Entrepreneur Dibalik Aplikasi Kalender Windows 10


Hidup sebagai developer membuat Pierre Valade selalu berpikir out the box. Seorang entrepreneur, yang menciptakan peluang dimana pun dan kapanpun. Dikenal sebagai internet entrepreneur sudah banyak yang telah ia lakukan. Yang terbaru ialah dia menciptakan sebuah aplikasi cross- platform atau apapun smartphone kamu, baik iPhone atau Android.

Dia lah pencipta Sunrise yang kemudian dibeli oleh Microsoft untuk proyek terbarunya. Dia adalah sosok dibalik aplikasi kalender terbaru dari Windows 10.

Valade kelahiran Prancis pindah ke New York sebagai penemu. Dia bekerja sebagai teknisi software di sebuah perusahaan game, FreshPlanet. Merupakan lulusan ilmu komputer S2 atau master dari Ecole des Ponts ParisTech. Kemudian diakhir- akhir tahun sebelum lulus ia menyembaptkan diri kuliah kembali. Kali ini ia berkuliah di Stanford dengan jurusan desain. Sebuah Design Thinking agaknya menjadi alasanya masuk menjadi developer.

Pada Februari 2013, ia menciptakan aplikasi untuk Foursquare bernama Agora, disana pula ia mendapat perhatian CEO Foursquare Dennis Crowley. Nah, pas Juni 2003, ia secara resmi menjadi desainer di tim produksi mereka.

Pada 2013, Valade bersama Jeremy Le Van, bersama mendirikan startup miliknya sendiri. Ketika itu Sunrise masih dalam pengembangan dengan aneka investasi. Di Februari 2015, atau dua tahun kemudian, Microsoft membeli Sunrise senilai $100 juta.

Aplikasi kalender


Berbicara tentang aplikasi kalender, saat memulai, di pasaran sudah banyak menjamur aplikasi serupa. Tapi berkat konsep berbeda membuat Sunrise lebih menonjol. Untuk pertama kali diluncurkan untuk pasaran produk iPhone, yang mana fokus pada pengalaman pengguna dan desain apik. Terang- terangan Valade yakin pada pasaran aplikasi kalendernya.

"Untuk saat ini, produk pertama kami adalah aplikasi iPhone - lebih luas, kita benar-benar membangun produk yang membuat kalender sederhana, lebih berguna dan yang mampu memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat, " kata co-founder Pierre Valade dalam satu wawancara.


Dia bersama Le Van merupakan mantan desainer Foursquare. Ketika itu perusahaan meluncurkan sebuah aplikasi kalender sendiri tepat tiga bulan sebelum keduanya keluar. Mereka keluar dan masih mengerjakan aplikasinya sendiri Sunrise ketika kantornya sudah berbisnis ini. Ini karena ada berbagai perbaikan yang perlu diperhatikan jelasnya. Dengan bermodal desain yang apik membuatnya tetap bertahan hingga sekarang.

Jika berbicara tentang aplikasi lain, Valade mengaku, ini tentang pendekatan berbasis desain. Disisi lain, mereka yang pesaingnya tak memiliki server sendiri. Sangatlah indah sehingga menjadi puncak di aplikasi iOS khusus kalender.

Baginya masalah utama dalam aplikasi khusus kalender adalah pada 'kertasnya'. Semuanya tentang apa yang kamu tulis di kalender tanpa menyentuh sumber lain. Dari segi desain tidaklah semudah yang kamu akan bayangkan. Susahnya bagaimana agar tidak terlihat seperti apa yang biasa kita lihat. Sepi, tidak ada apa- apa, dengan desain sangatlah sederhana, "pengguna kebanyakan tidak senang dengan kalender mereka sekaran."

Apakah yang membuat aplikasi milik Valede hebat bahkan dibeli mahal oleh Microsoft -desainya yang hebat. Itulah kiranya apa yang ia sebutkan dalam sebuah wawancara bersama TechCrunch. Sunrise tak masalah untuk 'berkolaborasi' dengan aplikasi kalender lain. Maksudnya bisa mengambil data dari pihak luar diluar apa yang kamu tulis di kalender biasanya. Informasi dan user friendly menjadi fokus. Sebagai contohnya ia menyebut Sunrise bisa terintegrasi dengan Google Calender dan Facebook.

Kamu bisa masuk ke event di Facebook atau Google Calander melalui Sunrise tanpa menutup aplikasinya. Ia mengaku bisnisnya adalah membuat pertaruhan. Ini seperti mencoba mengambil alih pengguna yang sudah nyaman dengan aplikasi sebelumnya atau bawaan dari smartphone. Tapi Sunrise memberikan informasi lebih dari apa yang kamu tulis. Sebut saja seperti informasi penjualan tiket, pemesanan hotel, profil Facebook akan ada di kalender baru kamu Sunrise.

Bahkan, ia mengatakan akan ada koneksi dengan penyimpanan cloud! Mereka ingin masuk lebih dalam ke platform lain, lebih banyak lagi. "Kami adalah perfeksionis dan ada beberapa hal yang perlu kita poles. Memecahkan masalah inti adalah prioritas utama kami sebelum berpikir tentang fitur baru. Kami memiliki pendekatan desain berorientasi," ujarnya kepada TechCrunch.

Dalam prespektif Sunrise lebih seksi. Dia menyebut kamu tak perlu memasukan informasi secara manual jika kamu mau. Bahkan ia menyebut kamu bisa mengetahui siapa yang akan kamu ketehaui tanpa masuk ke halaman web mereka (sosial media.red).

"Saya pikir itu adalah tren yang menarik. Orang-orang seperti kita yang menangani pengalaman yang telah ditentukan seperti kalender atau pemesanan hotel atau tiket pesawat dan mengubahnya dengan menggunakan pendekatan berorientasi desain," jelasnya kembali.

Dowload iPhone

Download Android

Android Lollipop 5.1 Inikah Kelebihannya

 
Ada banyak hal bisa dilakukan Android terbaru. Update Lollipop 5.0 menjadi Lollipop 5.1, apa yang bisa kita dapat. Menurut berbagai pemberita online. Dikatakan bahwa faktor paling berubah dalam Android ini ialah kemampuanya untuk mengatasi kemalingan. Konsepnya merupakan jawaban dari Apple's Activation Lock. Dikatakan bahwasanya siapapun yang memagang Android kamu tidak akan berguna. Tanpa adanya aktifiasi berupa akun Google.

"Dengan perlindungan perangkat, jika perangkat anda hilang atau dicuri akan tetap terkunci sampai anda masuk dengan akun Google Anda -. Bahkan jika seseorang me-reset perangkat ke pengaturan pabrik"

Sayangnya, ini bisa berarti, bahwasanya ketika kamu masuk Android kamu; kamu butuh koneksi internet. Entah konsepnya seperti apa, tapi yang pasti untuk gadget Nexus 6 dan Nexus 9 serta seri diatas, aplikasi bernama Device Protection akan hadir untuk 'kebanyakan' Android dan tablet Android 5.1 serta selanjutnya. Apalagi yang baru yaitu adanya suport untuk multi- SIM Cards. Adapula supor audio HD dengan segala perbaikan di kekurangannya.

6 Hal Perlu Kamu Tau Tentang Apple Watch dan MacBook Minggu ini

 
Apa yang akan kamu dapat dari gadget terbaru Apple tahun ini. Jika kamu mengikuti berita- berita teknologi maka 100% kalian akan melihat hal sama. Apalagi kalau bukan dua produk Apple terbaru yang sudah ditunggu penggemarnya. Mulai dari jam pintar Apple dan update terbaru untuk MacBook. Nah, kalau mau tau apa saja yang kamu dapat dari semua apa yang di internet. 

Berikut rekapitulasi tentang 'booming' Apple Watch dan MacBook:

1. Apple Watch adalah fashion

Tak lagi fokus cuma pada pengembangan aplikasinya atau hardware -nya. Ternyata Apple juga fokus pada bagaimana menjualnya. Tak tanggung- tanggung mereka mengeluarkan 3 model; yaitu the Sport, the Apple Watch, the Apple Watch Edition. Yang termurah, ya, jam tangan Apple paling murah yah the Sport, dimana kita mendapatkan bahan alumunium anodized. The Sport memiliki ukuran $349 untuk 38mm dan $399 untuk 42mm.

Untuk model the Apple Watch akan menghadirkan bahan stainless steel seharga $549 untuk 38mm dan $599 untuk 42mm, dan bisa saja lebih mahal sampai angka $1.000 -an tergantung dari bahannya. Terakhir adalah model Apple Watch Edition yang jadi paling mahal. Pasalnya perlu kamu tau ini terbuat dari bahan emas 18 karat untuk versi Gold -nya, yang mana dikisarah harga $18.000. Jangan terlalu berharap karena harga emas tidak termasuk dalam teknologinya yang mahal.

2. Apple Watch adalah alat James Bond

Jika ditanya aplikasi apa yang jadi pilihan di Apple watch kamu. Maka kamu tak akan serba kekurangan, ada aplikasi Uber untuk layanan taksi, layanan pesawat dengan Passbook, membuka garasi otomatis dengan aplikasi Alarm.com. Namun, kebanyakan akan fokus pada fitness atau kesehatan.

3. Apple Watch bukan untuk JAM TANGAN

Bayangkan meski sudah termasuk baterai terlama, menurut The Verge, Apple Watch cuma punya baterai untuk 18 jam atau sangat borong dibanding jam tangan umumnya. Membeli Apple Watch sama saja kamu membeli smartphone baru. Keduanya sama- sama punya jam tapi bukan untuk dipantengi setiap hari.

4. Apple Watch punya alat penelitian

Tak mau tanggung sebagai alat utama kesehatan. Apple meluncurkan konsep Research Kit, yang dimaksud buat para penderita penyakit khusus. Dalam reviemnya ada alat Parkinson dan kangker payudara. Disini kita akan bisa mendapatkan survei dan test medis mudah untuk memperikarakan. Melalui persetujuan pengguna, maka aplikasi bisa mengakses data kesehatan kita dari berat badan sampai tekanan darah.

Mungkin ini bukan hal baru karena sudah ada developer yang mengembangkan tapi jangan salah siapa yang jadi patner Apple. Sekolah Oxford disebut ikut serta dalam pengembangan aplikasi ini dan juga ada rumah sakit Mount Sinai. Ditekankan oleh Apple, mereka tak akan mengambil data, jika kita tak memberikan ijin bagi si aplikasi ini.

5. MacBook update minimalis

Mungkin cuma perubahan sedikit tentang laptop MacBook yang satu ini. Tapi akan lebih berkesan karena nampaknya Apple sudah lah melankolis. Artinya MacBook tak berubah total cuma berubah pada sisi- sisinya saja, mungkin sebagai bukti betapa pentingnya brand Mac.

Tubuhnya sekarang lebih luas dari keyboardnya, membuat tombol- tombol yang lebih pakem, mensuport gestur kita lebih baik. Adapula tambahan pilihan rasa Gold atau 'space gray'. Untuk USB kamu akan sedikit kecewa karena MacBook Pro baru terlah tersedia dengan USB- C yang mana sangat mungil dibanding USB kita temukan umum di Indonesia, mungkin seukuran colokan di smartphone.

6. MacBook baru cuma satu colokan

Yap, kita cuma diberikan USB Port Type- C yang super kecil dan itupun cuma satu disisi laptop. Mungkin ini dampak dari Apple menipiskan si MacBook sendiri. Atau, memang mereka mencoba menghilangkan kertegantungan akan perangkat lain di luar Apple. Secara umum, kamu akan membutuhkan koneksi Wireless untuk produk MacBook terbaru ini, untuk berbagi file dan lain- lain. Dan menariknya, Apple sudah sedia dengan produk terpisah, yaitu kabel data khusus untuk carger dan berbagi file.

Tablet Masuk Kurikulum 2016


Udah dengar kalau pemerintah merencanakan penggunaan iPad di kurikulum baru. Kenyataanya kita telah tertinggal jauh di negara lain. Disisi lain, tau kah kamu, kalau menggunakan iPad atau tablet milik Apple itu butuh ID Name? Nah, dengan banyaknya penggunaan tablet utamanya dari pihak sekolah. Baru- baru ini perusahaan Apple menghilangkan syarat tersebut. Jika sebelumnya pihak sekolahan akan kesulitan untuk mendowload di iTunes. Ketika sebelumnya harus memasukan username dan password; kini tidak perlu.

Kita tinggal masuk saja tanpa menggunakan Apple IDs. Tapi jangan senang buat yang punya tablet Apple untuk pribadi. Karena Apple cuma membatasi aturan baru diatas cuma buat sekolah. Bayangkan saja jika kamu administrasi sekolah. Kamu punya ratusan tablet untuk anak, harus membagi data anak, dan mungkin saja bisa terjadi hal- hal tak menguntungkan. Termasuk hal pribadi si anak sendiri yang menggunakan tablet khusus milik sekolah.

Dikutip dari laman The Verge, diambil dari 9to5mac.com dan macrumors.com, Apple memungkinkan admin dari sekolah untuk berkomunikasi. Untuk admin sekolah bisa mensetting Apple -nya ke setting di iTunes itu. Menariknya karena admin bisa mensetting tanpa harus membuka tablet satu per- satu. Disisi lain, ada satu masalah, karena pihak sekolah tidak diperbolehkan untuk tidak mengaktifkan menu download.

Sebagai gantinya administrasi sekolah tidak bisa mengontrol download; untuk anak dibawah 13 tahun, tidak diperbolehkan menggunakan fitur diatas. Artinya anak dibawah 13 tahun akan tetap menggunakan Apple IDs tapi membutuhkan persetujuan orang tua. Entah bagaimana nanti jadinya kami kurang mengerti tentang caranya. Yang pasti di 2016, Apple mencoba masuk ke ranah pendidikan, dengan tentu tetap mengambil keuntungan dari downloadnya.

Sedikit melonggarkan disana, lalu mengencangkan disini; Apple tetap tak mau kehilangan pasar iTunes -nya.

Kacamata Game Ala HTC Membuat Kamu Masuk Lebih Dalam


Jika kita masih berkutat dengan smartphone atau masih terkagum- kagum dengan teknologinya; beda di luar sana. Kita sedang membicarakan VR atau virtual reality, sebuah gadget yang menghadirkan dunia virtual ke depan kamu. Mungkin kamu familiar dengan Oculus Rift. Yang mana merupakan dunia virtual dalam dunia game. Sejak awal diciptakan produk yang satu ini memang fokus pada dunia game.

Tujuan berbeda tapi merupakan langkah awal bagi produk- produk sejenis. Lalu munculah produk lain yang bernama Samsung VR. Meski pada awalnya terlihat pesimis bahwa menggunakan smartphone bukan satu pilihan. Kanyataanya produk Samsung satu ini mendapatkan perhatian khusus dan dapat diacungi jempol. Ini bukan cuma soal memasang smartphone kita didapan muka kita. Beda Oculus dan Samsung, meski kedua produk menawarkan hal sama, beda media penerapannya.

Pada sebuah acara bernama MWC (Mobile World Congress) banyak produsen menawarkan produk- produk turunan Oculus VR. Memang mereka menawarkan hal berbeda dengan aslinya. Namun, sekali lagi Samsung disana jadi lebih keren. Alasannya karena Samsung menawarkan mobile atau kita bebas menenteng headset dan smartphone, pasang, dan kita bisa menjadi seperti orang aneh di tengah perjalanan. Disisi lain, eh ternyata, dalam kongres tersebut ada produk karya HTC.

Diam- diam HTC telah bekerja sama dengan perusahaan bernama Velve. Ketika Samsung Gear VR menawarkan satu alat dengan dua varian: pakai Galaxy S6 atau S6 Edge. HTC Velve menawarkan tidak menggunakan smartphone miliknya; tapi seperti Oculus yang menggunakan PC. Beda teknologi dimana kita dan Oculus membutuhkan kontroler tangan untuk bermain game. Atau, lain halnya Samsung Gear VR yang menggunakan touchpad dan gerakan kepala.

HTC menawarkan sensor seluruh tubuh. Tepatnya kita disuguhi teknologi sensorik sekujur tubuh. Tujuannya untuk memastikan kamu bisa masuk ke dalam. 'Zero percent of people' yang berarti kita bisa masuk ke dunia digital. Kalau ada simulasi memasak dalam dunia digital, kita benar- benar seolah menggunakan kedua tangan kita. Katanya berasa seperti memasak, memegang, dan menggerakan lengan sendiri. Tentu beda yang ada di film (belum saja) dimana kamu bisa merasakan sakit dan sensasi lain; HTC belum.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba