Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Arab Saudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Arab Saudi. Tampilkan semua postingan

Sejarah Bank Syariah di Arab Saudi dan Dunia

Profil Pengusaha Sulaiman Al- Rajhi


sejarah bank syariah

Biografi Sheikh Sulaiman bin Abdul- Aziz Al- Rajhi (lahir 1920) adalah tokoh bisnis Arab Saudi dan miliarder. Dia bukanlah keturunan bangsawan kerajaan Arab, Sulaiman Al- Rajhi terlahir keluarga bisa dan pedagang sejati. Dia bersama saudaranya Saleh hidup di gurun Nejd, yang memulai paginya bepergian bersama karyawan dari Mekah dan Madinah.

Dia telah menjadi pemegang saham bank keluarga Al- Rajhi, grup usaha perbankan yang teraktif di kawasan Saudi Arabia dan paling menguntungkan. Pendiri bank Al- Rajhi itu sendiri, dengan kekayaanya diperkirakan $7,7 juta di 2011.

Al- Rajhi dikenal memiliki kegiatan sosial tinggi, dan jalannya adalah organisasi SAAR Foundation sebagai penggalang donasi di Kerajaan. Bukan kalangan bangsawan, ia kembali menjadi orang miskin setelah memberikan semua saham dan asetnya ke anaknya dan sisanya disumbangkan.

Bisnis untuk keluarga


Bisnisnya dibangun dan digerakan Al- Rajhi bersaudara. Ia dan saudaranya, Saleh menjadi founder dan co- founder. Bisnis mereka bergerak sejalan pertumbuhan buruh migran. Mereka menjadi kaya bahkan sebelum bisnis minyak terkenal. Caranya melalui perbankan, yang membantu buruh migran mengirim uang ke negara asalnya, seperti Indonesia dan Pakistan.

Di 1983, keduanya mengajukan ijin membangun Bank Islam pertama di Saudi Arabia. Pendidikan tertingginya adalah sekolah dasar, tetapi mampu memegang saham utama di Bank Al- Rajhi. Ia dan Saleh sekeluarga telah memulai bisnis lain seperti gypsum, agrikultur, baja, dan lainnya.

The Al- Rajhi Bank memiliki nilai $6,75 juta. Berkantor pusat di Riyad, serta memiliki enam kantor lain di beberapa wilayah. Bisnisnya dimulai sejak tahun 1957 berpusat pada bisnis perbankan dan trading. Saham Al- Rajhi laly dibagikan ke anak- anaknya bernama Saleh, Sulaiman, Abdullah, dan Mohammed.

Saham tersebut berlanjut diserahkan ke keturunan selanjutnya. Bank milik mereka merupakan bank terbesar di jazirah Arab bernilai investasi SR750 juta atau 100%, yang meningkat signifikan menjadi SR1.5 miliar, SR2.25 miliar. Perteumbuhanya terus tidak tekendali menjadi SR4.5 miliar (Maret 2005), jadi SR6.75 miliar (Maret 2006) dan akhirnya total SR13.50 miliar (Maret 2007).

Di 2006 setelah 50 tahun bekerja, Bank Al- Rajhi yang dimulai di Arab Saudi mulai berekspansi ke Malaysia. Inilah langkah awal menjadikan Al Rajhi menjadi bank internasional. Mengikuti model perbankan Al Rajhi, menjadi dasar pekembangan bank Syariah, terutama di kawasan Malaysia dan Asia umumnya..

Bank Al- Rajhi mencoba menembus batasan bank modern dan menjadi versinya sendiri. Ekspansi selanjutnya menyangkut pembukaan cabang lain di luar negeri. Di 2010, bisnisnya berekspansi ke Kuwait, yang membangun bank yang memisahkan antara bank untuk pria dan wanita.

Mengikutinya di tahun 2011, Bank Al- Rajhi lalu membangun cabang bisnis di Jordan. Dalam sebuah interview, Sulaiman Al- Rajhi menjelaskan tidak mudahnya mengembangkan perbankan Islam. Ada hampir 30 tahun, dia mencoba menghubungkan Islam Arab dan juga Kristen di Barat dalam sebuah prinsip ekonomi.

Ia mencoba meyakinkan bank lain mengenai prinsip bisnis ini. Cerita usahanya itu mencapai bukan hanya kepercayaan tatapi kekayaan. Dia berusaha sangat keras dan penuh visi bisnis memulai dari nol. Ia membuktikan sistem Islam mampu menghasilkan kekayaan.

Al- Rajhi masih aktif meski tidak lagi mengurusi bisnisnya. Dia menjalankan SAAR Foundation dari doa pagi hingga waktu ibadah Isha. Ia sempatkan untuk berkeliling kerajaan di berbagai wilayah, dan selalu mengikuti apa jadwalnya.

Dia menyimpan diari kecil dikantungnya berisi jadwal sehari- hari dan selalu mengikutinya sebagai panduan.  Usahnya menstabilkan bank Al- Rajhi, bank Islam terbesar di Saudi Arabia, jadi bentuk usahanya melawan segala bentuk kemiskinan. Kerja keras itu membuatnya diingat oleh rakyat Arab Saudi.

Dia bahkan dianugrahi penghargaan oleh pihak Kerajaan, King Faisal International Prize, atas segala kerja kerasnya. Menurut Forbes, Sulaiman Al- Rajhi merupakan orang terkaya nomor 120 di dunia, dan memiliki total kekayaan berkisar di $.7,7 miliar. Namun, meskipun orang terkaya, dia memilih untuk hidup miskin.

Unik ketika orang kaya lain ingin semakin kaya, tetapi tidak bagi Al Rajhi. Pria 92 tahun itu jutru berpikir terbalik. Dia seolah ingin lepas dari apa yang melekat pada dirinya. Dia dikenal sosok sangat pemurah dan elalu mengikuti ajaran- ajaran berbagi di Islam. Sulaiman Al- Rajhi lantas melimpahkan seluruh kekayaan kepada anak- anaknya.

Hingga kini, Al- Rajhi tidak mempunyai uang tunai, semua saham perusahaan telah dibagi- bagikan. Yang tersisa dalam dirinya hanya pakaian sehari- hari. Layaknya orang tua biasa, dia ingin dekat dengan anak- anaknya, tak ada duniawi. Alasan untuk membagi kekayaan sebelum mati bukanlah untuk apa.

Dia meyakini cara inilah yang akan mengikat tali persaudaraan putra- putrinya. Tak jelas seperti apa keluarganya, atau berapa jumlah istrinya, namun dia disebut memiliki 32 orang anak. Menurutnya Allah tidak suka umatnya yang angkuh dan berlebih- lebihan, itulah kenapa ia membagi miliknya ke anak- anak.

Contohnya terlihat jelas ketika dia menumpang maskapai penerbangan miliknya sendiri. Dimana dia selalu tetap membayar tiket meski dia tau itu miliknya. Inilah biografi Sheikh Sulaiman bin Abdul- Aziz Al- Rajhi, adalah tokoh bisnis dan orang terkaya di Arab Saudi.

Wanita Arab Berdedikasi di Kewirausahaan


Dia lah Tuba Terekli, pengusaha asal Arab Saudi yang memiliki 20 tahun pengalaman di KSA (perusahaan makanan halal.red). Dia memiliki latar belakang pendidikan dari UOL dan Stanford, serta gelar MBA khusus di bidang Kewirausahaan dan Sertifikat Lanjutan Manajemen Proyek. Wanita yang memiliki jaringan luas di lebih dari 25 negara di pemerintahan, bisnis, lembaga keuangan, aktivis kewirausahaan, lembaga teknologi, Silicon Valley dan universitas besar.

Telah mendirikan dan membangun empat startups sukses di bidang kesehatan, perhotelan, real-estate, dan bisnis lingkungan.  Ia juga telah menerima tiga penghargaan utama, Saudi Growth Fast 100, King Khalid Foundation atas perusahaan- perusahaan yang paling bertanggung jawab dan daftar NUSAAC untuk yang start up terbaik di bidang kesehatan. Dia adalah Tuba Terekli, co-founder sekaligus CEO dari Qotuf Al Riyadah Development Company.

Dia bekerja untuk merumuskan ekosistem kewirausahaan dalam Arab Saudi.

Kewirausahaan sistem


Arab Saudi memiliki budaya kewirausahaan berbeda dengan Indonesia. Menurutnya ada lima poin penting yang menjadi persoalan dalam pertumbuhan pengusaha. Pengusaha Saudi harus menghadapi birokrasi yang berbiaya mahal, mahalnya real estate dan kebijakan- kebijkan baru, kesulitan membangun start- up, sulitnya persyaratan bank, dan sulitnya menemukan patner atau mentor bisnis. Seperti negara lain, Arab Saudi telah melakukan berbagai usaha termasuk Qotuf Al Riyadah.

Apa itu Qotuf? Tuba lalu menjelaskan secara ringkas sebagai private sector membantu tumbuhnya ekosistem guna menyadari talenta wirausahawan, tim pembangun, dan sebagi perusahaan inovatif. Didirikan olenya dan berbentuk perusahaan legal, mereka bersama mencoba membangun pertumbuhan kewirausahaan.Tujuan utama dari inisiatif Qotuf adalah untuk memberikan manfaat bagi semua pengusaha bersedia, seperti startups teknologi, bisnis rumahan, e-commerce, waralaba, wirausaha, untuk beberapa nama lain.

Menteri Tenaga Kerja Adel Fakieh telah memberkati pembentukan Qotuf Al Riyadah olehnya. Dia bahkan meminta secara khusu agar Qotuf untuk mengembangkan berbagai inisiatif. Ia juga menyadari perluanya sebuah inisiatif dari Departemen Perdagangan dan Industri, Dr Tawfiq Al Rabiea. Dia yang akan mendorong setiap hari untuk menghilangkan hambatan dan kemudahan masuk ke pasar. Tuba menyebut peran sosial dari perusahaan yang dipimpinnya tidak hanya sampai disana.

Hari ini industri, seperti perhotelan, pariwisata, desain, waralaba, e-commerce, layanan tingkat tinggi, dan bahkan layanan sederhana seperti telah menghilang dalam 10 tahun terakhir, seperti pemandu wisata. Kesempatan tidak terbatas melalui overhead,  ia melalui teknologi memungkinkan start-up mendorong lebih banyak lapangan pekerjaan.

Bisnis pengusaha


Arab Saudi adalah tanah kesempatan bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha dan begitu banyak tempat-tempat baru terbuka: industri, kota-kota ekonomi dan ekonomi dasar kota primer dan sekunder antara lain. Ketika ia mampu melihat ukuran kesempatan; Tuba terkejut bahwa orang tidak berbondong-bondong untuk membuka lebih start-up. Apa itu start- up? Sebuah model bisnis yang memanfaatkan internet serta berbagai teknologi terbarukan.

"Dalam kewirausahaan semua orang berbicara tentang Bill Gates dan Steve Jobs yang efektif bertugas untuk menumpahkan begitu banyak pusat perhatian pada industri mereka dan Amerika Serikat, dan lebih populer daripada presiden AS dalam sejarah global," terangnya. Ia merasa perlu adanya usaha agar sektor private diperkuat dimana tidak lagi bergantu pada pemerintah. Sektor- sektor yang mampu menambah diversifikasi untuk sektor lain seperti minyak dan tambang.

Dia juga ingin melihat apakah pengusaha dapat memperoleh pengetahuan dari usaha yang telah dilakukan oleh perusahaannya. Mereka menghasilkan hal yang luar biasa dengan layanan Global Accelerator Network, entitas yang resmi akreditasi akselerator sebagai etika, dan benar operasional. Perusahaanya berhasil dalam pengembangan bisnis dari Mesir, Flat6Labs.com. Sebuah start- up bisnis yang menarik perhatian.

"Kami bertemu dan berkoordinasi dengan mereka selama lebih dari setahun dan kami sangat bangga untuk mengumumkan baru-baru ini Flat6Labs Jeddah yang didirikan oleh Qotuf Al Riyadah," sebutnya sebagai salah satu keberhasil. Mereka bahkan telah sukses mensponsori IKEA dan Perusahaan Semen Arab. Qotuf dan dirinya percaya pada misi bagaimana akselerator sangat penting untuk laju mengembangkan pengusaha diperlukan saat ini.

Apakah pemerintah mendukung tentunya telah disebutkan. Namun, beberapa negara masih menaruhkan rasa percaya tersebut kepada non- pengusaha. Mereka ialah orang yang tidak pernah berwirausaha sama sekali, yaitu orang- orang yang di pemerintahan. Tuba menyadari hal tersebut tidak cukup hanya berupa inisiatif- inisiatif kecil seperti universitas, pelatihan, kebijakan pinjaman.dll. Namun, lagi- lagi, mereka tak cukup hanya diusahakan oleh mereka yang tak tau.

"Akankah Anda mengizinkan anak 16 tahun untuk memilih jalur kewirausahaan atau akan Anda berbicara kepadanya dari itu mengatakan ia membutuhkan pekerjaan pertama? " Generasi baru Saudi masih belum dan siap menerima tantangan dan juga mengambil resiko. Disini langkah pasti Qotuf menjalankan inisiatif nya agar membantuk pengusaha Saudi tangguh.

Qotuf telah mengembangkan pendekatan yang unik untuk mengelola seluruh siklus hidup dari proyek-proyek yang dimulai dengan konseptualisasi lalu dengan implementasi penuh, monitoring, dan menginformasikan. Mitologi ini disebut model 8 langkah seperti yang digambarkan dalam grafik:

1. Mengonsep: menetapkan kebutuhan yang jelas mendefinisikan kemungkinan manfaat dan mengeksplorasi intervensi strategis dengan penilaian strategis skala penuh.

2. Kasus Bisnis: jelajahi semua intervensi dan penelitian sebelumnya dengan mencari masukan dari semua stakeholder mungkin . Mengadakan lokakarya untuk melibatkan mereka dalam komite pengarah konsep dan masalah.

3. Rencana: mengembangkan rencana yang bersifat strategis, operasional dan keuangan untuk membantu menggabungkan benchmarking, penilaian risiko, alokasi sumber daya dan aliansi

4. Pilot: buat minimal ada 2 variasi Pilot yang akan menguji asumsi awal, sumber daya, hasil, skalabilitas, dampak, model pelaksanaan dan mengembangkan tahap awal mekanisme pelaporan

5. Revisi: memberikan umpan balik kepada semua pemangku kepentingan pada saat selesainya pilot untuk mengevaluasi hasil dan perencanaan - struktur ulang sesuai kebutuhan dan mengembangkan valid KPI sesuai.

6. Melaksanakan: mulailah implementasi pada skala penuh .

7. Memantau: melaksanakan semua kontrol internal dan mekanisme pelaporan untuk memantau KPI dan memastikan dampak dan hasil yang disampaikan

8. Menginformasikan: hasil ukur selama periode yang disepakati yang dimulai dengan 6 bulan untuk dapat mengukur beberapa tingkat dampak dan mengeluarkan laporan pada akhir tahun fiskal kepada seluruh pemangku kepentingan dengan hasil

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba