Tukang Kayu Online Pengusaha Muda Satrianov

Profil Pengusaha Satrianov


pengusahakayu.png

Pengusaha muda Satrianov memiliki prinsip sederhana. Semua dapat dijual termasuk jasa tukang kayu online. Bisnis online memang sedang tumbuh- tumbuhnya. Kami bahkan sempat berpikir apa sih yang tidak bisa dijual online. 
 
"Jual online saja tuh barang" begitu kiranya jika kita punya usaha apapun. Tak hanya fashion, media dan produk- produk lain, ada jasa yang bisa dijual. Kini ada tukang kayu yang bisa juga dijual online. Tak percaya? Tanyakan Satrianov, sejak 2012, ia telah mengembangkan bisnis tukangkayu.com.

Bisnis Kayu


Siapa sangka, bisnis online macam ini bisa saja bahkan terus tumbuh.Mulanya ada di tahun 2001 -an. Secara kebetulan, suatu waktu, dia yang sedang mampir di satu workshop kayu (furnitur) di Jakarta Barat, mendadak berbikir iseng. 
 
Iseng- iseng sambit mengobrol dengan si empunya waktu itu, Satrianov secara tiba- tiba terpikir: andai bisnis ini bisa dipasarkan secara online. Siapa tau bisa menghasilkan sesuatu begitulah pikirnya berlanjut.

Karena tak ingin ide itu hilang begitu saja. Dia spontan saja langsung menawarkan diri untuk menjual jasanya secara online.

Ternyata pemilik workshop tersebut cukup antusias. Dia setuju dengan ide Satrianov, setuju untuk memberi imbalan untuk setiap proyek yang dijual. 

 "Saat itu saya benar-benar tidak tahu apa-apa tentang desain interior, furnitur, dan kayu," dia mengenang. Maka, lahirlah Tukangkayu.blogspot.com, blog gratisan yang jadi media pertamanya.

Anak muda ini tidak punya pengalaman dan pengetahuan yang andal diseputaran mabel dan desain interior. Maklum lah, dia kan alumni Komunikasi Universitas Padjadjaran. 
 
Namun, minatnya pada dunia perkayuan ada dan menjadi awalan yang baik, desain interior dan pemasaran sangatlah besar baginya kala itu. "Hanya punya semangat bahwa interior design dan build itu sesuatu yang menarik dan seru bagi saya," ujarnya.

Berangkat keisengan, tak disangka, pasar menyambut.  Lewat blog itulah Satrinov mendapatkan order pertama, hanya membuat sebuah boks kayu. Dan sesuai perjanjian, ada fee yang dikantongi dari order yang terjual. Uang komisi kemudian diputar ulang untuk usahanya ini. 
 
Membeli domain premium dan menyewa hosting. Dari blog gratisan blogspot.com menjadi halaman ngejreng tukangkayu.com. "Jadi, modal saya memang nol rupiah," ungkapnya.

Perlahan- lahan banyak pelanggan mulai mengontaknya. Lucunya, ia sering gugup, tak bisa menjawab apa yang mereka inginkan. Para klien yang bertanya kepada orang yang awam. Otomatis Satrianov harus rajin- rajin bolak- balik bertanya kepada rekan kerjanya, si tukang kayu tersebut. 
 
Pertanyaan dari soal- soal teknis kayu dan pertukangannya. Untuk desain, dia belajar otodidak di internet.

Setelah satu tahun berjalan, jumlah klien datang stabil. Dia pun akhirnya memutuskan membuat workshop sendiri meski ala kadarnya. Kebetulan pula ada satu temannya yang tertarik bekerja sama dengan patungan modal. 
 
Uang Rp 20 juta dia kumpulkan bersama kawannya, lalu dipakai untuk menyewa tanah, membangun workshop dan membeli mesin basic. "Perlu punya workshop sendiri untuk memudahkan kontrol," katanya.

Sejak saat itu, fokusnya adalah investasi alat- alat pertukangan dan menambah orang secara bertahap. Kini, berangkat dari iseng, Tukangkayu.com terus melaju dengan berbagai tawaran seperti menjadi kontraktor yang membuat atau memproduksi interior, disesuaikan dengan keinginan dan ruang klien. 
 
"Pada akhirnya bukan urusan kayu saja yang kami lakukan, namun juga lighting dan sipil. Tetapi, core-nya tetap di urusan kayu," katanya menjelaskan.

"Sebulan paling tidak ada dua proyek," ungkap Satrianov seraya menjelaskan lebih lanjut, harga jasanya akan tergantung pada jenis bahan, finishing, dan aksesori yang digunakan.

"Kami cukup puas menggunakan jasa Tukangkayu.com. Dari sejumlah penawaran yang masuk, Tukangkayu.com memenuhi spesifikasi kami. Mereka juga kooperatif. Hanya saja, mungkin faktor interaksi langsung perlu diperbanyak dan standar mutu perlu ditingkatkan," ujar salah satu kliennya.

Yang membuatnya cukup terkejut, meski tanpa jasa search engine optimization (SEO), website-nya selalu dicari orang dan punya rating tinggi di Google. Pengusaha muda Satrianov mengajarkan kita jadi tukang kayu online.
 
"Saya dulu memilih nama Tukangkayu.com karena terdengar aneh atau lucu, ternyata 'kebodohan' nama itu justru menarik orang. We might not the greatest carpenter in this country, yet. But for Google, we're number one," ujar Satrianov kepada SWA.co.id seraya tertawa. 
 
Kini dia pun berbagi pekerjaan dengan mitra bisnisnya. Dirinya menanganiurusan desain serta produksi, sedangkan kawannya lebih fokus ke pemasaran. Belajar dari Satrianov, keisengan bisa menjadi bisnis bila ditekuni dengan antusiasme disertai keinginan terus belajar. 
 
"Website yang paling sering saya kunjungi sampai sekarang www.houzz.com. Itu kitab sucinya desain interior," ungkap kelahiran Palembang 24 November 1984 ini, berminat mencoba?

Pembuat Aksesoris Massicot Kisah Pengusaha

Profil Pengusaha Amanda Mitsuri dan Ramadhan Muhammad

 
 
aksesorismassicot.png
 
Ini kisah mereka, Amanda Mitsuri dan Ramadhan Muhammad, kisah pengusaha pembuat aksesoris Massicort. Produk Massicot nampaknya semakin menggelobal. Dengan mencul diberbagai media, dan berbagai kesempatan salah satunya melalui Jakarta Fashion Week. 
 
Mereka lah, Amanda Mitsuri dan Ramadhan Muhamad, pendiri dan pemilik usaha pembutan perhiasan dari resin tersebut. Keduanya sama- sama merupakan lulusan Desain Produk, Institut Teknologi Bandung (ITENAS).

Bisnis Bareng

 
Tak hanya kalangan muda, produk buatan Massicot juga digemari orang tua.Mereka memang menawarkan desain yang berani dan tak biasa, anek warna- warna unik. Bahkan produk mereka sukses menarik perhatian pengusaha asal Jepang. 
 
Awalnya keduanya telah memiliki usaha masing- masing. Amanda pernah bekerja sebagai desain grafis yang bernaung dibawah karya bernama Orna- Orana di tahun 2007 -an.

Saat Amanda berpacaran dengan Ramdhan, keduanya mendapatkan ide untuk membuka usaha sendiri. Ya, usaha yang tak jauh- jauh dari dasar ilmu akademis mereka.

"Kebetulan kami pacaran, dan kita berdua suka eksplorasi bentukbentuk dan sering buat konsep sama-sama. Akhirnya, kita putusin buat usaha bareng aja," ujar Amanda.

Kebetulan Ramdhan suka bereksperimen dengan resin. Resin sendiri adalah istilah untuk zat cair sintetis (atau non- sintetis) yang memiliki sifat akan mengeras menjadi padat. Melalui apa yang dia bisa lakukan, ditambah kemampuan Amanda dalam mendesain. 
 
Massicot adalah produk batu permata tiruan yang kemudian akan dibentuk perhiasan. Desainnya, kini, bahkan mulai merambah ke produk lain, seperti gelang, sepatu, dan clutch.

Dalam produknya, Amanda bisa menghasilkan 50- 100 model resin dengan bahan 20- 30 kg. Massicot juga menawarkan produk premium. Nama brand Massicot+ menawarkan perhiasan resin berpadu dengan emas. Tepatnya ada dua jenis produk yang ditawarkan: premium dan luxury.

Berdua mereka mengerjakan semuanya sendiri. Semua idenya mereka kembangkan sendiri. Sumbernya, bisa dari banyak hal, keduanya bekerja sama membangun produk Massicot dari bawah. Dari desain dan master produknya adalah Amanda dan Ramadhan yang membuatnya. 
 
Kemudian produknya dikembangkan menjadi produk- produk siap pasar. Soal idenya, Ramadhan mencontohkan ketika keduanya berlibur di Bali. Ketika mereka melihat birunya ombak, nah, dari sana muncul ide. Warna biru itu diaplikasikan dalam resin kemudian dibentuk sedemikian rupa. 
 
Jika bicara tentang berapa lama produknya dibuat. Ramadhan menyebut ada kendala tersendiri. Terutama memang usaha mereka yang masih produk hand made. Tergantung cuaca, karena studio mereka ada di Bandung yang udaranya dingin, resin bisa lama mengering.

Produk Massicot mengandalkan pemasaran melalui online. Walau akhirnya mereka akan mendapati resiko produknya jadi mudah ditiru. Dan, akhirnya, banyak usaha lain yang sejenis bermunculan. "Wah banyak ya yang mirip sama kita tapi ya kita biarin saja," ungkap Amanda. 
 
Ramadhan menambahkan bahwa produknya benar- benar berbeda. Orang pasti akan tau produk Massicot yang asli. Menggunakan sistem hand- made produknya memiliki jiwa. Setiap ide produknya berasal dari apa yang pembuatnya temukan. 
 
Itulah yang menjadi pembeda dari para peniru tersebut. Amanda menambahkan dari online juga ada kelebihannya. Produk mereka lebih cepat untuk dikenal, jelasnya. Saat ini Massicot juga dapat ditemui di The Goods Dept untuk penjualan offline, dan beberapa butik di Jepang, New Zealand, dan Australia.

Kesempatan bagus datang ketika merek mendapatkan slot di acara Jakarta Fashion Week. Stand mereka saat itu berdampingan dengan Majalah Cleo. Produk yang sudah stand- out ditambah diposisi yang strategis membuat mata tertuju pada produk Massicot. 
 
Dari dulu hanya kalangan tertentu yang ngeh akan marketing online mereka. Kini, melalui Jakarta Fashion Week, banyak artis- artis pecinta fashion mulai tertarik untuk memakai produk mereka.

Melalui Fashion Week pula produk Massicot dilirik oleh pangusaha asal Jepang. Dari pasar lokal saja, kini, produk mereka bisa ditemui di Jepang mulai tahun 2013. Kisahnya ketika itu ada satu pameran untuk sebuah toko di Jepang. 
 
Amanda hanya bermaksud untuk menitip produknya. Eh, ternyata Massicot berhasil meski tak disangka- sangka jadi salah satu brand yang dijual disana. Sistem bisnis mereka di Jepang jelasnya lagi ialah produk harus ada desain baru tiap dua minggu.

Dan akhirnya, Massicot juga mulai merambah pasar lain seperti New Zealand dan Australia.

Prospek bisnis


Masalah copy style atau produk tiruan di pasaran nampaknya tak sanggup mematahkan semangat Amanda. Buktinya ia malah semakin bersemangat termasuk untuk produk baru Massicot+.

"Sekarang ini kami juga sedang mengembangkan Massicot+, perbedaan dengan yang biasa sebenarnya dari bahan. Kalau yang biasa kami tidak pakai emas sedangkan yang Massicot+ ini pakai emas. Kalau soal harganya kisarannya Rp600.000 – 1.500.000 per- buah," imbuhnya.

Memandang masa depan brand Massicot bukan lagi soal produk bisnis. Keduanya memiliki visi dan prinsip sendiri dalam mengembangkan produknya. 
 
"Kadang pembeli kami ketika melihat potongan kue atau melihat apa selalu bilang wah ini Massicot. Ini bagi kami sangat penting karena saya ingin Massicot ini bukan hanya dilihat sebagai sebuah brand atau kalung saja tapi lebih dari itu," kisah pengusaha.
 
Meski kesempatan untuk menjual produk atau memamerkan di berbagai pemaran, Massicot nyatanya tak gegabah.

Mereka tak mau sekedar menjual. Meski banyak toko- toko di luar negeri yang mau bekerja sama. Selama itu sesuai visi mereka bisa saja. Proses bisnisnya masih jauh. Masih banyak ide yang belum dieksplorasi oleh mereka berdua lagi. 
 
Meski pilih- pilih keduanya masih bersemangat membangun pasar. "Rencananya tentu kami akan memperbesar pasar kami ya kalau bisa memperluas pasar luar negeri," jelas Ramadhan. "Selain itu kami ingin sekali mencari orang yang pas untuk bekerja dengan kami," lanjutnya. 
 
"Mungkin ini agak susah karena kami mencari yang benar-benar satu visi karena Massicot ini kan kami buat dari awal sampai marketing berdua saja. Kami ingin menemukan orang yang benar-benar cocok dengan kami. Kami juga ingin cari investor untuk lebih mengembangkan bisnis kami," imbuh Amanda.

Produk- produk perhiasan dan aksesori Massicot ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu produk premium dan luxury. Untuk premium dibanderol dengan harga Rp 200.000 – Rp 350.000 dan luxury dijual dengan harga Rp 600.000-Rp 1.500.000. 
 
Margin keuntungan yang didapat dari Massicot ini pun besar. "Keuntungannya bisa mencapai 50%," kata Amanda.

Pengusaha Kubah Masjid Usaha Sembari Beramal

Profil Pengusaha Suyanto

 

pengusahamasjid.png
 
Apa dikerjakan pengusaha kubah masjid Suyanto berakar beda. Dia mengajarkan kita usaha sembari beramal. Ilmunya didapat dari pengalaman bukan karena perkuliahan. Guru terbaik bagi kehidupan seorang pengusaha. Suyanto memiliki latar belakang pendidikan berbeda dari usahanya. 
 
Ia seorang sarjana perikanan. Bukannya pengusaha dibidang perikanan, malah pengusaha kubah masjid terus untunga hingga punya banyak rumah kos- kosan. Cerita awalnya, usaha sembari beramal, eh, kok usahanya mendapatkan banyak pesanan hingga berkembang.

Pengusaha Kubah Masjid


Dibesarkan keluarga sederhana asal Demak, selepas sekolah menengah atas, Suyanto harus kehilangan sang ayah. Sang kepala keluarga meninggalkan ibu dan lima adik untuk dihidupi. Sebagai anak laki- laki  tertua, ia memang tidak berpangku tangan begitu saja. 
 
Tahun 1995, Suyanto hijrah ke Jakarta mencari- cari penghidupan. Sambil bekerja tak lupa ia pun melanjutkan sekolahnya, cari- cari beasiswa. Dia akhirnya diterima berkuliah sampai Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan. 

Di Jakarta, sambil terus berkuliah, ia tak lupa membantu ibu dan adik- adiknya. Ia lantas memilih menjadi kuli panggul di Pasar Kramat Jati. Rutinitas itu dijalani Suyanto hingga tahun 1999 -an seiring dengan kelulusannya. 
 
"Adik saya banyak, gaji pegawai negeri tentu tidak cukup. Saya ke Brunei supaya dapat uang banyak," jelasnya.

Selama setahun di Brunei, sarjana perikanan ini bekerja sebagai sopir. Pada tahun 2000, Suyanto akhirnya melamar ke sebuah perusahaan dan berhasil menjadi kapten kapal perikanan bergaji besar. Dia menghasilkan Rp 7 juta per- bulan. 
 
Namun, ia hanya bertahan dua tahun bekerja di kapal. Dia pulang karena mendengar adik- adiknya tidak mau sekolah. "Untuk apa saya bergaji besar kalau adik saya cuma jadi kernet. 

"Tahun 2002, saya pulang dan mencoba mendampingi adik-adik," jelas pria kelahiran 19 Desember 1977 ini.

Di tahun yang sama, Suyanto memilih merantau kembali setelah menemui keluarganya di kampung. Kali ini, ia ingin bekerja di Banjarmasin. "Saya pikir, kerja di Kalimantan enak. Saya lihat, ada tetangga yang pulang dari Kalimantan dan sukses," katanya. 
 
Hidup di Banjarmasin ternyata tidak semudah yang dibayangkan olehnya. Ia sempat menjadi tukang ojek dengan motor sewaan. Kemudian dia beralih profesi menjadi sopir untuk selanjutnya.

Disaat menjadi sopir itulah Suyanto sering melihat proses pembuatan masjid. Secara iseng, ia menawarkan diri untuk memasok kubah masjid. Pertengahan tahun 2005, ia bekerja sambilan sebagai tenaga pemasar di sebuah bank pemerintah. 
 
"Sambil mencari nasabah, kadang saya berjualan sayuran sambil cari masjid yang membutuhkan kubah,"€ ujarnya. Ia yang melihat kubah yang dipakai jelek. "Saya akan mencarikan kubah yang bagus dari Jawa," tutur Suyanto. 

Kebetulan memang ia mempunyai teman di daerah Pati yang menjadi perajin kubah. Tindakannya bukan soal uang jelasnya lebih lanjut. Waktu itu niatnya cuma membantu, soal keuntungan tidaklah penting. 
 
Buktinya meski ia sudah bisa mensuplai kubah; ia memilih untuk tetap bekerja. Sayangnya, Tuhan bekerhendak lain, makin banyak saja orang meminta kubah darinya. 

"Ternyata, tidak mudah untuk mendapatkan proyek itu. Saya harus mempunyai dokumen-dokumen, surat izin usaha perdagangan (SIUP), dan surat-surat lain,"€ kenangnya lagi. 
 
Dari peristiwa inilah, pada 2005, ia memutuskan mendirikan bahan usaha berbentuk CV. Modal untuk usahanya juga tak besar. Suyanto memilih menggunakan uang muka pengurusan masjid.

"Saya sudah mendapat kepercayaan, proyek itu memang saya dapatkan tapi harus dilengkapi surat-surat," jelasnya.

Sambil bekerja di CV miliknya Suyanto masih tercatat sebagai pegawai bank milik negara itu. Dia bahkan berhasil menjadi salah satu pemasar terbaik. Pada tahun 2007, dia direkrut bank swasta dan menduduki posisi unit manajer. 
 
Peruntungan Suyanto pun terus datang, usaha maju sejalan dengan kariernya bersinar. "€œSaya ditarik menjadi pegawai PT Permodalan Madani Nasional," kata dia yang kini menjabat Wakil Kepala Cabang PNM Banjarmasin. Untuk CV miliknya, Suyanto juga tak lepaskan, justru makin bersinar saja.

Jika sebelumnya hanya sebagai pemasok kubah yang didatangkan dari Jawa. Suyanto mulai berani membuat kubah masjid sendiri yakni berbahan stainless steel, aluminium, dan galvalum ataupun baja ringan. 
 
Ia mengembangkan usaha dengan membangun fondasi dan finishing bangunan masjid (pemasangan gipsum, kaca hias, pengecatan), hingga perencanaan pembuatan kubah masjid dalam berbagai bentuk. Tak cukup sampai di situ, saat ini, Suyanto juga mengembangkan usaha rental mobil dan kos- kosan. 
 
Saat ini, dia memiliki 100 kamar kos- kosan. "Persaingan usaha makin ketat dan usaha semacam ini bisa saja mati. Sebab, sekarang banyak pengelola dan kontraktor masjid yang langsung membeli kubah ke Jawa," dalihnya. 
 
Suyanto juga sedang berupaya membangun sebuah bank perkreditan rakyat (BPR) bersama dua rekannya. "Saya ingin membantu orang yang butuh modal," tutupnya.

Membuat Situs Ecommerce Pengusaha Tokobagus

Profil Pengusaha Arnold Sebastian

 

pengusahatokobagus.png
 

Sang pengusaha Tokobagus.com atau sekarang dikenal OXL, bukanlah warga negara Indonesia melainkan turis asal Belanda. Sosok Arnold Sebastian layaknya pemuda asing lain, dimana pakaiannya kasual, kulit putih, dan berambut pirang.


Dia jauh dari bayangkan pendiri perusahaan miliaran rupiah. Segi pendidikan juga tidak begitu menterang dibanding pendiri Facebook. Arnold lulusan IT Madison University tahun 1999, dimana mendapatkan pekerjaan menjadi freelance programer.


Arnold dipekerjakan perusahaan menghasilkan Gulden. Lantas mengapa dia pindah ke Indonesia mengais rupiah. Dia bahkan capek- capek jatuh miskin demi website OXL.co.id kini. Pengusaha muda ini memang ambisius ingin mengikuti jejak pendiri Amazon.

 

Ambisis Pengusaha TokoBagus


"Amazon.com adalah karya luar biasa karena mempertemukan pembeli dan penjual tanpa dibatasi ruang," jelasnya. Ia nekat berangkat ke Amerika, namun malah terdampar di Indonesia, tepatnya malah tinggal di Surabaya.


Dia tetap berambisi dimanapun. Ketika berlibur ke Bali, dimana dia melepaskan lelah selepas mencoba "manguasai" Amerika. Arnold kepincut keindahan Pulau Dewasata. Dirinya nyaman sampai pikiran gila kembali merasuki. Dia ingin menciptakan Amazon -nya sendiri sekarang.


Ditambah Arnold mengamati Indonesia mulai berkembang. Jaman tersebut internet Indonesia mulai menggeliat. Kecepatan mungkin belum cepat namun menjanjikan pertumbuhan. Disisi lain, situs- situs populer belum merajai, beberapa nama terkenal seperti Kaskus tetapi belum cukup.


Arnold berkata,"bisnis online justru tidak banyak digarap di Indonesia". Ia melihat peluang bisnis begitu menganga. Pemuda tersebut langsung merombak rencana liburan. Semula beberapa bulan, tapi kini dia bertekat menetap lama sembari mendirikan Tokobagus.com ini.


Ia melakukan survei sederhana. Dan Arnold sepakat membangun mimpinya melalui Indonesia. Bisnis teknologi tersebut diberinya nama TokoBagus. Ia mengerjakannya di sebuah kontrakan, memiliki 3 orang karyawan.


Awal dia memperkenalkan TokoBagus, pengunjungnya sangat minimalis kecil. Di 2005 sampai 2006, pengunjung baru naik puluhan ribu, dan Arnold terus mengupdate situsnya semakin lebih baik. Pada 2007, usahanya meningkat semenjak memanfaatkan iklan setasiun dan radio, tetapi tidak banyak.


Justru pertumbuhan internet yang meningkatkan pendapatan. Beruntung Arnold memulai lebih dahulu dibanding lain. Tahun awal 2008, pengguna internet meningkat, sudah menyentuh 31 juta IP hingga terus bertambah.


Trend persaingan antar internet provider semakin membantunya. Makin banyak promosi dilakukan hingga makin banyak pengunjung. Tarif internet semakin rendah sampai makin banyak pengguna. Dia pun menyiapkan dana operasional sampai 5 tahun kedepan.


Arnold pun menargetkan tiga tahun menghasilkan pendapatan. TokoBagus.com berkonsep iklan baris dimana pembeli dan penjual bertemu. Produknya terus bertambah hingga spesial barang bekas. Inilah konsep yang membawanya lebih banyak dikunjungi.


TokoBagus menyediakan aneka elektronik, otomotif, rumah, peralatan rumah tangga, aneka jasa dan lowongan. Website hadir pertama di Bali, didirikan oleh Arnold Sebastian dan Remco Lupkerm yang mendapatkan pengunjung perharinya sejuta lebih sejak 20 Mei 2014.

 

Remco Lupkerm sendiri merupakan warga negara Belanda. Pengalamannya dalam dunia digital lebih banyak. Pindah setelah dirinya mendirikan Toko Bagus. Remco sempat mengerjakan Ambient Digital Indonesia. Dimana ia kerjakan selepas keluar dari perusahaan di Belanda, dan pindah ke Indonesia.


Usaha Ambient Digital Indonesia berfokus jaringan video iklan. Ia menjelaskan dua iklan berbeda: Iklan TV memberikan kesadaran akan dunia digita. Mengajarkan orang bahwa kita bisa membeli barang lewat Internet.


Tetapi ia menjelaskan penjualan akan datang melalui internet. Iklan internet memberikan pengunjung sekaligus konversi. Indonesia merupakan pasar baru membutuhkan didikan iklan. Kunci sukses situs digital ialah memanfaatkan segala jaringan beriklan aneka macam jalur.


Arnold berkata internet akan sangat membantu Indonesia. Negara luas kita membutuhkan internet untuk menghubungkan satu sama lain. Hasilnya 2,7 juta anggota yang bertransaksi setiap hari, dan punya angka transaksi miliaran rupiah.


Pengunjungnya 10 juta orang perhari membuka situs web tersebut. Bayangkan dibanding mall jaman sama cuma hasilkan 30 ribuan perhari. Walau begitu Arnold mengalami kesulitan ketika awal- awal membuka.


Statusnya sebagai warga negara asing menjadi momok. Tetapi ia meyakinkan bahwa mencintai negara kita ini. Arnold bahkan bangganya berbicara bahasa dengan lancar. Mengapa dia berhasil kembangkan situs web, padahal di jamannya situs mulai bermunculan menjadi penggagas.


Ia melihat kebanyakan web menawarkan duduk dan diam. Padahal orang dapat bertransaksi lewat situs web mereka. Ketidak jelasan website pada masanya dimanfaatkan Arnold. Dia menciptkan ruang buat orang "keluar" mencari barang dimanapun.


Arnold juga belajar mengenai penampilan web. Bahwa orang harus melihat semua simple, dan good interfance atau tampilan ciamik layaknya situs trading. Kata pesimis merupakan kata pertama ia punyai ketika memulai. Dia wajib menang menghadapi resiko dan tantangan.


Ditambah dia melihat timnya bekerja keras. Mereka pun menggantungkan hidup keluarganya di tangan Arnold. Ia tidak punya waktu buat ragu. "Saya memang tidak bisa lepas dari pikiran- pikiran lain, 'nanti bagaimana kalau saya gagal'," ia mengenang.


Dia terus melangkah kedepan walau mungkin gagal. Banyak orang yang memandang sinis, bahwa ia akan gagal menghasilkan uang dari situs TokoBagus. "I don't care wath they think about me," sang pengusaha yakin.


Arnold pernah merasakan pengunjung sangat sedikit. Sampai iklan juga tidak mempan menaikan jumlah pengunjung. Dia sempat menelephon penjual, menawarkan sana- sini, pokoknya gimana biar orang mau memakai layanannya.


Bahkan ia menawarkan konsep gratisan. Tiga tahun berjuang, di tahun 2008, usahanya mendapatkan lirikan investor sampai terus berkembang terus. "Saya itu programmer dan lebih suka berlama- lama nongkrongin komputer," terang dia.


"Saya enggak bisa namanya public speaking. Untuk itu saya perlu patner dalam bisnis ini," ia yang kemudian mengajak sosok Remco Lupker.


Ia mulai belajar pula melalui Remco belajar public speaking. Dia akhirnya mengikuti aneka seminar buat menaikan kemampuan. Banyak dukungan sampai ia meyakini mampu menjadi techopreneur. Ia mengatakan menjadi entrepreneur di Eropa gila- gilaan.


Membuat Situs eCommerce


Gaji karyawan di Eropa mahal dan kompetitornya gila- gilaan. Sementara Indonesia masih memiliki banyak ruang tumbuh. Ia mengatakan bahwa situsnya sudah berjalan sejak 24 Oktober 2003, namun barulah di 2004 momentumnya tepat.


"Saya ini self employed. Selama 16 tahun saya enggak punya boss. Pertama kali saya ke Indonesia itu ya langsung ke Bali," jelasnya. Dia datang sebelum bom bali. Arnold langsung kepincut akan suasana Bali. Arnold berbisnis di Bali menawarkan jasa pembuatan website ke perusahaan.


Membuat usaha di Indonesia memang dikenal ribet. Apalagi buat bule seperti dirinya menyesuaikan birokrasi pasti ribet. Untung ia langsung bertemu pihak berwenang dan berhasil meyakinkan. 

 

"Saya ingin mereka tau bahwa apa yang saya kerjakan bersama ide- ide saya di Indonesia adalah sesuatu yang turut berkontribusi membangun negara Indonesia," Arnold meyakinkan.


Membangun TokoBagus merupakan perjalanan memperbaiki. Tiap kekurangan akan diperbaiki lebih baik ke depan. Kita bisa melihat banyak perubahan besar di tokobagus.com. Arnold pun memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta.


Tujuannya tentu agar lebih dekat ke pelanggan. Ia menjelaskan pula bahwa Jakarta merupakan pusat SDM bagus. Di Bali, jumlah SDM sesuai kebutuhannya terbatas pada masa tersebut. Namun ia tak memungkiri orang Bali lebih kreatif.


Pengusaha Tokobagus semenjak kecil sudah mengenal komputer. Dia sudah diperkenalkan komputer oleh ayahnya. Dari sanalah dia kenalan dengan dunia programming ini. Orang banyak kepikiran kalau ahli programming merupakan orang enggak cool.


Pas di SMA, kalau orang senang bermain komputer, teman akan berkata bahwa orang tersebut nerd atau uncool. Dengan manajeman dan infrastruktur mumpuni meyakinkan. Arnold meyakini akan jadi situs eCommerce nomor satu.


"Saya itu orangnya enggak bisa diam, selalu punya hasrat menciptakan sesuatu yang baru," jelasnya. Ia terus mengembangkan Tokobagus, dan bersiap menciptakan sesuatu yang baru.


Bali merupakan tempat pertamanya tinggal. Arnold kepincut atmosfer tenang dan ramahnya. Ketika sudah di Jakarta, Arnold malah kembali tinggal di Bali. Dia kesulitan menemukan ide ketika usahanya telah berjaya. 

 

Dia kelelahan ketika bertemu orang banyak, melakukan banyak meeting dan lakukan ini- itu. Ia lalu kembali ke Bali dan menemukan traveling. Bisnis barunya adalah happyholiday.to, tujuannya memberi peningkatan maksimal jasa travel online.


Nama TokoBagus sendiri sudah tidak ada. Itu sudah digantikan OXL, yang mana merek jaringan toko online besar dunia milik Naspers. OXL memiliki cabang sampai di 206 negara. Grup OXL sendiri merupakan investor TokoBagus yang bernilai 30- 40 juta dollar.

Penulis Penjual Mie Ayam Kisah Wirausaha

Profil Pengusaha Aveus Har

 
 
Kisah wirausaha penulis penjual mie ayam.  Siapa sangka di sebuah warung mie ayam, di pinggir Jalan Patimura, Wiradesa, Pekalongan, ada sosok penulis novel hebat. Di warung kecil berukuran 4x4 meter, sore itu tak ada kesibukan jual- beli. Yang ada hanya sosok sang penjual mie ayam dan dialah. 
 
Mas Harso, pemilik warung mie ayam sekaligus penulis novel yang kita tengah bicarakan. Ketika ditemui di waktu senggang, pria ini tengah sibuk sendiri mengetik- ketik ponselnya. Bukan mengetik pesan singkat atau berchatting ria, dia sibuk mengetik novel, hebat.
 

Penulis dan Penjual Mie Ayam


Tidak ada yang tau bahwa dirinya ialah seorang penulis novel. Ia bisa dibilang cukup produktif meski disela- sela berbisnis mie ayam. Harso tercatat sudah menghasilkan 7 judul novel: 6 novel sudah dicetak dan satu lagi masih dalam proses diterbitkan oleh salah satu penerbit besar. 
 
Karya lain ada cerpen- cerpen di surat kabar, majalah, dan juga antalogi bersama, yang jumlahnya tak terhitung.

 
Pria yang kini dikaruniai dua anak itu beberapa tahun yang lalu,  diberinya nama Aveus Har, yang mana dengan nama itu pulalah dia menuliskan karya- karyanya selama ini. 
 
Selain menulis sendiri, melalui wadah Komunitas Rumah Imaji, Aveus juga bersama rekan- rekannya memprakarsai penerbitan buku berjudul "Cikal: Bunga Rampai Sastra Remaja dan Pelajar Kab. Pekalongan", sebuah pencapaian yang luar biasa waktu itu. 
 
Mendengar bahwa selain menulis, kegiatan sehari-hari Aveus adalah berdagang mie ayam. Menambah kekaguman penulis artikel ini.

Menulis karya fiksi memang tak sepopuler karya ilmiah. Apalagi di kota kecil Pekalongan, tak bisa jadi satu tujuan katanya. Namun, dari sedikitnya, justru Aveus jadi sosok yang langka, menginspirasi semua orang tak terbatas di kota kecil Pekalongan. 
 
Di tempat ini iklim sastra dan literasi belumlah berkembang kala pertama ia menulis bahkan hingga sekarang mungkin. Disela- sela berjualan mie ayam, ia menulis apapun di kepalanya. Cara Aveus Har berhasil melahirkan karya-karyanya tidaklah "ngoyo" atau dipaksa- paksa, semua mengalir. 
 
Bahkan dia terlihat tetap semangat meski harus pindah dari tempat berjualannya semula. Ternyata tempatnya berjualan yang sekarang adalah tempat berjualan yang kedua. Meski ada masalah, toh, Aveus tetap menghasilkan karya lagi. Dimanapun tempatnya tak ada masalah soal inspirasi.

Warung yang sekarang ditempatinya adalah lokasi kedua, setelah lokasi yang pertama di pinggir jalan raya pantura dibangun lampu merah sehingga tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat jualan. 
 
Di tempat itu pula, pengusaha mie ayam ini menghasilkan satu novel berjudul "Flawless Hope", yang bahkan berhasil memenangkan lomba. Ia memenangkan juara pertama lomba penulisan novel Bentang Populer bertema "Wanita dalam Cerita" disaat warungnya akan tergusur.

Kabarnya, Desember tahun ini, novel tersebut akan terbit jadi buku, yang nantinya akan berjudul "Sejujurnya Aku". Bagaimana bisa menulis jika dari jam 11 pagi sampai 8 malam dia berjualan. Rahasia menulisnya memang ada di ponselnya seperti yang diberitakan. 
 
Setiap hari, di sela menunggu pelanggan, dia menulis bab demi bab novelnya hanya berbeka; sebuah ponsel berfitur standar, yang kemudian disalinnya ke dalam komputer seusai warungnya tutup dan sebelum mempersiapkan kebutuhan jualan untuk hari berikutnya.

"Saya belajar menulis kira-kira sejak SMP, waktu itu di mading sekolah. Pertama kali karya dimuat adalah di majalah Ceria Remaja," kisah wirausahanya.

"Sayangnya, beberapa bulan setelah memuat karya itu, majalahnya berhenti terbit." Beruntung dia msih sempat menyimpan edisi majalah yang memuat karyanya tersebut, yang didapatnya dari seorang teman yang kebetulan penjual koran.
 
Dia juga sempat menunjukkan majalah itu kepada teman-temannya, sewajarnya penulis yang bangga karyanya berhasil dimuat di media massa. Itulah kisah pertama seorang Harso.

Kisah Wirausaha

 
Setelah itu, karya- karyanya mulai rajin terbit di beberapa majalah dan surat kabar, di antaranya, Aneka, Kawanku, Wow, Anita Cemerlang, dan lain-lain, yang sebagian besar majalahnya kini sudah berhenti terbit; juga di banyak antologi bersama. 
 
Mungkin banyak dari kita yang sering kali berdalih tidak punya waktu untuk menulis seharusnya belajar dari Aveus Har. Rutinitas sehari-harinya yang jauh dari dunia buku dan tulis- menulis tidak menjadi alasan baginya untuk berhenti.

Baginya, menulis adalah hasrat, obsesi, gairah, mimpi yang kesemuanya menyatu menjadi masakan lezat dan bergizi bagi kebahagiaan diri. Kebahagiaan yang ingin dibagikan kepada pembaca melalui karya-karyanya. 
 
Bahkan ada seorang pembawa acara berseloroh bahwa Harso sebenarnya bukan penjual mie ayam yang menjadi penulis novel. Lanjutnya bercanda menyebut Harso adalah penulis novel yang menyamar jadi penjual mie ayam untuk medapatkan cerita.

Buku- buku yang sudah diterbitkannya selain novel banyak: Ada kumpulan cerpen "Lintang", novel "Pangeran Langit", novel anak "Asibuka! Mantra Rahasia', buku "Yuk Menulis Diary, Puisi, dan Cerita Fiksi" (keempatnya diterbitkan oleh Penerbit Andi). 
 
Dia menulis novel "Sorry That I Love You" dan novel "Roller Coaster Cinta" (yang kedua novelnya diterbitkan oleh Media Pressindo Group). 
 
Suatu saat, jika kamu berkesempatan bertandang ke warung mie ayamnya miliknya, barangkali setelah asik berbelanja batik di International Batik Center (IBC) Pekalongan yang memang tak jauh dari situ, sambil menikmati semangkuk Mie Ayam Mas Harso. 
 
Di sana kamu sekaligus bisa belajar tentang proses kreatif seorang penulis novel. Tidak mahal, cukup dengan Rp. 7.500 untuk semangkuk mie ayam dan segelas teh hangat, barangkali kamu akan memperoleh ilmu dan motivasi menulis.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba