Cara Jepang Mengatasi Kekurangan Energi Listrik

Berita Bisnis: Solar Panel Raksasa Jepang



Ketika akhir tahun 1990 hingga 2000, ketik booming bisnis real estate melanda Jepang, kemudain meledak hingga menyisakan satu masalah. Yakni, adanya lubang besar diantara tumpukan- tumpkan perumahaan itu. Ada banyak lapangan golf tak terpakai kembali. Disatu sisi lainnya, terjadi kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima. Terjadi penolakan masyarakat Jepang keras terhadap rencana pembangunan itu kembali; ada masalah serius di ke energian mereka.

Beda Indonesia tentu beda negara Jepang, terutama soal mengatasi kelangkaan energi. Butuh solusi dan itu bukan pembangkit listrik tenaga batu baru. Suatu kemunduruan jika terjadi karena faktanya Jepang sebagai negara maju -sudah lama meninggalkan energi fosil. Solusinya kembali ke energi nuklir? Atau, pemerintah harus mencari cara lain. Hubungannya dengan tanah golf. Baru- baru ini penulis menemukan artikel menarik soal tenaga terbarukan.

Jepang dipusingkan kemungkinan defisit energi 2030. Solusinya adalah pembangunan solar panel diatas air. Tentu karena Jepang merupakan negar kepulauan dan cukup padat. Akan tetapi pemerintah ternyata telah melupakan susuatu. Yakni lapangan golf disisa real estate bubble di tahun 1990 -an. Jadilah lapangan besar itu diubahnya menjadi solar panel raksasa! Minggu lalu, perusahan bernama Kyocera bersama patner telah mengumumkan proyek 23 megawatt dan jadilah solar panel atas air.

Mereka lah perusahaan bertanggung jawab atas solar panel diatas air. Kini, mereka menggarap lapanga golf di Kogoshima prefecture. Dimana merupakan lapangan terbengkalai 30 tahun lalu. Dimana akan dikerjakan dalam bentuk poyek pembangkit 92 megawatt. Dimana akan mencangkup 340.000 solar panel, dimana direncanakan akan mengisi 100.000 megawatt selama per- tahun. Akan cukup membangkitkan energi buat 30.500 rumah dimana akan bekerja tahun 2018.

Jual Lampu Cangkang Kerang Sampai Eropa

Kisah Sukses Pengrajian Kerang



Kerajinan unik satu ini memang belum begitu dikenal. Tak setenar bisnis kerajinan rotan ataupun bisnis kayu olahan. Ini bisnis sama- sama mengandalkan kreatifitas. Bermodal cangkang kerang, kita akan bisa membuat aneka kerjinan unik. Tak monoton seperti di pasaran. Salah satu pengusaha sukses kerajinan cangkang ialah Imal, pemuda 30 tahun, sukses bahkan menembus pasar ekspor. 

Dia bercerita semuanya cuma bermodal limbah. Diolahnya sedemikian rupa jadi kerajinan cantik. Peminatnya bahkan tidak cuma dalam negeri tapi sampai Eropa. Awalnya, dia melihat potensi pasarnya terlebih dahulua, sebelum memutuskan berbisnis kerajinan apa. Potensi pasarnya besar baik buat potensi pariwisata domestik atau lokal, apalagi internasional yang dikenal memang demen kerajinan. Sayangnya, di tempat wisatanya asal Imal, kerajinan ini justru terbengkalai.

Cuma menjadi limbah berserakan di tepi pantai Pandeglang, Banten, kerang tersebut cuma dibiarkan seperti sampah terkadang disingkir- singkirkan. Ia melanjutkan ceritanya, "padahal kalau dilihat cangkang kerang itu punya tekstur keras dan tanpa diapa- apakan dia cantik karena agak berkilau." Nah, dari situlah pemuda ini berpikir bagaimana jika dijadikan aneka kerajinan.

"Saya berpikir bagaimana barang ini daripada mengotori pantai saya buat kerajinan yang mendatangkan uang," jelasnya lagi.

Dia cukup ahli mengolah limbah ini. Dimanakan ia mempelajarinya pastilah cuma bermodal otodidak. Ia pun lambat laun menjadi ahlinya. Salah satu kerajinan andalan miliknya yakni lampu hias cantik seperti di gambar. Benar- benar sangat menganggumkan tak bisa dibuat dari mesin. Untuk produknya satu ini mampu laris dijualnya sampai 70 buah karya, dimana harganya dipatok 100.000- 300.000 per- buah. Selain dijual buat kebutuhan lokal juga sudah masuk pasar ekspor.

"Banyak orang Jepang, Korea, Eropa juga banyak. Saya 2008 itu banyak jual ke luar. Rata- rata 300 buah per- bulan ke Eropa. Tapi pas 2011 sudah enggak ekspor lagi soalnya Eropa lagi krisis," tuturnya.

Disaat masih mengekspor sampai ke Eropa. Ia mengaku bisa mengantongi omzet Rp.60 juta per- bulan. Semenjak cuma berjualan lokal untungnya menurun jadi cumaRp.20 juta saja. Namun, Imel bukanlah satu pengusaha muda patah arang. Bermodal sosial media mencoba memasukan bisnis ke luar. Hasilnya ada satu- dua nyangkut terjual ke luar negeri meski tak sebanyak dulu. Dia masih berharap bahwa ekonomi di Eropa bisa membaik; balik seperti dulu.

Sumber: Detik Finance

Pengalaman Ditipu Orang Bermanfaat Loh

Artikel Bisnis: Pengusaha Sukses Kena Tipu



Ada artikel menarik di Tempo. Sesuai dengan keadaan penulis saat ini. Judul artikelnya "Pengusaha Sukses Harus Pernah Ditipu Orang", bukan sembarang orang loh mengatakan ini. Tapi dia lah Dahlan Iskan, bos dari jaringan bisnis Jawa Post, dikutip ketika dirinya masih menjabat Menteri BUMN. Waktu itu ketika Dahlan tengah menjadi pembicara buat PT. Permodalan Nasional Madani (Persero). Kala itu, ia didapuk menjadai pembicara bagi para pengusaha muda binaan Permodalan Nasional.

"Karena menjadi pengusaha yang baik itu adalah pengusaha yang pernah ditipu orang," ucap Dahlan percaya diri, dihadapan ribuan peserta seminar kala itu.

Ucapan Dahlan mungkin bersifat ekplisit. Bukan berarti pernah ditipu sampai ratusan juta. Pernah ditipu juga berarti tertipu asumsi kita sendiri. Mungkin kita berasumsi bisnis MLM sukses. Tapi kenyataanya kamu tak sanggup merekrut member baru. Apakah itu penipuan? Kalau faktanya memang ada orang sukses berkat ikut ber- MLM ria. Dalam seminar tersebut Dahlan kemudian menunjuk beberapa pengusaha ke panggung. Mereka itu yang membawa balitanya ke acara tersebut.

Dia lantas berujar, "saya lihat tadi kira- kira 80 persen yang hadir di sini usianya masih muda- muda, berarti ada beberapa kemungkinan." Dahlan menyimpulkan bahwa disini ada mereka baru belajar berbisnis. Ada yang baru ketemu peluang berusaha sendiri. Tapi ada kemungkinan merupakan mereka yang pernah gagal, bangkit, kemudian bisa jadi gagal kembali. Mereka bangkit kembali. Kemudian Dahlan memanggil mereka para pengusaha pernah ditipu.

Pengusaha tersebut kemudian disuruh menjelaskan bagaimana pengalamannya. Ada kisah penjual lotek yang kehilangan 400 ribu cuma dijanjikan kulkas dari lima buah permen. Ya, pengusaha kecil ini malang, karena itu semua merupakan hasil jerih payahnya usaha kecil- kecilan. Adapula yang berkisah pengalaman ditipu jual- beli online. Dimana ia mengaku bahwa barang kirimannya tidak diantar. Semua kisah "penipuan" itu beda- beda dari besar- kecil.

Cuma ada satu persamaan mereka: mereka yang pernah ditipu kini sudah berkembang. Dahlan bersikeras akan teorinya. Meski tak pengusaha sukses pernah ditipu. Dia meyakinkan bahwa lebih baik kita ditipunya itu sekarang bukan pas sukses nanti. "Lebih baik anda saya doakan ditipu sekarang, ketika anda masih kecil, daripada ditipu orang ketika menjadi pengusaha sukses nanti," imbuhnya. Melalui pengalam tersebut kamu bisa memetika hikmah; membaca karakter orang.

Kamu akan lebih berhati- hati ketika memutuskan bisnis selanjutnya. "Pengusaha itu istimewa. Kalau semua orang gampang putus asa, nggak ada yang bisa jadi pengusaha," ucapnya. Penulis sendiri pernah ditipu tapi bukan ditipu sekala besar. Penulis pernah beberapa kali tertipu asumsi UNTUNG. Ya, beberapa kali aktif berbisnis online, penulis kira bisa berbisnis tanpa modal. Mulai berbisnis referal (member- get member) tapi buntung karena tidak sanggup menjual angan.

Mirisnya ketika artikel ini ditulis, Pak Dahlan menghadapi apa itu "ditipu", dan mirisnya justru ketika dirinya telah sukses. Ketika dirinya memutuskan berhenti jadi pengusaha dan mengabadi. Dia harus berhadapan satu fakta bahwa dia "tertipu" birokrasi (tersangkut kasus korupsi).

CEO Taksi Uber Eropa Resmi Ditahan

Berita Bisnis: Ribetnya Bisnis Taksi Uber


 
Menjalankan bisnis Uber memang akan menghadapi banyak masalah. Utamanya pada sistem perijinan, untuk cabang Indonesia sendiri, penulis belum dengar beritanya pengelola Uber ditangkap. Tapi jikalau berbicara di negara lain. Maka yang menjadi sorotan adalah penangkapan di Eropa. Pasalnya berbeda di negara India yang rawan. Apakah negera Eropa rawan? Tentu tidak, tapi kenyataanya, Eropa sudah punya aturannya sendiri tentang taksi ilegal.

Bukan Amerika tapi Eropa pastilah punya hukum berbeda. Tak bisa disamakan Amerika pada Maret 2015, telah diadakan serangkain penyidikan. CEO Uber Prancis, Thibaud Simphal, dan Europe GM Pierre- Dimitri Gorey- Coty, resmi ditangkap atas dua tuduhan utama: (1). menjalankan bisnis taksi ilegal, (2) merahasiakan dokumen digital. Entah apa yang dimaksudkan poin kedua. Penulis juga mencoba memahami artikel dari Tech Crunch.

Kesimpula sementara hal ini adanya hubungan dengan pristiwa demontrasi di Eropa. Disana, sopir Uber, menuntut Uber menghentikan tarif murah mereka. Mereka juga kabarnya meminta status resmi sebagai sopir perusahaan atau pekerja resmi. Hal ini tentu bertentangan dengan konsep Uber sendiri yakni bisnis sharing- economy. Ini juga bersangkutan dengan persaingan tak sehat. Yakni adanya UberX atau UberPOP, dimana UberX memang dikususkan untuk Prancis dan Amerika.

UberPOP sendiri aturan bahwa setiap orang bisa jadi supir. Bahkan buat mereka yang tanpa adanya lisensi profesional dulu. Ini membuat kemarahan para sopir taksi. Karena bisa berarti siapapun bisa memberikan satu layanan melalui Uber App. Hal tersebut membuat kekacauan hingga pemerintah memutuskan untuk melakukan sidak bagi sopir tak resmi tersebut. GM Eropa sendiri Simphal mengatakab bahwa keberadaan sistem UberPOP tak akan dihentikan.

Selama pemetintah secara resmi melalui pengadilan memutuskan itu ilegal. Akhirnya ini memberikan satu efek ganda yakni para sopir (mencari uang lewat Uber) menuntut setatus resmi. Mereka menginginkan status jadi pegawai Uber. Sementara adanya UberPOP memastikan semua orang bisa jadi sopir Uber. Inilah satu hal yang jadi masalah di Erop sekarang. Lain hal dengan Amerika, status perusahaan Uber dengan segala hal trobosannya bisa dianggap ilegal.

Warga London Berbisnis Tempe Asli Indonesia

Kisah Pengusaha Sukses William Mitchell



Beda Rustono, beda William Mitchell, dia adalah orang Inggris asli, yang baru kenal tempe sekitar 1995 -an. Ia yang bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di Jakarta, mulai ikut- ikuatn menikmati lezatnya makanan ini. Saking gemarnya dia bahkan menyempatkan diri belajar pembuatannya. Singat cerita ia melalang buanan ke Jawa. Dia menemui beberapa produsen tempe. Belajar beberapa bulan dibawalah ilmu tempenya itu kembali ke tanah asalnya.

Merasa mantap akan tempeh hasil buatannya, ia memutuskan pulang ke kampunya. Mitchell memutuskan mantap membuka bisnisnya sendiri di London, Inggris. Berhenti menjadi guru Bahasa Inggris, kini, ia menjadi pengusaha tempeh sejak dua tahun lalu. 

"Saya banyak menggunakan uang tabungan saya untuk bisnis ini," jelasnya.

Agak kesulitan di enam bulan pertama bisnisnya berjalan. Maklumlah beda tempat, maka makin berbeda pula tantangan produksi tempehnya. Dia mengaku sudah lumayan menghasilkan sekarang. Ia membuka lapak tempenya tiga kali seminggu; hari Rabu, Kamis, dan Jumat. Bermodal sebuah tenda bertuliskan tempeh asli Indonesia. Dia memasak sendiri dan menjualnya dua jam selama makan siang. Setiap hari wanita bule ini nongkrong di pasar London.

Cita- citanya tak berhenti sekedar jadi tukang tempeh. Dia tak cuma mau membuat tempeh. Tapi aktif buat memasaknya, menyajikan dan mempromosikannya. Hasrat terbesarnya adalah memasukan menu tempeh ke dalam masakan restoran. "Saya punya tiga pekerjaan, buat tempe, masak tempe dan promosikan tempe," ucapnya fasih berbahasa Inggris.

Membuka lapaknya pukul 07:30 pagi dibantu satu karyawan bagian memasak. Kegiatan uniknya ternyata jadi sorotan di dunia maya, Facebook. Dikabarkan oleh seorang pengguna medsos, "wah tempe diminati dan disukai oleh orang asing?". Celetuk akun MGekln tersebut kemudian memviral menyebar ke sosial media lain. Berkat itulah Mitchell banyak dibicarakan bahkan diwawancarai media masa, salah satunya BBC Indonesai. 

Gak nyangka ternyata ini bukan iseng belaka. Penduduk London ternyata suka tempeh loh. Karena London menjadi tujuan wisata pula, banyak pula pengunjung dari negara- negara lain. Jadilah tempe Michell disukai oleh dunia garis besarnya. Dia ternyata juga menjajakan si tempe ini melalui Facebook. Salah satu andalannya adalah tempe kari. Meski baru bagi masyarakat Inggris, namun, tak dipungkiri kesannya mengundang banyak perhatian. 

Sebagian pembeli adalah coba- coba, dan mereka ketagihan, menjadi pelanggan tetap.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba