Tablet Masuk Kurikulum 2016


Udah dengar kalau pemerintah merencanakan penggunaan iPad di kurikulum baru. Kenyataanya kita telah tertinggal jauh di negara lain. Disisi lain, tau kah kamu, kalau menggunakan iPad atau tablet milik Apple itu butuh ID Name? Nah, dengan banyaknya penggunaan tablet utamanya dari pihak sekolah. Baru- baru ini perusahaan Apple menghilangkan syarat tersebut. Jika sebelumnya pihak sekolahan akan kesulitan untuk mendowload di iTunes. Ketika sebelumnya harus memasukan username dan password; kini tidak perlu.

Kita tinggal masuk saja tanpa menggunakan Apple IDs. Tapi jangan senang buat yang punya tablet Apple untuk pribadi. Karena Apple cuma membatasi aturan baru diatas cuma buat sekolah. Bayangkan saja jika kamu administrasi sekolah. Kamu punya ratusan tablet untuk anak, harus membagi data anak, dan mungkin saja bisa terjadi hal- hal tak menguntungkan. Termasuk hal pribadi si anak sendiri yang menggunakan tablet khusus milik sekolah.

Dikutip dari laman The Verge, diambil dari 9to5mac.com dan macrumors.com, Apple memungkinkan admin dari sekolah untuk berkomunikasi. Untuk admin sekolah bisa mensetting Apple -nya ke setting di iTunes itu. Menariknya karena admin bisa mensetting tanpa harus membuka tablet satu per- satu. Disisi lain, ada satu masalah, karena pihak sekolah tidak diperbolehkan untuk tidak mengaktifkan menu download.

Sebagai gantinya administrasi sekolah tidak bisa mengontrol download; untuk anak dibawah 13 tahun, tidak diperbolehkan menggunakan fitur diatas. Artinya anak dibawah 13 tahun akan tetap menggunakan Apple IDs tapi membutuhkan persetujuan orang tua. Entah bagaimana nanti jadinya kami kurang mengerti tentang caranya. Yang pasti di 2016, Apple mencoba masuk ke ranah pendidikan, dengan tentu tetap mengambil keuntungan dari downloadnya.

Sedikit melonggarkan disana, lalu mengencangkan disini; Apple tetap tak mau kehilangan pasar iTunes -nya.

Kacamata Game Ala HTC Membuat Kamu Masuk Lebih Dalam


Jika kita masih berkutat dengan smartphone atau masih terkagum- kagum dengan teknologinya; beda di luar sana. Kita sedang membicarakan VR atau virtual reality, sebuah gadget yang menghadirkan dunia virtual ke depan kamu. Mungkin kamu familiar dengan Oculus Rift. Yang mana merupakan dunia virtual dalam dunia game. Sejak awal diciptakan produk yang satu ini memang fokus pada dunia game.

Tujuan berbeda tapi merupakan langkah awal bagi produk- produk sejenis. Lalu munculah produk lain yang bernama Samsung VR. Meski pada awalnya terlihat pesimis bahwa menggunakan smartphone bukan satu pilihan. Kanyataanya produk Samsung satu ini mendapatkan perhatian khusus dan dapat diacungi jempol. Ini bukan cuma soal memasang smartphone kita didapan muka kita. Beda Oculus dan Samsung, meski kedua produk menawarkan hal sama, beda media penerapannya.

Pada sebuah acara bernama MWC (Mobile World Congress) banyak produsen menawarkan produk- produk turunan Oculus VR. Memang mereka menawarkan hal berbeda dengan aslinya. Namun, sekali lagi Samsung disana jadi lebih keren. Alasannya karena Samsung menawarkan mobile atau kita bebas menenteng headset dan smartphone, pasang, dan kita bisa menjadi seperti orang aneh di tengah perjalanan. Disisi lain, eh ternyata, dalam kongres tersebut ada produk karya HTC.

Diam- diam HTC telah bekerja sama dengan perusahaan bernama Velve. Ketika Samsung Gear VR menawarkan satu alat dengan dua varian: pakai Galaxy S6 atau S6 Edge. HTC Velve menawarkan tidak menggunakan smartphone miliknya; tapi seperti Oculus yang menggunakan PC. Beda teknologi dimana kita dan Oculus membutuhkan kontroler tangan untuk bermain game. Atau, lain halnya Samsung Gear VR yang menggunakan touchpad dan gerakan kepala.

HTC menawarkan sensor seluruh tubuh. Tepatnya kita disuguhi teknologi sensorik sekujur tubuh. Tujuannya untuk memastikan kamu bisa masuk ke dalam. 'Zero percent of people' yang berarti kita bisa masuk ke dunia digital. Kalau ada simulasi memasak dalam dunia digital, kita benar- benar seolah menggunakan kedua tangan kita. Katanya berasa seperti memasak, memegang, dan menggerakan lengan sendiri. Tentu beda yang ada di film (belum saja) dimana kamu bisa merasakan sakit dan sensasi lain; HTC belum.

Sejarah Singkat Samsung Virtual Reality

 
Pernah berpikir bagaimana kamu bisa masuk ke dalam dunia maya. Bagaimana kamu bisa seperti cerita- cerita fiksi, seperti halnya Tony Stark. Tau kah kamu Samsung sukses meluncurkan teknologi tersebut. Dan beberapa orang menyebutnya meniru produk Oculus Rift. Kanyataanya dilansir dari laman resmi Samsung menyebut bahwa Samsung telah mencoba mengaplikasikan. Akhinya di IFA 2014, produk pertama siap, dan memberikan persepsi 360 derajat.

Virtual reality membutuhkan teknologi canggih tentang sensor. Tidak cuma sensor pada mata tapi tubuh pada akhirnya. Teknologi VR (Virtual Reality) awalnya cuma diproduksi beberapa orang. Kemudian cuma bisa  untuk dikoneksikan dengan PC. Butuh sesuatu untuk membuatnya lebih umum pendapat kami. Awalnya VR milik Samsung dikenal sebagai HMD yang berbasis pada mobile phone. Pada Januari 2005, akhirnya, saat itu perusahaan Samsung berhasil mendapat paten.

Pada saat itu, dalam blog Samsung, produk HMD atau Headed Mounted Displays menggunakan ponsel yang berbentuk shell. Itu loh handphone jadul yang bisa dilipat. Namun, untuk produk HMD mereka saat itu menggunakan handphone khusus yang punya dua layar diantara kedua sisinya.

Sayangnya tampilan itu belum memuaskan dan cukup maju. Mungkin menurut kami belum seperti apa- apa yang kita lihat di film Hollywood. Samsung akhinya fokus pada VR dan HMD secara spesifik. Dan, ketika itu di tahun 2013, Samsung Galaxy S4 akhirnya pun diluncurkan. Sebagai tanggapan tim khusus akhirnya melihat si Galaxy S4 sebagai satu bahan. Setelah beruapaya keras akhirnya produk pertama dibangun yang saat itu menggunakan Galaxy S4.

Dengan tampilah HD, teknologi yang sekuat PC, dan mobilitas khas smartphone, membuat Samsung satu hal berbeda dengan VR sebelumnya.

Pada awal ketika kita dan Oculus bekerja sama, ada perbedaan besar antara dua konsep perangkat," kata Joo NamKung (perencanaan produk, Samsung Electronics). Oculus telah berkonsentrasi pada game dan Samsung ingin fokus pada konten hiburan termasuk musik, video, dan apapun termasuk game. Selain itu produk Oculus, sebagai ahli VR adalah HMD berbasis PC, mereka tidak memiliki banyak pengalaman berurusan dengan smartphone ujarnya.

Artikel asli

Amazon Buka Toko di China Melalui Alibaba

 
Amazon.com adalah musuh Alibaba.com, sebuah fakta tak terbantahkan. Tapi tau kah kamu dalam sebuah laporan menyebutkan bahwa Amazon tengah tidur dengan sang musuh. Dalam hal ini maksudnya adalah perusahaan ecommerce ini tengah menjajaki berbisnis melalui Tmall. Tidak cuma Amazon, banyak raksasa ecommerce asal barat pun menjajaki kerja sama ini.

Sebut saja ecommerce seperti Costco, Burberry, dan Inditex, telah resmi membuka 'cabang' di Tmall yang merupakan kepanjangan tangan Alibaba.com. Meski keduanya menyasar pasar ecommerce sama. Nyatanya Alibaba dan Amazon punya fokus pasar berbeda. Mudahnya jika di barat Amazon mengalir deras bahkan bisa menyapu ecommerce lain; tidak jika berbicara pasar China. Bahkan pasar Asia pada umumnya, karena kamu tau: Alibaba menjadi pilihan pedagang elektronik Indonesia membeli barang (grosir).

Sebelumnya keduanya menjadi serius bersaing. Apalagi selepas Alibaba resmi IPO di bursa saham Amerika. Meski dalam aturannya Alibaba sendiri tak bisa 100% di Amerika. Dimana mereka cuma membuka tangan berupa layanan data cloud Aliyun, minggu lalu. Mereka Alibaba juga berarti mendapatkan sokongan suport dari pemerintah China sendiri. Perlu kamu tau di China ada aturan ketat mengenaik kepemilikan saham atas perusahaan asal China.

Disisi lain, China pastilah tak mau jika Alibaba kalah dari perusahaan di luar China.

Sumber gambar: cityam.com

Apa itu Hello Sebuah Aplikasi Chat dari Mozilla


Jika kamu merasa ada yang beda untuk Mozilla Firefox kamu. Yap, minggu ini, resmi Mozilla.org telah meluncurkan produk terbarunya. Namanya Firefox Hello sebuah aplikasi built- in buat kamu berchat ria sambil menjalankan hobi berselancar di dunia maya. Unik karena tidak cuma menyatu dengan browsernya, tapi aplikasi ini tetap bisa chatting dengan teman kita yang memakai Opera atau Chrome.Terima kasih untuk update fungsi WebRTC. 

Meski sudah diluncurkan tahun lalu. Tapi produk ini resminya tahun 2015 digencarkan- gencarkan. Bahkan jika kamu lihat ketika pertama kali membuka browser kamu; kamu akan langsung ketemu Hello dalam homepage Mozilla Search.

Halayak umum sebenarnya sudah mengantisipasi di Oktober 2014. Namun baru kali ini mereka resmi hapus tutorialnya, mungkin, karena sudah resmi diluncurkan dan ditambah mudah dioperasikan. Sebagai catatan: kamu perlu memiliki akun Mozilla dulu. Untuk teman chat kamu, bisa dikirimi undangan untuk menggunakan aplikasi ini, berupa email yang bisa difollow. Memang agak ribet ya tidak bisa langsung chat, video call, atau audio chat.

Jika kamu sudah punya Mozilla35 maka kamu akan milihat tombol 'smile'. Kamu klik tombol tersebut dan bisa memulai tiga jenis chat: berupa tulisan, video, atau audio seperti yang penulis jelaskan diatas. Selain ada Hello chat kamu juga diberikan tanda seperti pesawat terbang kertas. Fungsinya untuk membagi halaman yang kamu tengah kunjungi. Dengan tombol ini kamu bisa mengirim untuk platform apapun di sosial media. Cobalah sekarang. :)

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba