Membahas Si Kaya dan Si Miskin Tum Desem Waringin

 
Penulis kali ini menemukan artikel menarik di Detik.com. Kebetulan pola pikir kaya inilah yang sedang coba dijalankan penulis. Artikel yang ditulis oleh Tum Desem Waringin, yang berjudul Si Miskin Bekerja Untuk Uang, Si Kaya Mepekerjakan Uang. Ketika kamu usai sekolah menengah kita pasti sering mendengar (beberapa) orang memilih langsung bekerja dan menikah. Harapannya sih bersama- sama bersama istrinya itu akan bekerja sama mencari uang. 

Dua- duanya sama- sama saling mencukupi, tapi bagaimana selanjutnya?

Berjalan waktu kedua -nya lantas berani mencicil rumah, kemudian datanglah kabar si perempuan hamil. Nah, kemudian, sang laki- laki akan bekerja makin keras untuk membiayai anaknya. Dari bekerja sebagai seorang karyawan, bekerja keras untuk biaya anak, maka akhirnya bisa naik jabatan dan dapat uang lebih. Kemudian punya cukup uang untuk mencicil mobil. Berjalannya waktu uang yang dibutuhkan akans semakin besar.

Seiring anak- anak tumbuh dewasa, rumah semakin kecil, dan gaji semakin kurang. akhirnya semakin besar kebutuhan uang maka laki- laki akan bekerja lebih giat. Mencari sana- sini hingga bisa punya lebih banyak uang. Ketika itu mungkin dia sudah diangkat menjadi direktur. Sudah punya rumah besar? Anak- anak makin besar, apalagi kalau bukan mobil baru? Ya, dia akan mencicil mobil baru berbekal uang menjadi direktur itu. Tapi apakah itu akan berhenti tentu tidak.

Bekerja untuk uang berarti membiarkan diri kita bekerja karena kebutuhan. Ketika nanti kebutuhan naik jabatan kita akan naik, sayangnya, umur kita tak cukup untuk mengikuti pola kerja semacam ini. Makanya disebut si miskin bekerja untuk uang. Mungkin kamu akan bertanya tapi kan sudah direktur? Kenyataanya di sudut dunia lain, ada juga, orang- orang yang bekerja bukan untuk uang. Itulah kiranya yang coba dijabarkan oleh TDW. Bukan lah berarti cara hidup ini salah dan ini tepat hidup sederhana.

Faktanya beberapa orang tak cukup kuat dan pada akhirnya jatuh. Secara fisik tak mampu mengikuti pola diatas dan akhirnya sakit karena umur. Akhirnya yang terisasa adalah justru tumpukan hutang piutang karena memilih bekerja untuk uang. Apakah kita tak mau hidup seperti orang- orang kaya disana. Yang menikmati hari tua dan meninggalkan warisan cukup. Setidaknya meninggalkan warisan agar tak hidup 'ngoyo' seperti apa yang dicontohkan kita.

Orang kaya itu sederhana


TDW melanjutkan disisi lain, ada seorang laki- laki, memilih untuk tidak menjalin hubungan. Mereka adalah yang begitu lulus mencari pendidikan atau pengalaman, mencari koneksi atau hubungan, mencari modal untuk bisa bekerja. Bukankah semakin banyak ilmu semakin kreatif kita. Itulah mereka yang memilih untuk mencari ilmu terlebih dahulu. Mereka tak terburu untuk membangun sebuah rumah tangga. Mereka menundang hal- hal menyenangkan seperti malam minggu.

Mereka menunda kesenangan memilih mengumpulkan uang. Lantas menggunakan uang tersebut untuk bisnis. Dan taukah kalau entrepreneur itu bekerja 63% lebih lama dari orang normal. Yang artinya waktu mereka akan lebih banyak untuk bekerja. Sayangnya, mereka memilih bekerja diawal, tidak ada orang yang mau jadi entrepreneur untuk menghindari bekerja. Menjalankan usaha atau bekerja sendiri berarti bekerja lebih ekstra, lebih lama, dan lebih melelahkan.

Orang- orang ini akan menginvestasikan waktu, pengetahuan, dan cinta mereka. Dimana pada akhirnya uang akan bekerja untuk mereka. Karena pola diatas mereka telah terbiasa untuk menunda kesenangan. Lalu juga terbiasa untuk menyisihkan uang untuk bekerja kembali. Dengan ilmu yang didapat dari kampus, atau dari manapun, tapi jangan salah lulusan SMA berarti tidak bisa sukses. Tapi juga bisa berarti bekerja berkali- kali dan berkali- kali lipat dengan entrepreneur yang lulusan universitas.

Lulus SMA paling mentok jadi buruh dan itu menyita waktu kamu untuk belajar. Memilih mengumpulkan pengalaman dan pengetahuan membuka peluang mengumpulkan lebih banyak modal: kamu akan tau apa itu saham, investasi kos- kosan, dan lain- lain. Memilih tidak menikah juga berarti tak mengeluarkan uang untuk resepsi, sewa rumah, biaya persalinan, dan biaya pendidikan, yang itu bisa kamu gunakan untuk berinvestasi atau memulai berbisnis kembali. 

Dalam sebuah artikel lain, sebuah survei, menunjukan seorang entrepreneur bisa bekerja samapi 64% lebih lama dari pegawai. Itu berarti pemilik usaha akan bekerja 52 jam per- minggu. Pada akhirnya kembali ke kamu mau bekerja untuk uang atau mempekerjakan uang. Intinya sih, menurut penulis, adalah tujuan kamu dulu apakah mengikuti kebutuhan uang atau mengumpulkan uang. Menurut artikel di Realbusiness.co.uk bahwa entrepreneur akan memilih lebih banyak uang daripada lebih banyak waktu (senang- senang).

Mantan Atlet American Football Pendiri Under Armour


Biografi Kevin Plank


Berwajah tampan, punya tubuh atletik, dan merupakan seorang pemain American football. Tapi apa yang dipilihnya justru ada pada dunia entrepreneurship atau kewirausahaan. Tersebutlah namanya Kevin A. Plank, seorang pria tampan asal daerah bernma Kensington, Maryland, merupakan termuda dari lima bersaudara. Rumahnya adalah sebuah daerah sub- urban di Washington D.C. Dia adalah putra dari William dan Jayne Plank. Umur Kevin terpaut tiga belas tahun dari kakak tertuanya bernama Bill.

Hidup di keluarga berada dimana ayahnya adalah seorang developer tanah. Sementara sang ibu Jayne Plank dikenal sebagai mantan walikota Kensington. Sang ibu lantas menjadi legislatif bahkan masuk ke jajaran pejabat pemerintahan dibawah Presiden Ronald Reagen. Hobinya bermain American football. Sementara itu secara nilai akademik Kevin disebut tidak beruntung. Sisi lain hidupnya, di liburan musim panas, ia akan sibuk untuk mengikuti sang ayah bekerja sebagai developer.

Tumbuh menjadi pemain bola untuk Maplewood Maple Leafs. Dia dikenal menjadi seorang pemain handal. Disisi lainnya nilai akademik buruk membawanya kedalam kesulitan. Untungnya berkat kemampuan American football -nya itulah dirinya bisa selamat. Pindah sekolah dari Georgetown Preparatory School, Kevin melanjutkan pendidikan di Fork Union Military Academy, dimana ia juga sebagai pemain bola disana. Selepas itu masuk ke sekolah menengah bernama St. John's Collage High School.

Selepas sekolah menengah barulah melanjutkan ke University of Maryland.

Karir olah raga


Menikmati musim panasnya bersama ayahnya merupakan kesenangan. Dia belajar banyak tentang bisnis dari sana. Ayahnya, William, akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Januari 1993 karena kangker darah. Disisi lain, ibunya juga senang mengajak Kevin kecil, berlibur hingga ke Kanada, Hawaii, dan Puerto Rico. Soal berbisnis dalam catatan Wikipedia yang paling sukses di masa muda ialah berjualan bunga. Tapi jauh sebelum waktu itu sudah banyak bisnis dilakukannya.

Sebut saja bisnis membersihkan salju, memotong rumput, memarkirkan mobil (juru parkir.red), atau menjual kaus khas konser. Paling berkesan adalah menjadi kurir mawah di hari Valentine dan juga bekerja di sebuah bar. Intinya bahwa meski berkecukupan Kevin selalu yang paling bekerja keras.

"Dia adalah salah satu pekerja keras yang pernah saya tahu," imbuh Jayne Plank.

Etik kerja barulah terbentuk ketika dirinya masuk ke Washington Georgetown Prep dan St. John's Collage High School, dimana kemudia lulus pada 1990. Karena nila akademi yang tidak mendukung Kevin bekerja lebih keras. Dia masuk sekolah persiapan lagi selain Washington Georgetown yakni Fork Military Academy di kawasan Virginia. Ia masuk University of Maryland pada Agustus 1991.

Di kampus, Kevin aktif dalam kegiatan kampus. Salah satunya masuk ke dalam tim American football mereka. Meski namanya masuk dalam pemain berbakat di Sekolah Menengah. Namanya disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam tim di sekolah menengah oleh USA Today di tahun 1990 (majalah.red); Kevin tak dapat perlakuan khusus ketika masuk kampus. Sebuah tim bernama Terrapins mengijinkannya masuk tanpa lewat jalur beasiswa.

Justru ia mengambil kesempatan beasiswa ketika mulai berjalan. Ya, dia barulah menunjukan kesuksesan pada saat dirinya ada dalam tim; lantas mendapatkan beasiswa. Sebagai pekerja keras itulah nilai dirinya yang tak bisa terbantahkan. Dalam tim -nya biasanya ia akan bekerja sebagai fullback atau linerbacker untuk the Terrapins. Dia bahkan bisa masuk menjadi kapten tim. Apakah rahasianya? Ternyata selama lima tahun ia tak pernah melewatkan pelatihan.

"Kevin memiliki 5-10 pounds, tidak sangat cepat, tidak super kuat. Dia sama sekali tidak cocok dengan profil yang kita cari," ujar Dwight Galt, pelatih Terrapins. "Tapi dia merupakan jenis yang berusaha untuk ada di lapangan. Kami tidak punya pilihan selain menaruhnya disana."

Berbicara mengenai jodoh maka itulah masa kuliah. Kevin bertemu istri masa depannya ketika baru masuk ke universitas. Wanita bernama Desiree Jacqueline "D.J" Guerzon, ditemuinya ketika membeli sebuah buku di sebuah acara kampus.

Bisnis sampingan


Jauh sebelumnya dikala masih sekolah menengah Kevin berbisnis. Dia bersama saudaranya bernama Scott baru saja pulang dari Guatemala -dimana ia berpetualang untuk belajar bahasa Spanyol. Sepulang dari sana dibawanya satu tas penuh berisi gelang rajut warna- warni. Dia mengajak kedua saudaranya untuk bersama berjualan gelang tersebut seharga $20. Ketika mereka berjualan kenyataanya hanya dirinya yang sukses. Ia bisa menjual tujuh kali lebih banyak.

Dengan sifatnya yang easy going membuatnya mudah diterima. Menjual lebih banyak tentu bukan perkara sulit bagi Kevin. Sebelum musim murid baru dikala itu nilai akademisnya tak begitu baik. Bahkan menurut kesaksian seorang teman sekelas bahkan itu tidak diatas rata- rata. Kevin menolak mengungkapkan masalah itu kepada kedua orang tuanya. Dia selalu jadi anak baik tapi selalu ada masalah terus- menerus. Tapi selalu saja orang tuanya percaya "He will always be OK."

Pindah sekolah membuatnya lebih bersemangat. Akan ada hari baru baginya dalam hal- hal baru seperti hal American football. Selain itu, ia dikenal aktif di bidang olah raga lain, seperti lacrosse dan bahkan ia dikenal bergelar MVP ketika di tim football -nya. Sosoknya yang pekerja keras memiliki tujuan hidup pasti. Bahkan ia rela bertahan untuk bermain satu tahun lagi cuma untuk menuju kelas kampus. Meski ditolak beasiswa untuk masuk Maryland; ia tetap masuk.

Dia telah memiliki tujuan untuk bermain disana. Mau apalagi selain bekerja lebih keras dibanding apa yang ia hadapi.

Bertemu istri masa depannya membuat hidupnya berbeda. Kevin selalu mengajak kekasihnya D.J dalam aneka bisnis digelutinya. Teman sekolahnya menyebut itulah sosok Kevin Plank yang menghormati uang. Ia akan begitu semangat mengajaknya berbisnis sesuatu. Kembali ke masa kuliah, dia hobi berjualan aneka kaus kepada teman- temannya. Sang kekasih D.J mengingat ketika pacarnya itu mencoba menjual satu buah kaos ketika konser Grateful Dead.

Dia membenci kausnya ketika berada di tim. Kevin selalu memotong setengah T- shirtnya karena panas dan dia begitu berkeringat. Dia tak terbiasa dengan T- shirt berbahan katun. "Itu akan begitu basah," jelasnya. "Saya mengganti itu setiap ada kesempatan," umbuhnya. Kemudian memorinya tertuju di sebuah hari ketika ia dikamar asramanya. Ketika itu musim seniornya, Kevin mengingat, pertama kali mendesain kaus pertama Under Armour.

"Saya berpikir, saya menemukan, saya akan membuat sebuah T- shirt," tutupnya.

Sebelum memasuki bisnis impianya tersebut. Kevin sudah mengerjakan sebuah bisnis fenomenal. Itulah bisnis mawar, menjual mawar ketika hari Valentine tiba. Sebuah bisnis musiman tapi cukup menghasilkan dimana ia mengumpulkan $17.000. Uang tersebut kemudian digunakan sebagai modal bisnis kausnya. Dia kemudian mencari kain yang bisa digabungkan dengan Hanes cotton T- shirt. Dimana bahan itu sangatlah ringan dan juga mudah kering.

Kamu tau bahan tersebut terinspirasi dari pakaian dalam wanita aka lingerie. Dia kemudian menemukan satu tukang jahit, membayar mereka $480 untuk tujuh prototipe. Kevin kemudian mencoba mereka kepada satu tim -nya di Maryland. Sukses lulus dari University Maryland, bertitle Sarjana Business Administration, di tahun 1996 langsung disusul bisnis Under Armour. Dia langsung mengendarai kendaraan menuju ke sebuah distrik garmen di New York.

"Saya punya 500 T- shirt siap pakai, dan saya langsung menghubungi setiap manajer perlengkapan olah raga di Atlantica Coast Conference yang mau mendengarkan diri saya," ungkapnya.

Dia menghubungi mantan tim -nya. Menyebarkan Under Armour melalui marketing mulut ke mulut. Bahkan ia rela mensponsori mereka. Awalnya, perusahaan bernama Under Armour cuma sebuah rumah milik nenek yang sudah usang di Georgetown. Kevin mendeskripsikan neneknya sebagai "tough- old broad", sosok yang tangguh, yang sukses berbisnis real- estate hingga meninggalnya. Dia meninggal antara tahun 1996 pada umur 93 tahun; dia salah satu guru bisnisnya.

Kevin meminta bantuan teman sekolahnya pas SMA dan kekasihnya D.J, yang tengah sibuk bersekolah perawat di Georgetown University. Di tahun 1996, bisnis kecil- kecilan pakain olah raga tersebut sukses untuk menghasilkan $17.000 cuma dari promosi mulut ke mulut. Kunci sukses Under Armour: Ia selalu percaya diri, membuat gambaran bahwa bisnisnya terlihat besar dan luas dari sebenarnya. Padahal seperti yang kamu tau ia menjalankan ini cuma dari rumah tua neneknya.

Tahun berikutnya guna memenuhi permintaan perusahaan melakukan trobosan. Sebuah trobosan berani, ia yang cuma bisnis rumahan, pergi menuju sebuah pabrik di Ohio. Disana dibuatlah T- shirt sesuai apa yang telah ia patenkan. Dia bahkan punya tunggakan kartu kredit $40.000 untuk lima kartu kredit. Kevin tengah bertaruh memenuhi permintaan senilai $100.000. Patner kerjanya menyebut langkah Kevin gila. Jangan lah kamu melangkah sejauh itu jelasnya.

Kevin Plank tak peduli dan terus berbisnis sampai berhutang- hutang. Dia bahkan tak mengindahkan saran bahwa mereka tak bisa melawan pemain besar. Kala itu, dalam sebuah pameran produk, bahkan pihak Nike tak mau melongok Under Armour.

Puncaknya ketika tahun 1999, disaat rilis film American Football milik Oliver Stone, yang mana film itu berjudul Any Given Sunday, dengan aktor Jamie Foxx mengenakan produk Under Armor di sebuah loker. Saaat itu, Kevin harus memohon langsung agar produknya bisa dipasang. Bahkan berani mengirimkan banyak contoh- contoh produk. Ia mengirimkan ke desainer kostum dan meyakinkan asisten Stone agar mau menggunakan produknya.

Cara marketing lain menyusul ialah ketika film itu meluncur. Dia mengambil keputusan untuk menjual "cerita" bagaimana Under Armour ada. Perusahaan lantas mengeluarkan $25.000 untuk biaya iklan. Kevin Plank lalu meluncurkan iklan di majalah ESPN the Magazine. Dia menyebut bahwa inilah titik balik bisnisnya. "Kami menghasilkan $750.000 di penjualan dari iklan tersebut," kenangnya. Tiga tahun setelah dirinya memulai apa yang bernama Under Armour, kini, Kevin telah mendapat bayarannya.

Di tahun 2001, sosoknya disebut sebagai pembawa perubahan besar bagi pengalaman beratlit menurut versi Forbes. Dia tercatat nomor 3 di daftar 40 Under 40 dan masuk American's 20 Most Powerful CEOs 40 and Under. Total keuntungannya telah melebihi $1 miliar pada 2010. Kevin Plank merupakan pemilik saham mayoritas dan punya mengkontrol hak voting, memiliki 12,5 miliar saham kelas B, atau jika diuangkan akan senilai $750 juta di Agustus 2011.

Tak berhenti, masih versi Forbes, di tahun 2012 nilai kekayaannya mencapai $1,05 miliar. Dan, pada April 2015, kekayaanya senilai $3,5 miliar.

Kata Bijak Sang Miliarder Under Armour


Adapula pengusaha sekarang, takut mati, membuat banyak alasan, berkata "itu bukanlah waktu yang tepat sekarang (memulai usaha)." Disana (entrepreneurship) tidak ada sama sekali waktu yang tepat.

Elon Musk Inovator Mobil Listrik Iron Man


Siapa sebenarnya Elon Musk sosok dibalik perusahaan roket dunia SpaceX. Bukan cuma bisnis roket dia juga adalah pemilik mobil listrik Tesla dan salah satu pendiri PayPal. Pastinya dia adalah seorang jenius menurut kami. Salah satu Paypal 'mafia' hidupnya tak jauh dari bisnis berbasis teknologi. Menjadi yang paling unik diantara sesama pendiri perusahaan pembayaran PayPal. Musk memilih fokus pada luar angkasa dan energi terbarukan.

Pria kelahiran Pretoria, Afrika Selatan, 28 Juni 1971, merupakan putra dari ayah keturunan Afrika dan ibu keturunan Kanada. Umur 12 tahun, Musk sudah bisa membuat game -nya sendiri. Dibidang entreprenurship, bisnis pertama Musk, berjualan majalah komputer. Menariknya dari sanalah pula ketertarikan akan dunia komputer tumbuh.

Pada tahun 1988, Musk mendapatkan passport Kanada, pada saat itupula memutuskan untuk keluar dari Afrika Selatan. Alasannya adalah menemukan kesempatan baru. Selain itu ada pula alasan politik yakni ia menolak politik Apartheid yang digemborkan di sana. Tak mau juga mengikuti wajib militer jugalah yang membawanya pergi ke Amerika Serikat.

Bisnis teknologi


Setelah kedua orang tuanya bercerai Musk harus tinggal bersama ayahnya. Tahun 1980 -an, Musk tinggal bersama ayahnya sepenuhnya yang berpindah- pindah di beberapa wilayah Afrika Selatan. Sebelum ada di Afrika lalu pindah ke Amerika, sebelumnya, mereka sekeluarga tinggal bersama di Kanada. Ia sendiri telah mengenyam pendidikan persiapan di Waterkloof House Preparatory School, kemudian lulus dari Pretoria Boys High School, dan pada umur 12, Musk menciptakan bisnis pertamanya.

Ia membuat sebuah game bernama bernama Blastar. Kemudian ia menjual kode programnya seharga $500. Pada umur 12 tahun, ia mendapatkan status sebagai warga negara Kanada. Untungnya hal tersebut terjadi sebelum adanya perintah wajib militer. Disisi lain, ia juga punya impian untuk ke Amerika, dan baginya pergi dari Kanada ke Amerika lebih mudah.

Musk bersekolah di Queen University di Kingston. Cita- citanya untuk tinggal di Amerika akhirnya sukses jadi kenyataan. Dia mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Ekonomi dari Wharton School. Sekolahnya cukup cepat dimana cuma satu tahun saja. Di 1994, umur 24 tahun, Musk berpindah ke California, yang mana satu tujuannya adalah mendapatkan PhD di Applied physics atau fisika terapan. Akan tetapi justru kebalikannya ketika disana ia memutuskan untuk berhenti kuliah.

Dua tahun sisanya hanyalah fokus Musk adalah di dunia entrepreneurship. Ia mungkin sadar bahwa butuh uang untuk mencapai mimpinya. Fokus bisnisnya ada pada Internet, energi terbarukan, dan luar angkasa. Dia cuma berkuliah dua hari untuk mengejar dunia internet. Dia berpikir bahwa internet lebih merubah dunia dibanding fisika. Tahun 1995 menjadi langkah bisnis pertamanya secara profesional. Dia bersama beberapa orang mendirikan Zip2.

Sebuah bisnis tentang pemetaan dan bisnis direktori untuk media masa. Bersama dengan saudaranya Kimbal musk, keduanya mengerjakan Zip2, yakni perusahaan software yang mendapatkan proyek besar. Musk pernah mengerjakan proyek untuk koran The New York Times dan Chicago Tribune. Diantara kesuksesan tersebut dikabarkan Zip2 akan dimerger dengan perusahaan lain yakni CitySearch. Sayangnya, Musk tak mau dan akhirnya mendapatkan proyek- proyek besar.

Perusahaan bernama Zip2 cukupa berjalan baik. Hingga di tahun 1999, Zip2 dijual kepada Compaq dan menghasilkan $307 juta tunai dan $34 juta dalam bentuk saham. Musk sendiri mendapatkan 7% atau senilai $22 juta yang menjadi fondasi PayPal. Nah, untuk PayPal, didirikan pertama kali bernama X.com dan Musk merupakan co- founder -nya. X.com merupakan perusahaan layanan finansial dan pembayaran melalui email, dan akhirnya dimerger dengan Confinity.

Keduanya kemudian menjadi produk PayPal. Kedua perusahaan menjadi satu resmi berubah nama menjadi PayPal. Sukses perusahaan memanfaatkan marketing viral hingga menarik banyak pengguna. Disisi lain, ada banyak peminat atas perusahaan mereka, hingga di Oktober 2002 eBay membeli PayPal senilai 1,5 miliar yang berbentuk saham. Sebelum penjualan, untuk Musk sendiri, adalah pemilik saham terbesar yakni senilai 11,7%.

Sukses menjadikan dirinya jutawan sukses dan dengan pandangan luas. Salah satu fokus Elon Musk ialah perjalanan ke luar angkasa. Selepas sukses berbisnis internet akhirnya arah Musk ada pada luar angkasa. Ia sendiri memiliki kepercayaan unik tentang alam semesta. Dirinya percaya manusia ada dalam bahayan dan butuh menjadi mahluk multi- planet. Sayangnya, ada kekecewaan atas perkembangan roket, dan semua tentang misi keluar angkasa.

Jadilah pada 2002, bermodal $100 juta kekayaan sebelumnya, ia mendirikan perusahaan ketiganya yang fokus pada pengembangan misi keluar angkasa. Perusahaan bernama Space Exploration Technologies atau disebut SpaceX. Perusahaan tersebut memproduksi kendaraan luar angkasa. Meningkatkan teknologi roket merupakan misi mereka hingga lahirlah roket Falcon 1 dan Falcon 9 dan sebuah pesawat luar angkasa yang diberi nama Dragon.

Sukses mengumpulkan peneliti dalam satu wadah perusahaan. Ia sebagai CEO sekaligus sebagai Chief Designer (CTO) dari SpaceX, yang beralamat di Hawthorne, California. Musk sekali lagi mengatakan cara agar manusia selamat dari bacana adalah menjadi mahluk multiplanet.

"Sebuah asteroid atau gunung berapi yang super bisa menghancurkan kita, dan kita hadapi risiko dinosaurus tidak pernah lihat: virus rekayasa, pembuatan sengaja lubang hitam mikro, bencana pemanasan global atau yang belum diketahui -teknologi bisa berarti akhir dari kami. Manusia berevolusi selama jutaan tahun, tetapi dalam enam puluh tahun terakhir persenjataan atom menciptakan potensi untuk memadamkan diri kita sendiri. Cepat atau lambat, kita harus memperluas kehidupan di luar bola hijau biru ini (dunia) -atau punah. "

Tujuan lainnya adalah untuk mengurangi biaya penerbangan antariksa manusia dengan faktor 10. Di dalam sebuah wawancara 2011, dia mengatakan dia berharap untuk mengirim manusia ke permukaan Mars dalam jangka waktu 10 -20 tahun kedepan.

Mobil listrik


Musk sangat tertarik akan energi terbaruka terutama teknologi mobil listrik. Di 2004, dia menjadi tokoh sentral bersama dua orang lain; Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Ketiganya adalah pendiri mobil listrik Tesla. Sayangnya pada tahun 2008 terjadi krisis keuangan. Tapi berhasil dilaluinya dengan Musk sebagai tokoh utama yang menjadi CEO dan arsitek mobil hingga sekarang. Kemampuannya dalam memipin sebuah perusahaan membuat Tesla makin maju.

Produk pertama mobil listrik Tesla adalah sebuah mobil sport. Tesla Roadster, yang mana bisa terjual 2.500 buah ke 31 negara berbeda. Akhirnya pada 22 Juni 2012 Tesla Model S diluncurkan, merupakan mobil berpintu empat atau sedan. Disusul Model X berupa mobil SUV/Minivan yang dijual pada 9 Februari 2012. Musk juga fokus pada pengembangan energi listrik terpisah untuk dijual ke perusahaan lain.

Di tahun 2003, nyatanya, perusahaan Tesla mengalami kesulitan ketika pertama kali menjual. Ketika itu ada berita bahwa Musk mencoba mencari solusi. Ketika Tesla harus menjual produk setelah menerima pre- order. Dalam rumornya Musk katanya pernah menawarkan diri untuk menjual Tesla. Dan, siapa lagi kalau bukan pembelinya merupakan sang pendiri Google, Larry Page. Dikonfirmasi oleh Bloomberga bahwa jika pun Page membeli Tesla, "perusahaan mobil sangat jauh dari pengetahuan Google."

Meski sukses Tesla Modal S di pasaran saat itu. Sebagai perusahaan mobil banyak elemen yang kurang dari Tesla. Mungkin ada elemen interior dan software yang lebih hebat dari mobil biasa. Tesla belum lah punya apa yang disebut sensor parkir dan juga radar navigasi seperti milik BMW atau Mercedes- Benz. Salah satu masalah besar dalam Tesla adalah sumber daya seperti yang diungkap oleh teknisi Tesla Ali Javidan.

"Itu antara menyewa sebuah tim dari 50 orang segera untuk membuat satu dari semua ini nyata, atau melaksanakan hal- hal sebagai yang terbaik dan secepat anda bisa. " Musk memilih yang terakhir, ungkap Javidan.

Dalam pengertian kami ditambah sebuah quote unik, "Saya tidak peduli apa pekerjaan yang kamu lakukan. Pekerjaan baru kamu sekarang adalah menjual mobil.", Musk memilih mempekerjakan orang tanpa peduli apa latar belakang pekerjaan mereka dulu. Ambisinya adalah membuat mobil listrik dan menjualnya kepada halayak ramai; tanpa punya spesifikasi pengalaman. Masalah lain, Tesla juga berjuang untuk mendapatkan pemasok tingkat atas untuk menganggapnya serius, kata kepala perancang Franz von Holzhausen.

"Kami akhirnya harus pergi ke pemasok tingkat ketiga dan kemudian bekerja pada memperbaiki situasi setelah mobil sudah mulai pengiriman." ujarnya.

Musk bahkan memecat eskekutif senior. Kemudian mencari junior yang haus akan perubahan. Salah satu fokus pada saat krisis dalam bisnisnya adalah memperbaiki servis dan memastikan mobilnya bisa kembali ke jalanan. Dia bahkan memberikan jaminan pribadi. Yakni bagi pembeli Tesla S jika tak puas bisalah mendapat kembali uangnya dari kantung Musk pribadi. Itu juga termasuk pertaruhan bahwa Tesla akan terjual dengan harga yang bersaing dengan mobil mewah lain.

Minggu pertama di bulan Mei 2003, ketika itu, Musk sudah berjalan menuju pelukan Page. Tenang kedua orang tersebut berkawan baik. Meski jauh dari pemikiran menjual mobil nampaknya Page tidak patah arang untuk mencoba. Buktinya menurut Bloomberg, ia setuju membuat sebuah negosiasi, dimana Musk menego nilai Tesla ada di $6 miliar. Dimana $5 miliar merupakan tambahan modal kapital agar dirinya bisa menaikan penjualan Tesla. Membuat Tesla kembali ke jalannya setelah ada kendala dalam penjualan.

Sarat lain Musk adalah memastikan agar Google tidak berhenti dan memutuskan menutup Tesla. Semuanya harus dipatuhi hingga mobil generasi ketiga untuk pasar market umum diluncurkan. Untuk sementara itu Tesla tengah fokus pada pasar mobil mewah. Dia bahkan meminta Google agar dirinya tetap memegang kendali hingga 8 tahun setelahnya. Kesemuanya sampai Tesla masuk ke pasaran umum dan menjual lebih baik dan lebih banyak mobil.

Google setuju saja akan proposal tersebut. Seminggu kemudian, pengacara keduanya ada pada tahap untuk membahas lebih dalam. Ada beberapa hal termasuk soal uang yang diminta Musk dan segala hal tentang jarak antara Google dan Tesla; sebagai perusahaan yang dijual dan dibeli. Tentu harus ada hitung- hitungan dong ketika kita membeli perusahaan. Ketika dua perusahaan tengah bernegosiasi yang mana cukup alot. Ada berita baik mengejutkan bagi perusahaan Tesla.

Kebekuan Tesla akhirnya sukses mencair selepas Model S diluncurkan. Mulai banyak orang membeli mobilnya tersebut bahkan memecahkan rekor penjualan. Tesla mulai menjual ribuan mobil, mampu untuk menghasilkan omzet $11 juta dalam seperempat tahun dan untung bersih $562 miliar selama setahun. Saham Tesla pun jadi ganda bahkan sukses membayar hutang $465 miliar kepada U.S Department of Energy. Sukses Tesla membuat Musk miliarder seketika dan tentu tak lagi butuh penyelamat Google.

Chairul Tanjung Juga Pernah Emosi Kepada Dosennya

 
Siapa sangka sosok Chairul Tanjung yang sekarang itu berkat dosennya. Mungkin jika bukan karena beliau maka CT begitu sapaan akrabnya tak akan berdiri sekarang ini. Menjadi bos media bukanlah cita- citanya sejak dulu, namun dia bertekat untuk sukses. Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia, pada 1987, kini bergelar Prof. DR. Chairul Tanjung dan menjadi guru besar Universitas Airlangga.

Tak disangka, seperti yang dikutip dari Surya Online, ia pernah berpikir dosen itu 'bossy'. Dimana dosen itu seolah harus seperti Tuhan padahal dirinya tengah dalam masa sulit. Waktu itu dosennya selalu meminta ada biaya tambahan. Untuk biaya perbanyak berkas ujian praktikum lah. Atau permintaan lain yang tak bisa ia bantah dan kesemuanya tentang uang. Jadilah seorang CT muda bekerja lebih giat karena kebutuhan yang tak terduga.

"Saya bertemu seorang teman lama saya yang kakaknya punya percetakan kecil. Saya perbanyak saja, dan akhirnya membelinya," ungkapnya.

Menanggapi pengeluaran tak terbantahkan jiwa kewirausahaannya muncul. Bukan cuma mencetak berkas untuk dirinya sendiri, CT membuat beberapa berkas tambahan. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk ia jual agar teman- temannya tak perlu repot. Inilah bisnis pertama seorang Chairul Tanjung, ya, ia pernah menjadi tukang fotokopi!

Uang pertama yang dibuat dari bisnis adalah 15.000. Bertekat menghasilkan lebih banyak, jadilah ia lebih besemangat menggeluti kewirausahaan. Ia sendiri menjelaskan di sebuah diskusi bersama para mahasiswa Airlangga bahwa "berbisnis tidak harus bermodalkan uang".

Bersamaan dengan diskusi tersebut Chairul Tanjung tengah mempromosikan usaha barunya. Bukan tentang keuntungan tapi bagaimana membangun jiwa kewirausahaan. Sebuah lembaga pendidikan bernama CT Way. Dimana merupakan cara bagaimana mendorong kewirausahaan pada jiwa pemuda. Menciptakan peluang juga menjadi fokusnya; bagaimana bisa berbisnis sekalipun tanpa uang. Kemudian bagaiman agar terbiasa menjadikan kegagalan sebagai sahabat.

Wirausaha menurut Prof. CT adalah bekerja keras, pantang menyerah, mencari solusi atas masalah bukan malah mempermasalahkan usaha, bagaimana pemuda bisa mengolah kegagalan agar menjadi kesuksesan. Ada pula mengajarkan bagaiman sebuah idealisme dalam berbisnis. Idealisme yang harus dimiliki setiap para pengusaha yakni bagaimana agar menjadi berguna bagi masyarakat.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba