Pengusaha Limbah Wanita Berkarya

Biografi Pengusaha Irene Holle


pengusaha limbah wanita

Irene Holle, pengusaha limbah wanita kelahiran 29 April 1974, membuktikan sukses berbisnis limbah bukan cuma milik pria. Tak pernah terpikir sekalipun, awalnya, tapi kini Irene memiliki PT. Recycle Indonesia Utama Mandiri (Recyclindo), bisnisnya moncer lebih besar dari pengharapan awal.

Irene pernah berangan- angan punya bisnis kuliner atau restoran, bukan pengolahan sampah gini. Kesemuanya berubah, ketika dia menemukan bahwa masyarakat cenderung cuek soal sampah.

Pemikirannya diwujudkan melalui membeli sampah dari staf housekeeping hotel; berupa sampah botol, dan kaleng alumunium, kemudian dijual.

"Kalaupun mimpi punya bisnis, saya ingin berbisnis kuliner atau restoran, karena bidang saya F&B," ujarnya.

Bisnis Sampah


Bisnis sampah Irene mulai tertarik akan pengolahan sampah berkat kursus. Dia kemudian mengambil kursus 3 hari intensif. Irene mengambil kursus intensif zero waste management dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

"Dari kursus itu, wawasan saya makin terbuka tentang apa yang bisa saya lakukan pada sampah." terangnya.

Disaat mengambil kursus itu, ada pengalaman membekas, salah satunya yaitu disaat kunjungan ke tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi dan rumah jagal DKI di daerah Cakung. Irene tertegun melihat berbukit- bukit sampah.

Ia seperti mabuk karena tak terbiasa mencium bau sampah begitu banyak. Apalagi, ternyata ia punya alergi debu. Di rumah jagal lain lagi, ceritanya didekat tempat itu ada tempat pembuatan kompos, buanya benar- benar mengganggu.

"Ya, ampun, baunya tajam dan menyengat! Setelah kunjungan itu, saya langsung jatuh sakit. Tapi, dalam 3 hari itu banyak sekali pelajaran berharga yang saya peroleh," tutur Irene.

Usahanya itu berjalan setahap demi setahap. Tidak langsung sukses seperti orang bayangkan sekarang. Dia memulai dengan mengumpulkan sampah- sampah kering, kemudian naik- turun truk membawa wadah plastik kresek ke mana- mana.

Irene, akhirnya, telah memiliki langganan pemasok sampah sendiri. Ia kemudian mendapatkan kontrak mengangkut sampah non- organik. Sisa sampahnya kemudian dibuang ke tempat milik Pemda

Irene tak segan mengeluarkan uang Rp.100 juta jadi modal. Modalnya buat membeli satu truk second- hand dan menyewa lahan sebagai gudang. Ia menjelaskan menyewa lahan mutlak termasuk dalam pengolahan.

Dia menambahkan mengolah sampah organik itu tak mudah, atau bisa dikomplain tetangga salah- salah. Usaha tersebut didirikan di kawasan Cingangka, Sawangan, Depok. Irene juga berminat mencari lahan baru seperti di daerah Parung, Bogor.

Ia ingin memaksimalkan pengolahan sampah. Sejak akhir 2009, di tempat baru, ia mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

"Learning by doing. Kami hire konsultan untuk memastikan proses yang kami lakukan ini sudah benar. Misalnya, kompoisi dan kelelembapannya. Kompos harus selalu basah, supaya cepat busuk." terangnya.

Untuk omzet jasa pengangkutan bisa mencapai sekitar Rp.15 juta per- bulan. Balum lagi, pemasukan dari penjualan sampah daur ulang beratnya beratus- ratus kilo, bisa menghasilkan sekitaran Rp.5 juta -an.

Untuk pengolaham sampah organik, kisaran omzet per- bulan bisa mencapai Rp.5 juta. Banyaknya sampah organik sisa bahan makanan dari hotel dan resto membuat Irene memiliki ide lain. Irene pun berpikir tentang membuka usaha peternakan lele di Parung.

Sisa makanan ini cukup dijadikan bahan pakan lele. Dari usaha ini omzetnya bisa mencapai Rp.10 juta. Jadi total pemasukan bisnis bisa mencapai Rp.45 juta per- bulan.

Irene mangaku belakangan dipercaya perusahaan besar mengolah sampah mereka. Banyak perusahaan yang tak ingin sampahnya terbuang begitu saja. Irene menyebut ini usaha menciptakan budaya ramah lingkungan.

Perusahaan juga memiliki tanggung jawab yang dituangkan di CSR mereka. Konsep ramah yang ditawarkan perusahaan miliknya menjadi daya tarik tersendiri.

"Mulai banyak perusahaan yang sudah menerapkan konsep ramah lingkungan kemudian memilih kami. Mereka tidak mau sampahnya tidak diapa- apain. Hal itu rupanya sudah menjadi bagian dari komitmen CSR mereka," tutur Irene.

Sampah- sampah daur ulang sangat diminati oleh perusahaan pengelohan limbah. Sampah seperti kantong plastik, kertas, kardus dan botol kaca, banyak sekali pabrik yang membutuhkan. Salah satu perusahaan yang berminat membeli sampah- sampah tersebut ada sebuah pabrik di Tangerang, Parung, Cikarang.

Sampah- sampah tersebut kemudian diolah menjadi bentuk lain. Sampah alumunium dan kaleng bisa langsung dilebur, digunting, atau diolah menjadi berbagai handycraft; botol gelas bisa dipakai lagi. Jika botol tersebut sudah tidak bisa terpakai, diolah oleh pabrik keramik.

Kardus dan kertas diolah kembali oleh pabrik kertas. Botol soft drink yang terbuat dari bahan jenis polyethylene terephthalate, bisa diolah menjadi bahan kain yang stretch Sampah di Parung akan diseleksi oleh Irene, kemudian dikelompokan berbagai kategori.

Sampah plastik dibagi menjadi beberapa jenis, misalnya ada plastik berupa kemasan botol sampo, kemasan botol air mineral, kemasan soft drink, dan plastik hitam.

Lalu sampah dipisahkan mana bisa didaur ulang dijual lagi. Sampah organik akan dibuat pupuk kompos dan pupuk cair. Sampah dari sisa makanan bisa digunakan pakan ikan dan hewan ternak. Residunya, yang tidak bisa diapa-apakan, baru dibakar di oven pembakaran.

Bisnis Besar


Dulu di awal usahanya Irene harus rela mencari- cari pabrik untuk dipasok sampah daur ulang. Kini, klien itu datang sendiri ke perusahaan miliknya agar mau dipasok. Meski belum berencana untuk membesarkan bisnisnya lebih lagi, ada rencana agar tiap sampah bisa jadi barang pakai lagi.

Belum lama, Irene melakukan percobaan dengan menanam cabai serta papaya jenis california. Ia tengah mengeksplorasi bisnis di bidang nursery untuk memanfaatkan pupuk organiknya.

"Kini saya sedang ingin mempelajari cara membuat pelet ikan dari sisa makanan. Saya dengar di Sumatra Barat ada orang yang mendapat penghargaan, karena sukses mengolah sampah pasar menjadi bahan makanan ikan. Saya sedang mencari infonya," tutur Irene, bersemangat.

Irene punya kebiasaan unik ketika menjalankan hobinya bertreveling ke berbagai negara. Ia tidak memilih tempat- tempat indah sebagai objek potret. Irene asik mengamati tempat sampah dan pengolahan sampah di tiap kota disambanginya.

Ia mengaku takjub akan masalah manajemen persampahan di luar negeri. Tempat- tempah sampah di mana-mana sudah dipisah sesuai jenisnya.

Di Australia, tempat sampah ditandai warna- warni kuning, biru, dan merah. Perusahaan yang menangani pengangkutan dan pengolahan sampah biasanya berdasarkan tender resmi. Di sana, pemerintah punya plan pengolahan sampah dan menerapkan zero waste management.

Di Singapura, ada pengolahan sampah kertas dimana usahanya telah lama dijalankan. Menurut Irene usaha pengolahan sampah di Singapura merupakan masalah serius; bahkan masuk bisnis bermodal mahal.

Namun, setelah tau cara mengolahnya bisa menjadi sumber pendapatan ujarnya. Irene bercerita di Singapura juga punya teknologi pengolahan sampah maju. Sampah dipisah residunya langsung ke tempat pembakaran sampah.

Di Dubai lain lagi, setiap beberapa unit rumah dan vila disediakan kontainer sampah tertutup. Truk sampah datang setiap hari saat masih gelap. Irene merasa miris ketika melihat Indonesia dimana kesadaran membuang sampah sangat rendah.

Ada daerah harus menyewa truk sampah secara patungan. Di tempat pembuangan sampah akhir, semua- semua sampah dibiarkan saja tanpa diolah ditumpuk- tumpuk. Irene berharap pemerintah bersedia menyubsidi tempat-tempat sampah agar tercipta lingkungan bersih.

Di setiap beberapa titik harus disediakan tempat sampah besar atau kontainer.

"Kalau melihat tumpukan sampah, saya geregetan ingin mengangkut. Tapi, kalau saya angkut hari ini, biasanya besok akan ada lagi. Hari ini ada satu, besoknya ada lagi yang melempar," tutur Irene, yang akan menyambut baik para pemain baru di bisnis ini.

Kisah Entrepreneurship Boss Tiger Air Singapura

Profil Pengusaha Ho Yuen Sang


saran karir boss tigerair
 
Kisah entrepreneurship kali ini tentang pengusaha asal Singapura. Inilah sosok boss Tiger Air, Ho Yuen Sang, yang nekat menjajaki karir dalam bidang penerbangan. Keputusan tersebut sempat orang tua pertanyakan. Bahkan mereka mulai mencari- cari buku mengenai maksud sang anak.

Ho Yuen dicecar mengapa memilih dunia penerbangan. Orang tua bertanya mengenai masa depan dan prospek bisnis ini. Ia pun berkata kepada orang tuanya, "Saya mengatakan kepada orang tua saya, bahwa penerbangan adalah pekerjaan yang menyenangkan."

Tentu tidak dapat diterima karena bekerja bukan mengenai senang. Orang tua Ho Yuen mulai cari- cari informasi mengenai penerbangan. Terakhir dia menyarankan Ho Yuen buat rajin membaca. Ia harus mencari- cari buku mengenai dunia penerbangan.

Karir Panjang


Dia harus mencari buku mengenai apa keinginan dan kesenanganya. Tahun 1981, selepas lulus kuliah Ho Yuen tidak terbang, melainkan mengajar di National University of Singapore. Tahun 1985, dia mendapatkan gelar saraja Engineering.

Lucunya gelar sarjana pertama dia miliki adalah akuntanis. Itu sebelum dirinya memutuskan masuk ke industri tersebut. Gelar sarjana saja belum mampu membawanya masuk ke penerbangan. Ho Yuen sendiri tidak mungkin kembali melamar menjadi pilot.

Ho Yuen kemudian melanjutkan gelar master bidang teknik. Tepatnya di 1988, dia mengambil kuliah master Master of Science, Mechanical Engineering, di University of Michigan.

"Menurut saya, pendidikan lebih berarti saat belajar di kehidupan. Saat di sekolah kita belajar lebih ke analisis teknikal dan selebihnya," jelasnya.

Pendidikan mengantarkannya ke dunia industri impian Ho Yuen. Dia mulai karir awal di Singapore Technology menjadi teknisi. Dia bekerja menjadi modifikasi maintain.

 "Saya memiliki cara belajar sendiri dalam pekerjaan. Setiap pekerjaan yang kita pelajari, pasti ada tambahan dari orang lain yang mengajari saya di Industri, dan nanti di lapangan akan terbentuk pertanyaan-pertanyaan untuk membantu belajar," ujar Ho Yuen.

Mengejar cita- cita memang membutuhkan energi ekstra tinggi. Bahkan kamu bisa saja memilih buat menyerah. Awal dia bermimpi menjadi pilot namun dipatahkan semangat orang tua. Dia mulai cari- cari cara buat bekerja di bidang penerbangan.

Maka Ho Yuen menjadi teknisi perusahaan penerbangan kemudian. Menjadi pilot merupakan cita- cita terkenal dibidang penerbangan. Istilahnya kalau kamu bertanya karir penerbangan makalah pilot pilihan pertama.

Sebegai teknisi pesawat, banyak pengalaman berbeda dibanding pelajaran sekolah, dia merasakan betul mengerjakan kontrol pesawat, mereview sistem navigasi, dan membangun struktur pesawat keseluruhan. Ia menjadi sosok penting krusial sejajar dengan pekerjaan pilot.

Karir Ho Yuen tentu tidak mulus namun dibutuhkan passion. Dia bekerja karena passion akan dunia pesawat. Ia senang ketika menyentuh sistem penerbangan sebelum diterbangkan. Passion dan cinta lah yang mendorongnya menjadi kepala Direktur dari Aviation Industry Division di CAAS.

Kamu harus ingat bahwa sekolah merupakan landasan. Pelajaran teori selalu dibutuhkan perbaikan melalui pengalaman. Bekerja di dunia profesional, kamu akan mengasah pengalaman praktik untuk menyelesaikan masalah langsung.

Bekerja bukan berarti tidak menikmati kehidupan. Kamu mungkin bekerja dengan kecintaan sampai lupa waktu. Namun Ho Yuen tidak melupakan waktu buat bersenang- senang. Dia tidak memaksakan diri. Ini terbukti dari gambar Ho Yuen dan ikan salom seberat 23 pound terpajang.

Itu sangat penting menciptakan kehidupan seimbang antara pekerjaan dan kehidupan. Bahkan dia tak ragu mengajak klien bersama memancing di luar. Tentu itupun merupakan suatu cara Ho Yuen agar membangun koneksi.

Ho Yuen sangat banyak traveling karena pekerjaanya, dan wajib menikmati perjalanan mahal tersebut sebisa mungkin.

Malas Lembur Kisah Pemimpin Perusahaan Donat

Profil Pengusaha Nigel Travis


ceo dunkin donat
 
Perusahaan donat raksasa Dunkin Donuts, ternyata pernah juga mempekerjakan pria bernama Nigel Travis, yang malas lembur. Namun dia memiliki alasan kuat, bahwa keluarga merupakan nomor satu bukan uang. Ia juga menyalurkan pandangan tersebut kepada pegawai.

Travis lebih senang pulang awal ketimbang lemburan. Dia tinggal di daerah New England. Uang gajinya akan dihabiskan menggunakan kapal buat jalan. Bayangkan dia dan sang istri harus menaiki perahu memutar. Benar- benar memboroskan dibanding jalan.

Karir Profesional


"Berada di atas air membuat anda jauh dari tempat kerja," selorohnya. Travis adalah 100% terlahir sebagai entrepreneur.

Travis terlahir di Woodford, Inggris, dari keluarga wirausaha kental. Ayahnya merupakan sosok serial entrepreneur dengan banyak bisnis. Ia membuat seragama kerja, jualan reseller tali ikat dan tali tambang, dan menjadi distributor mainan.

Travis lulusan Middlesex University, Sarjana Bisnis Administrasi dan pernah bekerja di beberapa tempat. Kecerdasan Travis membawanya bekerja administrasi dan pegawai Esso Petroleum, Rolls Royce, Kraft dan Parker Hannafin, sebagai bagian sumber daya manusia.

Tahun 1990, dia masuk ke Blockbuster, Inc sebagai Wakil President, kawasan Eropa sampai 10 tahun kerja. Dia mendapatkan banyak kenaikan pangkat dan ditugaskan keluar sampai Amerika.

Tahun 2005, dia diangkat menjadi CEO Papa John's Pizza, ini merupakan tantangan menjadi pucuk perusahaan. Travis merupakan insisiator penjualan melalui sistem digital. Dimana dia juga menjadi pelopor Papa John's masuk industri perfilman.

Papa John's hadir di beberapa film berkat kepandaian Travis. Ia sendiri mengembangkan menu untuk dijual. Di November, perusahaanya mampu menjual $ 1 juta melalui penjualan via website.

Dunkin Donuts disebut membajak Travis pada 2009. Namun fakta membuktikan bahkan selepas ia menjabat CEO; Travis tercatat menjadi chairman. Dia mendapatkan bonus lebih baik. Tetapi bukan berarti dia malas- malasan karena dia selalu bekerja keras.

Buktinya Dunkin Donuts berekspansi di Jepang, China, India, dan Amerika Latin. Dunkin Donust mampu ekspansi lebih dari 3.300 toko baru, termasuk Baskin Robbins. Perusahaan ini juga memiliki beberapa restoran di Massachusetts.

Travis sendiri tidak langsung sukses. Ia menyadari dari sebegitu banyak restoran baru, termasuk 144 yang direnovasi. Dunkin Donuts hanya mampu menaikan pendapatan 5% dikuartal tiga. Travis ini menjadi batu loncatan untuk perusahaan menjadi global.

Dia kemudian pensiun sebagai CEO namun tidak rugi. Pasalnya dia tercatat menjadi chairman di Dunikin Donuts, bahkan beberapa perusahaan lain, sebut saja chairman restoran Fooda, Advance Auto Part, Abercrombie & Fitch dan Office Depot.

Dia kemudian menikah dengan wanita bernama Joanna dan punya dua anak. Sejak muda Travis ini menjadi fans klub sepakbola Inggris, Leyton Orient FC.

Advertising Kelas Dunia Leo Burnett Berbisnis Imajinasi

Profil Pengusaha Leo Burnett


leo burnett iklan

Leo Burnett berbisnis imajinasi ditambah kemampuan menjual. Dia dikenal sebagai advertising kelas dunia pakar soft selling. Burnett dikenal melalui karakter ikonik dalam periklanan. Sebut saja nama karakter Malboro Man, Maytag Repairmen, Fly the Friendly Sky dari United Airlines.

Dia juga dikenal berhubungan dengan McDonald, Coca- Cola, dan Hallmark. Di 1999, namanya jadi 100 Most Influential People of the 20th Century.

Burnett dikenal sebagai realism dalam periklanan modern. Teknik penjualan Burnett adalah soft sell dengan dramatisasi diturunkan. Dimana dia membuat emosi nyaman, emosi saling berbagi, dan satu pengalaman bersama.

Berbisnis Imajinasi


Ia menciptakan imageri sesuatu yang dapat berbicara kepada orang. Bukan sekedar iklan melainkan menyerap kultur. Burnett menciptakan sosok imajinasi mempersentasikan brand Amerika. Dia sangat menyukai kalimat- kalimat mengena.

Burnett bahkan mempunyai folder khusus berisi kata, kalimat, dan analogi. Kemudian dia gunakan itu menjadi media ekspresi dalam periklanan.

Dia kelahiran St. John, Michigan, 21 Oktober 1891, dari orang tua bernama Noble dan Rose Clark Burnett. Ayahnya Noble memiliki toko perlengkapan kebersihan dan sebagai anak muda, Leo Burnett membantu ayahnya, dan disanalah dia melihat sang ayah membuat iklan usahanya.

Selepas sekolah menengah, hatinya tertarik akan dunia jurnalis dan berniat masuk ke University of Michigan. Dia mendapatkan gelar sarjana pada 1914. Pekerjaan pertama Burnett ialah reporter untuk Peoria Journal Star di Peoria, Illinois.

Di 1917, dia pindah ke Detroit dan bekerja untuk editor publikasi dari Cadillac Clearing House. Lalu dia bekerja menjadi direktur periklanan untuk institusi itu. Di Cadillac, Burnett lantas bertemu guru periklanan, Theodore F. Macmanus.

Theodore, menurut Berntee adalah "satu yang terbaik ahli periklanan sepanjam masa". Dia menjadi agensi periklanan untuk Cadillac.

Tahun 1918, Burnett menikah dengan Naomi Geddes, dimana keduanya bertemu di restoran dekat Cadillac; Naomi bekerja menjadi kasir. Mereka mempunyai tiga anak bernama Peter, Joseph, dan juga Phoebe.

Ketika Perang Dunia ke Dua, Burnett masuk angkatan laut. Dia ditempatkan di Great Lakes untuk membangun breakwater. Selepas ditugaskan, ia kembali ke Cadillac, dimana kebanyakan pekerja di Cadillac memilih mendirikan LaFayette Motors Company.

Ini mendesak Burnett pindah ke Indianapolis bekerja di tempat lain. Dia bertemu Homer McKee. Ia lantas menawari pekerjaan di firmanya, meninggalkan LaFayette dan masuk bisnis lamanya. Burnett memang lebih menyukai dunia periklanan daripada berbisnis lain.

"Dia memberikan perasaan pertama bahwa saya datang untuk merasakan "warm sell" dibandingkan "hard sell" dan "soft sell". Ini merupakan pekerjaan agensi pertama saya," tuturnya.

Dunia Burnett memang mengenai periklanan bukan usaha lain. Alhasil dia lebih memilih bekerja jadi pegawai agensi daripada kerja lain. Namun ketika bekerja bersama McKee, dan akhirnya ada krisis saham pada 1929, yang memaksa Burnett meninggalkan perusahaan.

Tahun 1930, dia pindah ke Chicago dan bekerja untuk Erwin, Wesey & Company, dimana dia nanti bekerja lima tahun. Tahun 1935, dia mendirikan Leo Burnett Company, Inc. Kemudian pindah ke London Guarantee Building di lantai 18.

Saat ini, agensi ini memiliki 9.000 karyawan lebih di lebih dari 85 kantor di seluruh dunia. Dui bulan Desember 1967, mendekati akhir karirnya, Burnett menyampaikan pidatonya "When To Take My Name Off The Door" pada pertemuan liburan agensi tersebut.

Pada 7 Juni 1971, Burnett pergi ke agensinya, memohon ijin rekannya untuk bekerja tiga hari per minggu karena masalah kesehatan. Malam itu, pada usia 79, ia meninggal karena serangan jantung di pertanian keluarganya di Hawthorn Woods, Illinois.

Dia kemudian dimakamkan di Pemakaman Rosehill di Chicago. Jadi apa yang kamu bisa pelajari dari advertising kelas dunia, Leo Burnett, berikut pelajaran kamu:

1. Burnett percaya bahwa target audien miliknya bukan bodoh atau bisa dipaksa. Ia beranggapan bila seorang advertising berpikir begitu: Dia tidak akurat bahkan punya masalah kepercayaan diri. Burnett memiliki kepercayaan akan masyarakat Amerika berkualitas.

2. Di bisnis kamu menolong orang berarti menolong bisnis sendiri. Sangat kritikal untuk berpikir buat memenuhi kebutuhan kostumer. Ini tidak mengenai kamu dan firma periklanan mu. Iklan yang baik bukan memutarkan informasi, melainkan mempenetrasi pikiran dengan hasrat dan kepercayaan.

3. Buatlah itu mudah. Buatlah itu memorial. Buat iklan yang membuat orang mencari- cari. Buatlah itu menyenangkan dibaca. Tulisan memberikan arti dibalik brand. Iklan akan memberikan identitas bagi masyarakat mengidentifikasi produk dan perusahaanya.

4 Iklan memberikan pesan, "disinilah kamu bisa mendapatkan. Inilah apa yang akan kamu dapat. Di sinilah kamu akan mendapatkannya". Burnett memiliki ciri khas iklan langsung memberi pesan. Di masa sekarang, kostumer memilih transparasi karena kepercayaan akan iklan dan marketing hilang.

Usaha Singkong Keju Meletus Mak Nyus

 Sukses Pengusaha Singkong Keju


usaha singkong keju

Usaha singkong keju sekarang termasuk bisnis kekinian. Singkong dulu sering identik kemiskinan di Indonesia, namun kini berbeda. Produk satu ini telah sukses diolah menjadi berbagai bentuk jajanan kaya rasa. Salah satu jadi tren kali ini ialah produk bernama singkong keju.

Ya, keju makanan beserbangan sosok singkong sendiri. Keduanya sukses disatukan makanan orang kaya dan kampungan ini. Bersatu menjadi bisnis menggiurkan aneka jenjang. Bahkan saking larisnya, perpaduan keduanya menghasilkan jutaan rupiah tiap harinya. 

Sebut saja Ari Prasetyo salah satu pengusaha produk olahan ini. Dia menjual singkong keju yang diberinya nama Singkong Keju Meletus. Dia salah satu pebisnis yang mereguk kesuksesan dikala produk satu ini menjadi tren.

Di tangannya, singkong dan keju menjadi cemilan kaya rasa yang membuat lidah ketagihan. Ia mampu menjaring pelanggan berbagai wilayah sekitar grobaknya berjualan.

Bisnis rakyat


Ari memberi nama Singkong Keju Meletus. Alasannya? Tak ada filosofis di dalam namanya, hanya ketika ia mulai berbisnis; Gunung Merapi meletus. Dia, pada 2005 silam, ketika baru menjalani bisnis ini di Bandung, Jawa Barat, Gunung Merapi tengah meletus.

Jadilah namanya menjadi seperti itu. Awalnya, ia tak berminat menggeluti bisnis ini kalau bukan kakaknya sudah memulai duluan. Ari tergiur melihat bagaimana usaha kecil sang kakak mendapatkan sambutan baik.

"Ide sebenarnya berawal dari usaha kakak yang baru tiga bulan buka namun langsung mendapat sambutan yang baik dari pembeli," paparnya.

Tak mau melewatkan kesempatan jadilah bisnis dimulai. Tergiur keberhasilan sang kakak jadilah ia membuka warung kecilnya sendiri. Namun, sebelumnya, ia sempatkan sendiri buat berguru kepada sang kakak. Ia tak mau gagal jadilah bisnisnya harus disiapkan matang.

"Sekalipun saudara, soal bumbu dan cita rasanya sangat rahasia dan tidak terbuka," tandasnya. Setelah dirasa cukup, Ari bermodal awal cuma Rp.2 juta, membuka sebuah warung kecil di pinggiran jalan.

Berapa didapat bisnis singkong keju?

Jangan kaget, Ari sukses menghasilkan omzet mencapai Rp.30 hingga Rp.50 juta per- bulan. Itu benar- benar mencengangkan. Karena itu terlihat sangatlah sepele dibanding makanan pinggir jalan lainnya Namun ingat, bisnis ini butuh kepandaian mengolah bumbu agar beda dari para pebisnis lain.

"Kini saya tinggal menikmati manisnya saja," katanya.

Awalnya memang tak mudah memasarkan produk tersebut. Orang- orang masih menganggap jajan singkong buatannya sekadar singkong goreng biasa. Bahkan Ari memasarkan melalui selebaran- selebaran kemudian dibagi- bagikan di tempat ramai.

Namun, kini, usahanya sangat digandrungi semua kalangan dan lapisan masyarakat Kota Bandung. Bahkan, ketika week- end, pembeli dari Jakarta ikut nimbrung memburu jajanan singkong keju ini.

Kini, Ari mengaku mampu menghabiskan 700kg singkong dan 3,5 keju kraf. Bahkan, suatu waktu, ia bisa menghabiskan 17 kuintal singkong per- hari sehingga kewalahan melayaninya. Ari pun menjual Singkong Keju Meletus pada dua kategori.

Harga Singkong Keju Meletus dalam boks berukuran kecil dijualnya seharga Rp.7.000. Sedangkan harga Singkong Keju Meletus dalam boks besar dihargai Rp.10.000. Ari mengaku usaha dijalankan relatif gampang.

Soalnya, tempatnya berjualan tidak membutuhkan tempat yang khusus, yang penting strategis. Meski cuma dijual di kaki lima, pembeli itu rela turun dari mobil untuk membeli Singkong Keju Meletus nya. "Pembeli dari berbagai kalangan bisa menikmati camilan gurih yang khas ini," tandasnya.

Sebenarnya tak ada yang sangat istimewa, sinngkong goreng ini juga digoreng dengan minyak goreng biasa. Singkong buatan Ari ini memang terlihat lebih kuning dan serpihan singkongnya itu hancur ketika digoreng.

Soal rasa?

Ya, singkong keju bikinannya jauh lebih nikmat dari singkong goreng biasa. Keju menjadi kunci cita rasa masakannya. Cara pembuatannya itu juga relatif gampang loh. Terlebih dahulu singkong digoreng biasa tapi setengah matang. Angkat singkong itu dari penggorengan. Setelah minyak turun, lalu singkong- singkong itu direndam dalam cairan keju selama kira- kira dua menit.

Diamkan singkong itu selama dua menit. Pada tahap terakhir ini singkong sudah berlumur keju tinggal digoreng kedua kalinya.

Cara pembuatan gampang, dan pembeli yang bejubel bisa jadi ide bisnis kamu. Ini benar- benar digemari di kota- kota besar seperti Bandung, Jawa Barat. Dan, mulai tumbuh berbagai jenis singkong keju salain milik Ari dengan Singkong Keju Meletusnya.

Sebut saja, Dedi salah satu pengusaha singkong keju, bisnisnya ada di Jakarta. Dia berbisnis singkong keju di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Namun pelanggan miliknya begitu banyak dimana rata- rata orang kantoran.

Dedi merancang produk singkong keju berbeda yaitu dengan berbagai topping; seperti coklat, meses, atau susu. "Selain empuk didalam dan gurih diluar, tampilan jadi lebih ramai," katanya menjelaskan. Singkong keju buatannya ini memang berbedang dengan milik Ari.

Tapi proses pembuatannya masih sama dengan buatan keju meletus Ari Prasetyo. Ia membanderol harga singkong buatannya Rp 5.000 ukuran kecil dan Rp 7.000 ukuran besar.

Dalam sehari, Dedi menghabiskan dua kuintal singkong diambil dari Sukabumi dan tiga kilogram keju. Usaha kecilan dirintisnya bermodal lebih besar, mungkin karena faktor sumber bahan baku dan tempat berjualan (di Jakarta.red).

Ia menghabiskan modal sebesar Rp 6 juta pembelian gerobak dan berikut alat masaknya, dalam tiga bulan modal sudah balik. Keuntungan per- hari mencapai sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

"Lumayan, baru buka usaha sudah mendapat sambutan baik dari masyarakat," ujarnya, pemilik usaha singkong keju.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba