Pendiri Path Shawn Fanning Bukan Bisnis Terakhir


Biografi Shawn Fanning


Shawn Fanning (lahir 22 November 1980) adalah programer, serial entrepreneur, dan angel investor. Ia dikenal atas karyanya Napster, pelopor bisnis sistem P2P di internet di 1998. Popularitas Napster mulai di dengar oleh seluruh dunia, dan dia mulai dikenal. Fanning hadir di halaman depan Time Magazine. Situsnya kemudian ditutup atas tuntutan Recording Industry Association of America (RIAA).

Fanning tumbuh di daerah Brockton, Massachusetts, sebelum pindah ke Harwich, Massachusetts, sekitar Cape Cod. Dia lulus dari Harwich High School di 1998, disaat sama dia sering tinggal di rumah pamannya. Dia selama bersekolah menengah atas sering tinggal di rumah pamanya. Hidupnya telah mengenal bisnis dan internet terlebih setelah membantu pamannya ketika libur musim panas di Nantasket Beach. Dia ikut serta membantu bisnis pamannya yaitu Chess.net, sebuh kumunitas catur online.

Disana, di rumah pamannya, dia menikmati libur musim panas dengan tidur di sofa, atau bereksperiman dan memprogram komputer. Fanning membanguns basisinya sebagai seorang pengembang. Ini kemudian menjadi landasan Napster tercipta. Selama masa kanak- kanak dan remaja, ia hidup di kota serta masalahnya yaitu di wilayah Rockland, Massachusetts serta Brockton, Massachusetts sebelum pindah ke perkotaan kecil tepi pantai seperti Harwich.

Setelah lulus, Fanning masuk Northeastern University melalui jalur beasiswa. Ia mengambil jurusan komputer science. "Mencari sebuah tantangan lebih dari level pelajaran, saya mulai menulis program berbasis sistem Windows," ujarnya. Dia tidak menemukan idenya jauh, ketika teman sekamarnya kecanduan sebuah situs, mp3.lycos.com. "Itu mulai mengakar tidak hanya tentang MP3, Lycos, dan Scour.net, tetapi juga (keinginan) untuk membuat komunitas," terangnya kenapa tertarik menulis kode, terutama menulis Napster.com.

Dia cepat menyadari bahwa dirinya telah paham pelajaran yang diajarkan di kelas. Dan, ketika dirinya masuk ke kelas lebih tinggi justru tidak diterima. Sejak itu, dia mulai frustasi karena dia sudah mengetahui semua yang akan diajarkan oleh sang dosen. Dia memutuskan drop- out dari kampus Northeastern pada 1999. Diwaktu yang sama ketika kuliah di Northeastern, ia telah mengembangkan Napster dan itu mulai dikenal luas sebagai temuannya.

Fanning memutuskan drop-out tanpa gelar apapun, dan memulai bisnis Napster.

Napster menjadi bisnis yang membawa banyak nama besar. Tidak hanya Shawn Fanning, bisnis Napster telah melibatkan nama- nama besar  seperti Sean Parker, penemu Facebook, dan John Fanning. Dia adalah John Fanning, sang paman yang mengajari kedua remaja tersebut tentang bisnis internet. Dia bersama GM Roman Dzindzichashvili, Shawn Faning, dan Brian McBarron merupakan tokoh dibalik situs Chess.net. Dia kemudian menjelma menjadi CEO dari Napster, sedangkan Sean Parker dan Shawn Faning bekerja di sistemnya.

Ketika berumur 14 tahun, Faning bertemu Sean Parker di internet dan keduanya kemudian terikat berbagai diskusi tentang teori fisika dan meretas komputer. Ia menawarkan Parker untuk bersama- sama mengerjakan temuannya. Mereka mendirikan Naspter, situs berbagi musik gratis bagi para penggunanya. Napster memulai dengan modal $50.000 lalu diluncurkan pada Juni 1999.

Dalam satu tahun, Napster telah memiliki satu juta pengguna dimana semuanya merupakan penggemar musik.Pengguna akan saling berbagi menjadikan Napster tempat terbaik untuk mencari lagu lama, lagu demo, dan lagu dari konser. Banyak pengguna merasa dibenarkan karena meraka sebelumnya membeli dalam bentuk asli seperti CD atau kaset tape. Mereka akan mengunduhnya dalam sistem P2P.

Dan, pengguna yang kebanyakan mahasiswa membuat koneksi di kampus terganggu. Para Pengguna mulai saling mengirim file berformat MP3. Sistem koneksi terganggu dimana 60% sumbernya berasal dari kegiatan saling berbagi musik. Kampus-  yang takut akan legalitas bisnis ini; memutuskan memblok situs Napster dari halaman. Dari mulut ke mulut, situs ini tidak lagi terbatas pada kampus ke kampus, tetapi setiap individu.

Meski secara sistem menyakiti "pendapatan" record label, ada beberapa penyanyi indie bisa menjadi hal berbeda. File yang saling dibagi secara nyata menstimulasi penjualan. Di Oktober 2000, Kid A sebuah band tanpa lagu single dan hanya bernyanyi di radio, masuk Billboard 200 penjualan terbaik sejak seminggu rilis. Ini menjadi bukti berbeda. Menurut Richard Menta dari MP3 Newswire, efek Napster mampu menjadi alat terbaik untuk promosi terlepas dari elementnya.

Sejak 2000- an, beberapa artis memilih untuk tidak berhubungan dengan record industri, memilih musiknya dapat didengar melalui mulut ke mulut melalui media internet.

Jatuhnya bisnis


Pada Juli 2001, Napster menutup semua layanannya untuk memenuhi permintaan tuntutan. Pada tanggal 24 September 2001, kasus tuntutan oleh Recording Industry Association of America (RIAA). Perusahaan harus membayar $26.000.000 sebagai ganti hak cipta semua file yang telah dibagi. Sedangkan royalti pembayaran mereka harus senilai $10 juta untuk selanjutnya. Dalam rangka membayar semua itu, Napster menggunakan sistem berlangganan atau berbayar.

Di 2003, Fanning membuka perusahaan baru, Snopcat, bersama Jordan Mendelson (teknisi Napster), dan Ron Conway. Perusahaan ini bercita-cita menjadi pasar yang sah bagi media digital. Namun, mitra mereka dan masyarakat tidak merespon dengan baik. Dukungan pelanggan miskin, dan masalah teknis yang banyak. Pada akhir 2007, Snopcat memberhentikan sekitar 60% dari tenaga kerjanya.

Blog Valleywag menulis sebuah artikel bahwa Fanning sudah lama meninggalkan Snopcat dan mulai bekerja di usaha lain, Rupture.

Di Desember 2006, Fanning mengembangkan Rupture, yaitu alat jejaring sosial yang dirancang menangani tugas pembuatan profil gamer. Dia menyebutnya sebagai " ruang komunal dan memfasilitasi komunikasi antar pemain World of Warcraft. Bisnisnya kemudian diakuisisi oleh Electronic Arts sebesar $ 15 juta. Karirnya di Electronic Arts hanya berumur pendek ketika putaran PHK pada bulan November 2009, termasuk dia dan timnya di Rupture.

Beberapa bulan setelah Fanning dipecat dari Electronic Arts, Dia mendirikan sebuah perusahaan baru yang disebut Path.com. Untuk bisnis kali ini, dia masih belum diketahui nasibnya disana. Secara kasat mata untuk bisnis sosial, Path menjadi salah satu sosial media yang banyak dipakai di Indonesia.

Pengusaha Yahudi Saingan Amazon


Michael G. Rubin adalah CEO sekaligus pendiri Kynetic, perusahaan layanan eCommerce. Lahir 1972, Rubin merupakan keturunan Yahudi, putra dari pasangan Paulette dan Ken Rubin. Ibunya adalah seorang psikiater dan ayahnya seorang ahli peternakan. Dia tumbuh di Wast Philadelphia dan memulai bisnis pertamanya di sana. Rubin mengerjakan bengkel ski di ruang bawah tanah ketika masih 12 tahun. 

Dua tahun kemudian, ia mendapakan modal $2.500 dari sang ayah, menggunakannya untuk membuka toko resmi di Conshohocken, Pennsylvania. Di umur 16 tahun, dia memiliki hutang $2.500 dan menyelesaikan hutangnya dengan hutang baru dari ayahnya. Ia diharuskan melanjutkan kuliah tidak hanya berbisnis saja. Rubin  mendapatkan hutang bersayarat senilai $37.000 atau lebih besar dari seharusnya.

Dia melanjutkan kuliah di Villanova University, dan masih menjalankan bisnisnya. Berjalannya waktu, ia telah memiliki lima toko baru. Dia tidak bertahan lama di kampus ketika melihat kesempatan besar. Satu semester berlalu, Rubin melirik bisnis jual beli peralatan olah raga, ketika itu banyak barang sisa impor. Dia membeli produk tersebut senilai $200.000 dengan $17.000 merupakan hutang dari temennya, dan menjual kembali barang tersebut seharga $75.000 tiap satuan.

Mendapatkan keuntungan, ia yakin bisnis jual beli sisa impor sukses besar hingga menjual bisnis sebelumnya. Ia kemudian mendirikan perusahaan peralatan olahraga bernama KPR- Sports, nama yang diambil dari inisial kedua orang tuanya. Di 1993, diumurnya ke 21, KPR Sports menghasilkan $1 juta penjualan; di tahun 1995, perusahaan itu menghasilkan $50 juta penjualan. Tahun 1995, Rubin diberitakan membeli sebuah perusahaan sepatu olahraga wanita bernama Ryka.

Menjual perusahaan


Di 1998, ia mendirikan Global Sports, yang kemudian bernama GSI Commerce, sebuah bisnis jutaan dollar. Di umurnya ke 23, Rubin menjual Global Sports ke eBay senilai $2,4 miliar atau menuai $150 juta rejeki nomplok. eBay berencana membuat Global Sports menjadi perusahaan pengecer terbesar, mencoba menyaingi Amazon.com. Sayangnya, rencana eBay gagal total dan membuat Rubin berhasil membeli kembali GSI (Global Sports) dengan harga sangat murah.

Selain GSI, ia membeli beberapa perusahaan lain melalui penawaran eBay. Dia fokus membeli perusahaan sejenis, menjadikan mereka bagian bisnis GSI. Perusahaan tersebut antara lain: Fanatics, sebuah perusahaan aksesoris olahraga; Rue La La, penjual barang satu hari; Shop Runner, pengecer dengan layanan menarik. Ketiganya dilebur menjadi satu perusahaan yaitu Kynetic. Rubin sekarang menjabat CEO Kynetic membawahi perusahaan tersebut.

Fanatics adalah perusahaan yang memiliki lisensi beberapa produk olahraga. Perusahaan yang didukung oleh hampir semua pemain perofesional NSL dan NASCAR. Dalam sebuah interview di businessinsider.com, ia mengatakan bahwan perusahaan akan menghasilkan $1 miliar di tahun 2013, dan sekitar $280 juta sudah ada di tahun ini. Rubin memprediksikan 20% kenaikan penjualan di akhir tahun.

Shop Runner merupakan perusahaan bermember dimana tiap pelanggan akan membayar biaya. Mereka akan diberikan fasilitas selain memasuki berbagai toko online. Ini disebutnya independent Amazon, dan ia mengangkat mantan CEO Yahoo! dan PayPal, Scott Thompson. Kekuatan Thompson diperkirakan akan menaikan nilai Shop Runner. Perusahaan tersebut dinilai paling lengkap dan menarik dari semua bagian bisnis Kynetic.

Di Oktober 2011, Rubin membeli bagian kacil saham milik Philadelphia 76ers. Ia adalah bagian dari tim yang memenangkan penawaran senilai $280 juta. The Philadelphia 76ers adalah klub basket yang bermarkas di Philadelphia, Pennsylvania. Rubin bercerai dengan istrinya seorang mantan penari, Meegan Rubin, mereka memiliki satu orang putri, Kyle. Dia sekarang tinggal bersama pacarnya Nicole Lapin, pembawa acara di CNN dan CNBC.

Pengusaha Kartu Kredit dari Freelance


Tahun 1999, ketika teman- teman seumurnya terus belajar di sekolah atau bermain di rumah; Jared memilih bekerja part- time. Dia bekerja sebagai staf IT di sebuah perusahaan kartu kredit. Suatu keberuntungan ketika seusianya sudah begitu pandai komputer kala itu. Dari sekedar kerja part- time, dia mengakui telah menemukan rahasia bisnis kartu kredit. Jared Isaacman kemudian membangun perusahaan kredit cardnya sendiri secara independen.

Melalui sistem dot com mencoba melampaui batasan transaksi antara bank dan nasabah.

Kerja part- time jadi bisnis


Dia percaya bahwa perusahaan kartu kredit bisa dijalankan secara rumahan. Dia telah melihat bagaimana proses -laporan, pencatatan, pemasaran hingga pelayanan- bisa saja dilakukan melalui dot com. Semuanya bisa saja dikerjakan dalam satu minggu bahkan sehari itu langsung. Melalui United Bank Card miliknya, bisnis ini telah mencoba merubah aspek kerumitan mengajukan kartu kredit atau tagihannya. Dan itu sangatlah berhasil.

Jared adalah founder sekaligus CEO dari United Bank Card, beroperasi di sebuah basement rumahnya. Kala itu, umurnya masih 16 tahun, dibantu oleh ayahnya dan seorang patner bisnis partner, Brendan Lauber, yang kemudian menjadi CTO (Chief Technology Officer) dari United Bank Card. Di tahun 2000, fokus UnitedBankCard.Inc, Jared akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaan ketika 300 klien terselesaikan. Siapa sangka ide masa remaja itu akan sukses besar, perusahaan kecil kini berubah menjadi perusahaan pemroses kartu kredit besar serta terpercaya.

Ia telah memproses transaksi kartu kredit dari restoran- restoran, toko minuman, dan penjualan lainnya. Dari basement, mereka menjalin hubungan bisnis lebih dari 110.000 merchant aktif dan menghasilkan $9 juta transaksi kartu kredit. Tahun 2003, bahkan sebuah majalah kredit menyebut sukses United Bank Card, sabagai perusahaan tidak dikenal dengan pelayanan terbaik. Perusahaan ini mampu melipat gandakan klien dalam satu malam.

"Negara Amerika dipenuhi dengan entrepreneur baru dan disana akan selalu ada bisnis baru setiap harinya," ucap Jared Isaacman. "Dari sana bisnis kami juga tumbuh." 

Konsisten, perusahaan ini memiliki lebih dari 24.000 klien baru. Itu termasuk perusahaan top seperti Burger King, Ferrari dan beberapa perusahaan VIP lainnya. Mereka memproses untuk $4 milyar dan memiliki 3000 klien baru bulan berikutnya. Mereka dikenal dengan inovasi teknologi serta pelayanan maksimal. United Bank Card dianugrahi perusahaan pribadi tercepat pertumbuhannya di U.S.

United Bank Card (2005- 2009) menjadi perusahaan tercepat tumbuhnya, serta memenangkan penghargaan untuk itu  di tahun 2009.

Jared berujar mudah baginya mengembangkan bisnis karena market terus tumbuh. Perusahaannya melalui divisi pengembangan, Harbortouch fokus kepada kemudahaan dalam transaksi online. Masih dibawah United Bank Card.Inc, Harbortouch memberikan pelayanan seperti kartu kredit, kartu debit, kartu hadiah, dan kartu royalty. Fokusnya masih tetap bagaimana memproses kartu kredit itu sendiri.

Pertama kali diluncurkan sebagai sub- divisi di awal 2008 -an, Harbortouch fokus pada pengembangan berabagai software. Mereka juga fokus sebagai suplier Point-of-Sale (POS), sebuah produk yang dijual oleh Independent Sales Office. Di tahun 2011, Harbortouch meluncurkan free POS untuk diunduh secara gratis, dan melalui program tersebut merchant akan mendapatkan servis bulanan berupa fee transaksi. Mereka menjalankan inovasi ATM melalui perangkat lunak.

Perusahaan membangun prosesor ATM yang bisa digunakan siapa saja. Mesinnya bisa digunakan di negara bagian manapun bahkan bank nasional. American State Bank menjadi salah satu sponsor utama sebagai institusi finansial. Processor ini meliputi ATM di rumah, termasuk transaksi ATM, ATM terminal sales dan leasing, deployment, vault cash services, instalasi, monitoring dan suport. Selain bisnis murni, Harbortouch mulai mengembangkan bisnis sosial.

Mereka meluncurkan charity- poker tour. Trade show yang menghasilkan uang dari setiap pengguna kartu disebuab permainan poker online. Uang tersebut kemudian didonasikan ke organisasi sosial. Lainnya, Harbortouch meluncurkan "Pennies for Humanity" mengambil biaya transaksi sebagai donasi bukan dari keutungan. Marchant akan menyisihkan setiap biaya transaksi kartu kredit. Mereka menghasilkan setidaknya $100.000 setiap tahunya. Program gratis tersebut menjadi andalan.

Selanjutnya United Bank Card secara resmi menjadi Harbortouch di 2012, ketika semua divisi perusahaan dilebur menjadi satu kesatuan. Fokus mereka adalah teknologi digital dalam pelayanan finansial.

Prodigi Entrepreneur Mencoba Mengalahkan Pokemon

Josh Buckly, seorang prodigi 20 tahun asal Kent, telah menjadi imigran di umur 18 tahun dari kota asalnya, San Fransisco. Dia bisa disebut veteran bisnis online. Dan, dia memulai dari menjadi freelance programmer ketika berumur 11 tahun lalu membangun bisnisnya sendiri. Ia bosan bekerja dengan orang lain sebagai pegawai, memilih keluar membangun bisnisnya sendiri.

Yibbe menjadi situs pertama pertama dipegangnya sendiri. Itu sudah termasuk pembuatan hingga pemasaran bisnisnya. "itu merupakan pelajaran dari sebuah pengalaman untuk melihat apakah saya berhasil membuat produk unggulan pertama di internet." Satu bulan kemudian, Yibbe dijual seharga $2.000 di sebuah lelang online yang membuatnya tidak puas.

Ia yang melihat hidupnya di Kent serta pendidikan formal di sana telah menghambat bisnisnya. Dia memutuskan untuk pindah ke London. Ia pun bersekolah disana, tetapi disela waktu tetap menyempatkan diri mengunjungi berbagai pameran bisnis di sekitar kota. Ini menjadi inspirasi tersendiri, dia mendatangi sebuah pameran bertajuk The Future of Web App. Melalui seminar itulah membawanya sampai ke Miami di tahun berikutnya.

Perusahaan baru


Karya fenomenalnya adalah Menewsha. Situs yang menjadi jala barunya menuju kekayaan dan keberhasilan. Josh Buckley menjual situsnya untuk enam digit angka, menggunakan uangnya sebagai investasi lagi. Itu sebuah situs jejaring sosial yang menyuguhkan berbebagai pilihan lengkap antara game online, media sosial, dan avatar jadi satu.

Kita diberikan berbagai macam item dari 6000 jenis yang berbeda. Bermain dan berkomunikasi dalam ruang chat. Sebuah ide jejaring sosial yang menyatu dalam permainan. Saat itu ia bekerja sama dengan Tyler Diaz, komputer enginering dikenalnya dari sebuah event. Mereka lalu berkeja sama hingga mendirikan perusahaan sendiri.

Prinsipnya, ketika Josh bekerja sebagai sumber id sedangkan Tyler akan membantu tentang masalah teknis. Lebih lanjut, Josh juga akan berperan sebagai investor dibalik modal awal perusahaan. Berdua mereka menciptakan Minomonsters, game yang mencoba menggabungkan Pokemon dan tema Rpg. Berbeda dengan Menewsha, Josh lebih serius bekerja sama kali dengan berbagai pihak mendukung. Nampaknya keras kepala khas remaja milinya mulai luntur. Dia menjadi sosok CEO untuk perusahaanya sendiri.

Minomonsters menawarkan kesenangan dan pertarungan di dunia virtual. Ia menyebutnya menggetarkan dunia dan sebuah bisnis jangka panjang. "Kami ingin menjatuhkan Pokemon... Mereka adalah salah satu merek besar diawal dekade ini, namun strategi mereka tertinggal dengan hanya game konsole, dimana kami berfokus kepada situs jejaring sosial dan mobile." ujar Josh mengenai Minomonsters.

Game tersebut menawarkan pemain bagaimana menciptakan peliharaan monster. Pemain akan bergerak didalam dunia virtual, dan mulai menjalankan tugas tugasnya. Jangan lengah, musuh akan menyerang dengan monsternya jadi persiapkan diri sangat perlu. Ketika pemain menang maka mereka akan mendapatkan uang untuk meng upgrade monster.Minomonters juga memberikan latar belakang suara yang baik. Pemain akan jelas mendengar suara efek gerakan.

Ada juga lagu beladiri ala Jepang. Ini menimbulkan aksi lebih terasa selain ketegangan berpetualang. Pemain akan diajak masuk menjadi bagian dari dunia virtual tersebut.

Dia terkenal di Inggris melalui segala start- up bisnis. Tetapi, melawan Silicon Valley, ia menemukan terganjal. "Banyak perusahaan terknologi berdiri di UK, dan pemerintah harus menganggap ini serius." Dia yakin pertumbuhan IT harus difasilitasi pemerintah melalui pengurangan pajak perusahaan IT.

"Entrepreneur sukses membutuhkan pembiayaan ulang, perusahaannya akan kembali ke start- up awal. Insentive pajak dari pemerintah akan sangat membantu pertumbuhan." ujar Josh Buckley

Tumbuh lebih besar, ia yang telah memiliki kenalan dari Wheatly, bisnisnya tampak berubah lebih jelas ketika seorang programmer asal San Fransisco bergabung. Tidak lama setelah itu, MinoMonsters tanpa terasa telah membuatnya menjadi orang termuda yang berhasil memiliki kekayaan dari hanya sebuah firma kecil. Dia telah mendapatkan suntikan dana untuk MinoMonsters sebesar $400.000.

Perusahaannya menghasilkan lebih dari modal awal yaitu sekitar $2 juta."Itu menjadi tanggung jawab yang tinggi untuk mendapatkan cek sebesar itu ketika kami masih remaja. Tetapi, saya selalu melihat umur hanya angka. Saya sudah membuktikannya selama beberapa dekade."

MinoMonsters adalah game pay for download atau pengguna harus membayar untuk mendownload. Tetapi, Josh dan timnya merubah kebijakan menjadi game online. Dia berambisi merubah MinoMonsters seperti Angry Bird dengan Rovio. Ia ingin merubah gamenya dinikmati diberbagai tempat. Angry Bird menunjukan dengan lisensi untuk iOS. Mereka berhasil membuat mereknya masuk Hollywood lalu menjual lebih banyak.

Remaja Jenius Blogging Tentang Microsoft



Blogger developer Long Zheng


Fokus, dan ketekunan selalu berakhir manis. Long Zheng menunjukan kecintaanya akan software milik Microsoft. Dia merubah blognya menjadi sumber informasi tentang produk yang satu ini. Remaja yang lahir di Cina ini tinggal di Melbourne, Australian, seorang blogger harian menulis dari terbaik dan terburuk dari Microsoft. Melalui Istartedsomething.com, orang akan mengenalnya sebagai blogger jenius, mengulas lebih dalam Windows.

Di awal milenium, Microsoft memulai sebagai pemimpin di dunia software dunia. Long tau tentang semuanya lebih awal dari siapapun dan menulisnya di bloga. Dari fokus, ia menjelma menjadi pengembang, marketer, dan penemu. Dia ahli software mendapatkan penghasilan dari Google Adsense dari menulis berbagai hal tentang Windows.

Tahun berikutnya, Google dan Apple merubah segalanya tentang software, dia mampu merubahnya menjadi ribu dollar melalui blognya. Ia tau secara datail tentang Microsoft dari Bing, Window Phone, XBoX, dan seterusnya. Dari sini pula, Long berlajar menganai Apple walau tak sehebat Windows.

Kita menemukan banyak artikel menarik. Dia tidak hanya menulis tentang review positif tetapi juga review negetiaf. Dia menulis "Yang tersayang Bing, tolong perbaiki sertifikat SSL mu", ia tau sebuah kesalahan dan bagaimana memperbaikinya.

Siapa peduli membahas kelamahan? kebanyakan orang memilih sesuatu yang postif terus- menerus. Tetapi, dia menulis tentang negatif tentang Microsoft membuatnya belajar kelemahannya. Dia yakin meninggalkan Window Mobile7 kemudian mengerjakan Window Phone merupakan langkah tepat Microsoft. Tulisan yang menarik memiliki pemikiran objektif. Window Phone baginya adalah suatu nyata ujarnya.

Dia mulai mengembangkan minatnya lebih jauh tentang Window Phone. Dia mengembangkan suatu software bekerja dibalik software laris tersebut. Dia mengembangkan MetroTwit, aplikasi Window Phone. Apa itu MetroTwit? MetroTwit adalah aplikasi mengontrol hidupnya Twitter ditambah fitur tambahan miliknya. Kita bisa merubah twit dengan cepat untuk twet tertentu hanya ada di MetroTwit.

Bisakah seorang pelajar merubah Microsoft menjadi tempat yang lebih baik. Bisakah seorang Long Zheng merubah Microsoft bahkan Apple menjadi user friendly atau menjadi lebih membantu pengguna. Kita berbicara dia seorang CEO, penulis Istartedsomething.com, dan pengembang software Windows. Dia sengaja berinisiatip mendirikan Taskforce secara pribadi agar Windows, Windows Phone, dan Mac Os X lebih baik.

Long yang sekarang sedang mengejar dua gelar untuk Business and Economic dan Information Technology di Monash University di Melbourne, Australia, berbicara banyak tentang user- experience. Ini merupakan passionnya membantu orang lain menggunakan Windows. Dia sering mengkritisi Microsoft beberapa hal salah dan mendapatkan respon baik dari Microsoft designer. Dia membuat sebuah forum memanggil semua komunitas Microsoft akhirnya berujung baik.

"Apa yang saya butuhkan sabuah metode untuk komunitas luas mempromosikan penemuannya secara sistematis tetapi sosial tetap menjadi penting, jadi saya membuat situs yang sekarang dikenal dengan nama Aerotaskforce.com. Kemudian, Aqua Taskforce, Windows 7 Taskforce, dan kemudian yang terbaru the Windows Live Taskforce."

Dari pengalaman pribadi, tiap Taskforce akan memberikan efek langsung dalam pengembangan Windows 7. Hal itu tentunya cukup sulit karena banyaknya masukan dari komunitas Microsoft. Dia menjelasakan setiap taskforce memiliki 300.000 anggota yang merupakan ahli. Taskforce memberikan jalan untuk memasukan bahan serta voting hingga koment langusng. Ini benar- benar mencoba membuat Microsoft mendengarkan mereka.

Dia belum berencana untuk Apple atau tak seorang pun belum tau menganai Apple Taskforce; jadi untuk saat ini tidak ada ide. Catatan: Taskforce adalah komunitas pecinta dan pengembang Microsoft, bertujuan untuk memberikan gagasan baru berupa kritik, saran, dan software development.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba