Petani Sawit Binaan Asian Agri Sukses Transmigrasi

Profil Pengusaha Sunarto


petani sawit asian agri
 
Kisah usaha berikut merupakan mimpi orang sukses transmigrasi. Tidak mudah, namun Sunarto sukses menjadi petani binaan Asia Agri. Perusahaan sawit besar tersebut mengajak Sunarto menjadi mitra. Ia menjadi petani plasma mereka.

Mengirim semua hasil panen ke perusahaan tersebut setiap panen. Sunarto selain mendapatkan harga bagus. Ia juga mendapatkan bimbingan dan bantuan modal. Tidak terbayangkan bahwa transmigrasi benar- benar nyata.

Pemerintah selalu mengatakan transmigrasi merubaha nasib. Sunarto sedikit banyak mempercayai ujaran pemerintah tersebut. Pada 1991, dia pun memboyong keluarganya menjadi transmigran lewat program desa.

Sekeluarga ditempatkan di Desa Buatan, Kabupaten Siak, dan mengatakan tidak mudah. Jujur tiga tahun pertama baginya sangat sulit. Sekeluarga diberikan kail untuk memancing ikan langsung di lautan. Dia langsung diharuskan bekerja menjadi petani ketika setiba di sana.

 Sukses Transmigrasi


Pembelajar semua dilakukan melalui praktek langsung. Sunarto tidak langsung mendapat tanah. Ia melainkan diharuskan bekerja dahulu. Dia menjadi petani sawit binaan pemerintah dahulu. Gajinya sekitar Rp.30.000 untuk 20 hari kerja.

"Saya diupah Rp 1.500 per hari, dengan perhitungan kerja selama 20 hari maka sebulan saya hanya " mendapatkan Rp 30.000," tuturnya kepada Kompas.

Tiga tahun bekerja memberinya hadiah berupa tanah garapan. Hidup di tengah hutan, jauh dari dunia perkotaan dan benar- benar sekeluarga tinggal di tengah hutan. Ayah dua anak tersebut memiliki cita- cita sejahtera semenjak merantau dari Salatiga.

Sang istri sempat meminta pulang karena tinggal di pelosok. Tidak ada infrastruktur apalagi hiburan bagi keluarga. Sunarto meyakinkan bahwa semua hanya sementara. Untuk mengisi uang selain jadi buruh lepas, Sunarto menyulap lahan pekarangan rumah menjadi kebun sayur.

Tahun 1995 Sunarto mendapatkan kompensasi 2 hektar tanah garapan. Krisis moneter 1997 malah membuat Sunarto gembira. Pasalnya harga sawit naik menjadi Rp.500- 700.

Berkat krisis moneter, dirinya dan petani sawit lain mendapatkan untung lumayan, dan bisa membeli motor dan rumah. Dua hektar lahan tersebut hasilkan keuntungan Rp.3 juta perbulan. Sekarang dia memiliki 12 hektar lahan kelapa sawit.

"Tiap bulannya saya dapat Rp.18 juta," Sunarto senang. Dia merupakan sedikit dari banyak petani sawit binaan Asian Agri.

Perusahaan perkebunan sawit terbesar tersebut mempercaya kinerja Sunarto. Perusahaan yang besar memiliki 10.928 kebun plasma sawit dan 3.997 petani binaan dibawah 12 KUD. Berkat Pak Sunarto menjadi binaan, maka pasokan bibit dan pupuk berkualitas disediakan.

Pasokan bibit serta pengolahan diberikan gratis kepada petani. Asian Agri mewajibkan mereka nanti menjual kepada mereka. Pada 2005, dia bersama rekan seluruh KUD di Buatan telah mendapatkan pelatihan. Mereka mendapat sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Dulu Sunarto akan membakar batang kering buat membuka lahan. Kini mereka sudah menyadari membakar tidaklah benar. Mereka sadar berkat penyuluhan standar bertani sawit ramah lingkungan.

Ke depan, petani di Buatan menggunakan pupuk alih- alih bakar batang kering. Mulai dari berkebun, pemupukan, penggunaan alat keselamatan, dan cara memanen menggunakan standar RSPO ini. Dan hasilnya produktifitas lebih baik dan sawit mudah dijual karena berstandar.

"Asian Agri mengajarkan saya bagaimana menanam sawit, " kenangnya. Harapan hidup keluarga dari Sunarto sudah nampak membaik.

Tahun 1996, dia diangkat menjadi ketua kelompok tani selama setahun. Dia ikut KUD selepas dari kelompok tersebut, dan menjadi ketua tani yang mendata buah- buahan. KUD tempatnya memiliki tidak kurang 500 kepala keluarga dan 1000 hektar lahan.

Ia membayangkan bahwa tanpa Asia Agri semua tidak tercapai. Dia mungkin akan terseok- seok untuk mengelola sendiri. Asian Agri memang beda dibanding bertani sawit menjual sendiri. Bahkan nih, Sunarto mendapatkan kesempatan ikuti studi banding dalam maupun luar negeri.

Dia pernah keluar negeri seperti Malaysia dan China. Asian Agri memberikan bimbingan ketat buat Sunarto. Diusia ke 49 tahun, dirinya masuk usia pensiun dan telah menjadi petani sukses. Dia sudah bisa beli rumah lebih besar, kendaraan, dan memenuhi kebutuhan sehari- hari.

Buka Usaha Keripik Kulit Pisang

Kisah Sukses Keripik Kulit Pisang


keripik kulit pisang

Pengusaha berikut ini buka usaha keripik kulit pisang. Namanya Wati, seorang istri ingin membantu ekonomi keluarganya ketika tertimpa kesusahan. Keluarganya tertimpa kesusahan kerena sang suami tak lagi bekerja. Ia ingin sekali membuka warung di depan rumah.

Ternyata itu tak segampang dipikirkan. Membuka warung itu butuh modal cukup besar buatnya. Beberapa kali mengajukan pinjaman ke bank; selalu ditolak beralasan jaminan. Mau pinjam rentenir, bunga yang harus dibayar bisa lebih besar dari untungnya.

Dalam kegundahan lah, Wati cuma mampu termenung di depan teras rumahnya. Sementara suaminya sendiri tengah mencari kerja serabutan. Rumahnya begitu sepi tanpa ada kegiatan apapun, sementara dapur tak mengepul. Dia terus berpikir bagaimana bisa membantu nasib keluarga.

Sesekali ia tampak memandang anaknya tengah asiknya melahap pisang. Susudah habis, bukannya di buang ke tempat sampah, anaknya justru melempar kulit pisang ke teras.

Marah! Wati lantas memarahi sang anak, "Nak, buanglah kulit pisang itu pada tempatnya!."

Kemudain terdiam sejenak ada sesuatu dibenaknya. Kata- kata buang kulit pisang ke tempatnya terus menerus mendengung. Dia menanyakan itu ke dalam dirinya sendiri. Ia pun segera mengambil kulit- kulit itu, bukan ke tempat sampah, tapi dibawa ke dapur.

Pada hari itu pula dirinya tampak bersemangat dan tergesa- gesa. Dia begitu bersemangat mencari tau semua tentang pisang dan kulitnya. Ada apa? Keesokan harinya, ia mulai mengolah kulit- kulit menjadi sumber uang.

Dia mencoba mengolah si kulit pisang jadi usaha. Wati hanya bermodal seratus ribu rupiah, itupun uang hasil pinjaman. Dia mulai membeli bahan- bahan dibutuhkan, seperti garam, kulit pisang, alat kapur, garam, gula dan tepung. Berikut ini cara pembuatan kripik kulit pisang:

Pertama, potong rapi kulit pisang kemudian bersihkan menggunakan air biasa. Rendam dalam larutan kapur kurang lebih 20 menit, selanjutnya direndam ke larutan garam sekitar 10 menit Kedua, semuanya kemudian masuk ke larutan gula sekitar 30 menit.

Setelah proses perendaman selesai, barulah potongan- potongan kulit pisang tersebut lantas dijemur selama sehari penuh. Dan, langkah terakhir ialah menggorengnya hingga kering kuning kecoklatan.

Pisang sendiri merupakan buah banyak mengandung vitamin C, A, mineral, serat serta kandungan gizi lain yang banyak manfaatnya bagi tubuh. Namun belum banyak tahu kelezatan kulit pisang dikeripik. Meski hanya kulit, mereka mengandung gizi tak kalah buahnya.

Dalam kulit pisang mengandung serat, vitamin C, B, kalsium, protein, dan karbohidrat. Menurut penelitian tim kedokteran Taichung Chung Shang, Taiwan, dalamnya kulit pisang ternyata mampu mengurangi depresi dan menjaga kesehatan kulit mata.

Menjadi Petani Coklat Bisnis Buah Kakao

Profil Pengusaha Bagus Soesintho


petani coklat
 
Keunggulan menjadi petani coklat atau kakao adalah semua. Mulai buah sampai olahan hasilkan cuan tidak sedikit. Kakao merupakan buah komoditas bernilai ekonomi tinggi. Tanaman bahan baku coklat yang berbuah setiap tahun.

Banyak petani kepincut membudidaya termasuk Bagus Soesintho. Di Indonesia, kakao tumbuh subur di wilayah Sulawesi, Lampung, dan Flores. Iklim tropis memang habitat utama tanaman buah kakao tersebut. 

Di Habitat asalnya, kakao tumbuh diantara pohon- pohon di hutan hujan tropis, berlindung diantara rindangnya pepohonan besar. Bagus mendirikan usaha PT. Marga Okapallo di Semarang, Jawa Tengah, yang uniknya menumbuhkan tanaman kakao di sejumlah daerah, termasuk Flores.

Ia menerapkan konsep inti plasma. Dimana hasil panen otomatis masuk ke perusahaanya. "Budidaya kakao bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat," ujarnya kepada Kontan.co.id.

Lahan maksimal budidaya kakao adalah 70% dari total lahan. Pasalnya kamu harus memberi jarak 1,1 meter untuk tumbuh. Bagus sendiri mampu memanen 150 ton buah, baik hasil kebun sendiri atau kebun mitra plasma.

Bagus membeli buahnya $.1,8- 2,1 per- kg dan dipasarkan sendiri olehnya. Dia menjual paling dikit 125 ton buah. Harga jual Rp.20.000, dan menjadi petani coklat ini manghasilkan omzet Rp.2,5 miliar. "Uang itu diputar lagi untuk biaya penanaman kakao," lugasnya.

Pembeli kebanyakan merupakan pedagang penjual kembali. Mereka mengemas ke dalam kemasan untuk dijual kembali. Bisnis buah kakao memang menggiurkan sebagainya kamu coba.

Pengusaha Wanita Santi Mia Sipan Berbisnis Kayu

Profil Pengusaha Santi Mia Sipan


pengusaha kayu wanita
 
Memang jarang pengusaha wanita memilih usaha begini. Santi Mia Sipan berbisnis kayu dengan rasa percaya diri. Dia membuktikan dirinya pantas mendapat kesuksesan. Wanita ini bahkan mendapat pengargaan Ernst & Young kategori Best Women Entrepreneur of the Year 2018.

Dia merupakan Direktur PT. Jaty Arthamas. Santi berkata bahwa dibutuhkan kepercayaan diri. Butuh langkah nyata merubah mindset kita. Kepercayaan diri terletak dalam mental kita, tujuannya untuk menumbuhkan optimisme buat usaha.

Banyak motivator bilang bahwa sejahtera lebih penting. Kekayaan tidak penting tetapi pendapat Santi beda. Baginya lebih elegan menangis dalam Marcedez Benz dibanding motor. "Orang akan lebih elegan menangis di dalam Marcedez Benz dibanding motor," jelas Santi.

Bisnis Keras


Bekerja akan membuat kamu sejahtera kemudian hidup nyaman. Namun tidak akan membuat kamu menjadi kaya. Maka ia pun bercerita pengalaman menjadi karyawan. Dia pernah menjadi sekertaris direktur utama tiga perusahaan nasional.

Tapi ia memilih hengkang memulai usaha sendiri. Santi memutuskan mengikuti program multi level marketing alias MLM. Orang banyak mengomentari pilihan Santi keluar kerja. Bayangkan dia keluar dari pekerjaan bergaji, malah lanjut ikutan MLM bermodal Rp.250 ribu.

Ternyata inilah trik khusus yang tengah dijalankan. "Siapa bilang MLM itu tidak memiliki prospek? MLM adalah sekolah candra di muka yang mendidik kita memiliki mental baja dan pantang menyerah, " papar Sinta.

Belajar MLM menjadi tempatnya menempa kemampuang berbisnis. Sembari Santi rajin mengikuti aneka kegiatan seminar- seminar hebat dan membaca buku. Tujuannya meningkatkan kemampuan dan upskill ke depan.

Cara cerdas tersebut dilakukan rutin terutama membaca buku. Dia menciptakan kebiasan membaca 2 buku minimal dua bulan dalam setahun.

Santi melihat prospek berbisnis kayu jati. Namun tidak mudah, pasalnya usaha tersebut dikuasai oleh kaum pria. Santi memulai usaha mengelola lahan di kawasan Jonggol, Sukabumi dan Semarang. Dia menjelaskan kayu jati mahal dan pasti laku.

Dia juga mengatakan kayu jati berkualitas bagus. Alhasil perusahaan miliknya PT. Jathy Arthamas, memiliki klien mayoritas keturunan Tionghoa. Persentasenya mencapai 60% dari pembelian kayu mentah. Sisa kayu dijual ke mereka perajin kayu dan diekspor sampai keluar negeri.

"Harganya bisa dua kali lipat dari dalam lima tahun," tuturnya. Penjalasan lain, bahwa pengusaha baru mampu memasok 30 persen kebutuhan nasional, sisanya produsen memilih mencari kayu ganti berkualitas dibawah, seperti sengon.

Istilahnya bila kamu menjual pasti akan dibutuhkan pembeli. Pengusaha wanita yang lebih nyaman memiliki pegawai perempuan. Terbukti mampu menyaingi bahkan sejajar pebisnis kayu pria. Dalam panen dibutuhkan antara 7- 8 tahun bisa langsung dijual.

Kamu bisa mengantongi untung sampai Rp.400 juta. PT. Jathy pun menawarkan konsep MLM bersama buat masyarakat. Kalau investor yang tidak sabaran disediakan waralaba lain. Santi memberi penawaran investasi bakso, kebab, dll.

Santi juga memanfaatkan konsep MLM karena lebih mudah. Perusahaanya telah tercatat, berkantor di sekitar Senayan sejak 1998, dan beromzet Rp.10 miliar pertahun.

Tanaman Semangka Kisah Pengusaha Durhaka Nursalim

Profil Pengusaha Nursalim

 
pengusaha durhaka

Bukan sesunggunya melainkan sebatas judul cerita ini. Kisah pengusaha durhaka Nursalim bukanlah tanpa alasan. Alkisah  Nursalim terlahir dari keluarga miskin, hidupannya sangatlah buruk dulu. Dia ingin merubah nasib melalui bisnis semangka.

Lantas, bukannya melanjutkan kuliah, dia malah memilih menanam semangka. Modal pengalaman menanam semangka inilah, Nursalim bertekat untuk tak lagi hidup miskin. Perasaan itu muncul walau nasib siapa tau. Dia belajar banyak lebih banyak daripada didapatkan dari berkuliah manapun.

"Saya ini gagal kuliah dulu karena orang tua saya miskin. Karena saya tahu orang tua saya tidak mampu membiayai kuliah dan uang indekos yang diberikan ibu saya," kenangnya.

Menanam Tanaman Semangka


Daripada dia berkuliah lebih baik bekerja menanam semangka. Bapak tiga anak ini menceritakan masa ketika masih berkuliah di FMIPA Unila tahun 1989. Ia akan selalu bersedih hati ketika pulang kampung. Dia merasa tak mau lagi menyusahkan orang tua karena kuliah.

Mengapa, karena ia akan menyusahkan orang tuanya, dimana ibunya bersusah payah mencari- cari utangan uang panas untuk membayar kuliah. Ide bisnis datang begitu saja ketika uang bayar telah ditangannya.

Nursalim tak mau begitu saja "membuang" uang itu, lalu mengambil jalan "menyimpang".

Ia mau uang hasil utang bersumber tak jelas itu menjadi jelas!

"Begitu dapat uang kuliah dan uang indekos dari ibu hasil pinjaman, saya dapat ide nekat. Akhirnya, saya cuti kuliah dan uang itu saya pakai modal menanam semangka di kampung. Alhamdulillah, ternyata semangkanya jadi dan dapat untung cukup besar," pungkasnya.

Karena berhasil menanam semangkan Nursalim keasyikan. "Itulah yang membuat saya cuti kuliahnya kebabalasan," ucapnya, diikuti tawa ringan.

Bermodal pengalaman menanam semangka pertama sukses membuatnya ketagihan. Nursalim makin percaya diri. Dia yakin tak mau mengambil usaha bidang lain. Udah terlanjur jatuh cinta, katanya lebih menjelaskan. Bangku kuliah ia "selesaikan" cuma dua tahun dan memilih wirausaha..

Sejak itu pula, ia seperti bersumpah harus sukses apapun resikonya, dan bertekat untuk memerangi kemiskinan. Dia ingin sekali membalas budi kedua orang tuanya sebagai pengusaha. Nursalim mengaku ada rasa bersalah kerena telah "menipu" kedua orang tuanya.

 Diakuinya itu jadi motivasi tersendiri.

"Saya merasa berutang kepada kedua orang tua. Untungnya, orang tua saya bangga ketika tau saya berhasil mandiri dengan bertani semangka ini. Dan, walaupun terlambat, akhirnya saya menjadi sarjana juga," kata lulusan Stisipol Darma Wacana Metro itu.

Nursalim mengakui semua kesalahannya. Berjalan waktu, ternyata usaha menanam semangka banyak menghadapi kendala. Itu tak semulus dibayangkan. Ia akhirnya sempat bangkrut juga dan hanya menyisakan satu unit ontel menjadi harta satu- satunya.

Tak disangka berbisnis hortikultura akan mengalami kejadian seperti halnya usaha lain.

Nursalim mengaku bangkrut menjadi cobaan terberat hidupnya. Apalagi terjadi ketika ia baru saja menikahi Warti dan dikaruniai seorang anak. Keluarga kecil tersebut masih numpang di rumah sang mertua, orang tua istrinya.

Tampkanya jiwa berani Nursalim tengah diuji kembali. Ia pun segera bangkit, menjual satu- satunya harta yaitu sepeda ontel. Kali ini, dia memilih menanam jagung tetapi harus kecewa lagi. Harta satu- satunya itu hilang karena bangkrut lagi.

Kebangkitan usahanya tiba ketika seorang teman mempercayakan bisnis semangka lagi. Dengan ketekunan dan ketelatenan, usaha anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Muchlasin dan Wagimen ini mulai terlihat berkembang.

Cara bisnisnya yaitu melalui pola sewa tanah ketika tidak musim padi. Dari sanalah, ia memupuk sedikit demi sedikit bisnisnya kembali. Nursalim pun mencari- cari tau bagaimana mengingkatkan kualitas semangkanya.

Dia berburu berbagai teknologi terbaru melalui berbagai sumber bacaan.

"Saya belajar teknologi tanam semangka nonbiji dengan sistem pengairan menggunakan selang ini dari Malaysia," jelas dia. Pengusaha durhaka Nursalim mengamati perkembangan dan pertumbuhan tanaman secara saksama.

Dia memadu padankan tata cara yang standar.

"Artinya, saya belajar dari buku, guru ilmiah, dan juga dari pengalaman di lapangan dan terjun langsung," kata dia.

Sukses Tanaman Semangka


Soal pasar, politisi PKS ini sudah mengenali sejak mulai bertani semangka. Sambil menjual hasil panen dari lahan yang ia kelola sendiri, ia juga membeli semangka petani lain. Dia lalu menimbang sendiri, memuatnya ke truk, lalu mengawal ke Jakarta.

Nursalim lalu menggelar lapak sendiri untuk dijual secara eceran. Jika sedang jeblok, kata dia, jualan di Jakarta bisa sampai satu bulan. Itu pun rugi. Pesan ibunya menjadi semangat lagi ketika masa sulit.

Sang ibu berkata orang hidup harus prigel, bekerja keras tanpa kenal lelah dan kreatif. Kini, ia telah pahami betul seluk beluk agrobisnis. Dia telah ahli berbisnis hortikulura khususnya untuk produk semangka. Dia setidaknya setiap bulan itu bisa panen dan tidak panen di tanah seluas 3 hektar.

Bukan karena pesimis, namun bisnis bercocok tanam memang tidak selalu berhasil. Satu dari tiga kali menanam semangka haruslah sukses, itu cukup untuk balik modal dan dapat untung.

Untuk mendukung usaha yang sarat akan modal dan usaha, ia lalu mendirikan UD Salim Mandiri yang ternyata menjadi sukses tersendiri. Perusahaan yang bergerak dalam penyediaan alat dan sarana pertanian, terutama untuk budidaya semangka.

Soal omzet dari usaha baru ini, ia menyebut angka 5M se- tahun atau lima miliar setahun, sebuah angka yang besar untuk seorang petani. Soal total aset, Nursalim mengaku itu telah menjadi rahasia keluarga terangnya sambil tertawa.

Nursalim kini cukup mengawasi lahan semangkanya. Lahan tanamanya kebanyakan meliputi wilayah Tulangbawang dengan tenang dan nyaman. Saat ke kantor DPRD, ia akan tampil keren seorang pengusaha berkendara Honda CRV hitam bersama seorang sopir.

Saat "berkantor" ke ladang lain lagi tampilannya, dia siap turun ke lumpur dengan Daihatsu Feroza-nya. Ia mengaku bisnis agro ini masih sangat berpeluang besar. Ia mengaku sudah menularkan ilmu dan modalnya, juga memberdayakan sembilan kelompok tani semangka di daerahnya.

"Terakhir, saya bersama sembilan kelompok tani itu baru menandatangani kontrak ekspor semangka ke Dubai, Uni Emirat Arab, dan ke Singapura. Kontraknya, 25 ton atau satu kontainer setiap pekan. Insya Allah dapat kami penuhi," terangnya.

Soal harga, pria murah senyum menyebut arga pasaran di lahan saat ini, sekitar Rp2.200 per kilogram. Setiap hektare saat panen bagus menghasilkan 30 ton. Pedagang akan datang ke lahan untuk dibawa ke pasar-pasar di Pulau Jawa, Palembang, Jambi, dan lokal Lampung.

"Kalau sudah ekspor nanti, insya Allah kami dapat harga yang lebih bagus dan tidak fluktuatif karena sudah terikat kontrak," ujar Nursalim.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba