Toko Kebakaran Bangkrut Pengusaha Nazhmah Bangkit Lagi

Profil Pengusaha Nazmah Armadhani 


bangkit dari kebangkrutan

Menjadi pengusaha harus siap mengambil resiko. Begitu juga sukses Nazmah Armadhani, masih saja dia teringat cemooh tetangga. Waktu itu Nazmah sudah bekerja kantoran. Sebagai lulusan Sarjana, kok, gaji Nazmah tidak sebesar gaji babysitter.

"Sarjana kok gajinya kalah sama babysitter ku," ia menirukan.

Dia, seorang ibu rumah tangga memiliki tiga anak, bekerja kantoran cukup menyita waktu. Tetapi hasilnya tidak sebesar perjuangan mencapai gelar sarjana itu. Terselip keinginan membuka usaha sendiri. Namun dia belum punya bayangan. Berbisnis sepatu lukis? Menggambar saja Nazmah tidak bisa mau melukis lagi.

Bertitle Sarjana Ekonomi, pencapain Nazmah ialah bekerja sebagai editor, dan itupun di perusahaan kecil buku- buku Islam. Tahun 1992 digajinya uang Rp.80.000 per- bulan. Sedangkan sang babysitter tetangga gajinya Rp.400.000 per- bulan.

Malu Nazmah mendengar kenyataan hidup. Apalagi ditambah ejekan soal suami yang betah di kampung karena jam kerja Nazmah. Sang suami memang tinggal terpisah di kampunya, Banjarmasin, Kalimantan. Ia mencapai titik kesal ketika harus mengandung anak kedua.

Tahun berlanjut, masuk tahun 2000, anaknya sudah masuk TK -yang cukup mentereng di Surabaya. Yang mana isinya anak- anak tergolong mampu. Dibanding Nazmah, maka ia tidak ada apanya, justru ketika itu dia mulai mengamati paluang masuk ke dunia mereka.

Modal pertemanan dan tetangga toko di Pasar Turi. Dimana suaminya adalah pedagang ritel di sana. Maka Nazmah mendapatkan harga kusus buat ambil barang. Lantas dia mencoba menjajakan ke mereka berbekal mengamati mereka. Bisnis busana muslim Nazmah baru saja dimulai sambil membawa anak bungsu jalan.

Awalnya dia sama sekali tidak berani menawarkan. Mental tempe katanya. Padahal dia sudah bawa banyak barang tetapi tidak jadi dijual. Sampai ada ibu mendekati Nazmah karena penasaran akan barang bawaan -yang sangat besar itu. Nazhmah hanya tersenyum penuh arti. 

Sang ibu spontan nyeletuk. Rasa ingin tau membawanya membuka bawaan Nazmah. "Lho ini dijual ya, saya buka ya?" terang Nazmah. Dari sanalah kepercayaan lebih timbul. Mulai Nazmah berubah menjadi sosok pengusaha pakaian muslim sekaligus ibu rumah tangga.

Musibah bisnis


Diantara perjuangannya menjadi pengusaha. Kabar buruk terjadi yakni dua toko suaminya terbakar. Alhasil dia kehilangan banyak modal usaha. Padahal satu toko tersebut merupakan toko baru. Tetapi memang itu sudah menurun pendapatannya dan akhirnya terbakar. Tahun 2007 kerugian ratusan juta diterima dia dan suami.

Memulai bisnis kembali memang susah. Tapi Nazmah membuktikan dirinya mampu. "Dua toko kita habis, pas mau bulan puasa. Dua tahun kita bingung karena nggak ada pemasukan," ia mengenang. Dan suatu saat, sang anak mulai membuat lukisan di atas sepatu polos, Nuzmah lantas menjajal masuk ke pameran.

"Ternyata ibu gubernur suka," jelasnya.

Padahal bisnis dijalankan Nuzmah terbilang pasaran. Banyak sudah pengusaha masuk di bisnis tersebut. Tapi ia meyakinkan diri bahwa produknya berbeda. Pengalaman merupakan hal terpenting. Namun, disisi lain, Nuzmah merupakan sosok pelajar mengamti pasar dan juga kemampuan pegawainya.

Jika pengusaha lain sudah percaya diri. Nuzmah yang tidak bisa melukis. Mempercayakan kepada mereka yang cuma lulusan SD. Mereka mungkin tidak berpendidikan tinggi. Tetapi justru disana ada ketelatenan. Dan darah seni tidak memandang jenjang pendidikan.

Hasilnya produk Nazmah seperti buatan pabrik. Garisnya rapih bukan sembarang goresan. Karyawannya cukup lima orang asal Jawa Timur. Bahan cukup cat sablon atau cat akrilik, kemudian sepatu polos didapat dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Bandung juga.

Omzet sampai Rp.20 juta kalau ikutan pameran. Sedangkan kalau tidak mengantungi omzet Rp.6 jutaan. Ia menambahkan masalahnya karena produknya nyempil di toko orang. Tidak terlihat mencolok namun pasti menarik pembeli. Ada 60 pasang dijamin laku ketika sudah keluar dari rumah produksinya.

Harga bervariatif antara cewek dan cowok beda. Harga mulai Rp.100- 300 ribuan, dan kalau cowok kan medianya besar jadi harganya lebih mahal. Nuzmah sendiri belum merambah pasar ekspor. Alasanya ya karena prosesnya berbelit. Walaupun sudah ada penawaran tetapi masih dia tolak buat memenuhi pasar.

Ia membayangkan keribetan ekspor. Sudah lagi ada kendala bahasa, dan ditambah lagi keharusan merapikan manajemen dulu. Bagi pengusaha sepatu lukis waktu empat tahun dianggapnya kurang. Mungkin 10 tahun lagi. Pemasan bisa memesan dengan model sendiri inilah kelebihan dia.

Warna cerah menjadi andalan brand Dhona Dani ini. Tips sukses buat kita? Nazmah mengatakan bagi kita pengusaha pemula, tidak khusus pengusaha sepatu lukis ya, harus percaya diri akan karya kita sendiri. Dia mengatakan kita harus selalu optimis ada masa depan di bisnis kita jalankan.

Bisnis Pasaran Pomade Siapa Takut Persaingan Ketat

Profil Pengusaha Okta Indra Sakti


bisnis pomade banyak

Tidak sedikit yang sudah bekerja memulai bisnis sampingan. Tidak juga mengganggu pekerjaan mereka. Inilah kisah Okta Indra Sakti. Lumayan menjadi tambahan penghasilan. Pria 26 tahun ini memang bekerja di perusahaan swasta. Berbisnis pomade -jenis minyak rambut- bermerek Piw's Pomade.

Bisnis dirilis tahun 2013, pertama kali menjadi reseller produk pomade lokal maupun luar negeri, lantas Okta mulai berusaha membuat sendiri. Bahan baku semuanya didapat bermodal Rp.5 juta. Uang segitu bisa dijadikan 20 buah. Lantas Okta titipkan ke tempat pangkas rambut untuk dijual kembali.

Kemudian Okta mencek respon masyarakat lewat situ. Ia tidak langsung produksi terus. Ketika sudah ia melihat sukses barulah. "Saya titipkan ke tempat pangkas rambut sebagai sample," jelasnya. Sudah terlihat menjual barulah Okta menseriusi produksi pomade.

Ia menjelaskan tidak ada bakat berdagang. Dari keluarga juga tidak ada garis keturunan pengusaha. Jujur ia berjualan berdasarkan hobi memakai pomade. Minyak rambut anti- badai tersebut sudah menjadi ciri khas. Sukses Okta lantaran mampu melihat naik daunya produk pomade akhir- akhir ini.

Produk ini tengah digandrungi anak muda sampai tua. Mulai dari yang mau coba- coba, sampai mereka yang sudah paham kualitas pomade. Okta membuktikan mampu membuat produk berkualitas. Bisnis ini lantas diberinya nama Piw's Pomade.

Alat promosi lewat Instagram, Facebook, pokoknya aneka jenis jejaring sosial. Respon baik membuat ia semakin semangat. Kemudian dia menjanjaki reseller buat Jabodetabek dan luar, seperti ke Lampung, Pekanbaru, Kediri, Gresik, Surabaya, Purwokerto, Cirebon, dan Indramayu.

Memang banyak pesaing bisnis ini. Tetapi kelebihan Okta ialah sudah memulai dua tahun sebelumnya. Ia yakin sudah memiliki jalur distribusi mantab. Hubungan baik dengan pelanggan juga menjadi andalan. Dia yakin ini kunci sukses jika bisnis kamu sudah ada di pasaran.

Pengen Punya Hobi Buat Wirausaha Coba ini

Profil Pengusaha Shabrina Adlina


 
Hobi bisa menjadi usaha. Sebuah kalimat klise namun terulang lagi. Inilah kisah Shabrina Adlina, wanita 26 tahun, ini mencoba peruntungan di bisnis hobi. Karena dia hobinya menggambar maka jadilah. Awalnya dia membuat lukisan wajah di atas bantal.

Modalnya kecil namun menghasilkan loh. Omzet jutaan rupiah direguk Ina, hobinya menggambar manga ternyata membuahkan hasil. Bisnis Ina kemudian diberi nama nyentrik Mukalokayakbantal dan mulai dia jualan sejak 2010 silam.

Ia mengatakan idenya membuat gambar muka sendiri di bantal. Kemudian ikutan pameran dan ternyata, ada banyak yang berminat menggambar wajahnya sendiri di bantal. Lalu banyak mahasiswa membeli dari dia. Kemudian banyak yang minta menjadi reseller. "Sama sekali enggak lakukan promosi," jelasnya.

Pertama kali berbisnis Ina tidak mengeluarkan lebih dari Rp.500 ribu. Kemudian dia jual setiap bantalnya Rp.100 ribua bahkan Rp.1 juta. Pesanan datang sampai 50 buah per- bulan.

"Bantal dibentuk sesuai gambar dan dijahit rapi," tuturnya.

Suatu ketika ada pesanan khusus buat seprei. Harga ditawarkan juga tidak tanggung yakni Rp.2,5 juta. Dia kemudian memberi harga khusus buat bantalnya. Sejumlah 10 orang keluarga harganya Rp.1 juta setiap. Ia mengerjakan semua tanpa bantuan.

Sebabnya, hasil buatan orang lain tidak sesuai diharapkan. Awal kamu akan dibuatkan gambar kartun yang didasarkan ciri khusus kamu. Pada awalnya susah sih. Tetapi sejalan dengan pesanan semakin banyak ia mampu membuat persis cuma bermodal foto.

Bisnis ini memang banyak saingan. Apalagi dia bersaing dengan bantal bergambar printing. Tetapi justru lewat lukisan menjadi kelebihan Ina. Semuanya dikerjakan handmade jadi ada perasaan spesial. Jikapun ada pesaing Ina memiliki kelebihan yakni menggunakan crayon khusus kain.

"Belum menemukan lukis bantal kalau pakai yang crayon," paparnya.

Kain dipilih yang nyaman ujuga tetap bagus digambar. Bisnis lain dikerjakan olehnya yaitu lukis henna temporer. Yang mana dia berinama Hennaninuneno. Kemudian ada pernak- pernik bertema burung hantu, ada jam, tempat pensil, hingga boneka.


Kain Tenun Ikat Kediri Pengusaha ini Sampai Eropa

Profil Pengusaha Sukses Mustain


bisnis tenun sampai eropa
 
Naiknya pamor kain tradisional, termasuk kain tenun memberikan dampak siginifikan kepada pengusaha di daerah. Salah satunya Mustain pengusaha kain tenun asal Kediri. Apalagi namanya kain tenun Kediri sudah tidak asing lagi bahkan sudah menjadi produk ekspor.

Ketika Ramadhan mendekati Lebaran, bisnis Mustain semakin laku keras. Moment tersebut membawa berkah lebih. Tidak diragukan lagi kualitas kain tenun Mustain juara. Dengan menggunakan mesin yang masih tradisional, kain tenun Kediri buatanya lebih padat dan awet dipakai.

Jenis kainnya tenun ikat dibuat dari helaian benang pakan atau benang lusin. Setelah itu dikat dicelupkan ke zat pewarna alami. 

Dia bersama sejumlah perajin lain asal Kediri. Masih bertahan berbisnis. Meskipun pesang surut terutama dia bertahan. Usaha Mustain memang sudah turun- temurun di keluarganya. "Pembuatan kain tenun itu butuh waktu lama," paparnya. Memang prosesnya tidak semudah dibayangkan ketika jadi.

Sebelum ditenun disiapkan mesin tenun dulu. Helai benang ditata dipasang sesuai warna keinginan. Itu kemudian ditenun manual, disusaikan warna, dan corak tradisionalnya."...atau pola khas yang diinginkan," ia jelaskan.

Pengusaha Kain Tenun Ikat


Prosesnya lama dimulai benang panjang dan polos, ditenun sedemikian rupa menjadi lembaran kain besar tenun. Benang kemudian digulung. Diberi motif dan pola sesuai keinginan pembuat. Diwarnai dengan pewarna alami berbagi warna. Berbekal alat tenun kayuh kaki dan tangan, benang dirangkai menjadi kain.

Penenun harus siap menggerakan badan penuh ketelitian. Mustain memaparkan pengrajin kain tenun ini sangat langka. Dibuat sangat tradisional dianggap tidak praktis. Kesabaran dan ketelatenan yang sangat susah diterapkan ke anak muda jaman sekarang.

Langka adalah deskripsi buat kain tenun Kediri. Padahal sangat diminati konsumen, terutama di wilayah Jawa, luar Jawa, bahkan luar negeri. Kain tunun Kediri kuat dibanding kain tenun instan, harganya sangat bervariasi dari Rp.165 ribu sampai Rp.500 ribu per- lembar.

Jenis kain tenun ditawarkan perpaduan katun, dan semi sutra. Bisa dipakai buat busana atau dijahit menjadi pelapis mebel, penghias interior bahkan kelambu.

Produk tenun buatanya tembus pasar internasional. Salah satunya H. Mustain, pemilik merek Kurniawan, setiap minggu mengirim 180 meter ke Amerika. Selain itu dia mengirim ke Malaysia selain di Jawa dan luar Jawa. Ada 35 karyawan dan 20 alat tenun warisan leluhurnya untuk berproduksi memenuhi pasar.

Meskipun pemasaran masih belum maksimal. Dimana memproduksi 80 meter kain, di pasaran baru bisa terserap 60 persen, lalu distoknya itu buat dijual pada masa- masa tertentu. Ambil contoh ketika lebaran dia akan keluarkan tuh.

"Untuk promosi sekarang kita tidak mampu, kita saat ini hanya menunggu perantara," jelas Mustain.

Ada 14 tahap pengerjaan kesemuanya manual dikerjakan. Pemberian motif merupakan hal paling penting. Kemudian pengikatan benang menjadi kain. Meskipun pasar sudah masuk Eropa para pengrajin belum lah puas. Masih mau menembus pasar lain, sayang kurang promosi, dan dukungan pemerintah daerah minim.

Potensi yang tengah digali ialah bersinergi. Yakni bersenergi dengan pemerintah daerah membuat tujuan wisata. Desa tenun menjadi pandangan kedepan Mustain. Kemudian kerja sama dengan pecinta wisata agar tempat ini menjadi salah satu destinasi. Ia bekerja sama dengan biro perjalanan miwasata buat berkunjung.

Melalui konsep ini bukan barangnya keluar. Tetapi orangnya diajak masuk untuk melihat sendiri. Lewat biro perjalanan akan membawa mereka datang dan pulang bawa oleh- oleh.

Ukiran Wayang Kayu Pengusaha Muda Berkah Hasam

Profil Pengusaha Umar Hasam 


profil pengusaha kayu bekas
 
Walaupun cuma lulusan SMP Umar Hasam tidak mau menyerah. Pemuda 23 tahun ini mencoba mencari jalannya lewat kewirausahaan. Warga Talun, Kabupaten Blitar, ini tidak pernah patah semangat berusaha. Keahlian ukir menjadi senjata andalannya mengembangkan usaha sendiri.

Hasam melihat peluang mebel di daerahnya. Lewat kreativitas ditambah teknologi informasi, Hasam lalu mencoba ukiran Indian apache. Tidak sama dengan pengukir pada umumnya. Hasilnya, ada teman yang suka langsung membeli Rp.25.000. Bertahap datang orang membeli ukiran buatanya sendiri.

Paling banyak pesanan yaitu ukiran wayang. Berbekal limbah ternyata bisa menghasilkan untung. Mulai dari serpihan pembuatan mabel. Pembuatan butuh waktu tiga hari. Kalau lebih sulit maka akan butuhkan waktu lebih banyak. Motifnya lembut dan tebal, maka butuh waktu lama karena mengukit kayu berserat.

Harga setiap produk sudah diperhitungkan. Dilihat dari tingkat kesulitan motif, bahan, serta waktu yang ia butuhkan. Tinggi tingkat kesulitan semakin tinggi harganya. Halusnya garapan Hisam bisa dibilang apa yang kita keluarkan tidak seberapa.

Karya ukuran 50x51 m dijual Rp.250 ribu. Ukuran besar diameternya, Hasam bisa mematok harga sampai Rp.25 juta. Salah satu proyek besarnya adalah mengerjakan pesanan ukiran Dewi Kwan Im. Pesanan ini datang dari seorang kolektor asal Jakarta bermodalkan sendiri yakni kayu jati ukuran 2x1 meter.

Sang kolektor mengapreasia kemampuan Hasam dalam bidang mengukir. Entah butuh waktu berapa lama ia belajar tetapi talenta Hasam adalah hebat.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba