Biografi David Geffen Pendiri Studio Dreamworks


Agensi artis top dunia


Lahir di New York, 21 Februari 1943, David Geffen dikenal produser musik dan film terkenal. Ia bersama Steven Spielberg dan Jeffrey Katzenberg, dikenal malalui perusahaan DreamWorks. Geffen dikenal memiliki perusahaan lain; seperti Geffen Record, DGC dan the Geffen Film Company. Dia juga sumber pendanaan berbagai film dan drama terkenal; Dreamgirls, Little Shop of Horrors dan yang paling fenomenal Cats.

Pria yang dikenal memiliki gaya tersendiri, sebutannya "bocah dari Brooklyn". Geffen menjadi kaya disaat 25 tahun, ambisius, fanatik musik dan film. Ia membangun perusahaan berbasis Hollywood. Dengan Steven Spielberg dan Jeffrey Katzenberg, ia membangun perusahaan yang akan menjaga dunia intertainment untuk beberapa dekade kemudian.

Keluarganya adalah keturuanan Yahudi Soviet yang berimigrasi ke Brooklyn. Ayah Geffen, Abraham, adalah pembuat desain. Ibunya, Batya, membuat dan menjual pakaian dalam wanita di sebuah toko kecil. Geffen mengaku mendapatkan dasar menjadi pengusaha dari ibunya. Seorang yang suka membaca, ini membuat Geffen terinspirasi oleh Hollywood Rajah, cerita pengusaha perfilman Louis B. Mayer. "Saya melihat para pengusaha sukses dan dunia mereka ciptakan dan menyimpulkan senangnya hidup seperti mereka."

Ia mengambil drama musik di sekolah, menunjukan kesukaanya berteman yang kelak berguna. Dia tinggal di New York, setelah lulus sekolah di 1960, pergi menuju California. Ia melanjutkan pendidikan di University of Texas, Austin, yang kemudian gagal di semester awal. Dia menunjukan kurangnya kemampuan akademis dan membuatnya keluar. Dia melakukan berbagai pekerjaan aneh di New York dan berakhir menjadi pelayan di CBS- Tv.

"Sebenarnya, saya tidak berbakat, apa yang bisa saya lakukan?" ucapnya. Dia berusaha keras hingga naik pangkat menjadi resepsionis di CBS- Tv, tapi dipecat ketika menyarankan skrip. Ya, ia mencoba menaiki tangga yang terlalu jauh. Bahkan, direktur agensi bercanda "mengejek" dirinya lebih pantas menjadi seorang agen; ia menerima ide itu positif. Geffen menghubungi agensi terbesar kala itu, William Morris, membawanya masuk dunia agensi. Memulai dari bawah, ia mendapatkan gaji $55 setiap minggu untuk mensortir surat.

"Saya mengantar surat ke orang -orang. Saya mendengarkan percakapan mereka melalui telephon, dan saya berpikir; saya bisa melakukan pekerjaan itu," lanjutnya. Geffen memulai hubungan dengan agen musik junior. Dia diangkat menjadi agen junior setelah satu setengah tahun mengikuti William Morris agensi. Beberapa waktu kemudian, pekerjaan pertamanya adalah mengorbitkan penyanyi/penulis lagu, Laura Nyro. Lalu dilanjut beberapa pendatang baru seperti  Joni Mitchell, Crosby, Stills, Nash, & Young, and Janis Joplin.

Di 1969, dia mendapatkan satu juta pertamanya melalui Nyro, dan menjual lebih banyak musik lagi. Di 1970, Geffen menjadi pendiri Asylum Records bersama Elliot Roberts, teman satu perjuangan di William Morris agensi. Itu adalah Asylum tempat dimana bakatnya melihat calon bintang dan trent terbaru di dunia intertainment.

Bisnis musik


Hanya melalui satu demo kaset, ia mampu menjadikan bintang- bintang rock and roll di awal 1970. Artisnya meliputi Linda Ronstadt, Jackson Browne, dan The Eagles. Satu kali kontrak, Geffen langsung memelihara artis- artisnya sangat adil dan memberikan pelajaran seni, dan saran karir. Ketika ia menjual Asylum Record di 1971 untuk Warner Communications, itu akhirnya menjadi penjualan terbesar di industri musik kala itu.

Geffen tetap di Asylum ketika merger menjadikanya president direktur lagi. Ia diketahui telah menghasilkan beberapa artis kala itu. Kontrak terbaiknya meliputi Bob Dylan, Joni Mitchell, and The Band berlebelkan Elektra. Lebel Elektra/Asylum merupakan bagian bisnis paling menguntungkan di kerajaan bisnis Warner Communications. Geffen memimpin Asylum menjadi pemain utama di dunia record label dan ia telah siap untuk bisnis baru.

Tentang barunya itu di tahun 1975, ketika Geffen dipilih menjadi president direktur di Warner Brothers Picture. Tanpa pengalaman apapun di perfilman, dia berhasil di awal- awal tahun tapi kurang memuaskan. Dia merasa tercekik oleh menejeman perusahaan serta ditambah kurang rapinya rencana bisnis. Tahun- tahun berikutnya, David Geffen melakukan pengurangan aktifitas bisnis dan didiagnosa kanker.

Setelah fakum selama 4 tahun, dia salah didiagnosa menderita kanker, dan Geffen akhirnya kembali ke dunia musik. Ia mendirikan Geffen Record melalui bantuan Warner di 1980. Dia akhirnya mengorbitkan beberapa artis sebut saja  John Lennon, Elton John, dan Donna Summer. Mereka lahir dari tangan dingin David Geffen, membuktikan dirinya menjadi agen musik terbaik.

Dua tahun kemudia, melalui bantuan Warner, Geffen Film diluncurkan dan tumbuh di dunia intertainment. Meski masih muda, di tahun 1983, perusahaan tersebut memproduksi Risky Business, komedia yang juga mengangkat nama Tom Cruise. Selama masa itu, ia fokus merencanakan bisnis lainnya termasuk panggung Broadway dan off- Broadway.

Geffen mengambil alih bisnisnya dar Warner di 1984, memiliki 100 saham di perusahaan itu. Ia mulai fokus mengendalikan menejemen terutama bagaimana industri musik berkembang. Dia tau bagaimana memilih orang- orang terbaik yang mengerti musik 80 an. Kebijakannya terbayar melalui Guns'N Roses, band rock yang menghasilkan 14 miliar kopi. Ia menjual menejeman perusahaan dan saham ke Music Corporation of America (MCM). Nilainya sekitar $6, 13 juta dan $50 juta harga saham.

Beberapa saat kemudia, Geffen menemukan DGC, sebuah label terbaru berharap band baru. Rencana itu berbuah manis yaitu Nirvana, menghasikan hit dari albumnya Nevermind di 1991. Diperkuat kekuataan "rock grung", Geffen Record mendominasi pasar sangat baik. Sementara itu, perusahaan lainnya yaitu Geffen Film menghasilkan Interview with the Vampire dan Beavis and Butthead Do America.

Di 1994, Geffen bersama Steven Spielberg dan mantan eksekutif Disney, Jeffrey Katzenberg membangun DreamWorks, sebuah perusahaan intertainment yang fokus di perfilman. Pada dasarnya, ia agak ragu ketika memulai bisnis film lagi, tapi kratifitas perusahaan membuatnya bersemangat. "Saya berkata, bagaimana saya bisa membiarkannya?" ucapnya di majalah Los Angeles.

"Saya hanya 52 tahun, dan jika saya tidak lakukan ini, saya akan menjadi malas dan bosan. Tapi dengan hidup bersama anak- anak muda ini memberikan perasaan seolah bergelantungan di kerata kecepatan 300 miles per- jam," ia berkata mengenai hidupnya di DreamWorks. Hasil produksi pertama, film berjudul Amistad diproduseri oleh Spielberg, rilis di 1997 mendapat kritik bagus. Proyek lainnya meluputi Saving Private Ryan, Antz, dan sitkom televisi, Spin City.

DramWorks mengalami kesulitan mengenai proposal studio baru, Play Vista, yang diumumkan di 1995. Tapi di tahun 1999, perusahaan memilih membatalkan proposal studio, memilih mengerjakan yang telah ada. Tetapi ini bukan berarti DreamWorks berhenti di inovasi. Perusahaan DreamWorks bekerja sama dengan Imagine Entertainment, mereka mengerjakan Pop.com, perusahaan internet fokus pada internet intertainment. Perusahaan yang meliputi film pendek, video streaming, live events, games, dan seni.

Kekayaan Geffen diperkirakan lebih dari $1 miliar. Dia mendonasikan pendapatan bulanannya di the David Geffen Foundation. Dia fokus pada penelitian tentang AIDS.

6 Perusahaan Teknologi Paling Disorot di 2014


Inilah Perusahaan Teknologi Menguasai Asia


Tahun 2014, jadi tahunnya perusahaan berbasis teknologi di Asia, tercatat banyak cerita. Ada cerita tentang IPO terbesar untuk ecommerce asal China, Alibaba.com. Adapula kisah startup smartphone asal China yang sukses mengalahkan pemain lama di dunia ponsel. Menjadi headline tak hanya di media dalam negeri sendiri. Tercatat pula di databese media Amerika seperti Techcrunch.com. Setidaknya 6 perusahaan tercatat disana.

Berikut 6 perusahaan teknologi yang sukes di 2014:

1. Alibaba



Ecommerce, terlihat basi ketika membicarakan the world most largest! Tapi kisah Alibaba.com ialah kisah logistik bertemu logistik. Perusahaan yang berbasis China ini fokus menjadi apa yang mereka andalkan. Yaitu logistik, bukanlah topik seksi menurut Techcrunch.com, jelas mereka. Di Mei, Alibaba fokus pada logistik dimana 10,3% sahamnya ada di Singapore Post Limited, dimana menjadi jalan bagi Alibaba menyasar pasar Asia.

2. Xiaomi


Startup smartphone asal China yang tumbuh jadi nomor 3 produsen smartphone. Diminggu akhir ini, mereka tercatat $1,1 miliar investasi jadi $4,5 miliar dalam tiga tahun terakhir.

3. Uber


Asia menjadi pasar menarik bagi Uber, khususnya di kawasan China, Asia Tenggara, dan India. Uber, meski bukanlah teknologi asal Asia, sukses di Asia lebih besar dari asalnya. Apakah yang membuat Uber akan semakin tumbuh. Dari Techcrunch.com, mereka tercatat menggelar kerjasama dengan Baidu, yaitu sebuah perusahaan mesin pencari terbesar di Asia.

4. Line


Dari pesan singkat jadi lifestyle, kisah lain Line, perusahaan asal Korea yang mampu berafiliasi dengan gaya hidup Korean style atau K-Pop. Membranding diri mereka sebagai "lifestyle" telah masuk kedalam berbagai aspek kebutuhan digital masyarakatnya. Bagiamana Line dimasa mendatang, jawabannya mereka akan menghasilkan uang seperti produk sejenis asal Barat, seperti Facebook Messenger, WhatsApp, ataupun Snapcat.

5. Tokopedia


Asal Indonesia dan sukses mengangkat investasi senilai $100 juta dari Softbank dan Sequia. Seperti halnya Alibaba.com, menjadi ecommerce yang tumbuh pesat. Meski di India dan China jadi lebih bersinar, tapi bisa saja terus berkembang.

6. Softbank


Meski bukan perusahaan baru, tapi sebuah gerakan baru, mereka tengah berburu startup khususnya di pasar Asia. Ketika investasi kapital yang sulit untuk startup asal Asia, mereka tak bergeming. Telah dikenal sebagai perusahaan telekomunikasi asal Jepang tercatat melakukan serangkaian investasi: Ola dan Housing.com dari India, Grabtaxi dan Tokopedia asal Asia Tenggara, toko aplikasi asal China, Wandoujia, juga ditambah satu investasi mengejutkan dibidang robotic Papper!

Game Gratis Paling Disarankan Two Dots


Two Dots hadir di Android


Aplikasi iPhone ini memang dikenal bikin kecanduan. Meski berpenampilan sederhana, Two Dots nyatanya sangat asik untuk dinikmai. Game yang diproduksi oleh Betaworkers, merupakan kelanjutan dari game Dots yang pernah populer. Konsepnya sederhana. Dimana memang menjadi kekuatan utamanya, dimananya kamu akan disuguhi titik warna- warni dimana tugasnya ialah kamu diharuskan membentuk garis vertikal. Ataupun, bisa juga bentuk garis horizontal dari titik- titik yang sama warnanya.

Uniknya tidak hanya itu adapula cara keren: membuat kotak. Dengan membuat kotak kamu bisa cepat untuk menyelesaikan game level. Seperti motonya "jika dalam kebingungan, tinggal buat kotak".

Two Dots memang dikonsepkan untuk petualangan. Tidak seperti Dots, kamu akan disuguhi konsep adanya dua karakter: Amelia dan Jacques, tapi terkesan tidak terlalu penting. Fungsi karakter hanyalah menjadi ikon untuk berpindah ditiap level. Namun, secara keseluruhan, jari- jari andalah yang bekerja di layar iPhone.

Game yang akan membuat pengguna Android iri. Dan, akhirnya, bisa dinikmati pula oleh kita yang pengguna Android. Disebutkan oleh The Verge bahwa ini sama dengan iOS -nya di download gratis dan dengan tampilan konsep yang sama. Tak ada perbedaan. Sebagai catatan, meski gratis, seperti game lain bahwa kamu juga ditawari konsep "bayar" -nya dalam game. Dan untungnya, ini tidak berefek lebih antara kamu dan dia yang tidak atau mau membayar.

Kehilangan nyawa dan mati memang menyebalkan, tapi bisa jadi alasan buat kamu berhenti dan mencari- cari strategi jitu kembali.

Memori Apple 16 GB Ternyata Tidak Sesuai Tulisan


Tuntutan class action


Apple nampaknya akan terus berhadapan dengan masalah dengan 16GB iPhone dan iPad. Yang terakhir ini, pihak Apple harus menerima gugatan untuk 16GB di 2014, karena apa yang mereka jual tidaklah benar ada 16GB dalam sistem. Dalam sebuah tuntutan legal atas nama pasangan asal Miami, Clalifornia, Paul Orshan, dan Christopher Endara, yang menyebut iPhone dan iPad yang mereka beli punya kurang dari 16GB dalam sistemnya.

Lebih lanjut, mereka berkisah, ditambah ketika mereka memutuskan untuk mengupgrade. Mengupgrade dari iOS 7 ke iOS 8, mengurangi jatah 16GB mereka dalam iPhone 5S. Apakah yang salah dalam hal ini. Dalam tuntutan dijelaskan bahwa Apple tau ukuran setelah format sistem. Dan, menyebutkan bahwa Apple's iOS itu memakan lebih banyak memori dari yang tertera. Jadi 16GB tidak seharusnya dijual untuk 16GB.

Apa yang dipesankan Apple pada produknya telah menipu, mengarahkan, misinterpretasi, menyesatkan dan juga faktanya, masyrakat umumnya berpikir bahwa 16GB itu bersih. Tidak ada pengurangan apapun. Nyatanya, dalam upgrade iOS 8 memakan lebih banyak ruang. Memberikan kesan iOS 8 dengan segala slogannya "iOS terbesar yang pernah ada", tidak lah besar secara non- literar. Ini berarti secara literar atau kita akan mendapatkan kurang dari 16GB untuk mendapatkan iOS 8.

Beda negara, beda pola pikir, dan hukum, sayang berbeda dengan di Indonesia. Ukuran seperti ini bisa jadi hal serius. Dan fakta bahwa beberepa perusahaan besar kalah dipengadilan. Kembali ke Apple, apakah yang salah dalam Apple iOS 8 atau dengan nilai 16GB pada khususnya. The Verge menunjukan kita satu table ini:


Sebuah kekecewaan dan berujung pada tuntuan class action. Tapi bukan hanya tentang 16GB kenyataan lain adalah menyangkut bagaimana Apple mengarahkan kita ke sistem cloud. Faktanya, Apple "memaksa" kita untuk menggunakan iCloud sekedar untuk menyimpan foto ketika memori kita kurang.  Hal lain bahwa satu kenyataan Apple tidak mengijinkan pemakai menggunakan third- party memori dari produk lain, kecuali telah memiliki kesepakatan khusus.

Keyboard iPad: Logitech Keys-To-Go


Logitech meluncurkan keyboard portable


Jika kamu punya iPad tapi takut kalo layarnya gampang kotor, nih solusinya. Baru- baru ini Logitech rela meluncurkan produk terbarunya buat kalian yang masih kangen dengan sistem keyboard. Buat kalian yang masih belum move on dari produk jadul, laptop atau komputer. Pilihan tepat Logitech Keys- To- Go, sebuah gadget pendukung iPad kamu.

Dikutip dari situs TheVerge, Logitec memperkenalkan kita teknologi keyboard berbasis Bluetooth yang kompatibel pada iPad. Dengan harga $ 69,99, keyboard ini hadir dalam warna merah dan hitam. Hanya bertebal 6mm, yang berarti tidak akan terasa lincah untuk masuk ke dalam tas atau tas punggung berkantung kecil- meskipun bisa dibilang lebih lima ounch dari berat iPad Air 2 sendiri.

Hal lain, keyboard portabel terbuat dari apa yang disebut Logitech bertekstur "FabricSkin", permukaan tahan air dan kotor seperti yang terlihat dalam foto.
Kita cukup membersihkannya itu menurut situs resmi Logitech.

Mungkin terlihat lebih besar dari iPad mini dalam reviewnya. Namun, ini memberikan kamu kemudahan dari layar sentuh yang sensitif pada produk sekarang. Kita tau bagaimana seringnya salah ketik terjadi, dengan tombol yang timbul, keyboard ini terasa diujung jari untuk membedakan tiap huruf. Soal fleksibilitas? Jangan salah, itulah guna sistem Bluetooth.

Cukuplah mengubungkan kedua perangkat gadget tersebut dimana pun, kapan pun, bagaimana pun, kita bisa menggunakannya.



CNet menambahkan segala tentang produk satu ini. Mereka menyebut Logitech Keys- To- Go meski punya shortcut ke sistem iOS; kita bisa menggunakannya dengan tablet lain yang berbasis Android. Kelebihan lain, tidak ada sistem magnet, tak perlu keyboard ini berada diposisi tertentu. Seperti kami bilang, kapan saja dan dimana saja, merujuk bagaimana Bluetooth berperan fital. Lebih menyenangkan lagi, Bluetooth ini tidak harus spesifik dari produk apa.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba