Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Pengusaha Muda Sekaligus Pemilik Klub Termuda
Menjadi Pemilik Klub
Jualan Telur 3 Juta Perhari Kisah Wirausaha Muda
Profil Pengusaha Aris Bhattara
Kisah wirausaha muda berikut semoga menginspirasi kita. Aris Bhattara sekarang jualan telur 3 juta perhari. Ia sempat menjadi buruh pabrik. Bekerja keras Aris terpilih menjadi pegawai bank milik Pemda Jabar.
Sampai dia ditunjuk menjadi manajer bank, dan dari sanalah semua bermula. Dia diajak mengikuti PLUT (Pelatihan Layanan Usaha Terpadu) Kabupaten Sukabumi. Dia kemudian ditunjuk menjadi perwakilan pengusaha padahal bangkir.
Berbekal jaringan maka ia mendirikan usaha jualan telur. Anak telur dia jual dari ayam kampung, ayam ras, telur asin, telur puyuh dan bebek. Bisa dibilang Aris mendirikan usaha tanpa modal. Semua berbekal jaringan, saling bersilaturahmi, saling kepercayaan.
Dia memiliki strategi khusus berjualan aneka telur. Ia menerapkan franchise. Berkeliling berjualan telur sekaligus menawarkan online. Aris kemudian mengundurkan diri dari bank. Pilihannya dalam menjadi wirausaha muda dirasa tepat.
Tidak terburu- buru tetapi berbekal pengalaman. Kepercayaan timbul ketika dia hasilkan Rp.30 juta perminggu. Tentu dia menghadapi aneka tantangan. Aris siap menghadapi kegagalan. Termasuk siap menjualnnya melalui sistem grosir.
Aris rela mendapatkan untung tipis. Tapi wirausaha muda ini mampu hasilkan 3 juta perhari. Pokoknya dia mengajarkan pasarkan gencar. Usaha harus memiliki tempat strategis, bekerja ulet, dan buktikan mimpi kamu.
CEO Muda Calvin Lutvi Perjalanan Pengusaha
Profil Pengusaha Calvin Lutvi
Kisah perjalanan pengusaha berikut semoga memotifasi kita. Adalah CEO muda Calvin Lutvi, putra dari Mantan Gubernur Aceh Muzakkir Walad pada 1968- 1973 dan 1973- 1978, beliau mewariskan usaha ke Calvin Lutvi yang benar- benar tidak tau.
Beruntung dia sempat mengenyam pendidikan Bisnis Manajemen, Bina Nusantara Jakarta. Usaha ayahnya ialah PT. Sinar Pacific Marine. Ayah Calvin meninggal ketika tahun 2010 silam. Ia sendirian melanjutkan bisnis penyewaan kapal.
Perjalanan Pengusaha Muda
Calvin dihadapkan kepada keputusan- keputusan sulit. Posisi ayahnya Direktur Utama, semantara dirinya merupakan anak laki- laki satu- satunya. Calvin harus meneruskan usaha dirintis ayahnya. "Mau tidak mau saya harus terjun dengan bekal ilmu saya miliki," jelasnya kepada Tribunnews.com
Beruntung sang ayah sempat mengajari Calvin berbisnis begini. Semua berjalan normal karena ia cuma meneruskan. Bisnis penyewaan kapal tanker pengangkut minyak kelapa sawit. Hingga di tahun 2015, dimana harga sawit turun dan perusahaan rekanan menghentikan kontrak kerja atau potong cost.
Maka kelabakanlah perusahaan milik Calvin sampai ajukan penundaan utang. Mengajukan PKPU atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang pada 2015. Calvin harus menanggung hutang miliaran. Usia masih muda tetapi sudah menanggung hutang besar.
Sempat dia kepikiran sampai kebingungan mau ngapain. Sementara, sang ibu, terus mendoakan dan memberi semangat sang putra. Dalam masalah selalu terdapat jalan menyelesaikan. Seperti sosok Alm. Gubernur Muzakkir Walad, yang mampu memimpin walau banyak masalah melanda.
Pemuda kelahiran Jakarta, 2 Juni 1989, yang memiliki prinsip menyelesaikan masalah. "Adanya masalah itu untuk diselesaikan, bukan justru kita lari darinya," tegas Calvin. CEO muda Calvin Lutvi menemukan solusi permasalah.
Lewat jaringan koneksi dia menghubungi banyak pihak. Hingga PT. Star Petrochem Tbk, bersedia buat mengakuisisi PT. Sinar Pacific Marine, miliknya. Bahkan kemudian Calvin dijadikan Direktur Utama di PT. Star Petrochem berkat kinerja mumpuni.
Ia sukses menyelamatkan perusahaan dan bahkan mendapt jabatan. Nah, semua masalah beres, Calvin lalu membuka bisnis financial advisor. Bisnis dibangun dua bulan setelah proses akuisisi. Prinsipnya ia akan membantu perusahaan yang hampir kolaps.
Dia senang membantu perusahaan hampir bangkrut atau bermasalah. Bersama beberapa teman bangkir maka berdirilah Star Pasific Capital Pte, Ltd, berpusat di Singapura. Dimana ia langsung menangani tiga perusahaan. Awal mereka sempat kesukaran modal tetapi mampu mereka atasai kesemuanya.
Tetapi mereka khususnya Calvin mampu tetaplah tenang. Kemampuan mereka menjaga kepercayaan menjadi kunci. Mereka mampu menggaet investor- investor asal Singapura. Begitu mendapat semua kepercayaan langsung Calvin manfaatkan.
Segera mereka membangun koneksi dan menyasar target. Bergerak cepat mencari perusahaan yang bermasalah. Mereka menawarkan bantuan. Tetapi tetap mereka tidak sembarangan memilih. Harus jeli mengidentifikasi masalah, analisa keadaan, hingga tidak salah menangangi masalah.
Star Pasific Capital telah memegang tujuh perusahaan. Dan Calvin, membawahi 150 karyawan, dan dia senang mampu membuka lapangan pekerjaan. Tujuan perjalanan pengusaha bukanlah sekedar uang, tetapi mampu membahagiakan orang tua, dan membuka lapangan pekerjaan orang lain.
Calvin juga memberikan edukasi mengenai fungsi mesin, edukasi manusia, dan mengajarkan peralatan canggih. Kita Calvin menjadi CEO muda adalah leadership. Dalam menjalankan bisnis tidak cuma manajerial baik.
Ketika menjalankan usahanya harus out of the box, mampu membangun jaringan, mampu menjadi trend setter, walau terkadang harus gagal. Kegagalan tidak terelakan dan merupakan bagian perjalanan kesuksesan.
"Karena sejatinya ide bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Sedangkan jaringan, itu menurut saya syarat utama bisnis kita bisa maju, termasuk bisa menciptakan bisnis baru itu ya dari hasil berhubungan dengan orang lain," ujarnya
Sejarah Lele Sangkuriang Kisah Pengusaha Dibalik Nama
Profil Pengusaha Nasrudin
Sosok Nasrudin tetaplah bersahaja, sederhana dan murah senyum, meski telah berkecukupan dari lele saja. Ia selalu siggap untuk membantu anda yang ingin berbisnis lele Sangkuriang. Keberhasilan membudidaya ikan lele tak pernah ia rahasiakan.
Sejarah Lele Sangkuriang
Bersama- sama mereka ikut nyemplung di kolam ikan lele Sangkuriang. Nasrudin memang pekerja keras. Dia yang tekun mengerjakan budidaya, sukses mewujudkan mimpinya. Kini setiap hari akan banyak orang berbondong- bondong datang kepadanya.
Sebuah tempat Nasrudin membudidaya ikan lele, sekaligus tempat pelatihan. "Training Center" bagi anda yang ingin belajar budidaya lele dengan ahlinya. Selain itu Nasrudin juga aktif menjadi pembicara di berbagai seminar wirausaha.
BBAT tengah mengerjakan perbaikan mutu untuk lele dumbo. Waktu itu tengah ada penelitian peningkatan mutu lele dumbo melalui perkawinan silang- balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan indukan jantan generasi keenam (F6).
Bagi Nasrudin tak ada yang tidak mungkin. Ia kemudian membuat dua buah kolam. Satu kolam ada dibawah rumahnya, dan satu lagi yang ditempatkan di belakang rumah. Dua kolam alami yang dibuat dengan lubang- lubang, bebatuan serta beberapa sikat ijuk.
Dari bagian parut ikan- ikan kecil itu nampak tumbuh kaki. Ternyata, yang selama ini dikira anakan lele itu, hanyalah anak katak atau kecebong. Nasrudin tak menyerah. Ia membuang kecebong itu lalu mengganti air dalam kolam dengan air jernih.
Mulai dari pengaturan Suhu, racun tanah, polusi udara serta pakan, memiliki pra-syarat yang cukup rumit. Ditambah lagi, di zamanya, tidak ada informasi mudah seperti halnya internet. Meski begitu melalui serangkai percobaan akhirnya Nasrudin kokoh sebagai peternak lele mumpuni.
Bisnis Sosial
Dia selalu mencari tahu perihal budidayanya. Sampai suatu saat ia akhirnya menemukan kunci suksesnya. Kunci sukses yang masih diburu para pembudidaya lele sekarang. Nasrudin menemukan kunci pakan herbal untuk lelenya.
"Mereka, para peternak lele beraninya di dalam ruangan. Kalau saya enggak. Di lapangan yang terkena hujan, suhu dingin atau panas, lele saya enggak mati," kata Nasrudin.
Waktu itu karena lele itu belum bernama, banyak orang bertanya kepadanya. Setengah bercanda ia pun lalu menyebut "Sangkuriang". Alasannya waktu itu karena tempat lelenya dibudidaya terkenal akan satu legenda, legenda Sangkuriang.
Akhir tahun 2003, Departemen Kelautan dan Perikanan mengundang Nasrudin untuk mengisi seminar lele Sangkuriang. Dia berbicara dihadapan peserta dari 28 provinsi.
"Benih lele sangkuriang dengan ukuran 7 – 8 cm hanya memerlukan waktu sekitar 50 hari untuk mencapai panen, sedang lele dumbo mencapai tiga bulan," tambahnya.
Selain itu, Nasrudin menambahkan kandungan protein lele Sangkuriang sangat tinggi, rasanya gurih, dan tidak amis. Bahkan ada beberapa orang menyandingkan rasanya dengan udang yang berkualitas. Masyarakat pun sangat tertarik mengkonsumsi lele Sangkuriang.
Wirausaha Bangun Desa Pengusaha Muda Defrian
Profil Pengusaha Defrian Ardiansyah
Pengusaha muda Defrian Ardiansyah terus menjalankan usaha. Wirausaha membangun desa walau dalam keterbatasan kita mampu. Pemuda Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, telah lama menjalankan usaha budidaya jamur.
Jumlah petani jamur masih sedikit diwilayah tempatnya. Padahal memiliki lingkungan cocok buat tumbuh jamur. Defrian menyebut jumlah pembudidaya jamur masih dihitung jari. Ia pun sudah menjalankan usaha 4 tahun. Dia menjalankan budidaya ketika 2014 silam.
Menanam jamur digagas dirinya sendiri. Semua dipalajari Defrin sendiri tanpa pengalaman dulu. Dia mengatakan jamur juga tergantung musim. Perawatan musim kemarau akan susah karena jamurnya juga butuh air. Jenis jamur Defrin adalah jamur tiram karena lebih mudah.
"Serbuk gergaji, bekatul, kapur, sama jagung. Terus dicampur, disetrilkan, dikasih bibit," ucapnya coba menjelaskan kepada Desabisa.com.
Defrian telah lihai membuat log jamur. Media tanam berbentuk kantong- kantong tersebut sangatlah esensial. Jadi kita tidak menanam di tanah melainkan di kantong log. Panen jamur membutuhkan waktu 25- 30 hari.
Defrian mengatakan kendala terdapat pada air. Bila musim kemarau maka kesulitan mendapatkan air. Ia juga kesulitan memasarkan ketika panen raya. Pasalnya orang akan panen bersamaan hingga bisa melimpah ruah. Defrin jual ke pengepul atau konsumen langsung bila perlu.
Harga jamurnya Rp.10 ribu perkilogram. Dan belum memiliki rencana mengolah panennya sendiri. Ia mendapatkan modal melalui Bank BRI Simpedes. Hasil keuntungan dia tabungkan buat diputar kembali. Defrin wirausaha membangun desa bersama warga lain.
Dia tergabung dalam kelompok tani Pagergunung Jaya. Keuntungan masuk kelompok tani ialah dapat ilmu dan pemasaran. Kelompok tani tersebut fokus mengajarkan bertani jamur. Termasuk mengajak orang membangun lebih banyak kumbung (tempat jamur).