Nama Christian Indra Dibalik Dong Alo

Profil Pengusaha Cakalang Menado


 
Usaha tidak keluar uang banyak. Kira- kira begitu kita orang mencari di Google. Nah, berikut kisah yang cocok buat kamu, dikutip dari Detik.com: Kisah pengusaha muda bernama Christian Indra. Pengusaha mantan pegawai ini merubah uang seratus ribu menjadi puluhan juta.

Caranya dia memanfaatkan momen. Dimana banyak makanan siap makan, disanalah ada produk miliknya yang bernama cakalang asap. Siap saji, dimana bermula tahun 2015 lalu, mantan pegawai data analisa ini menganalisa kebutuhan makanan siap makan tinggi.

Ide simple


Suatu ketika Christian habis saja gajian. Tergelitik dia berpikir, "...enak kali ya kalau kita ngeluarin uang, tapi punya pemasukan lain." Ketika itu Christian langsung mengutarakan niat. Sedikit ngobrol barang istri kemudian dengan mertua. Kan mertuanya asal Manado, lalu muncul ide membuat usaha cakalang.

Ikan cakalang diasap lantas disuir. Uang Rp.100.000 digelontorkan. Uang tersebut menjadi beberapa buah ikan cakalang asap. Kemudian Christian mulai memasarkan itu ke teman sekantor. Dia mulai pasarkan ke sana dan sini. Bukusnya pakai botol plastik, masih sangat sederhana pada 2015 itu.

Uang Rp.100 ribu dapat cakalang asap 5 botol. Dan kesemuanya laku tidak tersisa. Kemudian Indra lalu meyakinkan agar memperbanyak produknya. Pengembangan termasuk juga yakni kualitas produk dan juga cara memasarkannya.

Cita rasa dirasakan memang paling berpengaruh. Mau sebagus apapun kemasan, kalau rasanya tidak bikin ketagihan percuma. Tambahan lain adalah menyadarkan nilai gizi dalam kemasan. Inilah cara marketing jitu ala Christian Indra. Bagaimana sih caranya agar produk tetap bertahan lama, tapi tanpa bahan pengawet.

Cara lain ditemukan ialah lewat cara vakum. Sterilisasi bakteri agar tidak mudah basi. Kemudian tambahan lain yakni proses pengasapan. Pria kelahiran 1985 ini memang membuat ikan sekering mungkin. "Saya asapi, menggunakan arang, dan dibakar manual."

Bahan baku dia cari ke Pasar Kramat Jati. Proses mencari bahan bumbu dan ikan fresh dirasakan paling susah. Trik buat kamu pengusha tetapi masih bekerja: Dia datang pada hari Sabtu- Minggu. Proses mencari dilakukan sendiri. Proses nego dilakukan di tempat. Lalu proses memasak juga dilakukan sendiri ya.

Ia lantas memberi nama Dong Alo, Cakalang Khas Manado. Proses marketing cuma mulut ke mulut. Lalu ketika mulai banyak pembeli. Christian masuk ke ranah sosial media, mulai Facebook, sampai Instagram. Penjualan naik sampai 800 kemasan per- bulan. Harga jualnya dibandrol Rp.17.000 sampai Rp.20.000.

Ia mengatakan akan lebih fokus. Pengembangan produk Dong Alo harus lebih. Kalau rencana sih dia ingin membuka usaha lain. Sementara fokus mengerjakan usaha Dong Alo. Ia ingin fokus penuh setiap waktu dulu ke bisnis cakalang. Titik triggernya ketika sudah sampai penjualan 1000 kemasan per- bulan.

Buka Usaha Diusia 40 Tahun Penyewaan Truk

Profil Pengusaha Bakti Lesmana 



Mungkin dia sudah tidak muda lagi. Kekuatan fisik yang mulai menurun justru alasan tepat. Di umurnya ke 40, Bakti Lesmana, mencoba meyakinkan sang istri bahwa mereka bisa membuka usaha. Meski awalnya meragukan dengan cerdik Bakti mampu meyakinkan istri.

Hidup seorang pria dimulai ketika umur 40 tahun. Sebuah istilah populer oleh penulis Walter B. Pitkin, dengan bukunya berjudul "Life begin at forty". Titik bali Bakti tidak lah mudah. Sekali lagi penulis menulis bahwa menjadi pengusaha diusia tidak muda, sangatlah sulit.

"Saya saat itu berpikir, kalau tidak sekarang terus kapan lagi," jelasnya. Tenaga semakin lemah ketika usia menua. Di umur 40 tahun pada tahun 2014 diputuskan bahwa dia akan berwirausaha.

Meyakinkan keluarga bukan perkara mudah. Terutama sang istri karena mereka bakal "hidup susah". Istri langsung tidak setuju loh. Dia tidak setuju Bakti memilih resign. Niat mengundurkan diri dan membuka usaha sendiri langsung ditentang.

Ketika itu ia masih bekerja di jasa trucking di Jakarta. Yang mana hasilnya lumayan gajinya bagus cukup buat menghidupi keluarga. Bahkan gajinya tujuh kali UMK Jakarta sewaktu itu. Besa gaji dirasa tidaklah cukup.

Meyakinkan istri dia punya cara. Yakni bahwa sebagian besar uang, ya baik dari uang tabungan, uang jasa perusahaan, dan uang jaminan tenaga kerja, sebagian besar akan diberikan ke istri. Ini guna meyakinkan bahwa ketika bisnis Bakti gagal. Mereka akan masih memegang uang agar tetap dapat bertahan.

Di benak Bakti kewirausahaan merupakan jalan pensiun mereka. Ketika tenaga tidak lagi dibutuhkan oleh perusahaan.

Modal pengalaman


Menjadi pengusaha diusia tidak muda. Memiliki kelebihan soal pengalaman di bidang yang ditekuni. Besar gaji memang mencukupi. Tetapi kewirausahaan tidak mengenal batasan waktu. Contohlah kolonel Sanders yang sukses karena ayam goreng. Ia lantas membuka usaha jasa penyewaan truk di Jakarta.

Dia mengajak dua teman di kantornya dulu. Mereka bekerja bersama penuh optimis. Karena ya mereka sudah memiliki pengalaman dibidang truk. Ketiga orang ini lantas sama- sama  menanamkan modal. Yakni Rp.25 juta masing- masing. Uang tersebut digunakan sebagai sewa kantor serta mengangsur truk.

Perusahaan mereka lantas diberi nama United Transport Partner (UTP). Tidak meleset keyakinan mereka betiga. Dalam kurun waktu relatif singkat. Ketiga kawan ini mendapatkan klien pertama yakni operator seluler untuk mengirim barang ke Jakarta dari Bekasi.

Mereka akhirnya dapat tersenyum mengembang. Namun, senyum di bibir mereka tidak dapat bertahan lama. Cuma beberapa jam saja setelah pengiriman barang. Pengiriman peralatan BTS berujung tekor. Ia tidak menduga adanya biaya tidak terduga.

Dari sewa Rp.900 ribu tidak cukup membiayai kebutuhan di lapangan. Pasalnya ada preman dan warga setempat meminta ongkos penurunan barang Rp.2 juta. Dimana sopir mereka sempat dikepung karena enggan mengeluarkan biaya tambahan tersebut.

Bekerja di perusahaan penyewaan truk selama 13 tahun. Faktanya tidak semudah diharapkan. Hafal tentang bisnis penyewaan tetapi tidak fakta di lapangan. Ketika dia bekerja di perusahaan dulu, tidak ada tuh yang namanya uang preman, pasalnya perusahaan mereka mengirim barang konsumsi.

Tidak cukup satu masalah datang tiba- tiba. Masalah kedua datang adalah truk miliknya jatuh di tol. Biaya evakuasinya tidak sedikit. Untung berlipat ternyata cuma bertahan beberapa saat. Kalau dihitung sejak ia membuka usaha, barulah untung Rp.900 ribu. Artinya ke empat orang akan mendapatkan Rp.300 per- tiga bulan.

Atau, Bakti berarti hanya menghasilkan Rp.100 ribu. Bakti sempat berpikir akan berhenti. Untung rekan satu kerjanya memiliki tekat. Dalam hati Bakti ada perasaan terlanjur. Sudah tercebur daripada tenggelam kan lebih baik mencoba berenang ke atas. Akhirnya Bakti tetap melanjutkan usahanya apapun terjadi.

Lebih serius Bakti melempar proposal ke aneka perusahaan lain. Sebanyak mungkin dia mencoba meraup klien baru. Usaha jemput bolah ini ternyata nampak hasil. Beberapa orang kemudian ikutan bergabung, dengan sudah membawa truk dan supir sendiri.

Bakti lalu mulai fokus mencarikan klien baru buat armada baru. Sistem buatanya teruji mampu menarik klien baru. Menjaga kepercayaan merupakan kewajiban. Kepercayaan klien baru menumbuhkan semangat bekerja. Tambah armada membuat usahanya semakin berkembang.

Bayangkan omzet mereka tahun pertama Rp.500 juta. Tahun kedua naik sampai Rp.2 miliar, sampai tahun ketiga Rp.3,5 miliar. Tahun empat malahan naik pesat sampai Rp.7 miliar. Kunci sukses bisnis menurut dia adalah berusaha baik. Manajemen harus baik dan fair dalam pengelolaan klien mereka.

Kunci lainnya terletak kepada pelanggan. Mereka merupakan sumber pendapatan. Nah, yang ketiga, tidak kalah penting yaitu menjaga sopir mereka. Bisnis mereka melayani banyak perusahaan kelas kakap, sebut saja APL Logitic, Santa Fe Relokasi, Heinz ABC, Thai Airways, The Asia Foundation, Roberto Desain.

Angka 70% klien mereka merupakan perusahaan multi- nasional. Dan sisanya atau 30% nya merupakan perusahaan lokal. Meskipun UTP memiliki grafik menanjak; ia tidak berpuas hati. Armadanya ditargetkan sampai 100 truk, atau 17 armada truk sendiri dan 47 merupakan armada rekan, dimana 6- 7 tahun kedepan.

Bukanlah target mudah. Namun Bakti meyakinkan dirinya akan mencapai. "...mewujudkan dengan kerja keras dan kesungguhan," tuturnya.

Lapis Lanang Bogor Usaha Ibu Rumah Tangga

Profil Pengusaha Noor Rafita 


 
Tidak mudah bagi Noor Rafita menjadi ibu rumah tangga. Ia sempat bekerja menjadi dosen. Kini setelah ia jenuh akan rutinitas ibu rumah tangga. Noor tidak tanggung- tanggu kembali bekerja. Dia kini dikenal luas sebagai pengusaha wanita mumpuni.

Ketika menjadi pengajar di kampus, sang suami sempat merasa dia terlalu sibuk. Untuk selanjutnya dia berharap Noor fokus ke anak- anak. Masuki kedua anaknya tumbuh duduk di bangkus kelas 3 dan 6 SD. Ia lantas mencoba mencari kegiatan tambahan.

Apalagi kalau bukan Noor menjadi pedagang online. Dijualnya sepatu, baju, tas, dan aksesori wanita lewat online. Namun ternyata kok tidak gampang. Keribetan berjualan online tidak cocok bagi Noor. Tidak puas juga datang karena dia jualan barang orang lain.

Bosan menganggur kembali. Ia teringat bahwa punya keahlian. Noor kan bisa membuat kue sendiri. Inilah jalan Noor berbisnis kue lapis.

Bisnis lanang


Ia merasa jenuh jualan milik orang lain. Nah, ketika itu di Bogor tengah tren makanan lapis, inilah pilihan bisnis Noor akhirnya. Awal dia membuat lapis talas seperti orang banyak. Justru ketika dia membuat lapis nangka lah bisnisnya meroket. Mulai dari keluarga, tetangga, kemudian menyebar menjadi menu pilihan.

Kue buatan Noor mendapatkan respon positif. Lanjut bisnis Noor kemudian diberi nama LaNang atau kepanjangan lapis nangka. Melalui online menjaring banyak masyarakat Bogor. Lapis nangka Noor bahkan sampai di Papua.

Keahlian bisnis online membuat dia makin laris. Mendorong dia membuka toko sendiri. Pada April 2014 dibukalah toko kue Noor pertama. Yakni di JL Pandu Jaya No.66, Perum Indraprasta, Bogor. Tidak cuma kue nangka juga aneka kue termasuk kue ulang tahun.

Toko Rafika's Cake ini merupakan perwujudan keingan pelanggan. Untuk menghemat tenaga di lantai dua ada tempat pembuatan kue langsung. Beberapa tahun lalu, ketika orang tengah asik menikmati lapis talas. Noor menciptakan tren baru. Kue lapis nangka ternyata lebih wangi, dan teksturnya lebih lembut.

Padahal menurutnya, Bogor merupakan penghasil nangka terbesar di Jawa Barat. Kan belum ada tuh jenis olahan nangka sebelumnya. Dimulai sejak 2012, ia mulai mencoba eksplorasi, bermodal Rp.5 juta sudah bisa berbisnis sendiri. Jerih payah Noor menghasilkan omzet Rp.20- 30 jutaan atau juga setara 800 bungkus/bulan.

Harga perkardus adalah Rp.35 ribu berat 450gr. Aneka rasa mulai pandan, vanila, coklat, dan rasa original. Namun yang paling laku rasa pandan. Untuk daya tahan sendiri mencapai 5 harian. Bisnis kue Lanang ini terbilang lancar hanya dua tahunan saja.

Waktu dua tahun sudah termasuk sulitnya pemasaran. Jadi buat kamu pengusaha muda jangan patah arah. Ia memberikan bocoran, yakni lewat sistem konsinyasi atau sistem titip. "Tapi karena merugi, sekarang pakai sistem beli putus," paparnya.

Kue lanang dijual dari mulut ke mulut. Lewat sosial media, seperti Facebook, Twitter, lantas terbang ke Papua. Hasilnya adalah empat outlet termasuk di Sentul Vaganza, Tole Iskandar, Terminal Barangansiang, Jalan Pajajaran.

Dia mempekerjakan sepuluh orang. Tujuh orang pegawai tetap. Sementara asik berbisnis, Noor tidak lupa akan tugas ibu rumah tangga. Walaupun usaha sudah sangat besar. Dia bekerja kalau anak- anak sudah ke sekolah. Ketika sampai di toko, beberes, kemudian siap- siap pulang bareng anak.

"Jadi keluarga tetap yang nomor satu," tuturnya. Ketika ibu- ibu sibuk bergosip, Noor malah telah asik menekuni jabatan baru yakni pengusaha kue lapis, sementara masih bisa menjaga anak- anaknya.

Kisah Nyata Rajin Sholat Kaya Raya Konstruksi Baja

Biografi Pengusaha Budi Harta Winata


 
Semua pengusaha memiliki kunci sukses. Begitupula pengusaha bernama Budi Harta Winata, bos PT. Artha Mas Graha Andalan. Baginya ada satu kunci sukses tidak akan terlewatkan "kunci sukses sholat lima waktu". Bahkan pengusaha kelahiran Banyuwangi ini, terus mempraktikan slogan tersebut di dalam perusahaannya.

Seorang pria 39 tahun yang sekolah di SMK. Kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, waktu kelas 5 SD harus pindah ke Palopo, Sulawesi Selatan. Dimana merupakan tempat asal sang ayah. Bagi orang Palopo, maka anak mudanya pasti pengen menjadi pelaut, tidak terkecuali Budi.

Maksudnya ya menjadi pegawai kapa pesiar. Punya duit banyak. Begitu lulus SMK, jurusan teknik mesin. ya langsung Budi berangkat menjadi pelaut. Karena tidak tau jalannya Budi memilih berhenti sementara. Ia kemudian pindah ke tempat kakaknya di Jakarta, kosan Cilincing.

Ketika sang kakak harus bekerja di Singapura, maka Budi tinggal sendirian. Untuk mengisi kantung maka ia menjalankan aneka usaha. Hingga dia akhirnya melamar pekerjaan. Tujuannya menjadi pelaut terlupa, ia malah menjadi buruh. Waktu itu, malamnya, dia berkonsultasi dulu dengan Allah lewat Sholat Tahajud.

"Ya Allah, saya mau melamar pekerjaan," kenangnya. Singkat cerita dia menjadi pegawai di perusahaan otomotif.

Ia ditempatkan di bagian pembuatan velg truk. Namun ia tidak tertantang bekerja dibagian tersebut. Tahun 95 -an ia mulai mikir. "Kalau kerja kaya gini ilmunya kemana?" paparnya. Hingga ia suatu hari melihat perusahaan tengah melakukan renovasi. Dia iseng menanyakan bagaimana menjadi kontraktor bisnisnya.

Nekat dan ikhtiar


Ia bertanya ke kontraktor yang melakukan renovasi. Menanyakan syarat menjadi kontraktor, Budi lantas diharuskan belajar gambar atau drafting. Malam harinya dia berdoa kepada Allah mau menjadi kontraktor. Lantas tiga bulan berlalu, dan ia ingin belajar di sekolah jurusan gambar arsitek, listrik dan mechanical.

Sayangnya biaya dikeluarkan tidak sedikit. Dia lantas menunda pemikiran tersebut. Berbeda dengan rasa ingin menjadi pelaut, hasratnya menjadi kontraktor tidak tumbang. Bahkan ketika di PHK langsung uang pesangon digunakan biaya. Ia ingat ketika itu dia sempat ikutan demo karena PHK perusahaan.

Empat bulan sekolah lamanya sampai dia menguasai. Lantas ia mendapatkan tawaran kerja. Akhirnya dia bisa bekerja kantoran. Tetapi dalam benaknya dia ingin sekali kerja di proyek. Doa tidak lupa selalu dia panjatkan agar tetap bekerja disana. Dari sekedar tukang gambar naik pangkat menjadi manajer proyek.

Umurnya memasuki 32 tahun, dan sudah punya istri, keinginan membuka usaha sendiri muncul. Tidaklah mudah karena dia sudah mapan kerja. Dia lalu membuka usaha las keliling. Dengan dibantu dua karyawan, dia bekerja mengelas keliling, bermodal pasang kanopi.

Ada kisah menarik ketika ia menjadi tukang las keliling. Suatu hari, di tahun 2003, istri Budi minta dia berkurban. Kala itu dikantung Budi cuma ada Rp.400 ribu. Keinginan yang begitu kuat memaksa Budi harus mengiyakan. Ia menggunakan uang tersebut semuanya. Yang mana sisanya menggunakan tabungan istri.

Hasilnya, hari berikutnya, ia mendapatkan proyek las senilai Rp.40 juta. Selain sholat dia juga meyakini bahwa perlakuan baik kepada orang tua membawa rejeki. Istilah dia pakai perlakukan orang tua seperti raja maka kamu akan mendapatkan keberuntungan.

Rajin berdoa termasuk ketika ia ingin mengembangkan usaha. Dalam doanya ia pernah berharap mampu menjalankan workshop seluas 500 meter per- segi, kemudian berdoa lagi dan tercapai sampai 1000 meter, dan terus sampai Budi punya 20.000 meter per- segi.

Kemudian Budi juga rajin bersedekah. Tidak tanggung, ia mengistilahkan punya uang Rp.1 juta nyumbang Rp.50 ribu biasa, tetapi ia mengatakan Rp.980 ribu barulah luar biasa. Meski dia bahagia makan di warung mie ayam. Dia tetap mau makan di restoran, agar memberinya semangat bekerja lah.

"Agar saya ada patokan enak juga hidup mewah," ucapnya. "Saya cuma lulusan STM. Tapi sekarang anak buah saya lulusan universitas." Bukannya sombong Budi mengaku dia lebih pintar. Pasalnya memang kita pengusaha sekolahnya di alam, lewat pengalaman.

Dari kejujuran, menjalankan ajaran Islam, dan menghormati orang tua, itulah dia terapkan menjadi andalan dalam berbisnis. Orang sukses baginya orang jujur. Diantara pekerjaan dia selalu memberika ruang bagi pegawai buat sholat. Meski secara hitungan mesin berhenti 15 menit saja, ia akan rugi sampai Rp.25 juta.

Rotan Karakter Lucu Bisnisnya Unyu

Profil Pengusaha Cismi Cikmawati


 
Kalau punya ketrampilan jangan disia- siakan. Usahakan menjadi bisnis menguntungkan. Contohlah wanita muda bernama Cismi Cikmawati. Usaha pembuatan kerajinan rotan memang sudah umum. Ide tentang ini sudah ada dibenak Cismi. Namun apa ya bisnis beda dapat dihasilkan dari bahan rotan.

Maka rotan dibentu agar tidak sama pada umumnya. Kalau biasanya rotan cuma kotak- kota aja. "Saya tuh ingin buat rotan yang enggak biasa," tuturnya kepada Detik.com. Jadilah aneka bentuk karakter yang lucu berbahan rotan tersebut.

Dari fungsi hampir sama dengan kerajinan rotan umumnya. Biasanya dipakai buat menaruh baju kotor oleh anak kosan. Berjalan waktu juga membuat tempat mainan, tempat perhiasan, dimana Cismi mengatakan ia menggunakan rotan kelas premium. Selain itu Cismi menggunakan cat berkualitas bagus.

Dia mengajak seorang teman. Teman itu pandai melukis dan jadilah bisnis tersebut. Pertama mereka akan membuat sketsa. Kemudian diserahkan kepada pengrajin rotan buat dibentuk. Keduanya menggunakan sistem sharing partner. "Kebetulan teman saya pelukis saya suka bisnis," ceritanya.

Kombinasi keduanya menjadi bisnis mengejutkan. Dari sketsa, kemudian dikerjakan pengrajin, kemudian tinggal disetujui mau dipebanyak atau tidak. Untuk modal awal dia menggelontorkan uang Rp.10 juta. Dan sampai sekarang ia mendapatkan omzet Rp.50 juta per- bulan.

Dia tidak cuma memanfaatkan internet. Cismi selain berbisnis online, juga rajin mengikuti aneka pameran dan memiliki toko real. Dua toko di Gandaria City dan ITC Mangga Dua. Untuk untung pasti Cismi enggan mengatakan tetapi ya omzet -keuntungan kotor- mencapai Rp.50 juta.

Kendala ialah kompetitor yang juga menjual produk rotan. Aneka kreasi dikembangkan seperti karakter khas Indonesia. Harga jual antara Rp.65 ribu sampai Rp.1,5 juta. Disisi lain banyak kompetitor mencoba mengikuti jejak desain mereka. Inovasi karakter tradisional dianggap akan mendongkrak brand mereka.

Ia sendiri memiliki harapan membuka toko di Bali. Namun Cismi menjelaskan ada yang memantau jadi akan susah.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba