dari pintu ke pintu, mulai berangkat dari Brebes sampai ke Jakarta dilakoni Eko.

Dia berangkat naik angkutan umum. Sampai di Jakarta, Eko akan tidur di masjid, sejak kecil dia memang sudah membantu orang tua jualan. Kenapa tidur di masjid ya karena daripada pulang dagangan belu habis. Dia berpikir mending tidur dimana saja.

Kalau pulang malahan jadi boros. Pokoknya enggak efisien dibanding dia tidur dimana saja. Awal dia mulai dengan berjualan aneka jajanan tradisional. Ada selai pisang dan dodol tape. Jajanan tersebut lantas dijual ke pasar tradisional. Atau dia akan jual di angkutan umum, atau ke toko, jika terpaksa door- to- door.

Tahun 1996 Eko memutuskan buat menekuni berjualan. Dia tidak lagi tergantung kepada jualan yang orang tua buat. Dia menyebut saatnya beralih ke jualan lebih modern. Inilah langkah awal dia memasuki bisnis aneka kue kering.

Bisnis kecil tapi besar


Dari memproduksi, Eko mulai memperbaiki cara pengemasan kue. Bertahap dia mulai menjual, dan mulai mendapatkan bantuan dari orang lain untuk menjualkan. Dia dibantu sang istri, Nani Yunaningsih, dimana mereka bersama merintis bisnis aneka kue kering kemasan yang didistribusikan ke toko- toko.

Bertahap dia juga menyasar ke koperasi dan minimarket. Berjalannya waktu Eko sudah memiliki mobil buat mendistribusikan. Eko juga menggaet pembuat makanan kecil lainnya. Dia akan mengemas ulang dan menjajakan ke jaringannya. Mekrea menyadari untuk membuat variasi jajanan butuh tenaga ekstra.

Usaha dijalankan Eko lantas dilirik pihak bank. Di tahun 2000, ada bank swasta yang mengucurkan dana ke Eko, kredit ringan senilai Rp.75 juta untuk usahanya. Selang 3 tahun nilai kredit Eko tidak pernah berubah. Namun dari segi omzet, bisnisnya naik dari tahun ke tahun bahkan lebih besar dari nilai uang dikreditnya.

Kisaran 2003- 2007 Eko beberapa kali pindah bank, sampai memutuskan menjadi nasabah bank Mandiri. Dia bahkan sudah punya kredit senilai Rp.2,2 miliar. Untuk bisnis UD. Instisari mampu mencapai omzet Rp.2 miliar per- bulan atau Rp.24 miliar- 26 miliar per- tahun.

Eko sendiri ingat betul awal omzetnya cuma Rp.200 juta. Rahasia sukses Eko, ia menjelaskan yakni lewat variasi produk dimana sudah mencapai ratusan jenis, yang semula cuma tiga macam. Perusahaan Eko juga menjual kemasan parsel disaat menghadapi musim Idul Fitri.

Distribusi sudah mencapai seluruh Jawa, dimana ada 5 workshop yang bersebar di Tangerang, Subang, Purwakarta, Kawasan Industri Cibitung, dan Bekasi menjadi kantor pusat.

Produk makanan Eko sudah sampai ke minimarket. Padahal, awalnya, perusahaan kecil miliknya susah sekali masuk ke minimarket. Banyak hambatan persyaratan agar produknya dipajang di etalase. Dimana ia diharuskan mendapatkan rekomendasi dari Indagkop -Industri, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Bekasi.

Ia mengatakan peningkatan kualitas selaras dengan omzet. Dimana sekarang Eko juga membuat bisnisnya tidak cuma produksi tetapi penjualan. Tidak semua produksi juga dilakukan sendiri. Beberapa diserahkan ke keluarga. Sehingga Eko lebih fokus pada pemasaran produk serta mensuplai kebutuhan pasar.

Ke depan usahanya akan termasuk minimarket sendiri. Menurut Nani, kelak ekspansi usahanya akan fokus kebutuhan rumah tangga, hingga penjualan yang fokus ke perusahaan sendiri. Nani berencana mendirikan tiga minimarket di lingkungan sekitar. Nanti karyawan belanja di sana tinggal potong gaji jika tidak ada uang.

Kisah Pengusaha Real Estate Dulunya Tukang Pel

Profil Pengusaha Sidney Torres IV



Siapa seorang Sidney Torres, perjalanan bisnis panjang hingga membawanya di puncak sekarang. Mantan office boy ini kemudian menceritakan rahasia suksesnya. Bagaimana dia bisa menjadi seorang pengusaha dengan banyak bisnis, berawal sebuah perusahaan pengolahan sampah sampai menjadi developer rumah.

Dia mulai dengan menjadi tukang kayu. Torres mulai bekerja dari tingkatan paling bawah. Seperti halnya membetulkan atap rumah. Pekerjaan borongan untuk perusahaan pengembang. Dia juga bekerja menjadi tukang pel lantai, lantas menjadi tukang bersih jendela rumah baru yang akan dijual.

Lama- lama Torres ingin membeli rumah sendiri. Tidak besar kok, cuma rumah kelas menengah yang ia ternyata tidak sanggup beli. Akhirnya dia pulang ke rumah neneknya. Disana, ketika dia mulai curhat akan masalahnya, justru nenek memberikan tantangan 60 hari.
 
Dia bertanya apakah nenek bisa bantu. Sang nenek menjawab akan membantunya. Menyelesaikan masalah asalkan Torres berpikir dulu 60 hari sampai 90 hari. Tentang mimpinya tentang apakah dia masih tetap kepada keputusan awal. 

"Aku akan setuju dan membantu kamu mendapatkan rumah pertama kamu," ujar Torres menirukan nenek.

Bermodal $40.000 hutang oleh sang nenek, bukan membeli rumah pertamanya, dia malah merenovasi rumah sang nenek. Berjalannya waktu, dia juga menemukan cara mendapatkan uang sendiri. Yaitu Torres menemukan perusahaan daur ulang sampah.

Oleh masyarakat New Orleans, Torres lantas dijuluki Raja Sampah, dikenal akan inovasinya memberi bau harum lemon ke produk olahanya. Tidak berhenti disana, dia kemudian menemukan aplikasi smartphone anti- kejahatan di New Orleans.

Detailnya di tahun 2011, dia menjual bisnis daur ulang sampah, dengan uang tersebut dijadikan bisnis lain yakni mengembangkan resort di Bahama. Torres kemudian merubah sebuah rumah kuno dijadikan satu tempat yang menarik turis. Dia memang dikenal sebagai sosok social- entrepreneur dibanding lainnya.

Bisnis real estate


Kelebihan Torres adalah mampu mengajak orang lain. Membangun komunitas, mampu membangunya dia bahkan mampu membangun bisnis real estate lewat situ. Dia membangun rumah kuno, dibelinya lalu dia renovasi. Ambil contoh sebuah rumah singgah yang berdiri sejak 1999, dirubah menjadi hotel 150 kamar.

Dalam jangka waktu 15 tahun terakhir, dia mampu menggandakan portfolio real estatenya mencapai nilai $250 juta, dimana dia fokus membuat klien bahagia. Tahun 2012, dia membeli sebuah resort mewah di Bahama dengan $50 juta, dan membangun 75 vila, dua restoran, dan 40 acre tanah properti lagi di 2013.

Ketika ditanya CNBC: Rahasianya di bidang real estate adalah soal membeli, bukan di menjual. Banyak orang mengira dia akan merenovasi rumah. Kemudian Torres akan menjualnya dengan harga lebih mahal. Banyak orang mengira bahwa dia membuat uang lewat cara tersebut.

Menurutnya membeli rumah, paling baik ialah ketika menemukan lingkungan. Baru kamu harus menego akan harga. Bagaimana menemukan harga yang pantas. Selanjutnya "bang" kamu akan membuat uang lebih banyak. Untuk mencari titik suksesnya butuh mencari- cari tau dahulu, tanya banyak orang tentang tempat itu.

Mungkin kamu akan lebih nyaman bermain menjual. Membeli rumah tanpa tentang lingkungan. Cukup itu strategis kemudian diolah direnovasi ulang. Sayangnya ketika kamu akan merenovasi, terkadang kamu harus membayar lebih sedikit banyak, alhasil terkadang orang akan salah posisi ketika akan menjualnya.

Ketika kejadian Badai Katerin, dia ikutan membantu, dimana banyak rumah hancur dan tentu New Orleans menjadi tumpukan reruntuhan. Dia membawa banyak peralatan, menandatangi kontrak kerja, dan mulai bekerja buat membantu membangun mengolah sampah dari New Orleans.

Torrens memang lebih suka membangun komunitas. Meskipun berbisnis, dia tidak fokus mengejar uang, ia bahkan membagikan uangnya lewat perusahaan investasi. Dia berharap mampu membantu lebih banyak pengusaha. Lewat IV Capital mencoba menolong pengusaha dari hutang bank lewat $20 juat uang modal.

Dia mengajak 22.000 siswa, agar menjadi agen perubahan ekonomi, menjadi suka membaca, dan selalu belajar dari pengalaman. Ketika terjadi gempa Haiti, dia suka rela menurunkan tiga pesawat kargo dengan obat- obatan senilai $300.000.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba