Toko Google Sudah Tersedia di Tottenham Inggris

 
Google membuka toko nyatanya di Inggris. Ini bukanlah pertama dari perusahaan gadget lain. Ambil contoh ialah Apple yang terlebih dahulu menjual produknya. Kini, Google yang telah memiliki produk 'nyata' sendiri dan akhirnya mulai memperhitungkan hal tersebut. Bagaimana cara menjualnya, Google punya cara sendiri yaitu melalui konsep store in store. Bekerja sama dengan jaringan toko atau retail mapan milik Currys dari PC World.

Tepatnya di kawasan Tottenham Court Road di London, akan menawarkan tutorial untuk berbagai produk miliknya sendiri. Sebut saja aneka produk Android, laptop Chromebook, dan Chromecast TV. Yang jadi menarik adalah produk Android apa yang mereka jual. Apakah perusahaan berbasis Android lain nanti bisa 'dijualkan' disana.

Perusahaan berencana untuk lebih dalam di pasaran Inggris di kawasan Fulham, London, Thurrock, dan Essex. Menawarkan konsep ramah seperti bagaimana agar pengunjung bisa mencoba.

Menurut situs Engadget: tokonya lumayan kecil, dan banyak hal yang menarik untuk anak- anak dan juga dewasa. Ada logo perusahaan dominan di depan tokonya. Lalu, adapula konsep 'doodle wall', menyajikan arena buat anak dan dewasa membuat doodle -nya sendiri. Kalau berbicara doodle dan tembok tenang ini bukan cat dinding biasa. Karena mereka menyediakan kaleng cat artificial, dimana kamu disini akan melihat sebuah layar komputer bukan tembok asli.

Untuk artikel lengkap disini.

Perusahaan Costumer Service Online Memanusiawikan

 
Kalau berbicara tentang teknologi ditambah layanan konsumen. Maka beberapa orang akan berpikir dunia serba otomatis. Beda dengan pemikiran seorang Mikkel Svane, salah satu pengusaha sukses dibidang IT. Dia melihat adanya layanan costumer service mumpuni ada pada memanusiakan. Memulai karirnya lama di bidang yang sama membuatnya agak jenuh. Bekerja dalam bisnis software untuk layanan costumer service sudah mendarah daging.

Awalnya dari kejenuhan inilah ia memutuskan membuatnya sendiri. Beda dengan apa yang ia kerjakaa disaat itu, yang ia sebut, "pengalaman sangat mengecewakan." Sistem yang tak akrab -tidak ada satupun yang tau bagaimana menggunakannya. Dalam level paling bawah mereka sama sekali tidak menangani pelanggan sebaik- baiknya.

Pria asli Denmark ini terinpirasi, tapi, itu setelah perjalanan panjangnya ke Bay Area di 1995. Seperti yang ditulis dilaman Matrix Partners, Svane mendapatkan energinya itu ketika kunjungannya ke Valley (Silicon Valley.red), semuanya tentang website begitu profilnya bercerita. Sekembali ke Denmark, dia mulai mencipta satu portal komunitas paling horizontal. Itu semuanya didapatkan dalam setahun. Sebelumnya dia adalah pendiri Caput, sebuah perusahaan fokus pada pembuatan software komunitas.

Membuat segala sesuatu untuk dasar sebuah sosial media di website. Pada 2012, dia juga diangkat menjadi Jendral Manajer pada sebuah perusahaan manajemen konsultan asal Jerman. Ketika dirinya akhirnya berada di Materna adalah jalannya berpikir tentang, "betapa menakjubkan itu ketika membangun solusi layanan pelanggan yang bekerja langsung dari kotak, sesuatu yang akan memberikan semua layanan pelanggan yang luar biasa, sesuatu yang licin, sesuatu yang indah."

Di 2007, Mikkel berkunjung ke teman- temannya dan mantan teman sekuliahnya, Alexander Aghassipour, dan Morten Primdahl untuk membangun Zendesk.

"Saya merasakan tarikan yang tak terbantahkan untuk kembali membangun produk. Saya ingin membuat hal- hal keren, hal- hal yang membuat dampak. Saya ingin mengubah cara perusahaan bekerja dengan pelanggan mereka. Ini harus personal, " jelas Mikkel kepada matrixpartners.com


Pengalaman kerja


Pengalamannya bekerja dengan Morten Primdahl di dunia industri yang sama, membuat mereka lebih tau bagaimana membangun Zendesk. Mereka telah membangun sistem komunikasi pelayanan yang sangatlah rumit untuk perusahaan- perusahaan besar. Sekarang mereka merencanakan membangun sesuatu yang bisa melayani secara manusiawi.

Mereka ingin membangun pengalaman berbeda dibanding kerja mereka sebelumnya. Bersama teman kerja baru, Alexander Aghassipour, yang bergabung dan di 2007 bersama mereka membangun layanan pelanggan (costumer service) yang lebih 'simple'. Layanan Zendesk sangatlah mudah, bisa diakses tingkatan industri apapun, dan didukung konsep data cloud. Mereka membangun sistem baru bagi mereka perusahaan yang nyaman dengan internet.

Terbukti sudah banyak perusahaan internet menggunakan sistemnya. Sebut saja perusahaan Uber, Pinterest, Red Bull dan Adobe.

Zendesk fokus pada pelayanan jika sesorang memintanya, tapi pada level tetap membangun komunikasi. Jelasnya mereka siap melakukan diskusi personal dengan pelanggan. Tak masalah sampai kapan, bagaimana Zendesk mampu membangun komunikasi, kesemuanya untuk membangun sentuhan. Setiap yang dilakukan oleh mereka adalah membangun koneksi.

Pelanggan menyukai Zendesk itulah faktanya. Sangat menyukai bahkan membuatnya pindah dari Denmark ke Amerika Serikat. Itu hanya dua tahun selepas dia meluncurkan bisnisnya. Perusahaan itu tumbuh untuk membangun costumer service. Mereka membangun kategori baru. Mereka membangun bagaimana agar pelanggan menjadi apa yang mereka inginkan. 

Mereka melihat bahwasanya costumer service bisa menjadi bisnis ketika banyak orang frustasi, tak bisa menyampaikan opini, dan merasa tidak dekat secara hati ke hati. Saat ini lebih dari 65 juta orang di 137 negara menerima dukungan dari departemen layanan pelanggan Zendesk. Perusahaan pernah meningkatkan kehadiran global dengan kantor di London, Melbourne, dan Kopenhagen dan sekarang total lebih dari 200 karyawan.

Zendesk, perusahaan yang bertempat di San Fransisco ini, baru saja memenangkan IPO untuk pelepasan saham. Dengan kode ZEN (NASDAQ), sebuah perusahaan costumer service yang sangatlah diandalkan meski mereka berteknologi tapi tetap memanusiawi.

Entrepreneur Dibalik Aplikasi Kalender Windows 10


Hidup sebagai developer membuat Pierre Valade selalu berpikir out the box. Seorang entrepreneur, yang menciptakan peluang dimana pun dan kapanpun. Dikenal sebagai internet entrepreneur sudah banyak yang telah ia lakukan. Yang terbaru ialah dia menciptakan sebuah aplikasi cross- platform atau apapun smartphone kamu, baik iPhone atau Android.

Dia lah pencipta Sunrise yang kemudian dibeli oleh Microsoft untuk proyek terbarunya. Dia adalah sosok dibalik aplikasi kalender terbaru dari Windows 10.

Valade kelahiran Prancis pindah ke New York sebagai penemu. Dia bekerja sebagai teknisi software di sebuah perusahaan game, FreshPlanet. Merupakan lulusan ilmu komputer S2 atau master dari Ecole des Ponts ParisTech. Kemudian diakhir- akhir tahun sebelum lulus ia menyembaptkan diri kuliah kembali. Kali ini ia berkuliah di Stanford dengan jurusan desain. Sebuah Design Thinking agaknya menjadi alasanya masuk menjadi developer.

Pada Februari 2013, ia menciptakan aplikasi untuk Foursquare bernama Agora, disana pula ia mendapat perhatian CEO Foursquare Dennis Crowley. Nah, pas Juni 2003, ia secara resmi menjadi desainer di tim produksi mereka.

Pada 2013, Valade bersama Jeremy Le Van, bersama mendirikan startup miliknya sendiri. Ketika itu Sunrise masih dalam pengembangan dengan aneka investasi. Di Februari 2015, atau dua tahun kemudian, Microsoft membeli Sunrise senilai $100 juta.

Aplikasi kalender


Berbicara tentang aplikasi kalender, saat memulai, di pasaran sudah banyak menjamur aplikasi serupa. Tapi berkat konsep berbeda membuat Sunrise lebih menonjol. Untuk pertama kali diluncurkan untuk pasaran produk iPhone, yang mana fokus pada pengalaman pengguna dan desain apik. Terang- terangan Valade yakin pada pasaran aplikasi kalendernya.

"Untuk saat ini, produk pertama kami adalah aplikasi iPhone - lebih luas, kita benar-benar membangun produk yang membuat kalender sederhana, lebih berguna dan yang mampu memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat, " kata co-founder Pierre Valade dalam satu wawancara.


Dia bersama Le Van merupakan mantan desainer Foursquare. Ketika itu perusahaan meluncurkan sebuah aplikasi kalender sendiri tepat tiga bulan sebelum keduanya keluar. Mereka keluar dan masih mengerjakan aplikasinya sendiri Sunrise ketika kantornya sudah berbisnis ini. Ini karena ada berbagai perbaikan yang perlu diperhatikan jelasnya. Dengan bermodal desain yang apik membuatnya tetap bertahan hingga sekarang.

Jika berbicara tentang aplikasi lain, Valade mengaku, ini tentang pendekatan berbasis desain. Disisi lain, mereka yang pesaingnya tak memiliki server sendiri. Sangatlah indah sehingga menjadi puncak di aplikasi iOS khusus kalender.

Baginya masalah utama dalam aplikasi khusus kalender adalah pada 'kertasnya'. Semuanya tentang apa yang kamu tulis di kalender tanpa menyentuh sumber lain. Dari segi desain tidaklah semudah yang kamu akan bayangkan. Susahnya bagaimana agar tidak terlihat seperti apa yang biasa kita lihat. Sepi, tidak ada apa- apa, dengan desain sangatlah sederhana, "pengguna kebanyakan tidak senang dengan kalender mereka sekaran."

Apakah yang membuat aplikasi milik Valede hebat bahkan dibeli mahal oleh Microsoft -desainya yang hebat. Itulah kiranya apa yang ia sebutkan dalam sebuah wawancara bersama TechCrunch. Sunrise tak masalah untuk 'berkolaborasi' dengan aplikasi kalender lain. Maksudnya bisa mengambil data dari pihak luar diluar apa yang kamu tulis di kalender biasanya. Informasi dan user friendly menjadi fokus. Sebagai contohnya ia menyebut Sunrise bisa terintegrasi dengan Google Calender dan Facebook.

Kamu bisa masuk ke event di Facebook atau Google Calander melalui Sunrise tanpa menutup aplikasinya. Ia mengaku bisnisnya adalah membuat pertaruhan. Ini seperti mencoba mengambil alih pengguna yang sudah nyaman dengan aplikasi sebelumnya atau bawaan dari smartphone. Tapi Sunrise memberikan informasi lebih dari apa yang kamu tulis. Sebut saja seperti informasi penjualan tiket, pemesanan hotel, profil Facebook akan ada di kalender baru kamu Sunrise.

Bahkan, ia mengatakan akan ada koneksi dengan penyimpanan cloud! Mereka ingin masuk lebih dalam ke platform lain, lebih banyak lagi. "Kami adalah perfeksionis dan ada beberapa hal yang perlu kita poles. Memecahkan masalah inti adalah prioritas utama kami sebelum berpikir tentang fitur baru. Kami memiliki pendekatan desain berorientasi," ujarnya kepada TechCrunch.

Dalam prespektif Sunrise lebih seksi. Dia menyebut kamu tak perlu memasukan informasi secara manual jika kamu mau. Bahkan ia menyebut kamu bisa mengetahui siapa yang akan kamu ketehaui tanpa masuk ke halaman web mereka (sosial media.red).

"Saya pikir itu adalah tren yang menarik. Orang-orang seperti kita yang menangani pengalaman yang telah ditentukan seperti kalender atau pemesanan hotel atau tiket pesawat dan mengubahnya dengan menggunakan pendekatan berorientasi desain," jelasnya kembali.

Dowload iPhone

Download Android

Android Lollipop 5.1 Inikah Kelebihannya

 
Ada banyak hal bisa dilakukan Android terbaru. Update Lollipop 5.0 menjadi Lollipop 5.1, apa yang bisa kita dapat. Menurut berbagai pemberita online. Dikatakan bahwa faktor paling berubah dalam Android ini ialah kemampuanya untuk mengatasi kemalingan. Konsepnya merupakan jawaban dari Apple's Activation Lock. Dikatakan bahwasanya siapapun yang memagang Android kamu tidak akan berguna. Tanpa adanya aktifiasi berupa akun Google.

"Dengan perlindungan perangkat, jika perangkat anda hilang atau dicuri akan tetap terkunci sampai anda masuk dengan akun Google Anda -. Bahkan jika seseorang me-reset perangkat ke pengaturan pabrik"

Sayangnya, ini bisa berarti, bahwasanya ketika kamu masuk Android kamu; kamu butuh koneksi internet. Entah konsepnya seperti apa, tapi yang pasti untuk gadget Nexus 6 dan Nexus 9 serta seri diatas, aplikasi bernama Device Protection akan hadir untuk 'kebanyakan' Android dan tablet Android 5.1 serta selanjutnya. Apalagi yang baru yaitu adanya suport untuk multi- SIM Cards. Adapula supor audio HD dengan segala perbaikan di kekurangannya.

6 Hal Perlu Kamu Tau Tentang Apple Watch dan MacBook Minggu ini

 
Apa yang akan kamu dapat dari gadget terbaru Apple tahun ini. Jika kamu mengikuti berita- berita teknologi maka 100% kalian akan melihat hal sama. Apalagi kalau bukan dua produk Apple terbaru yang sudah ditunggu penggemarnya. Mulai dari jam pintar Apple dan update terbaru untuk MacBook. Nah, kalau mau tau apa saja yang kamu dapat dari semua apa yang di internet. 

Berikut rekapitulasi tentang 'booming' Apple Watch dan MacBook:

1. Apple Watch adalah fashion

Tak lagi fokus cuma pada pengembangan aplikasinya atau hardware -nya. Ternyata Apple juga fokus pada bagaimana menjualnya. Tak tanggung- tanggung mereka mengeluarkan 3 model; yaitu the Sport, the Apple Watch, the Apple Watch Edition. Yang termurah, ya, jam tangan Apple paling murah yah the Sport, dimana kita mendapatkan bahan alumunium anodized. The Sport memiliki ukuran $349 untuk 38mm dan $399 untuk 42mm.

Untuk model the Apple Watch akan menghadirkan bahan stainless steel seharga $549 untuk 38mm dan $599 untuk 42mm, dan bisa saja lebih mahal sampai angka $1.000 -an tergantung dari bahannya. Terakhir adalah model Apple Watch Edition yang jadi paling mahal. Pasalnya perlu kamu tau ini terbuat dari bahan emas 18 karat untuk versi Gold -nya, yang mana dikisarah harga $18.000. Jangan terlalu berharap karena harga emas tidak termasuk dalam teknologinya yang mahal.

2. Apple Watch adalah alat James Bond

Jika ditanya aplikasi apa yang jadi pilihan di Apple watch kamu. Maka kamu tak akan serba kekurangan, ada aplikasi Uber untuk layanan taksi, layanan pesawat dengan Passbook, membuka garasi otomatis dengan aplikasi Alarm.com. Namun, kebanyakan akan fokus pada fitness atau kesehatan.

3. Apple Watch bukan untuk JAM TANGAN

Bayangkan meski sudah termasuk baterai terlama, menurut The Verge, Apple Watch cuma punya baterai untuk 18 jam atau sangat borong dibanding jam tangan umumnya. Membeli Apple Watch sama saja kamu membeli smartphone baru. Keduanya sama- sama punya jam tapi bukan untuk dipantengi setiap hari.

4. Apple Watch punya alat penelitian

Tak mau tanggung sebagai alat utama kesehatan. Apple meluncurkan konsep Research Kit, yang dimaksud buat para penderita penyakit khusus. Dalam reviemnya ada alat Parkinson dan kangker payudara. Disini kita akan bisa mendapatkan survei dan test medis mudah untuk memperikarakan. Melalui persetujuan pengguna, maka aplikasi bisa mengakses data kesehatan kita dari berat badan sampai tekanan darah.

Mungkin ini bukan hal baru karena sudah ada developer yang mengembangkan tapi jangan salah siapa yang jadi patner Apple. Sekolah Oxford disebut ikut serta dalam pengembangan aplikasi ini dan juga ada rumah sakit Mount Sinai. Ditekankan oleh Apple, mereka tak akan mengambil data, jika kita tak memberikan ijin bagi si aplikasi ini.

5. MacBook update minimalis

Mungkin cuma perubahan sedikit tentang laptop MacBook yang satu ini. Tapi akan lebih berkesan karena nampaknya Apple sudah lah melankolis. Artinya MacBook tak berubah total cuma berubah pada sisi- sisinya saja, mungkin sebagai bukti betapa pentingnya brand Mac.

Tubuhnya sekarang lebih luas dari keyboardnya, membuat tombol- tombol yang lebih pakem, mensuport gestur kita lebih baik. Adapula tambahan pilihan rasa Gold atau 'space gray'. Untuk USB kamu akan sedikit kecewa karena MacBook Pro baru terlah tersedia dengan USB- C yang mana sangat mungil dibanding USB kita temukan umum di Indonesia, mungkin seukuran colokan di smartphone.

6. MacBook baru cuma satu colokan

Yap, kita cuma diberikan USB Port Type- C yang super kecil dan itupun cuma satu disisi laptop. Mungkin ini dampak dari Apple menipiskan si MacBook sendiri. Atau, memang mereka mencoba menghilangkan kertegantungan akan perangkat lain di luar Apple. Secara umum, kamu akan membutuhkan koneksi Wireless untuk produk MacBook terbaru ini, untuk berbagi file dan lain- lain. Dan menariknya, Apple sudah sedia dengan produk terpisah, yaitu kabel data khusus untuk carger dan berbagi file.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba