Aplikasi Video Editing Terbaik iOS

 
Perkenalkan startup yang telah sukses mengembangkan bisnisnya, Fly Labs Inc. Disuport langsung oleh The Next Web, dan jadi jawarnya memenangkan hadiah $20.000. Apa yang ditawarkan oleh perusahaan startup ini yaitu 3 aplikasi video: Fly Fast Editor, Crop on the Fly, dan Clip Video Editor. Perusahaan ini telah terbukti sukses membangun tiga aplikas editing video jadi lebih mudah. Beda dengan aplikasi lain, Fly Lab, fokus pada aplikasi berbasis iOS.

Dikutip dari The Next Web: aplikasi pertama yaitu Fly Fast Editor memastikan kamu edit video di real- time. Yap, kamu cukup mentap jari untuk memotong, menggabungkan setiap potongan jadi satu, dan mentap dan tahan agar dua video clip di dalam menghasilkan efek split. Aplikasi ini sangatlah mudah hingga dinominasikan Top Apps of 2014 oleh Apple sendiri. Lalu, ada Crop on the Fly, fungsinya agar kamu bisa memotong bagian. Ini akan memudahkan kamu dengan segala kesalahan.

Lalu, ada Clip Video Editor, dimana kamu bisa mengedit banyak video dalam satu editor. Mampu membuat editan beberapa klip dengan menumpuk klip bukannya menjejalkan mereka. Yang menarik pada akhirnya yaitu aplikasi ini menangani panjang setiap klip dan kamu dapat dengan mudah menyusun ulang klip dengan menyeret atas dan ke bawah daftar. Video di atas akan main pertama dan setiap klip, segera bawahnya akan main dan seterusnya. Kamu dapat juga menambahkan voice over dan musik juga.

Semua aplikasi ini benar-benar mengambil alur kerja yang ada dan baik menyederhanakan mereka atau memperbaiki masalah yang sebenarnya.

Proyek Internet Super Cepat Ambisius Elon Musk

 
Setelah menjalankan program SpaceX, dan mengalami sedikit kendalah, apa yang tengah ditarget oleh sang entrepreneur miliarder ini. Dia tak hanya menginginkan komunikasi cepat- murah di dunia. Musk berencana mengembangkan komunikasi ini di Mars. Dikonfirmasi bulan lalu di sela- sela program baru SpaceX, saat itu akhirnya, ia menyatakan tujuannya ini kepada Bloomberg. Dia berencana mengirim ribuan setalit di Mars.

Dalam fisinya ia tengah berhadapan langsung dengan kabel optik. Dia menyebut nantinya data tidak akan dari banyak rute, namun, mereka akan dikirim ke angkasa. Mereka akan saling berkomunikasi dari satu- ke lain satelit. Beda dengan kabel optik yang rumit bercabang di tanah. Ya, data akan melompat dari satu- ke satu satelit ini memungkinkan program seperti MySpace, data- cloud, bahkan online game lebih efisien. 

Proyek yang difokuskan untuk rumah masa depan kita di Mars.

"Kecepatan cahaya adalah 40 persen lebih cepat di ruang vakum daripada untuk serat," kata Musk. "Potensi jangka panjang adalah untuk menjadi sarana utama jarak jauh lalu lintas internet dan untuk melayani orang- orang di daerah yang jarang penduduknya." imbuhnya.

Kantor akan mulai dengan sekitar 60 orang pegawai dan akan tumbuh jadi 1.000 dalam waktu tiga sampai empat tahun. Karyawan juga akan bekerja pada SpaceX Falcon Rocket, Dragon Capsule, dan kendaraan tambahan untuk membawa berbagai perlengkapan (dan segera, orang-orang) ke ruang angkasa. 

"Kami ingin para insinyur terbaik yang baik tinggal di Seattle atau yang ingin pindah ke wilayah Seattle dan bekerja pada elektronik, perangkat lunak, struktur, dan sistem kekuasaan," kata Musk lagi. "Kami ingin atas bakat rekayasa dari semua jenis."

Siap sebenarnya Elon Musk, kami belum menulisnya tapi akan, adalah miliarder dunia yang dikenal sebagai real- life Iron Man. Fokus bisnisnya adalah pendiri sekaligus penemu perusahaan SpaceX. Dia lah orangnya yang ada dibalik konsep high- speed transportasi Hyperloop. Sementara itu apa yang dia miliki sekarang adalah rencana membangun satelitnya sendiri di bumi. Dengan koneksi sama lalu dikirim ke Mars senilai 10 miliar dollar.

Soal ambisinya tentang internet super cepat di Mars, ia belum benar- benar membuatnya. Itu semua masih lebih jauh dari panggang. Dimana dirinya belum benar- benar telah mengirim orang ke mars dan membangun koloni disana.

Sistem Sidik Jari di Samsung s6 Lebih Aman

 
Menggunakan sensor jari sebagai opsi keamanan smartphone nampaknya mulai ditinggalkan. Banyak hal yang melandasi seperti sentuhan error. Dimana kamu terkadang salah memainkan sentuhan jari, benarkan? Nah, nampaknya Samsung sadar akan hal itu. Dilansir dari laman sammobile.com, resminya, kini Samsung Galaxy s6 tak lagi menggunakan sistem sentuhan jari.

Mereka tengah mengembangkan sistem sidik jari. Yaitu sistem sentuh tekan fingerprint bukannya lagi sistem lama yaitu gesekan jari kamu di layar. Detailnya akan seperti ini, selain sistem baru untuk mengunci tombol, ada tambahan sistem lain dalam hal keamanan dan kenyamanan Samsung yaitu:

1. Fingerprint Aktifasi: verifikasi identitas pengguna dan membuka perangkat. Yaitu melalui sistem sidik jari pada layar smartphone kamu. Tidak digesek tapi cukup disentuh.

2. Web sign-in: memungkinkan pengguna untuk masuk ke website menggunakan sidik jari.

3. Verify Samsung: verifikasi identitas pengguna saat membeli konten dalam layanan Samsung

4. Modus Pribadi: ini tidak secara khusus fitur sidik jari-eksklusif, tetapi memungkinkan pengguna untuk memilih sidik jari sebagai metode unlock.

5. Pay PayPal: memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran cepat dan aman melalui akun PayPal dengan menggunakan sidik jari yang terdaftar.

Industri Tenaga Surya Amerika Menggila

 
Panel surya merupakan masa depan Indonesia. Kenapa? Karena Indonesia hanya punya dua musim. Dan beberapa tempat di Indonesia memiliki suhu kering. Bahkan sulit ditumbuhi tanaman. Kembali ke panel surya, nampaknya, Amerika tengah tergila- gila akan proyek ini. Seiring tumbuhnya bisnis panel surya, begitu pula tumbuhnya lapangan pekerjaan. Tercatat lowongan pekerjaan tumbuh 20 kali dari tahun sebelumnya.

Di Amerika, menurut The Solar Foundation, badan non- profit ini menyebut di 2014 ada 31.000 lowongan pekerjaan baru. Dimana pekerja asal Amerika sekitar 173.807 di tahun 2014, atau lebih besar 21,3 persen dari tahun sebelumnya November 2013. Bahkan solar panel ini telah mengcover 1,3% total pekerjaan di Amerika. Bahkan lebih besar dari pekerja tambang atau minyak. Menarik kan?

Total selama 4 tahun industri solar telah menghasilkan 81.000 pekerjaan. Ini belum dengan bisnis berbasis solar dimana bisa lebih. Sebut saja spa bertenaga matahari, dan lain- lain yang mungkin bisa menambah total lowongan pekerjaan.

Dua peternakan panel surya besar bahkan telah online di California, mempekerjakan sekitar 400 pekerja masing- masing. Untuk tiga kuartal pertama 2014, lebih dari sepertiga (36 persen) dari kapasitas listrik baru dibangun di AS berasal dari sistem tata surya, menurut laporan dari Asosiasi Industri Energi Matahari. Tahun ini sektor surya mengharapkan untuk menambah 36.000 lapangan kerja, menunjukkan pertumbuhan lebih pada tahun 2015, kata The Solar Foundation. 

Pada saat yang sama, industri surya khawatir bahwa jika insentif federal, investasi kredit pajak, diturunkan (itu ditetapkan untuk berakhir tapi bisa diperpanjang) dalam waktu dekat, itu bisa mengekang beberapa pertumbuhan baru- baru ini di sektor ini. Inilah pula alasan kenapa harga minyak terus turun. Namun apakah kita harus santai dengan minyak yang turun.

Hai anak muda, kenapa tak membuka industri solar sendiri, atau membuka bisnis berbasis matahari?

Mapillary Memetakan Jalanan Lebih Efektif

  
Mapillary adalah aplikasi melebihi Google Map. Perbedaan yang mencolok adalah penggunaan sumber daya manusia sebagai sumber datanya. Aplikasi ini mampu menyimpan data foto dari berbagai sumber seperti dari kamera smartphone, GoPro, atau foto dari drone, membuatnya menjadi peta jalan. Dengan perbedaan kamu akan bisa melihat keadaan jalan secara real time.

Beda dengan sistem Google Map. Mapillary menyenangkan sebuah proyek sosial media. Ada sekitar 6juta foto, dimana telah memetakan 200.000 persegi kilometer planet. Dimana perlu kamu tau awal peluncurannya menggunakan dukungan finansial sendiri. Sekarang, Sequoia Capital telah setuju memberikan dukungan finansial. Melalui investasi senilai $1,5 juta. Selain itu masih ada beberap perusahaan yang lalu memberikan suntikan invastasi kapital.

Jan Erik Solem, CEO Mapillary, percaya melalui cara komunitas. Mereka akan mampu memetakan jalan lebih cepat dan efektif dari Google Map. Itu juga lebih murah untuk perkembangan sistem street view di peta kamu. Namun, ini bisa jadi sulit, terutama ketika kita berbicara privacy pada setiap foto. Dan ada pula satu masalah seperti jika seseorang mau foto rumahnya hilang dari peta, seperti kasus Google Street di German.

Dengan menggabungkan komunitas macam sosial media. Mapillary bisa tumbuh dan berkembang. Bisa jadi lebih mentarget area lebih luas daripada konvensional ala Google Street View. Sistem lain dari aplikasi foto ini adanya sistem pengkormesilan, terutama untuk hal transportasi, konstruksi, kota dan lain- lain. Selain itu ada pula kerja sama dengan editing tool dari OpenStreetMap, jadi apapun yang ada pada Mapillary juga bisa digunakan siapa saja.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba